My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
Part 52


__ADS_3

" Nggak papa " kata Geo sambil tersenyum kearah Mairah, sehingga membuat Maya kesal melihat ledekatan keduanya.


" Kayaknya Dedek manish satu ini suka sama lakinya Dedek gemesshhh gue dehhh, nggak akan gue biarin luu tikus kecil " kata Afif dalam hati saat memperhatikan gerak-gerik Maya.


" Kayaknya gue harus ambil tindakan nih " kata Afif dalam hati.


" Sayang ini kompresannya " kata Tika sambil menyerahkan baskom kecil yang berisi air dingin dan juga handuk kecil.


" Makasih Bu " kata Mairah.


" Yaudah Ibu siapin cemilan yaa " kata Tika sambil berjalan kearah dapur.


" Duhhhh sakit nggak ? " kata Mairah setiap mengompres sudut bibir Geo.


" Nggak papa " kata Geo sambil tersenyum tipis.


" Nggak usah lebay deh Ran, luka sekecil itu mah nggak ada apa-apanya bagi cowok, yaa kecuali laki lo cowok letoy yang baru di pukul gitu aja udah kesakitan " kata Afif dengan nada mengejek.


" Nggak usah julid dehh " kata Mairah sambil melirik Afif.


" Hehhh gue ini bicara fakta yaaa " kata Afif.


Baru saja Mairah ingin menimpali ucapan saudara tirinya, namun terhenti karena ucapan Maya.


" Bisa diam nggak, ini juga gara-gara Kakak yang asal mukul Kakak Geo " kata Maya sewot.


" Dihhhh siapa eluuu ? " kata Afif sinis kearah Maya, kemudian beralih melihat Geo dan Mairah yang tengah saling pandang.


" Jangan terlalu larut dalam pandangannya Dek, di selingkuhin baru tau rasa kauu " sindir Afif, sehingga membuat Mairah segerah mengalihkan tatapannya dari mata Geo.


" Tenang aja Kak, gue nggak akan ngulangin kesalahan yang sama lagi " kata Geo datar.


" Awas aja lu sampai selingkuhin adek gue, gue patahin seluruh anggota tubuh lu " kata Afif serius.


" Nggak akan " kata Geo.


" Gue pegang omongan lo, Adek gue udah ngasih lo kesempatan untuk berubah dan jangan sia-siakan itu " kata Afif.


" Nggak akan, gue janji " kata Geo datar sambil menggenggam tangan Mairah.


" Semoga kali ini lo benar-benar serius mengucapkan itu Ge " kata Mairah dalam hati.

__ADS_1


" Jangan senang dulu lo Mai, karena gue adalah orang yang akan membuat Geo mengingkari ucapannya barusan " kata Maya dalam hati.


" Oiyyyaa kayaknya gue perlu ngomong sama lu berdua dehhh " kata Afif sambil memandang Geo dan Mairah secara bergantian.


" Tinggal ngomong aja susah banget sih " kata Mairah sewot.


" Yaa nggak bisa, suruh tikus kecil ini pergi dulu soalnya ini privasi " kata Afif sambil melirik Maya.


" Apaansih, aku kan juga udah termasuk bagian keluarga ini " kata Maya kesal.


" Dihhhh ngaku-ngaku " kata Afif.


" Emang bener kok " kata Maya.


" Emang lo mau ngomong apaansih Kak ? " kata Mairah penasaran.


" Yaaa gue nggak akan ngomong kalau masih ada orang asing di sini " kata Afif sambil melirik Maya.


" Maya mending lo pergi dulu deh " kata Geo datar.


" Issshhhhh masa Kak Geo ngusir Maya " kata Maya kesal.


" Terserah lo mau nganggapnya apa, tapi gue mau lo pergi dulu dari ruangan ini " kata Geo, sehingga membuat Maya pergi dari ruang tamu tersebut sambil menghentakkan kakinya, karena kesal.


" Yaaa sabar " kata Afif sambil menarik nafasnya dalam-dalam.


" Ge lo suka sama Maya ? " kata Afif, sehingga membuat Mairah langsung menatap kearah Geo.


" Nggak " kata Geo datar.


" Bener ? " kata Afif.


" Bener " kata Geo yakin.


" Iyaa dia nggak suka, tapi si Maya yang suka sama dia " kata Mairah kesal.


" Tapi kan akunya nggak " kata Geo.


" Yaaa tetep aja " kata Mairah kesal.


" Kamu cemburu ? " kata Geo sambil menggoda Mairah.

__ADS_1


" Dihhh PD amat anda " kata Mairah jutek.


" Udah-udah kok malah kalian yang ribut sih, tapi lo benar-benar nggak ada perasaan sama Maya kan Ge ? " kata Afif memastikan.


" Nggak ada Kak, Maya itu cuman gue anggap sebagai Adek gue nggak lebih dan gue yakin 100% kalau gue nggak memiliki perasaan apapun sama Maya, karena perasaan gue cuman buat istri gue " kata Geo sambil melirik Mairah.


" Kelakuan fuckboy " gumam Mairah.


" Aku serius Mai " kata Geo berusahah meyakinkan Mairah.


" Hmmm bodo amat " kata Mairah.


" Debatnya bisa nanti aja nggak ? ini gue belum selesai cerita loh " kata Afif kesal.


" Yaudah lanjut " kata Mairah.


" Kayaknya gue lagi jatuh cinta dehhh " kata Afif sambil senyum-senyum sendiri, sehingga membuat Geo dan Mairah saling pandang mendengar ucapan Afif.


" Hahhh sama siapa ? " kata Mairah.


" Jangan bilang lo naksir Geo ? " tebak Mairah, sehingga membuat Geo bergidik ngeri.


" Kali ini, cewek beneran. dia punya rambut yang bisa di pegang. dia punya senyum yang amboi manisnya. dan entah kenapa gue ngeliat dia manis banget " kata Afif sambil tersenyum.


" Gue jatuh cinta aaarrrgghhhhhh, rasanya ingin teriak. ingin pergi ke puncak gunung lalu bilang ke dunia kalau gue lagi jatuh cinta " timpal Afif, sehingga membuat Mairah dan Geo penasaran.


" Siapa sih ceweknya ? " kata Mairah kepo.


" Maya, namanya Maya " kata Afif yang lagi-lagi sukses membuat Mairah dan Geo kaget.


" Maya yang....." kata Mairah terpotong oleh ucapan Afif.


" Iyaa Maya yang barusan ada di sini, pokoknya lo berdua harus bantuin gue " kata Afif sambil memandang Geo dan Mairah secara bergantian.


" Lo serius Kak ? " kata Mairah.


" Banget " kata Afif meyakinkan.


" Gue siap bantuin lo " kata Geo.


" Tapi lo beneran yakin kan ? " kata Mairah merasa ada yang janggal dengan perkataan Afif.

__ADS_1


" 100% " kata Afif mantap.


" Gue ambil tindakan ini untuk jaga lo Ran, entah kenapa gue merasa kalau Maya jauh lebih licik dari Nayla " kata Afif dalam hati.


__ADS_2