
" Hai Syaa " kata Keenan saat masuk kedalam kamar Marsya, sehingga membuat Marsya berbalik kearah Keenan.
" Lohh kok ada Nanan ? bukannya yang datang Jihan ? apa Marsya lagi berhalusinasi ? " kata Marsya.
" Jihan kok muka lo kayak Nanan sih ? " kata Marsya bingung, sehingga membuat Keenan menggelengkan kepalanya.
" Yaa karena gue Keenan Syaa bukan Jihan " kata Keenan.
" Hahh ? "
" Iyaaa ini gue Keenan " kata Keenan sambil menarik kursi belajar Marsya ke samping tempat tidur.
" Kok bisa sakit gini sih ? " tanya Keenan yang tak mendapat tanggapan apapun dari Marsya.
" Syaa gue denger katanya lo nggak mau makan ? kenapa ? " timpal Keenan yang lagi-lagi tak mendapat tanggapan apa-apa dari Marsya.
" Sya lo marah yaa sama gue gara-gara masalah kemarin ? maafin gue napa Sya " kata Keenan.
" Syaa ngomong dong, diem mulu. sariawan lo ? "
" Syaaa, yaelahhh Sya budek lo ? "
" Allahuakbar, sampe berbusa mulut gue ngajak lo bicara dari tadi, tapi lo nyaa bisu " kata Keenan sambil menjambak rambutnya sendiri. lama-lama frustasi juga menghadapi Marsya yang biasanya banyak bicara sampai membuat kepalanya ingin pecah kini hanya diam seribu bahasa.
" Syaa gue nggak tau harus buat apa lagi, gantung atau cekik gue aja kalau begini Syaa " kata Keenan pasrah.
" Nanti kalau Marsya gantung Nanan, terus Nanan mati nanti Marsya nggak punya tetangga lagi dong " kata Marsya yang akhirnya buka suara juga, sehingga membuat Keenan bisa bernafas lega.
" Alhamdulillah, akhirnyaa ngomong juga lu Syaa gue kira tuh mulut udah kagak berfungsi lagi " kata Keenan.
" Nanan kok bisa di sini ? Nanan bolos yaaa ? " kata Marsya.
" Bolos ? sorry yaa Sya gue ini murid teladan anti bolos-bolos club " kata Keenan bangga.
" Tapi kok bisa di sini ? " kata Marsya.
Baru saja Keenan ingin menimpali ucapan Marsya, namun terhenti karena kedatangan teman-temannya plus Bi Imah.
" Kalian di sini juga ? " kata Marsya sambil melihat keempat temannya yang baru datang.
" Hmmm ternyata yang katanya mau periksa kandungan orang di sini, sepertinya gue mencium bau-bau permodusan " sindir Billy sambil melihat Keenan.
__ADS_1
" Dokternya pindah ke sini kali Bill " timpal Jihan.
" Berisik luuu berdua, dudu aja sono " kata Keenan sewot sambil menunjuk sebuah sofa yang ada di kamar Marsya.
" Oiyyaa Bi, itu makanan buat Marsya yaaa ? sini biar saya aja " kata Keenan, sehingga membuat Bi Imah menyerahkan piring yang berisi makanan tersebut ke Keenan.
" Khemmm perhatian banget sih Nan khemm khemm " kata Mairah.
" Batuk lo Mai ? Ge istri lo batuk nohh beliin obat gih, sekalian beliin obat anti julid " kata Keenan.
" Syaa lo nggak laper ? makan yaa ? " kata Keenan sambil menyerahkan piring tersebut ke Marsya.
" Suapin lahh Nan, bacot mulu lo dari tadi " sarkas Billy.
" Ayo buka mulutnya " kata Keenan sambil menyendokkan nasi untuk Marsya.
" Marsya nggak laper Nanan " kata Marsya.
" Harus makan ayoo aakkkk " kata Keenan, namun Marsya tetap menutup mulutnya rapat-rapat.
" Ada itunya Marsya nggak suka, emangnya Marsya sapi makan rumput " kata Marsya.
" Ck! ini sayur Syaa bukan rumput, yaa kali gue suapin lo pakai rumput " kata Keenan.
" Nggak mau " kata Marsya.
" Sya, lo mau cacingan kayak si Mairah ? " Kata Keenan yang langsung mendapat tatapan tajam dari Mairah.
" Cacingan mata lo !! " timpal Geo yang tak terimah dengan ucapan Keenan.
" Hehehe ampun bang jago " kata Keenan cengengesan.
" Ayoo makan Sya, ntar kalau sembuh lo gue ajakin nongkrong deehhh " kata Keenan.
" Janji ? " kata Marsya, sehingga membuat Keenan mengangguk dan menyuapi Marsya.
" Dahhlahhh kita dikacangi gaysss, bubar yukk bubarrr nyesel gue ngikut ke sini, Syaaa cepat sehat yaa gue balik " kata Billy.
" 2in " timpal Jihan.
" 3in " timpal Mairah sambil menarik tangan Geo.
__ADS_1
" Lahhhh kok pada pergi ? " kata Marsya heran.
" Biasalaaahhh, udahh ahhh nggak usah di urusin, nih makan lagi aaakkkk" kata Keenan sambil menyuapi Marsya.
Sementara di tempat Mairah dan Geo, Mairah sedang memandangi dirinya di depan cermin.
" Ada apa ? " kata Geo yang tiba-tiba memeluk Mairah dari belakang.
" Gee emangnya gue kurus banget yaa ? sampai Keenan ngatain gue cacingan " kata Mairah.
" Nggak kok, justru badan kamu itu ideal. Matanya Keenan aja yang siwer " timpal Geo yang masih setia menyandarkan dagunya di bahu Mairah.
" Geoo " panggi Mairah.
" Hmmm "
" Ge "
" Kenapa hmm ? " kata Geo lembut sambil mencium pipi Mairah sekilas.
" Cerai yuk Ge !! " ceplos Mairah sembarangan, sehingga membuat Geo segera membalikkan badan Mairah dan memegang kedua bahu Mairah.
" Coba ulang sekali lagi ! " kata Geo datar.
" Cerai yuk " kata Mairah.
" Gak ! " kata Geo datar.
" Pisah yuk "
" Nggak "
" Talak gue Gee "
" Nggak Mairah "
" Bikin anak yukk "
" Gasssss "
" Ehhhhh mppphhh " Pekik Mairah, sehingga membuat Geo langsung mencium bibir Mairah dan terjadilah hubungan suami istri diantara keduanya.
__ADS_1
_________
Happy reading guys❤