
Karena Mairah tengah hamil, jadi Mairah memutuskan untuk home schooling, sehingga membuat Jihan dan Marsya juga memutuskan untuk home schooling.
" Uhhhhh akhirnya selesai juga " kata Mairah setelah guru privat mereka pulang.
" Nahhhh berhubung sudah selesai kalian berdua harus bantuin gue " kata Marsya sambil menatap Mairah dan Jihan secara bergantian.
" Bantuin apa ? " kata Jihan penasaran.
Baru saja Marsya ingin menimpali ucapan Jihan, namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
" Nahhh udah datang, bentar yaaa " kata Marsya sambil berlari keluar.
" Ada apa sih ? " kata Jihan sambil menatap Mairah, sehingga membuat Mairah mengangkat kedua bahunya.
" Apaan tuh Syaa ? " kata Mairah ketika melihat Marsya membawa sebuah kotak.
" Taraaaaaa " kata Marsya sambil mengeluarkan sebuah cake coklat dari box kue, sehingga membuat Mairah dan Jihan bingung.
" Kita nggak ada yang ulang tahun loh Syaa " kata Mairah.
" Yang bilang kalian ulang tahun siapa ? orang Marsya mau buat surprise buat Nanan " kata Marsya.
" Hahh ? surprise apaan ? " tanya Jihan penasaran.
" Buat anniversary Marsya sama Nanan yang ke 2 minggu " kata Marsya.
" What ? anniv ke dua minggu ? alay loo " kata Mairah.
" Hehhh anniv itu dirayain setahun sekali " kata Jihan menimpali.
" Sirik aja sihh kalian, mending bantuin Marsya ngedekor " kata Marsya sambil mengeluarkan semua perlengkapannya.
" Ogahhh " kata Mairah dan Jihan bersamaan.
" Ihhhh kalian tega banget sih sama Marsya, pokoknya bantuin " rengek Marsya, sehingga membuat Jihan dan Mairah memutar kedua bola matanya malas.
Sedangkan disekolah, Billy meminta bantuan Geo dan Keenan untuk menyatakan perasaannya pada Jihan.
" Lahhh bukannya lo suka sama Firda ? " tanya Geo.
" Dasar nggak peka, Billy itu sengaja dekat sama Firda cuman mau lihat reaksi Jihan. Soalnya dia nggak yakin kalau Jihan juga ada rasa sama Billy " kata Keenan yang diangguki oleh Geo.
" Jadi sekarang lo yakin ? " tanya Geo yang diangguki oleh Billy.
" Yaudah ntar kita kerumah Geo aja, kata Ayang gue Jihan masih disana dan kita disuruh nyusul " kata Keenan.
" Okee, tapi masalahnya gue harus bilang apa ke Jihan ? " kata Billy.
" Tinggal bilang suka aja ribet bener " kata Keenan.
" Ngomongnya emang gampang, tapi gugupnya itu lohh, lagian gue mau bikin momen yang nggak bakal dilupain Jihan " kata Billy.
" Saran gue nihh yaa, mending lo beli bunga terus berlutut dihadapan jihan sambil ngomong gini. Ohhhh Jihan maukah engkau menjadi kekasih kanda " kata Keenan sambil mempraktekkannya dihadapan Billy.
" Itu namanya alay, ogahh gue ngikutin saran lo " kata Billy.
" Dihhh yaudahhh " kata Keenan sambil bangkit kembali.
" Ge, lo kan udah senior nihhh ada saran buat gue nggak ? " kata Billy beralih menatap Geo.
" Nyatain perasaan lo secara tulus aja " kata Geo yang diangguki oleh Billy.
" Kalau pakai bunga lebay nggak sih ? gue takut Jihan ilfeel kalau gue lebay " kata Billy.
" Nggak juga sih " timpal Geo.
Sepulang sekolah Geo, Billy, dan Keenan, langsung menuju rumah Geo.
" Duhhhh gugup banget gue " gumam Billy.
" Alayy lo Bill, lo tuh cuman mau nembak cewek bukan mau akad nikah " kata Keenan sewot melihat Billy yang gelisah sejak tadi.
Baru saja Billy ingin menimpali ucapan Keenan, namun terhenti karena ucapan Geo.
" Turun " kata Geo setelah memarkirkan mobilnya di garasi.
