My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
Part 80


__ADS_3

" Uuuuuu manis banget ciii cuami acuuuu " kata Mairah sambil mencubit pipi Geo pelan, sehingga membuat Geo memutar kedua bola matanya malas.


" Nggak usah mulai, udah setengah tujuh ayoo buruan " kata Geo sambil menggandeng tangan Mairah untuk berpamitan kepada kedua orang tuanya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit kini mobil Geo sudah terparkir di halaman sekolah.


" Ayoo turun " kata Geo sambil membukakan pintu mobil untuk Mairah sambil menggandeng tangan Mairah.


" Nggak mau nyebrang ! itu bisa nggak tangannya nggak usah sentuh-sentuhan kayak gitu " teriak Keenan iri yang tiba-tiba berada dibelakang Mairah dan Geo


" Acieeeee udah baikan nihh yeee " timpal Marsya.


" Iriiii bilang boss " kata Mairah angkuh.


" Dihhhh, ngapain irii kan ada Nanan, Nan ke kantin yuk makan batagor " kata Marsya yang nggak kalah angkuh.


" Baperan lo Sya, ehhh btw pas lo bilang batagor gue jadi kepengen " kata Mairah yang langsung merangkul Marsya.


" Lo belum kenyang Mai ? " tanya Geo heran.


" Kan gue udah bilang kalau gue belum makan dari tadi malam Geo " kata Mairah.


" Tadi pagi lo udah makan martabak, gue ingetin kalau lo lupa " sindir Geo, sehingga membuat Mairah langsung menarik tangan Marsya menuju kantin.


Namun saat berada di kantin, Mairah tak sengaja melihat Jihan yang sedang memakan nasi goreng, sehingga membuat Mairah segerah menghampiri Jihan.


" Bagi dong Han " kata Mairah yang langsung mengambil alih nasi goreng yang berada didepan Jihan.

__ADS_1


" Udah minta nggak tau diri lagi " kata Jihan.


" Tau nih Mairah, kata Geo tadi sebelum berangkat makan martabak, sekarang Jihan makan nasi goreng lo embat juga, sehat perut lo ? " kata Marsya menimpali.


" Yaa namanya orang laper ! " kata Mairah cuek.


" Gak makan semalem udah kayak nggak makan seumur hidup aja lo " cibir Keenan.


" Udahh dehhh jangan sirikin akuuu " kata Mairah sambil memutar kedua bola matanya malas.


" Dihhh jijik banget gue " kata Jihan, sehingga membuat Mairah tertawa.


" Marsyaa buruan ! katanya mau pesen batagor ? gue sekalian ya dua puluh ribu, jangan lupa sambal kacangnya di banyakin biar rasanya tambah ahhh mantap, uangnya minta di Geo " kata Mairah, sehingga membuat teman-temannya menatap Mairah horor.


********


" Mulut lo astagaa, udah gue bilang jangan heboh !! " kata Mairah kesal, sehingga membuat Jihan langsung menggeleng.


" Nggak bisa gitu Mai !! itu sama aja lo main-main sama pernikahan ! mikir lebih jauh Mai, apalagi lo udah mulai ada rasa sama Geo. Yakin lo mau pisah ? " kata Jihan memastikan, sehingga membuat Mairah menghela nafas.


" Justru itu masalahnya Han, gue nggak mau perasaan gue lebih dalam ke dia. Gue takut nambah sakit hati, cukup segini aja rasa gue ke dia. Kalau gue bertahan gue takut Geo masih main-main ke gue, terus nanti dia nyakitin gue lagi, terus minta maaf, terus nanti ngulangin lagi gitu aja terus sampai kiamat " kata Mairah, sehingga membuat Marsya mengangguk.


" Marsya dukung banget keputusan Mairah buat cerai, Mairah udah diperlakuin semena-mena sama tuh cowok, terus lo masih mau bertahan gitu aja ?! cuman cewek bego yang ngelakuin hal kayak gitu " Kata Marsya.


" Tapi kalau cowoknya kayak Geo, gue rela jadi cewek bego sih Mai soalnya ganteng, sejujurnya dan sesungguhnya menikahi cowok ganteng dan tajir kayak Geo ITS MY DREAM MAI NOT YOU " timpal Marsya sambil menunjuk Mairah.


Mairah langsung memegang kepalanya yang sedikit pening, benar-benar pusing memikirkan masalah ini sebenarnya.

__ADS_1


" Btw Mai, orang tua lo tau kalau lo mau cerai ? " tanya Jihan.


" Papa sama Bunda udah, tapi Ibu sama Ayahnya Geo belum " kata Mairah.


" Durhaka lo Mai ! marah baru tau rasa lo, mertua sendiri nggak dikasih tau " kata Marsya.


" Gue bingung mau bilangnya gimana " kata Mairah.


" Nanti beliau sakit hati Mai, kalau memang lo beneran mau pisah secara baik-baik dan damai lo bilang pelan-pelan. Dan jelasin secara singkat, padat, dan jelas alasan lo mau cerai sama Geo " kata Marsya.


" Lo sebenarnya dukung Mairah cerai nggak sih Sya ? bingung gue sama penjelasan lo " timpal Jihan.


" Gue dukung keputusan yang diambil sama Mairah. Kalau dia ngerasa lebih baik pisah yaaa gue dukung, asalkan dia bisa seneng lagi kayak dulu. Kalau dia ngerasa nyamannya tinggal yaa tinggal, tapi gue saranin buat perjanjian dulu sama Geo. Yakinin kalau dia nggak akan ngeduain lo kayak yang sebelum-sebelumnya, lo sendiri juga harus tegas sama Geo jangan lemah " kata Marsya yang membuat Mairah terlihat berfikir.


" Nahhh dengerin Kakak setuju sama Marsya " kata Afif yang tiba-tiba berdiri disamping kursi Mairah.


" Yang ngejalanin semua ini elo Dek, jadi apapun keputusan lo gue dukung " kata Afif.


" Wahhhhhh gilaa tadi Marsya bijak bangett, kayaknya Marsya dapat ilham dari Allah dehhh buat nasehatin Mairah " kata Marsya heboh.


" Hahh dapat Ilham ? nohhh Ilham barusan lewat mau ke lapangan, mau gue panggilin ? " kata Afif.


" Ihhhhh Kak Afif, Maksud Marsya bukan Ilham itu " kata Marsya kesal.


________


Happy Readingā¤

__ADS_1


__ADS_2