My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
Part 85


__ADS_3

Mairah mulai menekan bell yang berada disamping pintu, beberapa kali Mairah memencet bell namun tidak ada yang membuka pintu. Namun Mairah tidak menyerah sampai pintu didepannya terbuka.


" H...hai " kata Mairah melambaikan tangannya canggung saat melihat Geo yang membuka pintunya dengan penampilan seperti baru bangun tidur.


Geo terlihat memperhatikan perempuan yang berada didepannya, mungkin karena efek bangun tidur penglihatannya masih kurang jelas, sehingga membuat Mairah tidak nyaman dengan tatapan Geo.


" Masuk " kata Geo sambil membuka lebar pintunya sambil memberi celah agar Mairah masuk.


" Mau minum apa ? " tanya Geo.


" Nanti kalau gue haus gue ambil sendiri " jawab Mairah, sehingga membuat Geo mengangguk dan duduk disamping Mairah, Geo hanya memakai kaos oblong putih yang di padukan dengan celana pendek berwarna hitam.


" Astagaaa sejak kapan situasinya jadi canggung seperti ini ? " batin Mairah.


" Kenapa ? " tanya Geo.


" Ayah sama Ibu mana ? " tanya Mairah, dirinya terlalu takut untuk mengungkapkan maksud kedatangannya.


" Lagi pergi temenin Ayah ngurus kerjaan, mau gue telepon biar cepat balik ? " kata Geo, sehingga membuat Mairah menggeleng cepat.


" Lo kesini sama siapa ? " tanya Geo.


" Sendirilah, sama siapa lagi ? " jawab Mairah, sehingga membuat Geo mengangguk.


" Lain kali kalau mau dateng bilang aja biar gue jemput, jarak rumah lo kesini jauh " kata Geo sambil menatap Mairah dalam.


" Gakpapa, lagian dirumah juga nggak ada orang " kata Mairah.


" Jadi gini Ge " kata Mairah yang mulai memposisikan duduknya menghadap ke Geo, namun terhenti ketika tanpa sengaja Mairah melihat iklan di TV yang modelnya artis korea, sehingga pikirannya terarah kerumahnya.


" Astagaaa ! gue lupa lagi pesan makanan korea !! " teriak Mairah tiba-tiba.


" Lo yang ngomong Ge " kata Mairah sambil menyodorkan Hpnya ke Geo.


Geo menerima ponsel Mairah lalu berusaha menghubungi driver yang ternyata sudah menghubungi Mairah puluhan kali. Hingga beberapa menit Geo terlihat sedang berbicara dengan seseorang di telepon.


Setelah selesai Geo memberikan ponselnya pada Mairah kembali.


" Apa katanya Ge ? " kata Mairah cemas.

__ADS_1


" Yaa dia sedihlahh, nggak tau mau dikemanain makanannya, makanya kalau ada apa-apa jangan ceroboh, itu bisa merugikan orang lain tau nggak ? " omel Geo, sehingga membuat Mairah kesal.


" Yaa gue kan lupa ! kok lo jadi marah-marah gitu sih, nggak ikhlas gue mintain tolong ? " kata Mairah ngegas.


" Nggak usah mulai dehh Mai, gue anterin ketemu sama drivernya, tapi gue mandi dulu " kata Geo sambil berjalan kearah kamarnya.


Setelah 10 menit Mairah menunggu, akhirnya Geo sudah siap dengan gaya santainya. Ia hanya memakai hoodie yang dipadukan celana pendek.


" Lama banget sih lo !! kan kasian drivernya nunggu lama " kata Mairah kesal sambil berjalan keluar.


Geo hanya menghela nafasnya mendengar Mairah dan mengambil kunci mobil Mairah yang tergeletak dimeja dan menyusul Mairah keluar, padahal disini yang salah siapa ? tapi marah-marahnya sama siapa.


****


" Mana sih Ge ? " kata Mairah.


" Sabar, ini gue juga lagi nyari " kata Geo.


Mata mereka berdua benar-benar fokus dengan jalan sekarang. Drivernya bilang kalau dirinya sedang berada di taman tempat mereka datangi sekarang.