" Dah sampai ? kok cepet banget ? " kata Keenan yang semakin gugup.
" Loh Ge ? kok rumah lo gelap banget ? " kata Keenan saat Geo membuka pintu rumahnya.
" Sayang " panggil Geo.
Baru saja Geo ingin berjalan kearah saklar lampu, namun terhenti ketika lampu tiba-tiba menyala.
" Happy anniversary ke dua minggu Nanan " kata Marsya yang tiba-tiba muncul membawa kue kehadapan Keenan yang diikuti oleh Jihan dan Marsya.
" Hahhh ? ooohhh iyaa happy anniversary ayang " kata Keenan sambil menggaruk tengkuknya.
" Ini baru alayyy Ge " bisik Billy, sehingga membuat Keenan langsung menendang kaki Billy.
" Ihhhh kok reaksinya gitu sih Yang, Ayang lupa yaa sama anniv kita ? " kata Marsya.
" Ehhhh nggak kok Yang, nihh buktinya aku beliin bunga buat Ayang " kata Keenan sambil merebut bunga dari tangan Billy.
" Ehhhh it....." kata Billy terpotong oleh ucapan Keenan.
" Hustttt demi masa depan gue Bill " bisik Keenan.
__ADS_1
" Ihh Ayang Nanan so sweet banget sihhh, makin cinta dehhhhh " kata Marsya.
" Iyaa dong, sini peluk duluuu " kata Keenan sambil merentangkan tangannya kearah Marsya, sshingga membuat Marsya meletakkan kue tersebut kemudian membalas pelukan Keenan.
" Ge, gue harus apa ? bunga gue diambil sama pasangan alay ini " kata Billy pada Geo seperti seorang anak yang mengadu pada Ayahnya.
" Nyatain perasaan tanpa bunga juga bisa kok " kata Geo sambil berjalan kearah Mairah.
" Baby kita nggak bikin kamu sakit kan ? " kata Geo sambil mengelus perut Mairah.
" Baby kita nggak nakal kok, tapi yang bikin capek si Marsya yang maksa dekor rumah kayak gini " kata Mairah yang diangguki oleh Geo.
" Udah makan ? " tanya Geo.
" Belum, mau disuapin " kata Mairah manja, sehingga membuat Geo mengangguk mengiyakan.
" Guyss makan dulu yuk " panggil Mairah kepada semua teman-temannya.
Marsya yang melihat Geo menyuapi Mairah dengan telaten pun iri dengan kemesraan mereka.
" Nanan mau kayak gitu " kata Marsya sambil menunjuk Mairah dan Geo.
" Dihhh apasih lebay banget lo " kata Jihan sewot.
" Jomblo mah diem ajaaa " kata Marsya dengan nada meledek, sehingga membuat Jihan semakin kesal.
" Udahh nggak usah di dengerin " kata Billy, sehingga membuat Jihan tersenyum kearah Billy.
Saat Mairah mengambil sebuah keripik tanpa sengaja keripik itu jatuh ke lantai, sehingga membuat Mairah ingin mengambil keripik tersebut, namun langsung dicegah oleh Geo.
" Jangan diamakan, ambil yang baru aja " kata Geo.
" Kan belum lima menit Ge, mubadzir tau " timpal Mairah.
" Siapa yang jamin kalau lantai ini bersih ? sekarang banyak banget jenis virus dan bakteri. Jadi jangan pernah makan makanan yang udah jatuh kelantai, apalagi tanah ! alih-alih anti mubadzir, yang ada kamu malah sakit " jelas Geo yang diangguki oleh Mairah.
" Ahhhhh Geooo mahhh bikin baperr, Mai tukeran yukk biar Marsya sama Geo kalau Mairah sama Nanan " celetuk Marsya, sehingga membuat Mairah menatap tajam kearah Marsya.
" Ihhh Marsyaa lo tuh genit banget sih !! " kata Mairah kesal sambil meninggalkan meja makan, sehingga membuat Geo langsung menyusul Mairah.
" Okeee fine !!! hari ini nggak ada jatah pegang perut kotak-kotak " kata Keenan yang juga meninggalkan meja makan.
" Salah Marysa apa ? " kata Marsya bingung, sehingga membuat Jihan memutar kedua bola matanya malas.
