
" Tinggal turun aja kok ribet banget " kata Geo sambil tersenyum kearah Mairah.
" Isshhhh lo ngeselin banget tau nggak, udahhh ahhh lo turun duluan aja nanti gue turun kalau parkiran udah mulai sepi " kata Mairah kesal yang diangguki oleh Geo.
" Ooiyyaaa ini buat lo " kata Geo sambil menyerahkan kartu kredit pada Mairah.
" Buat apa ? " kata Mairah.
" Buat beli kebutuhan lo, mulai sekarang kalau butuh apa-apa pakai itu aja " kata Geo.
" Thanks Ge " kata Mairah sambil memasukkan kartu tersebut kedalam dompetnya.
" Gue turun yaa " kata Geo yang hanya dibalas deheman oleh Mairah.
Saat Geo turun Mairah mulai mengedarkan pandangannya untuk melihat situasi di parkiran.
" Kayaknya udah mulai sepi nih " gumam Mairah sambil turun dari mobil Geo, namun terhenti karena tiba-tiba Naila menarik tangannya.
" Ehhhh lo apa-apaansih narik-narik tangan gue segala " kata Mairah memberontak, sehingga membuat Naila menghempaskan tangan Mairah kasar.
" Naila " gumam Mairah.
" Apa ? kaget ? selama ini gue anggep lo sebagai teman gue yaa Mai, tapi ternyata lo hanya teman sampah yang tega ngerebut pacar temannya sendiri " kata Naila sinis.
" Nai ini nggak se...." kata Mairah terhenti karena ucapan Naila.
" Lo udah ngelakuin apa aja Mai ? sehingga Geo mau sama lo ? ahhh atau jangan-jangan lo udah nyerahin harga diri lo ? " kata Naila sambil menatap rendah kearah Mairah.
" Jaga omongan lo Nai, gue nggak serendah itu yaa dan satu lagi gue nggak tau apa-apa tentang hubungan lo sama Geo " kata Mairah.
" Nggak tau apa-apa lo bilang ? tapi kenapa lo keluar dari mobil Geo ? " sarkas Naila, sehingga membuat Mairah emosi.
" Emang kenapa kalau gue keluar dari mobil Geo ? ada masalah ? " kata Mairah angkuh, sehingga membuat Naila kesal dan melayangkan tangannya untuk menampar Mairah, sehingga membuat Mairah refleks menutup matanya.
" Lahhh kok nggak di tampar-tampar ? " kata Mairah dalam hati sambil membuka matanya perlahan.
" Kalau ada masalah selesaiin baik-baik jangan main tangan seperti ini " kata seseorang yang menahan tangan Naila.
" Ishhhh lo siapa sih ? " kata Naila sambil melepaskan genggaman tangan seseorang tersebut dari lengannya.
__ADS_1
" Afif " kata Naila kaget saat melihat Afif yang berada di depannya, sehingga membuat Mairah beralih menatap pria yang secara tidak langsung menolongnya.
" Oooo hai mantan pacar " kata Afif sambil melambaikan tangannya kearah Naila.
" Ehhhhh ada Rana juga, hai Ran " timpal Afif ketika melihat Mairah.
" Ngapain lo di sini ? " kata Naila.
" Lahhh emang kenapa kalau gue di sini ? galak amat lu Tan " kata Afif.
" Terserah lo dan lo urusan kita belum selesai " kata Naila sambil menunjuk Mairah, kemudian pergi dari sana.
" Lo nggak papa ? " kata Afif.
" Gue nggak papa, emang Naila mantan lo beneran ? " kata Mairah yang diangguki oleh Afif.
" Kok bisa ? " kata Mairah heran.
" Kepo banget lu Ran " kata Afif terkekeh.
" Namanya juga penasaran, oiyyaa kok lo bisa di sini ? " tanya Mairah lagi.
" Issshhhh ngesel...." kata Mairah terpotong oleh ucapan Afif.
" Gue pindah sekolah ke sini, oiyyy sekalian dehh lo antar gue ke ruangan kepala sekolah yaa " kata Afif.
" Yaudah ayooo " kata Mairah sambil berjalan yang di ikuti oleh Afif.
" Ehhh emang lo kelas berapa Ran ? " tanya Afif.
" 11 MIPA 1 " kata Mairah.
" Wahhhh berarti lu adek kelas gue dong, yang sopan yaa Dek sama Kakak kelas " kata Afif cengengesan, sehingga membuat Mairah memutar kedua bola matanya malas.
" Ehhh lo ngapain pindah sih ? padahal udah kelas 12, kalau nggak salah ujian kelas 12 tinggal 3 bulan lagi kan ? " kata Mairah.
" Cari suasana baru " kata Afif yang diangguki oleh Mairah.
" Nohhh itu ruangan Kepseknya " kata Mairah sambil menunjukkan ruangan kepala sekolah pada Afif.
__ADS_1
" Thanks Adek cantik " kata Afif sambil mengelus rambut Mairah.
" Hmmm, yaudah kalau gitu gue duluan yaaa " kata Mairah yang diangguki oleh Afif.
Saat Mairah berjalan kearah kelas tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat salah satu guru masuk kedalam kelasnya.
" Mampuss gue telat, malah tuh guru killer banget lagi " gumam Mairah sambil melanjutkan langkahnya, namun dirinya tak langsung masuk kedalam kelas melainkan mengintip dulu di jendela kelas tepat di samping Marsya duduk.
" Sssttttt Marsya ssttttt Sya " bisik Mairah, namun tak terdengar oleh Marsya.
" Marsya... " kata Mairah sambil mengetuk kaca jendela itu pelan.
" Mairah !! ngapain kamu di sana ? " kata Guru tersebut sambil menatap tajam kearah Mairah, sehingga membuat Mairah langsung masuk kedalam kelas.
" Hehehe haii Pak Adi, anu Pak tadi sa... " kata Mairah terpotong oleh ucapan Pak Adi.
" Sekarang alasan kamu apalagi Mairah ? kamu nabrak siput lagi ? " kata Pak Adi seolah hapal dengan alasan-alasan yang sering Mairah gunakan.
" Enggak kok Pak, saya nggak nabrak siput lagi Pak. yang ada tikus tetangga saya melahirkan Pak " kata Mairah, sehingga membuat seisi kelas tertawa dengan ucapan Mairah.
" Hahahhahha sumpah lo parah banget Mai " kata salah satu murid di kelasnya.
" Btw anaknya ada berapa Mai ? " tanya Marsya polos.
" Ada 6 Sya, lo mau satu nggak ? " kata Mairah.
" Nggak dehh makasih " kata Marsya.
" Semuanya DIAM " bentak Pak Adi, sehingga membuat seisi kelas langsung terdiam.
" Mairah sekarang kamu ke lapangan dan hormat di depan tiang bendera sampai mata pelajaran saya selesai " tegas Pak Adi.
" Tapi Pak...." kata Mairah terpotong oleh ucapan Pak Adi.
" SEKARANG " Bentak Pak Adi, sehingga membuat Mairah langsung ngacir keluar dari kelas tersebut.
___________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.
__ADS_1