
" Tapi lu juga jangan bodoh-bodoh amat deh Ran, ogahh gue punya adek yang IQ nya di bawah rata-rata " kata Afif, sehingga membuat Bunda Ayu menjewer telinga Afif.
" Aaawwww awww Bun Bunda sakit Bun ampunn " kata Afif, sehingga membuat Bunda Ayu melepaskan tangannya dari telinga Afif.
" Masih mau godain adiknya lagi ? " kata Bunda Ayu.
" Nggak Bun " kata Afif kesal, sehingga membuat Mairah terkekeh melihat reaksi Afif.
" Uhhh lu jangan tinggal di sini deh Ran, belum apa-apa Bunda udah KDRT aja sama gue " kata Afif.
" Afif mau di jewer lagi ? " kata Bunda Ayu.
" Iyaa Bunda nggak " kata Afif pasrah.
" Rana kalau mau tinggal di sini boleh kok sayang, malah Bunda seneng banget " kata Ayu.
" Kapan-kapan Rana nginep deh Bun, boleh kan Pa ? " kata Mairah sambil beralih menatap Papanya.
" Tentu saja " kata Ridwan.
" Yaudah yuk makannya di lanjut lagi, pasti anak-anak Bunda udah pada laper " kata Ayu.
Setelah selesai makan siang bersama, kini Mairah berpamitan kepada orang tuanya untuk pulang dan diantar oleh Afif.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, kini Mairah sudah sampai di halaman rumah Geo dan tanpa sengaja Afif melihat Geo dan Maya yang sedang mengobrol.
" Wahhhh bener-bener cari ribut tuh cowok " kata Afif yang langsung turun dari motornya dan menghampiri Geo.
" Wahhh wahhh ternyata belum tobat juga yaa lu " kata Afif yang langsung memukul Geo, Geo yang mendapat serangan tiba-tiba langsung terjatuh. dan membuat Maya yang berada di samping Geo kaget.
" Maksud lo apa ? " kata Geo sambil menyeka darah pada ujung bibirnya, karena pukulan dari Afif.
" Seharusnya gue yang nannya, lu udah punya istri masih aja ganjen sama perempuan lain, dasar brengsek lo Ge " kata Afif yang ingin kembali menghajar Geo, namun terhenti karena teriakan Mairah dan Tika.
" Stoppp " teriak Mairah.
" Astagfirullah, ada apa ini ? " kata Tika dan Mairah yang langsung menghampiri Geo.
__ADS_1
" Ge lo nggak papa ? " kata Mairah, kemudian melirik Afif sinis.
" Lo masih mau sama dia Ran ? jangan mau sama laki-laki seperti dia, tinggalin !!! " kata Afif emosi saat melihat Mairah masih peduli dengan Geo.
" Maksud lo apa ngomong kayak gitu ke istri gue ? " kata Geo yang juga sudah mulai kepancing emosi.
" Udah-udah berhenti, nggak usah pakai kekerasan segala mending kita selesaikan permasalahannya di dalam " kata Tika.
Baru saja Afif ingin menimpali ucapan Ibu Geo, namun terhenti karena ucapan Mairah.
" Mai setuju sama Ibu " kata Mairah cepat, sambil menarik tangan Afif masuk kedalam rumah.
" Mai apaansih lo " kata Afif kesal.
" Okeee sekarang siapa yang mau jelasin sama Ibu " kata Tika sambil memandangi Geo, Afif, dan juga Mairah.
" Geo nggak tau apa-apa, malah ni orang datang sama Mairah dan langsung mukul gitu ajaa, seharusnya kan gue yang marah karena dia udah bawa istri Geo pergi " kata Geo datar.
" Hahhh apa lo bilang ? hehhh justru gue mukul lo karena lo udah nyelingkuhin Dedek gemesshh gue, yaaa gue sebagai Kakaknya nggak terima lahh " kata Afif ngegas.
" Selingkuh ? " kata Tika sambil memandang Geo.
" Astagaaaa itu bukan selingkuhan Geo, tapi itu Maya teman masa kecil Geo Nak " kata Tika.
" Hahhhh bener Ran ? " kata Afif sambil menoleh kearah Mairah, sehingga membuat Mairah mengangguk.
" Astagaaa kenapa lu baru bilang Zubaedahhh " kata Afif sambil menjitak kepala Mairah.
" Isshhh lu nya aja yang emosian " kata Mairah sambil mengusap kepalanya.
" Hehehehe maap maap " kata Afif sambil mengusap kepala Mairah, sehingga membuat Geo kesal melihat interaksi antara keduanya.
" Kayaknya elo deh yang suka sama istri gue dan nuduh gue sembarangan supaya lo bisa deketin Mairah kan ? " kata Geo datar, sehingga membuat Afif ngakak mendengar ucapan Geo.
" Hahahahahahah apa lo bilang, gue suka sama nih bocah ? hahahahaha asal lo tau yaaa ogah gue pacarin yang modelan gini " kata Afif sambil tertawa, sehingga membuat semua mata tertuju matanya.
" Kalau Tante nggak salah dengar, tadi kamu bilang kalau kamu Kakaknya Mairah ? tapi setau Tante Mairah itu anak tunggal " kata Tika bingung.
__ADS_1
" Iya itu dulu Tan, sebelum bokap dia sama Bunda Afif nikah " kata Afif, sehingga membuat Tika dan Geo kaget.
" Jadi kalian saudara tiri ? " kata Maya seolah tidak percaya.
" Bener begitu sayang ? " kata Tika sambil menatap Mairah, sehingga membuat Mairah mengangguk.
" Kok kamu nggak cerita ? " kata Geo.
" Yaaa aku juga taunya baru hari ini, awalnya Mairah kaget, kesel, marah, tapi yaaa Kak Afif berhasil yakinin Mairah kalau itu yang terbaik buat Papa " kata Mairah.
" Mantu Ibu udah dewasa yaaa " kata Tika sambil memeluk Mairah.
" Ehhhh btw gue minta maaf yaa udah mukul lo, yaaa gue kan cuman mau lindungin adek gue " kata Afif yang hanya diangguki oleh Geo.
" Maaf yaa Tante " kata Afif merasa tidak enak.
" Nggak papa, Tante ngerti kok " kata Tika.
" Kak Geo lukanya Maya bersihin yaaa " kata Maya yang ingin berjalan kesamping Geo, namun terhenti karena ucapan Afif.
" Ehhhh ehhhh ehhhh nggak usah dia punya istri, nggak usah caper sama lakik orang " kata Afif, sehingga membuat Maya kesal.
" Emang kenapa ? Kak Geo juga nggak masalah kok aku yang bersihin lukanya " kata Maya.
" Ehhhh sadar posisi Neng, istrinya ada di sini " kata Afif sambil melirik Mairah.
" Udah udahh bener kata Kak Afif, gue kan istrinya jadi gue lebih berhak " kata Mairah, sehingga membuat Geo tersenyum tipis mendengar penuturan Mairah.
" Yaudah kalau gitu Ibu siapin alat kompresannya ya Mai " kata Tika yang diangguki oleh Mairah.
" Sakit nggak ? " kata Mairah meringis saat melihat luka lebam di pipi Geo.
" Nggak papa " kata Geo sambil tersenyum kearah Mairah, sehingga membuat Maya kesal melihat ledekatan keduanya.
" Kayaknya Dedek manish satu ini suka sama lakinya Dedek gemesshhh gue dehhh, nggak akan gue biarin luu tikus kecil " kata Afif dalam hati saat memperhatikan gerak-gerik Maya.
_________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak ya guys.