" Ehhh Ge, jangan-jangan orangnya itu " kata Mairah sambil menunjuk pria tua yang duduk di pinggir jalan dengan tangan yang memegangi plastik. Wajahnya terlihat letih, bahkan matanya terlihat memerah.


" Lo aja, gue malu " kata Mairah, sehingga membuat Geo menghembuskan nafasnya kasar kemudian turun. karena tidak mau menyita banyak waktu.


" Permisi Pak " kata Geo sambil menghampiri pria yang di tunjuk Mairah tadi.


" Ini yang pesan makanan yaa ? atas nama Mbak Humairah ? " tanya pria tersebut, sehingga membuat Geo mengangguk.


" Maaf ya Pak, Istri saya lupa kalau lagi pesan makanan dan pergi gitu aja " kata Geo.


" Tidak apa-apa, saya senang karena kamu masih mau bertanggung jawab untuk mengambilnya " kata driver tersebut tersenyum sambil memberikan pesanan Mairah ke Geo.


" Ini buat Bapak, anggap saja sebagai tanda permintaan maaf saya dan istri saya, mohon diterima " kata Geo sambil memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada driver tersebut, sehingga membuat Bapak tersebut kegirangan.


" Terimakasih banyak Mas, terimakasih, saya doakan agar Masnya diberi kesehatan sama Tuhan, diberikan kerukunan rumah tangga sama istri sampai ajal memisahkan " Ujar laki-laki tersebut, sehingga membuat Geo tersenyum kecut mendengar doa dari Bapak tersebut.


" Gakpapa Pak, itu sudah rezeki Bapak. Kalau begitu saya pamit dulu yaa " kata Geo sambil berjalan kembali ke mobil dengan mengintip sedikit isi kantong plastik tersebut sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Namun baru saja Geo membuka pintu mobil, ia dikejutkan dengan suara tangisan wanita didepannya, sehingga membuat Geo kaget dan langsung masuk dan menutup pintunya.

__ADS_1


" Kenapa ? " tanya Geo, raut wajahnya benar-benar khawatir, sehingga membuat Mairah mendongak menatap Geo.


" Bapaknya kasian " kata Mairah, sehingga membuat Geo langsung merubah ekspresinya menjadi datar, pikirannya sudah kemana-mana tadi.


" Gue berdosa banget Ge huaaaaa " Tangis Mairah kembali pecah dan berhambur kepelukan Geo.


" Udahh dong Mai, kesalahan lo cuman lupa doang dan kita udah tanggung jawab buat ambil pesanan lo, jadi apalagi yang lo tangisin ? " kata Geo sambil mengelus punggung Mairah.


" Sebenarnya modus aja biar bisa pelukan sama lo Ge " batin Mairah sambil tertawa dalam hati.


Namun saat tertawa dalam hati ia terkejut badannya melayang, Geo mengangkat tubuh Mairah agar duduk dipangkuannya, membuat jarak mereka benar-benar dekat sekarang, sehingga membuat Mairah sedikit memberontak.


" Jangan gerak-gerak " kata Geo, sehingga membuat Mairah menatap tajam Geo.


" Modus kan lo ? Geoo ihh sempit, perut gue sakit kegencet gini " eluh Mairah.


" Udah nangisnya ? " tanya Geo.


" Udah " jawab Mairah, sehingga membuat Geo kembali mendudukan Mairah ke tempat semula dan meletakkan plastik tadi dipangkuan Mairah.


" Pantes gendutan " cibir Geo saat melihat Mairah mengeluarkan tiga porsi topokki.


" Apa lo bilang ?! " teriak Mairah tepat ditelinga Geo.


" Lo yakin bisa habisin semua itu ? " tanya Geo sambil melihat Mairah yang makan dengan damainya.


" Kenapa ? lo mau ? " Tanya Mairah, sehingga membuat Geo mengangguk.


" Suapin " kata Geo.


Baru saja Mairah ingin protes, namun Geo langsung memotongnya.


" Tangan gue sibuk, lagi nyetir " kata Geo, sehingga membuat Mairah menyuapi Geo.


" Nyuapinnya pakai bibir " kata Geo tiba-tiba.


" Banyak mau lo !!! "


________

__ADS_1


Happy Readingā¤


__ADS_2