" Ahhhhh perut kotak-kotak Nanan......" teriak Marsya sambil berlari, karena baru menyadari ucapan Keenan tadi.
" Dasar " gumam Jihan sambil membereskan meja makan Mairah.
" Khemmm, gue bantuin yaa " kata Billy gugup, sehingga membuat Jihan mengangguk.
" Emmmm Han " panggil Billy.
" Iyaa ? "
" Gue mau ngomong "
" Hmmm, silahkan "
" Emmmm anu Han, lo anu...." kata Billy gugup.
" Apasih Bill ? " kata Jihan penasaran.
" Gue suka sama lo Han, lo mau gak jadi pacar gue ? " kata Billy sambil memejamkan matanya.
" Hahhh ? " kata Jihan bingung.
" Iyaa gue suka sama lo, lo mau kan jadi pacar gue ? " ulang Billy.
" Bukannya lo suka sama Firda ? " tanya Jihan, sehingga meembuat Billy menggeleng.
" Gue suka sama lo, gue bilang suka sama Firda cuman didepan lo, buat liat reaksi lo aja. Gimana, lo mau kan ? " kata Billy sambil menggenggam tangan Jihan.
" I...iyya gue mau Bill " kata Jihan malu-malu.
" Thanks, but sorry karena gue bukan cowok romantis. Tadi gue udah nyiapin kata-kata romantis buat nembak lo, tapi semuanya buyar saat gue liat lo " kata Billy.
" Oiyyaa, tadi gue juga mau ngasih bunga, tapi Keenan ngerebut bunga gue " timpal Billy.
" Ohhh jadi sebenarnya bunga itu buat gue ? " tanya Jihan yang diangguki oleh Billy.
" Lo suka kan sama gue ? " tanya Billy memastikan.
" Kalau gue nggak suka, nggak mungkin gue nerima lo " kata Jihan.
" Thanks " kata Billy sambil menarik Jihan kepelukannya.
" Opssss o'owwww " kata Mairah ketika melihat Jihan dan Billy berpelukan didapur, sehingga membuat Jihan segera melepas pelukannya.
" Oohhh udah jadian ? selamat ya Bill " kata Geo santai.
" Cieeee, jangan lupa PJ yaaa " kata Mairah.
" Apasih Mai, maluu tauuu. Bill pulang aja yuk udah sore juga nihh " kata Jihan yang diangguki oleh Billy.
" Dihhhh pakai malu-malu segala lo, pesan gue jangan sampai ketularan sama pasangan alay itu yaa " kata Mairah sambil melirik Marsya dan Keenan di ruang tengah.
" Ihhhhh Nanan jangan ngambek teruss dong " bujuk Marsya.
__ADS_1
" Pacar mana coba yang nggak marah ketika posisinya mau ditukar sama suami orang " kata Billy sewot.
" Ihhhh kan Marsya cuman bercanda Nanan " kata Marsya.
" Masa sih ? bercandanya keterlaluan " kata Keenan.
" Nanan maaf " kata Marsya berkaca-kaca.
" Padahal ini hari anniversary kita yang kedua minggu, tapi kamu udah bikin aku kecewa Syah " kata Keenan pura-pura sedih.
" Hiksss Nanan jangan marahh yaa, kalau Nanan marah nanti Marsya elus perut kotak-kotaknya siapa ? " kata Marsya.
" Oooo jadi lo pacaran sama gue cuman mau elus perut sixpack gue ? " kata Keenan.
" Enggak gitu hiks perut kotaknya cuman bonus buat Marsya, Marsya sayang sama Nanan hiks cuman Nanan yang mau Marsya nikahi hiksss " tangis Marsya sehingga membuat Keenan langsung tersenyum.
" Uuuuuu tayang nangisnya udahh yaaa, iyaa dehhh Nanan maafin tapi jangan diulangi lagi yaaa " kata Keenan sambil menarik Marsya kedalam pelukannya.
" Makasih Nanan, Marsya sayang sama Nanan " kata Marsya sambil membalas pelukan Keenan.
" Iyaaa gue juga sayang sama lo " kata Keenan.
__________
Setelah teman-temannya pulang, Geo menyuruh Mairah bersiap.
" Gee, kita mau kemana sihh malam-malam gini ? " kata Mairah sambil menghampiri Geo yang juga sudah rapi dengan kemeja yang digulung sampai batas siku.
