
" Sayang ajak Mairah masuk, tenangkan dia " kata Mahesa yang diangguki oleh Tika, sementara Mahesa berusaha menghubungi Geo.
Sementara di tempat Geo, Geo sedang menenangkan diri bersama kedua sahabatnya Billy dan Kenan.
" Ge lo benar-benar mau cerai ? " kata Kenan
" Mau gimana lagi Nan, itu semua kemauan Mairah " kata Geo sambil menghembuskan nafasnya kasar.
" Yaaa kalau gue jadi Mairah gue juga akan minta cerai lah, mana ada istri yang nggak sakit hati karena suaminya terang-terangan selingkuh " kata Billy sewot.
" Ge apa lo benar-benar suka sama Naila ? " timpal Billy, sehingga membuat Geo terlihat berpikir.
" Huffttttt gue nggak tau Bill " kata Geo.
" Lahhh gimana sih lo Ge " timpal Kenan.
" Jangan bilang lo suka sama Naila karena dia mirip sama Salsa ? " kata Billy sambil melirik kerah Geo.
" Salsa itu udah meninggal Ge dan Naila jelas bukan Salsa mereka berbeda dan mereka cuman kebetulan mirip aja, move on dong bro " kata Billy.
" Yaaa kalaupun lo beneran cerai sama Mairah sih juga nggak papa, Mairah ku tunggu jandamu sayang " kata Kenan lebay.
" Jangankan elo Nan, gue aja siap nunggu jandanya Mairah " kata Billy menimpali, sehingga membuat Geo menatap tajam kedua sahabatnya.
" Apa ? nggak suka ? bodo amat dahh Ge, daripada dia sama lu sakit hati mulu mending sama gue " kata Kenan dengan nada mengejek.
" Kalau Mairah sama gue, gue jamin dia bahagia lahir bat....." kata Kenan terpotong karena ucapan Geo.
" Stopp !! jangan pernah menyentuh apa yang gue punya termasuk istri gue " kata Geo datar.
" Kan bentar lagi jadi mantan istri, mending lo sama pacar lo aja yang cantiknya nggak sebanding sama calon mantan istri lo " kata Kenan di sertai dengan tatapan angkuhnya.
" Ahhhhh Mairah sayang tunggu Babang Kenan yaa, Babang Kenan akan membuatmu menjadi wanita terbahagia " timpal Kenan yang sengaja memanas-manasi Geo.
" Abang Billy juga siap buat Mairah bahagia " kata Billy menimpali, sehingga membuat Geo langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
__ADS_1
" Gue mau kita putus " kata Geo datar.
" Hahh maksud lo apa Ge ? baru tadi si....." kata Naila terhenti karena ucapan Geo.
" Sorry " kata Geo datar sambil mematikan sambungan teeponnya secara sepihak, kemudian segera memblokir nomor ponsel Naila agar Naila tidak bisa menghubunginya lagi.
" Gue akan mempertahankan apa yang seharusnya gue pertahankan " kata Geo datar, sehingga membuat Billy dan Kenan saling pandang dan tersenyum penuh arti.
" Yoiii bro ini yang kita tunggu-tunggu dari tadi " kata Billy sambil menepuk bahu Geo.
Baru saja Kenan ingin menimpali ucapan Billy, namun terhenti karena ponsel Geo kembali berdering.
" Siapa ? " kata Kenan kepo.
" Ayah gue " kata Geo sambil menggeser ikon hijau pada layar ponselnya.
" Ada apa Yah ? " kata Geo.
" Pulang ke rumah Ayah sekarang " kata Mahesa di balik telepon tersebut
" Suami macam apa yang membiarkan istrinya menanggung kesedihannya sendiri ? nggak usah banyak nanya pulang sekarang Mairah butuh kamu" kata Mahesa penuh penekanan.
" Ba...baik Yah " kata Geo.
" Apa Ayah sama Ibu udah tau masalah gue sama Mairah ? " kata Geo dalam hati sambil mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi dari rumah Kenan.
" Mau kemana lo ? " teriak Billy yang tidak mendapat tanggapan apapun dari Geo.
Setelah menempu perjalanan sekitar 15 menit kini Geo sudah sampai di halaman rumahnya.
" Semoga Mairah masih ngasih gue kesempatan, gue janji nggak akan ngecewain lo lagi " gumam Geo sambil berjalan masuk kedalam rumahnya.
Saat Geo memasuki rumahnya dia langsung menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruang tamu.
" Dari mana saja kamu ? " kata Mahesa datar saat melihat putranya ada di sana.
__ADS_1
" Tanyanya nanti aja Mas, sayang sekarang kamu ke kamar yaa hibur istri kamu, dia butuh kamu sekarang " kata Tika, sehingga membuat Geo sedikit bingung namun tetap berlari menuju kamarnya.
Cklekk !!
Saat Geo membuka pintu kamarnya, Geo langsung mengedarkan pandangannya di setiap sudut kamarnya untuk mencari keberadaan Mairah.
Baru saja Geo ingin keluar bertanya kepada orang tuanya, namun terhenti karena melihat bayangan seseorang dari arah balkon.
" Bahkan langit malam ini pun juga terlihat suram sama seperti hidup gue " gumam Mairah sambil menatap langit.
" Maaf " kata Geo sambil memeluk Mairah dari belakang, sehingga membuat Mairah sedikit kaget.
" Geo " gumam Mairah sambil melepaskan tangan Geo yang melingkar di pinggangnya, kemudian berbalik menatap Geo.
" Sorry tapi gue harap lo masih mau ngasih gue tumpangan malam ini, gue bisa tidur di sofa kok dan gu...." kata Mairah terhenti karena Geo langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir Mairah.
" Gue nggak mau lo ngomong kayak gitu lagi Mai, rumah ini rumah lo juga karena lo istri gue dan akan tetap seperti itu " kata Geo.
" Gue nggak mau pisah sama lo Mai, maafin gue " kata Geo tulus, namun tak di tanggapi apapun oleh Mairah.
" Gue mohon kasih gue kesempatan sekali lagi Mai " kata Geo sambil menggenggam tangan Mairah.
" Gue udah sulit banget percaya sama orang Ge, bahkan orang tua gue sendiri aja yang udah bertahun-tahun tinggal sama gue tega ngejual gue, bagaimana dengan orang lain yang baru gue kenal ? " kata Mairah.
" Lo bisa pegang omongan gue Mai, kali ini gue akan benar-benar menjadi suami sekaligus teman buat lo " kata Geo tulus.
" Gue akan bertanggung jawab sebagai suami lo mulai sekarang, maaf karena kemarin gue kekanak-kanakan tapi kali ini gue sungguh-sungguh Mai " timpal Geo.
" Naila ? " tanya Mairah.
" Gue udah putusin dia " kata Geo, sehingga membuat Mairah sedikit kaget mendengarnya.
___________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.
__ADS_1