
Hari ini sekarang sudah mulai gelap, Geo dan Mairah baru saja sampai di apartemen pukul 18:00. Itu semua karena permintaan Mairah, wanita itu kekeh untuk berjalan-berjalan tanpa tujuan.
" Loh kamu disini Mai ? " tanya Ibu saat mereka baru saja masuk kedalam.
" Mairah kangen banget sama Ibu " kata Mairah manja yang langsung berlari memeluk Ibu, sehingga membuat Ibu terkekeh
" Ibu nggak kemana-mana kok Mai, kalau kamu kangen ya tinggal main aja " kata Ibu.
" Ibu mau kemana ? kok rapi banget ? " tanya Geo saat melihat penampilan Ibunya.
" Ibu ada urusan kerjaan Nak, malam ini Ibu sama Ayah nginap di hotel. Cabang restoran mau diresmikan, ini Ibu cuman pulang buat ambil pakaian Ayah " kata Ibu.
" Mairah nginep aja ya Nak, ini udah malam. nggak baik loh perempuan keluar malam " kata Ibu.
" Yasudah kalian baik-baik yaa, Ibu pergi dulu " kata Ibu sambil berjalan keluar.
Saat melihat mertuanya sudah pergi, Mairah melirik Geo " Gue balik ya Ge, keburu malem " kata Mairah sambil membalikkan badannya, namun tangannya langsung dicegah oleh Geo.
" Nginep aja, udah gelap. perjalanan dari sini ke rumah lo jauh " Kata Geo, sehingga membuat Mairah menggeleng.
" Enggak Ge, gak enak sama...." kata Mairah terpotong oleh ucapan Geo.
" Kita masih berstatus suami istri " kata Geo, sehingga membuat Mairah terdiam, alasannya kesini untuk membahas itu bukan malah jalan-jalan.
" Ada yang mau gue omo..."
" Besok aja sekarang tidur " kata Geo sambil menarik paksa Mairah kedalam kamarnya, sehingga membuat Mairah pasrah.
" Okeee ini untuk terakhir kalinya, besok pagi gue akan menyerahkan surat itu sebelum pulang " batin Mairah.
*****
Keesokan paginya Mairah sudah membuatkan sarapan untuk Geo, setelah meletakkan piringnya diatas meja dia akan kekamar memanggil Geo, namun terhenti ketika sebuah tangan melingkar diperutnya.
" Ge lepas ihh ! " kesal Mairah.
" Bentar aja " kata Geo.
" Geoo geli ihhh, udah dehh gue mau makan " kata Mairah sambil melepaskan tangan Geo dari perutnya, kemudian beralih duduk yang diikuti oleh Geo.
" Lo pakai parfum apaan sih ? " kata Mairah, saat Geo duduk didepannya, sehingga membuat Geo mengangkat salah satu alisnya.
" Baunya nggak enak !! " kata Mairah.
" Gak enak gimana ? inikan parfum yang biasa gue pakai " kata Geo heran.
" Iyaa emang, tapi gue nggak suka!! ganti baju gih " kata Mairah sambil menutup hidungnya, namun Geo tetap memakan sarapannya tanpa memperdulikan omongan Mairah.
__ADS_1
" Geoo ganti ihh ! gue mual cium baunya " kesal Mairah.
" Paan sih, biasanya juga lo biasa aja. malas ahh " kata Geo.
" Yaa itukan biasanya !! dan sekarang lagi nggak kayak biasanya ! buruan ganti ! kalau nggak gue beneran munta nih " teriak Mairah
Huekkk !
" Iyaaa, iyaa, gue ganti " kata Geo bangkit dari duduknya.
Setelah berganti pakaian Geo dikagetkan dengan Mairah yang tiba-tiba muntah di wastafel, sehingga membuat Geo berlari menghapiri Mairah.
" Udah ? " tanya Geo sambil memijit tengkuk Mairah, sehingga membuat Mairah mengangguk lemas dan berbalik memeluk Geo, badannya sangat lemas mungkin efek banyaknya makanan yang keluar.
" Sekarang istirahat dikamar dulu yaaa, gue bikinin teh hangat " kata Geo, sehingga membuat Mairah menggeleng.
" Mau pulang aja " kata Mairah.
" Mau pulang gimana ? lo aja masih lemes begini, seenggaknya istirahat dulu. Nanti sore gue anterin pulang " kata Geo sambil mengelus punggung Mairah.
Karena tidak mendapat jawaban dari Mairah, Geo terpaksa menggendong tubuh Mairah kekamar.
" Ge, gue mau pulang aja " kata Mairah lemah.
