
" Gue harus apa suapaya lo maafin gue " kata Geo senduh, sehingga membuat Mairah menghembuskan nafasnya kasar lalu membalas tatapan Geo.
" Tadi kan gue bilang, kalau gue udah maafin lo " jawab Mairah.
" Terus kenapa masih minta cerai ? " kata Geo sambil mengusap wajahnya kasar.
" Gue cuman masih kecewa sama lo, bayang-bayangan lo ninggalin gue tuh bener-bener nggak bisa di lupain, gue cuman mau hidup sendiri. Gue masih mau menikmati masa muda gue Ge, dari awal tuh emang seharusnya anak seumuran kita nggak menikah. Kita masih terlalu dini buat dapat masalah kayak kita gini. Harapan kita tuh masih jauh, masa depan kita masih panjang, mungkin orang mikir nikah mudah tuh enak, karena yang mereka pikirin cuman enaknya doang. Coba kalau udah dapat masalah kayak kita gini, siapa yang kuat Ge ? menikah nggak segampang itu, tanggung jawab kita besar, tapi kalau salah satu diantara kita masih ada yang egois ? belum bisa berfikir dewasa ? kita cuman main-main doang akhirnya " kata Mairah, sehingga membuat Geo terdiam cukup lama dan menatap Mairah sendu.
" Beneran gue nggak dapat kesempatan lagi buat perbaikin semuanya ? " kata Geo lirih.
" Kita masih perlu waktu untuk intropeksi, dari masalah ini kita ambil hikmanya bahwa pernikahan itu bukan status yang main-main. Maka dari itu kita jalanin sendiri-sendiri dulu dan jadikan pengalaman ini buat ilmu di masa depan " kata Mairah.
__ADS_1
Tak sadar perkataan Mairah tadi membuat Geo meneteskan air matanya dan segera membawa Mairah kepelukannya.
" Sekali lagi gue minta maaf, gue emang bodoh dan gue nggak ngerti kenapa gue bisa sebodo itu, gue cuman mau perbaiki semuanya Mai " kata Geo, sehingga membuat Mairah kaget dengan pelukan tiba-tiba dari Geo,namun setelah mendengar keluhannya Mairah langsung membalas pelukan itu.
" Perbaiki semuanya di masa depan, jangan ulangi kesalahan yang sama buat istri lo nanti " kata Mairah sambil mengelus punggung Geo.
Hati Geo langsung mencelos mendengarnya, ia benar-benar sudah hilang kesempatan untuk bersama Mairah. Tangisnya semakin menjadi sekarang, masa bodoh dengan harga dirinya di depan Mairah, hatinya benar-benar hancur saat ini.
" Kemarin gue udah urus semuanya sama Kak Afif, surat itu bakal dateng pas kita udah selesai ujian nanti. Gue harap lo bisa ubah sikap lo yang egois itu, jangan nyuruh orang yang mencintai lo buat nyari yang lebih baik seperti yang lo lakuin dulu ke gue. Buat sekarang mungkin kita belum berjodoh, dan nanti hati lo maupun gue bakal di buat sembuh sama seseorang yang ngerti kita dengan benar " kata Mairah, sehingga membuat Geo segerah melepas pelukannya, matanya benar-benar merah sekarang. bahkan hidungnya pun terlihat memerah.
" Mencintai seseorang itu hak kita semua, tapi memiliki seseorang yang kita cintai tanpa ikatan resmi nanti bukan hak kita. Intinya sekarang kita nggak boleh takut melepas sesuatu yang kita miliki, semuanya bakal kembali kalau Tuhan takdirkan itu kembali atau kalau nggak pasti bakal diganti sama yang jauh lebih baik dari yang sekarang " kata Mairah, sehingga membuat Geo ikut tersenyum.
__ADS_1
" Untuk momen terakhir gue akan bersikap seolah nggak ada masalah. Tiga hari, gue kira cukup buat ngerekrat waktu terakhir kita dan mungkin nanti akan menjadi perpisahan yang baik " kata Mairah yang diangguki oleh Geo, kepalanya mendekat lalu menciumi dahi Mairah cukup lama.
" Sekarang masuk, udah malam " kata Geo yang diangguki oleh Mairah.
Geo menyuruh Mairah untuk segerah berbaring disampingnya dan Mairah pun menurut, ia mendekat dan memeluk Geo erat, wajahnya ia tenggelamkan di dada bidang Geo.
Geo menarik selimut sampai batas pinggang, lalu tangannya beralih untuk mengelus puncak kepala Mairah.
Tanpa disadari perlakuan Geo barusan membuat Mairah tersenyum getir. Ia yakin keputusannya sudah sangat benar dan Mairah berharap kejadian ini adalah kejadian terakhir kalinya. Tiba-tiba air matanya keluar, Mairah akui bahwa dirinya sangat berat untuk melakukan semua ini, namun tekadnya sudah kuat, Mairah yakin setelah semua ini selesai ia akan kembali seperti biasa.
Geo pun seperti itu, walaupun dihatinya sangat berat untuk menerima kenyataan, namun ia sadar akan kesalahannya, semua ini terjadi karena kesalahannya sendiri. Setidaknya Mairah tidak membencinya, itu sudah cukup membuat Geo sedikit tenang.
__ADS_1
Semua penyesalan datang di akhir. Tidak ada yang perlu di tangisi sebenarnya, karena Tuhan sudah mengatur jalan yang terbaik untuk hambanya. Semua akan baik-baik saja pada waktunya.
Happy Readingā¤