" Cantik banget sih " kata Geo sambil mencolek dagu Mairah.
" Yaiyalahhh kan udah disuruh dandan yang cantik, emangnya kita mau kemana sih ? " kata Mairah penasaran.
" Makan malam di balkon " kata Geo santai.
" Astaga Geo, kalau cuman mau makan malam di balkon pakai daster juga bisaa " kata Mairah kesal, sehingga membuat Geo langsung membuka gorden dan membawa Mairah ke balkon kamarnya.
" I....ini kamu yang siapin ? " kata Mairah saat melihat banyak lilin serta bunga yang di tata sedemikian rupa.
" Gimana, mau pindah tempat nggak ? " tanya Geo, sehingga membuat Mairah langsung menggeleng cepat.
" Suka ? " tanya Geo.
" Suka banget, maksih " kata Mairah sambil memeluk Geo.
" Sama-sama Sayang " kata Geo sambil membalas pelukan Mairah.
" Yaudah yukkk makan dulu " kata Geo sambil menarik Mairah ke kursi yang sudah disiapkan.
" Romantis banget sih " kata Mairah.
" Ini belum intinya Sayang "
" Maksudnya ? "
" Makan aja dulu "
Setelah menyelesaikan makan malamnya, tiba-tiba Geo berlutut dihadapan Mairah.
" Rana Aqeela Humairah, aku memang bukan suami yang sempurna, tapi aku janji akan jadi suami dan juga Ayah terbaik buat kamu dan calon anak kita nanti. Mai, kamu mau kan selalu ada disamping aku sebagai istri aku untuk selamanya sampai maut memisahkan kita ? " kata Geo, sehingga membuat Mairah menagis terharu.
" Iyaaa aku mau " kata Mairah.
" Makasih " kata Geo sambil bangkit, kemudian mengeluarkan sebuah kalung dari sakunya dan memasangkannya dileher Mairah.
" Perfect " kata Geo sambil menarik Mairah kepelukannya.
" Kamu bikin aku melting tau nggak, udah kayak lamaran aja " kata Mairah sambil melepas pelukannya dari Geo.
" Emang sengaja, kan dulu kita nggak sempat lamaran. Makanya aku mau kamu juga merasakan momen lamaran sama kayak pasangan lainnya, yaaa walaupun sedikit terlambat. I love you " kata Geo sambil memgusap air mata Mairah, kemudian beralih mengecup bibir Mairah.
" I love you too " balas Mairah.
Baru saja Geo ingin memeluk Mairah, namun terhenti karena suara ponselnya yang berdering.
" Siapa sih ? ganggu aja " kata Geo kesal.
" Udahh angkat dulu aja, siapa tau penting " kata Mairah, sehingga membuat Geo mengangguk.
" Siapa ? " tanya Mairah penasaran.
" Mamanya Maya " kata Geo sambil menggeser ikon hijau dilayar ponselnya.
" Maaf Tante, tapi kayaknya Geo nggak bisa dehhh soalnya Geo lagi ada urusan penting sama istri dan nggak bisa diganggu. emmm semoga Maya cepat sembuh ya Tante, Assalamualaikum " kata Geo sambil mematikan sambungan telepon tersebut.
" Kenapa ? " tanya Mairah penasaran.
" Mamanya Maya minta aku buat temuin Maya, katanya Maya mau ketemu aku sebelum dibawa ke singapur buat berobat " kata Geo jujur.
" Kamu nggak pergi ? "
" Buat apa ? dinner kita ini lebih penting daripada keberangkatan Maya, aku nggak mau menyesal dan ngulang kesalahan yang sama. Aku sayang sama kamu Mai dan nggak akan pernah ngelepas kamu lagi " kata Geo kemudian berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan perut Mairah.
" Sehat-sehat yaa Nak, Papa sangat menanti kehadiran kamu disini. Jangan bikin Mama sakit ya, kalau mau nendang pelan aja yaa Nak " kata Geo sambil mengusap perut Mairah, kemudian menciumnya, sehingga membuat Mairah terharuh melihat perhatian Geo.
___________
Udah End yaa guys, sekarang Author mau fokus buat sidang skripsi besok lusa, doain yaaa supaya semuanya lancar heheheh, seee youuu di karya Author selanjutnya👋.
__ADS_1