
" Nggak papa " kata Geo sambil tersenyum kearah Mairah, sehingga membuat Maya kesal melihat ledekatan keduanya.
" Kayaknya Dedek manish satu ini suka sama lakinya Dedek gemesshhh gue dehhh, nggak akan gue biarin luu tikus kecil " kata Afif dalam hati saat memperhatikan gerak-gerik Maya.
" Kayaknya gue harus ambil tindakan nih " kata Afif dalam hati.
" Sayang ini kompresannya " kata Tika sambil menyerahkan baskom kecil yang berisi air dingin dan juga handuk kecil.
" Makasih Bu " kata Mairah.
" Yaudah Ibu siapin cemilan yaa " kata Tika sambil berjalan kearah dapur.
" Duhhhh sakit nggak ? " kata Mairah setiap mengompres sudut bibir Geo.
" Nggak papa " kata Geo sambil tersenyum tipis.
" Nggak usah lebay deh Ran, luka sekecil itu mah nggak ada apa-apanya bagi cowok, yaa kecuali laki lo cowok letoy yang baru di pukul gitu aja udah kesakitan " kata Afif dengan nada mengejek.
" Nggak usah julid dehh " kata Mairah sambil melirik Afif.
" Hehhh gue ini bicara fakta yaaa " kata Afif.
Baru saja Mairah ingin menimpali ucapan saudara tirinya, namun terhenti karena ucapan Maya.
" Bisa diam nggak, ini juga gara-gara Kakak yang asal mukul Kakak Geo " kata Maya sewot.
" Dihhhh siapa eluuu ? " kata Afif sinis kearah Maya, kemudian beralih melihat Geo dan Mairah yang tengah saling pandang.
" Jangan terlalu larut dalam pandangannya Dek, di selingkuhin baru tau rasa kauu " sindir Afif, sehingga membuat Mairah segerah mengalihkan tatapannya dari mata Geo.
" Tenang aja Kak, gue nggak akan ngulangin kesalahan yang sama lagi " kata Geo datar.
" Awas aja lu sampai selingkuhin adek gue, gue patahin seluruh anggota tubuh lu " kata Afif serius.
" Nggak akan " kata Geo.
" Gue pegang omongan lo, Adek gue udah ngasih lo kesempatan untuk berubah dan jangan sia-siakan itu " kata Afif.
" Nggak akan, gue janji " kata Geo datar sambil menggenggam tangan Mairah.
" Semoga kali ini lo benar-benar serius mengucapkan itu Ge " kata Mairah dalam hati.
__ADS_1
" Jangan senang dulu lo Mai, karena gue adalah orang yang akan membuat Geo mengingkari ucapannya barusan " kata Maya dalam hati.
" Oiyyyaa kayaknya gue perlu ngomong sama lu berdua dehhh " kata Afif sambil memandang Geo dan Mairah secara bergantian.
" Tinggal ngomong aja susah banget sih " kata Mairah sewot.
" Yaa nggak bisa, suruh tikus kecil ini pergi dulu soalnya ini privasi " kata Afif sambil melirik Maya.
" Apaansih, aku kan juga udah termasuk bagian keluarga ini " kata Maya kesal.
" Dihhhh ngaku-ngaku " kata Afif.
" Emang bener kok " kata Maya.
" Emang lo mau ngomong apaansih Kak ? " kata Mairah penasaran.
" Yaaa gue nggak akan ngomong kalau masih ada orang asing di sini " kata Afif sambil melirik Maya.
" Maya mending lo pergi dulu deh " kata Geo datar.
" Issshhhhh masa Kak Geo ngusir Maya " kata Maya kesal.
" Terserah lo mau nganggapnya apa, tapi gue mau lo pergi dulu dari ruangan ini " kata Geo, sehingga membuat Maya pergi dari ruang tamu tersebut sambil menghentakkan kakinya, karena kesal.
" Yaaa sabar " kata Afif sambil menarik nafasnya dalam-dalam.
" Ge lo suka sama Maya ? " kata Afif, sehingga membuat Mairah langsung menatap kearah Geo.
" Nggak " kata Geo datar.
" Bener ? " kata Afif.
" Bener " kata Geo yakin.
" Iyaa dia nggak suka, tapi si Maya yang suka sama dia " kata Mairah kesal.
" Tapi kan akunya nggak " kata Geo.
" Yaaa tetep aja " kata Mairah kesal.
" Kamu cemburu ? " kata Geo sambil menggoda Mairah.
__ADS_1
" Dihhh PD amat anda " kata Mairah jutek.
" Udah-udah kok malah kalian yang ribut sih, tapi lo benar-benar nggak ada perasaan sama Maya kan Ge ? " kata Afif memastikan.
" Nggak ada Kak, Maya itu cuman gue anggap sebagai Adek gue nggak lebih dan gue yakin 100% kalau gue nggak memiliki perasaan apapun sama Maya, karena perasaan gue cuman buat istri gue " kata Geo sambil melirik Mairah.
" Kelakuan fuckboy " gumam Mairah.
" Aku serius Mai " kata Geo berusahah meyakinkan Mairah.
" Hmmm bodo amat " kata Mairah.
" Debatnya bisa nanti aja nggak ? ini gue belum selesai cerita loh " kata Afif kesal.
" Yaudah lanjut " kata Mairah.
" Kayaknya gue lagi jatuh cinta dehhh " kata Afif sambil senyum-senyum sendiri, sehingga membuat Geo dan Mairah saling pandang mendengar ucapan Afif.
" Hahhh sama siapa ? " kata Mairah.
" Jangan bilang lo naksir Geo ? " tebak Mairah, sehingga membuat Geo bergidik ngeri.
" Kali ini, cewek beneran. dia punya rambut yang bisa di pegang. dia punya senyum yang amboi manisnya. dan entah kenapa gue ngeliat dia manis banget " kata Afif sambil tersenyum.
" Gue jatuh cinta aaarrrgghhhhhh, rasanya ingin teriak. ingin pergi ke puncak gunung lalu bilang ke dunia kalau gue lagi jatuh cinta " timpal Afif, sehingga membuat Mairah dan Geo penasaran.
" Siapa sih ceweknya ? " kata Mairah kepo.
" Maya, namanya Maya " kata Afif yang lagi-lagi sukses membuat Mairah dan Geo kaget.
" Maya yang....." kata Mairah terpotong oleh ucapan Afif.
" Iyaa Maya yang barusan ada di sini, pokoknya lo berdua harus bantuin gue " kata Afif sambil memandang Geo dan Mairah secara bergantian.
" Lo serius Kak ? " kata Mairah.
" Banget " kata Afif meyakinkan.
" Gue siap bantuin lo " kata Geo.
" Tapi lo beneran yakin kan ? " kata Mairah merasa ada yang janggal dengan perkataan Afif.
__ADS_1
" 100% " kata Afif mantap.
" Gue ambil tindakan ini untuk jaga lo Ran, entah kenapa gue merasa kalau Maya jauh lebih licik dari Nayla " kata Afif dalam hati.