
" Wahhhhhh gilaa tadi Marsya bijak bangett, kayaknya Marsya dapat ilham dari Allah dehhh buat nasehatin Mairah " kata Marsya heboh.
" Hahh dapat Ilham ? nohhh Ilham barusan lewat mau ke lapangan, mau gue panggilin ? " kata Afif.
" Ihhhhh Kak Afif, Maksud Marsya bukan Ilham itu " kata Marsya kesal.
Baru saja Afif ingin menanggapi ucapan Marsya, namun terhenti karena terdengar bunyi bel masuk.
" Gue cabut dulu yaaa " kata Afif yang diangguki oleh Mairah.
" Baik anak-anak siapkan kertas selembar, hari ini kita ulangan harian " kata guru matematika, sehingga membuat semua murid mengeluh karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
Banyak wajah-wajah yang menunjukkan kekhawatiran, panik, santai, bahkan ada yang cengengesan tidak jelas. Seperti Mairah tentunya, ia tidak pernah mengambil pusing untuk semua soal yang ia dapatkan, menurutnya jika disampingnya ada Geo, ia yakin jawabannya akan memuaskan.
" Jihan gue panggil-panggil sok tuli banget " kata Billy yang baru keluar dari ruangan, sehingga membuat Jihan tertawa.
" Takut gue Bill, lo nggak lihat mata gurunya udah kayak CCTV " kata Jihan.
" Ini lagi si Akbar, tadi ditanyain udah belum di jawab belum ehhh taunya malah keluar duluan dari kelas. Sempit kuburan lo kalau pelit sama gue " kata Keenan saat melihat Akbar lewat di depannya.
" Tau tuhhh, kalau nggak mau nyontekin tinggal ngomong kagak usah berlagak sok iye kaya tadi, enek banget gue liatnya " Kata Jihan sinis.
" Ngaca njirrr ngaca !! lo aja tadi pelit banget sama gue " cibir Billy yang ada disamping Jihan, sehingga membuat Mairah tertawa mendengarnya.
" Emang yaaa orang zaman sekarang kalau ngomong nggak liat diri sendirinya dulu, main nyerocoss ajaa " sindir Mairah, sehingga membuat Jihan memutar kedua bola matanya malas.
" Udahhh ahhh kalian bikin Marsya pusing, pulang yukk gue mau tidur nihh " kata Marsya.
" Dihhh kayak bayi aja lo " kata Billy.
" Iyaaa muka Marsya kan emang baby face, yuk Nanan anterin Marsya pulang, kita kan searah " kata Marsya sambil menarik tangan Keenan.
" Pulang juga yuk Ge " kata Mairah yang juga ikut menarik tangan Geo.
__ADS_1
" Hehhh terus gue sama siapa ? " teriak Jihan.
" Sama siapa lagi ? yaaa sama gue lahh " kata Billy sambil menarik tangan Jihan.
*******
Mairah masuk kedalam kamarnya dan langsung berbaring.
" Udah makan ? " tanya Geo yang baru keluar dari kamar mandi, sehingga membuat Mairah hanya melirik Geo sekilas kemudian mengangguk.
Baru saja Mairah ingin tidur, namun ia mengingat kata-kata Marsya tadi siang, sehingga membuat Mairah langsung bangkit lalu menghadap kearah Geo yang tengah memakai sarungnya karena memang ini sudah masuk waktu magrib.
" Kenapa lo liat gue kayak gitu ? " tanya Geo heran, kemudian berjalan mengambil pecinya di meja rias Mairah lalu memakainya.
" Lo mau sholat Ge ? " kata Mairah.
" Nggak, mau nyabutin rumput di halaman depan " timpal Geo, sehingga membuat Mairah mendengus kesal.
" Seriuss ihhh " kata Mairah kesal.
" Iyaa juga sihh " gumam Mairah, namun saat Geo ingin memulai sholatnya Mairah langsung mencegahnya.
" Tungguin ! gue wudhu sebentar, kita sholat bareng "
kata Mairah lalu berlari ke kamar mandi mengambil air wudhu, setelah selesai ia kembali ke kamar lalu mengambil mukenahnya dan segera memakainya.
Ia menggelar sajadah dibelakang Geo lalu segera berdiri diatasnya. Melihat Mairah yang sudah siap Geo segera melantunkan suara adzan dan komatnya yang terdengar sangat merdu ditelinga Mairah.
Lima menit mereka beribadah dengan Geo yang mengimami, selesai berdoa Geo langsung berbalik lalu mengulurkan tangannya didepan Mairah.
" Salim " kata Geo, sehingga membuat Mairah membalas uluran tangan Geo dan menciumnya pelan.
Saat ingin menjauhkan tubuhnya dari Geo, namun tiba-tiba tubuh Mairah ditarik mendekat dan jatuh kepelukan Geo. Geo menuntuh wajah Mairah untuk mendekat dan mencium dahi Mairah sedikit lama.
__ADS_1
Mairah hanya terdiam mematung, dirinya sendiri kaget dengan perlakuan Geo yang tiba-tiba, namun keterkejutannya bertambah saat Geo mengecup pelan bibirnya.
" Buat yang terakhir kalinya " kata Geo, sehingga membuat Mairah langsung bangkit membuka
mukenannya dan keluar dari kamar.
****
" Ge, Ayah sama Ibu mana ? " kata Mairah saat melihat Geo turun dari tangga.
" Ke rumah sakit jengukin Maya " kata Geo sambil berjalan kemudian duduk disamping Mairah yang tengah menonton drama korea, namun tak lama Geo mengubah posisinya menjadi berbaring berbantal paha Mairah.
" Ge " kata Mairah sedikit risih.
" Sebentar aja " kata Geo sambil berbalik menghadap perut Mairah lalu memeluknya.
" Kata lo tadi Ayah sama Ibu kerumah sakit, kenapa lo nggak ikut kesan....."
" Ssstttt diam, gak usah dibahas lagi " kata Geo.
" Geo " panggil Mairah.
" Hmmm "
" Lo udah ngomong ke Ayah sama Ibu masalah kita bakal pisah ? " kata Mairah, sehingga membuat Geo terdiam cukup lama.
" Belum " kata Geo.
" Terus gimana ? nanti kalau Ayah sama Ibu tanya-tanya gue harus ngomong apaan ? " Tanya Mairah.
" Gak usah dipikirin, masalah itu biar jadi urusan gue. Sekarang diem, gue mau tidur " jawab Geo, sehingga membuat Mairah mengangguk paham dan kembali melanjutkan tontonannya, sedangkan Geo terlelap dipangkuan Mairah.
___________
__ADS_1
Happy Readingā¤