
Baru saja Geo ingin menjalankan mobilnya kembali, namun terhenti karena notif pesan dari Billy yang mengatakan kalau Mairah sudah bersama dengan dirinya dan akan mengantar Mairah balik.
" Alhamdulillah " kata Geo sambil menjalankan mobilnya untuk pulang.
Sementara di tempat Billy dan Mairah, mereka sudah sampai di rumah Mairah yang terlihat gelap dan sepi pertanda Geo belum sampai.
" Jadi ini rumah lo sama Geo ? " kata Billy yang langsung diangguki oleh Mairah.
" Kayaknya Geo belum pulang deh Mai, mau gue tungguin nggak sampai Geo pulang ? " kata Billy yang langsung di balas gelengan oleh Mairah.
" Nggak usah Bill, mending lo pulang terus istirahat lo pasti capek banget hari ini " kata Mairah.
" Yaudah kalau gitu, gue balik yaaa " kata Billy.
" Makasih yaa Bill " kata Mairah yang hanya dibalas anggukan oleh Billy.
" Hati-hati Billy " kata Mairah sambil melambaikan tangannya kearah Billy.
Saat masuk ke dalam rumah, Mairah mulai menyalakan semua lampu di rumah tersebut, kemudian berjalan menuju kamarnya.
" Hufffttt capek banget hari ini " kata Mairah sambil berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
Setelah selesai dengan ritual mandinya kini Mairah mulai mengobati luka yang ada di lututnya bertepatan dengan datangnya Geo yang tiba-tiba masuk kamar, sehingga membuat Mairah hanya menatap laki-laki itu sekilas kemudian melanjutkan aktifitasnya kembali.
" Kabur kemana lo tadi ? " kata Geo datar, namun hal itu tidak di tanggapi apapun oleh Mairah.
" Kalau di tanya itu jawab " kata Geo.
" Peduli apa lo tentang gue ? " kata Mairah cuek, sehingga membuat Geo langsung melemparkan tas Mairah yang dari tadi di tengtengnya kearah sofa.
" Aduhhh Bapak Geofandy yang terhormat, mau kemana pun saya pergi itu bukan urusan anda Pak, mau saya kabur jadi TKW di Arab sekalipun, lo juga bakalan nggak peduli kan ? jadi buat apa lo nanya " kata Mairah dengan nada yang mengejek.
" Cara lo kabur-kaburan kayak tadi kekanak-kanakan tau nggak, nyusahin banyak orang " kata Geo datar.
" Emang gue nyuruh lo nyari gue ? nggak kan ? " kata Mairah sambil berjalan keluar dari kamar dengan keadaan yang sedikit pincang.
" Lo jangan terus-terusan menghindar dari gue Mai, kita harus nyelesain masalah ini " timpal Geo.
" Masalahnya nggak akan selesai kalau lo masih berhubungan sama pelakor itu " kata Mairah sambil menekankan kata pelakor.
" Jaga omongan lo Mai, Naila nggak tau apa-apa soal kita " kata Geo.
" Tapi setidaknya dia udah tau kalau lo udah di jodohin Ge " kata Mairah, sehingga membuat Geo menatap tajam kearah Mairah.
__ADS_1
" Kenapa Ge ? kenapa ? lo nggak terima kalau gue katain pujaan hati lo pelakor ? mau pukul gue lagi ? nihhhh pukul " kata Mairah sambil menyodorkan pipinya kearah Geo, sehingga membuat Geo menghembuskan nafasnya kasar.
" Maafin gue Mai " kata Geo, sehingga membuat Mairah mengangguk.
" Oke gue maafin lo, lo itu cowok brengsek tapi bodohnya gue, gue malah jatuh cinta sama lo dan gue nggak bisa bohongin perasaan gue Ge " kata Mairah berkaca-kaca.
" Jadi tolong kasi gue kesempatan buat bikin lo jatuh cinta sama gue, gue udah terlanjur sayang sama lo Ge " kata Mairah sambil menunduk.
" Lo nggak bisa bohong sama perasaan lo begitupun dengan gue Mai, gue juga nggak bisa bohongin perasaan gue sama Naila. gue mohon tutup rapat-rapat perasaan lo ke gue karena walaupun gue suami lo, tapi perasaan gue hanya buat Naila " kata Geo sambil menatap Mairah dalam.
" Maafin gu....." kata Geo terpotong oleh ucapan Mairah.
" Tinggalin gue sendiri Ge, gue mohon gue butuh waktu untuk sendiri " kata Mairah, sehingga membuat Geo berjalan keluar dari kamar tersebut.
Setelah kepergian Geo, Mairah langsung terduduk lemas di lantai sambil memikirkan perkataan Geo.
" Apa salah kalau gue sayang sama suami gue sendiri ? apa salah kalau gue menegur Geo untuk menyudahi perasaanya ke Naila ? " gumam Mairah.
" Kenapa cinta bisa buat gue sebodoh ini sih ? nggak seharusnya gue suka sama laki-laki brengsek kayak Geo, gue luka aja dia nggak peduli sama sekali " gumam Mairah saat merasakan rasa nyeri pada lututnya.
" Papa.... Mama.... Mairah kangen, Mairah capek, Mairah mau pulang hiks..hiks " kata Mairah sesegukan ketika mengingat kedua orang tuanya.
__ADS_1
Sementara Geo kini dia hanya mondar-mandir nggak jelas di depan TV sambil memikirkan perkataanya tadi pada Mairah.
" Apa salah kalau gue mencintai gadis pilihan gue sendiri ? tapi cinta kan nggak bisa di paksakan ? gue cuman mencegah supaya perasaan lo nggak terlalu dalam buat gue Mai " gumam Geo sambil duduk di sofa, kemudian memijit kepalanya pusing.