My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
part 25


__ADS_3

" Apa salah kalau gue mencintai gadis pilihan gue sendiri ? tapi cinta kan nggak bisa di paksakan ? gue cuman mencegah supaya perasaan lo nggak terlalu dalam buat gue Mai " gumam Geo sambil duduk di sofa, kemudian memijit kepalanya pusing.


" Gue memang brengsek tapi kenapa lo malah suka sama gue ? " kata Geo.


Sementara di dalam kamar, Mairah terus mengutuk dirinya sendiri karena dirinya begitu mudah jatuh cinta pada Geo.


" Hufffttt Mairah lo nggak boleh kayak gini cuman gara-gara cowok. ingat lo cantik, masih banyak cowok yang mau sama lo, bahkan lebih ganteng daripada Geo. jadi lo harus semangat " kata Mairah yang berusaha menyemangati dirinya sendiri.


" Duhhhh gue laper lagi " kata Mairah saat perutnya berbunyi.


" Mending gue masak, karena menghadapi orang seperti Geo juga butuh tenaga " kata Mairah sambil keluar dari kamar, kemudian berjalan kearah dapur.


Namun saat berjalan kearah dapur, Mairah berhenti sejenak saat melihat Geo duduk di sofa dalam keadaan gusar.


" Apapun yang sedang lo pikirin sekarang, gue harap setiap keputusan yang lo ambil itu yang terbaik buat lo " kata Mairah dalam hati sambil melanjutkan kembali langkahnya kearah dapur.


" Hmmm masak apa yaaa ? " kata Mairah sambil membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan masakan dari kulkas tersebut.


Setelah sekitar 1 jam berkutat di dapur kini Mairah mulai menata makanannya di meja makan.


" Akhirnyaaa " kata Mairah sambil menyendok nasi di piringnya, namun terhenti karena Mairah tiba-tiba teringat oleh Geo.


" Geo udah makan belum yaa ? ahhh bodo amat " kata Mairah.


" Ehhhh tapi kan bagaimanapun dia masih suami gue, udahlahhh gue panggil ajaa kalau mau makan syukurr kalau nggak mau yaudahh yang penting udah gue tawarin " kata Mairah.


" Geooooo " teriak Mairah.


Sementara Geo yang masih kalut dengan pikirannya sendiri tiba-tiba tersadar saat mendengar namanya di panggil.

__ADS_1


" Geoooo ohhhh Geoooo " teriak Mairah lagi.


" Ada apa lagi sih ? " gumam Geo namun tetap berjalan ke sumber suara.


" Ge...." kata Mairah terhenti karena ucapan Geo.


" Ada apa ? " kata Geo yang sudah berdiri di hadapan Mairah, sehingga membuat Mairah sedikit kaget.


" Ehhhh lo udah di sini, makan gue udah masak " kata Mairah sambil menyendokkan nasi dan lauk ke mulutnya.


" Sejak kapan lo masak ? " kata Geo sambil duduk di depan Mairah.


" Sejak lo uring-uringan nggak jelas di depan TV " kata Mairah.


" Emang bisa ? " kata Geo terlihat ragu.


" Udahhhh kalau lapar makan ajaa, nggak ada racunnya kok lagian rasanya juga nggak terlalu buruk di lidah gue, nggak tau dehhh kalau di lidah lo. tapi kalau nggak mau yaudahhh yang penting udah gue tawarin " kata Mairah, sehingga membuat Geo mulai menyendokkan nasi ke piringnya.


" Enak kok cuman agak hambar, belajar lagi yaaa " kata Geo yang diangguki oleh Mairah.


Setelah makan Mairah langsung membereskan semuanya, sedangkan Geo hanya memperhatikan Mairah.


" Kaki lo kenapa ? " kata Geo yang baru sadar saat melihat cara berjalan Mairah yang sedikit pincang.


" Abis jatuh " kata Mairah cuek namun tetap melanjutkan aktifitasnya, sehingga membuat Geo langsung menahan tangan Mairah.


" Lo duduk aja, biar gue yang beresin " kata Geo sambil mengambil piring kotor di tangan Mairah kemudian berjalan menuju wastafel untuk mencucinya.


" Emang bisa ? " kata Mairah ragu yang hanya di balas deheman oleh Geo.

__ADS_1


" Awas aja kalau piringnya bau sabun " kata Mairah.


" Namanya juga di cuci pakai sabun yaa pasti bau sabun lahh " kata Geo datar.


" Maksud gue jangan sampai bau sabunnya itu...." kata Mairah terpotong oleh ucapan Geo.


" Bawell " kata Geo, sehingga membuat Mairah kesal.


Baru saja Mairah ingin menimpali ucapan Geo, namun terhenti karena Geo langsung berlutut di hadapan Mairah sambil membawa plaster luka.


" Lain kali hati-hati yaaa " kata Geo sambil menempelkan plaster luka tersebut pada lutut Mairah.


" Kenapa lo tiba-tiba jadi perhatian gini sih Ge ? kalau kayak gini teruss gue malah akan semakin cinta sama lo " kata Mairah dalam hati.


Karena tidak mendapat balasan dari Mairah, Geo langsung mendongak menatap Mairah sehingga pandangan mereka bertemu.


" Bisa nggak lo jahat terus aja sama gue ? " kata Mairah sambil mengalihkan pandangannya.


" Maksud lo ? " kata Geo bingung.


" Kalau lo baik sama gue, gue takut obsesi gue ke elo akan semakin dalam Geo. kan lo sendiri yang bilang kalau gue harus tutup rapat-rapat perasaan gue untuk lo dan sekarang gue sedang mengusahakan hal itu " kata Mairah senduh.


" Kenapa gue nggak suka dengar perkataan Mairah ? " kata Geo dalam hati.


" Maafin gue Mai " kata Geo sambil menggenggam tangan Geo.


" Berhenti minta maaf Ge, gue sadar kalau cinta itu nggak bisa di paksakan dan yaaa memang cinta itu butuh perjuangan tapi berjuang sendiri itu terlalu sulit buat gue " kata Mairah.


____________

__ADS_1


jangan lupa like, comment, and vote yaa guyss supaya Author lebih semangat buat Up part-part selanjutnya. jujur saja viewers novel satu ini sudah ribuan tapi likenya masih segitu-gitu ajaa:(


__ADS_2