" Nurut sekali aja sama gue bisa nggak sih ?! gue bilang istirahat, nanti sore gue anterin pulang " sentak Geo, sehingga membuat Mairah terdiam.
" Jangan pergi, disini aja temenin gue " kata Mairah sambil menahan tangan Geo.
" Gue beli obat sebentar yaa " kata Geo, sehingga membuat Mairah menggeleng.
" Nggak usah, gue ada obatnya dirumah kok cuman lupa bawa aja " kata Mairah, sehingga membuat Geo menatap tajam kearah Mairah.
" Udah tau lagi sakit ! ngapain kesini ? " kata Geo kesal.
" Ohhh gue nggak boleh kesini ? yaudah minggir gue mau pulang " kata Mairah berusahah bangkit, namun Geo segera menahannya.
" Udah dehh nggak usah mulai, istirahat sebentar. Ntar sore gue anterin pulang " kata Geo.
Mairah terdiam melihat perhatian Geo yang kembali muncul. dua minggu tidak bertemu dengan Geo membuatnya tidak merasakan lagi semua perlakuan Geo yang selalu melarangnya untuk melakukan hal-hal tertentu, namun ia teringat kembali niat awalnya datang kesini.
" Ge " panggil Mairah sambil berusahah bangkit.
" Hm "
" Bukan ini alasan gue datang kesini, ada sesuatu yang mau gue kasih ke lo " kata Mairah.
" Apa ? " tanya Geo penasaran, sehingga membuat Mairah berjalan kearah tasnya dan mengeluarkan sebuah amplop coklat dan berjalan kembali kearah Geo.
__ADS_1
" Suratnya udah dateng " kata Mairah sambil membrikan amplop tersebut ke Geo, sehingga raut wajah Geo berubah dingin, bahkan terlihat sangat dingin.
" Kita cukup sampai disini aja " kata Mairah sambil menggenggam tangan Geo.
Geo menatap amplop itu sendu, lalu beralih menatap Mairah yang diam-diam menangis.
" Lo yakin milih jalan ini ? " tanya Geo, sehingga membuat Mairah mengangguk sebagai jawaban.
" Kenapa lo nangis ? " tanya Geo lembut sambil mengangkat wajah Mairah untuk menghadapnya.
" Lo nggak marah ? " tanya balik Mairah.
" Asalkan bisa bikin lo senang dan bahagia, gue rela ngelakuin apapun buat lo. Sekalipun itu menyakitkan buat gue " kata Geo berusaha untuk tersenyum.
" Maaf " kata Mairah sambil menangis kencang, sehingga membuat Geo sigap menarik Mairah kepelukannya.
" Lo nggak perlu minta maaf, itu semua salah gue. Gue yang udah buat lo takut ngebuka hati lagi, bikin lo nangis setiap hari. Ini semuah salah gue, dulu gue bodoh Mai. Mungkin ini balesan buat gue dan gue pantes dapat semua ini " kata Geo mengusap rambut Mairah sayang, ingin sekali rasanya ikut menangis.
" Gue kira momen kemarin udah cukup buat momen terakhir kenangan kita. Dan makasih buat semuanya, tapi gue berharap kita masih bisa ketemu dan nggak ada status musuh diantara kita " kata Mairah sambil melepas pelukannya.
" Makasih udah buat momen yang nggak akan gue lupain, tentu lo bisa panggil gue disaat lo butuh. Gue pasti dateng " kata Geo.
" Gue udah tanda tangan disitu, dan kalau lo udah silahkan bawa surat itu kepengadilan, dan kasih tau gue kalau sidangnya udah mulai " kata Mairah.
" Pasti gue kabarin " kata Geo.
" Gue pulang yaa " kata Mairah bangkit dan mengambil tasnya.
" Gue anter yaa, lo masih sakit " kata Geo, sehingga membuat Mairah menggeleng.
" Gak usah, gue udah sembuh kok " kata Mairah sambil berjalan keluar.
" Mai " panggil Geo.
" Kenapa ? " tanya Mairah sambil membalikkan badannya.
" Gue boleh minta satu permintaan lagi nggak ? " tanya Geo.
" Apa ? " tanya Mairah, sehingga membuat Geo tiba-tiba memeluk Mairah dan mencium dahi Mairah cukup lama.
" Pelukan perpisahan " kata Geo sambil melepas pelukannya.
" Gue balik yaa " kata Mairah.
Geo hanya diam tak membalas, ia mengantarkan Mairah hanya sampai pintu karena Mairah menolak diantarkan sampai lobi.
_________
__ADS_1
Happy Readingā¤