
" Tinggalin Geo Dek, lelaki bejat kayak dia nggak pantas buat lo !! " kata Afif.
" Tapp..." kata Mairah terpotong oleh ucapan Afif.
" Gue cuman mau yang terbaik buat lo " kata Afif.
" Sampai kapan pun gue nggak akan pernah pisah sama Mairah !! " kata Geo yang tiba-tiba berada di belakang Mairah dan Afif sambil mendorong kursi roda Maya.
" Lo nggak ada hak buat ngehasut istri gue Kak " kata Geo datar.
" Dengan sikap lo kayak gini gue berhak nyuruh Adek gue mundur " kata Afif sambil menatap tajam Geo.
" Maii gue sayang sama lo, gue minta maaf kalau sikap gue salah " kata Geo sambil beralih mengenggam tangan Mairah.
" Gue ragu Ge " kata Mairah sambil melepas genggaman tangan Geo.
" Gue harus apa supaya lo bisa percaya sama gue, kalau gue bener-bener sayang sama lo " kata Geo.
" Maaf kalau gue egois, tapi gue nggak mau kalau Maya tinggal di sini " putus Mairah, sehingga membuat Geo hanya diam menunduk.
" Maaf udah buat keributan, kalau itu mau lo. Tolong pesanin gue taxi supaya gue pulang ke rumah gue sendiri " kata Maya yang sedari tadi hanya diam.
" Okee gue pesanin sekarang " timpal Afif.
" Sial !!! " batin Maya sambil menatap Afif tak suka.
" Gue nggak bisa ngebiarin teman kecil gue sendiri, apalagi dengan kondisinya yang seperti ini, gue harap lo ngerti " kata Geo, sehingga membuat Maya tersenyum miring.
" Dasar egois !! Brengsek !! Gue nggak ngerti gimana cara otak lo itu buat mikir !!! " kata Afif emosi sambil menonjok Geo berkali-kali.
" Cukup Kak !!! " teriak Mairah yang pipinya sudah basa akibat air mata yang sedari tadi dia tahan.
" Ini belum seberapa dengan apa yang udah laki-laki Brengsek ini lakuin ke elo Mai " kata Afif emosi.
__ADS_1
" Udahhh Kakk !! " kata Mairah, sehingga membuat Afif memundurkan langkahnya.
" Besok gue urus surat perceraian kita !! " kata Mairah, sehingga membuat Geo langsung menatap tajam Mairah.
" Gue nggak mau Mai, gue sayang sama lo !!! " kata Geo.
" Aakkhhhh sakit banget " eluh Maya tiba-tiba, sehingga membuat ketiganya menoleh kearah Maya.
" Lo kenapa ? lo nggak papa kan ? " tanya Geo khawatir sambil berjongkok di hadapan Maya.
" Akkhhh sakit banget Kak " kata Maya kesakitan.
" Okeee kita ke rumah sakit sekarang " kata Geo yang langsung mengangkat tubuh Maya dari kursi roda dan berjalan kearah luar.
" Lo pergi kita beneran cerai !!! " kata Mairah, sehingga membuat Geo menghentikan langkahnya saat mendengar kata-kata itu, ia berbalik badan dan menatap Mairah yang juga sedang menatapnya.
" Gak usah kayak anak kecil " kata Geo lalu kembali meneruskan langkahnya keluar rumah.
" Lo emang nggak pernah serius sama gue Ge " lirih Mairah, sehingga membuat Afif langsung memapah Mairah duduk di sofa.
" Keputusan lo udah bener, pertahanin laki-laki brengsek kayak dia cuman buat lo sakit hati tiap hari " kata Afif.
*****
Geo masuk ke lorong rumh sakit dengan sedikit terburu-buru sambil menggendong Maya yang terlihat kesakitan.
Sebenarnya Geo tidak ada niatan untuk meninggalkan Mairah, namun ia tidak bisa tenang melihat Maya kesakitan. Katakanlah Geo brengsek, karena memang itulah kenyataannya.
Geo menarik nafasnya setelah mengantar Maya masuk kedalam ruangan tersebut.
Sementara di rumah Mairah masih menangis sesegukan di pelukan Afif, melihat Mairah seperti ini membuat Afif ingin menembak mati Geo.
" Kita pulang ke rumah Bunda sekarang " kata Afif yang dibalas gelengan oleh Mairah.
__ADS_1
" Sampai kapan lo mau di sini, ayoo kita pulang, tempat ini nggak pantas buat lo Mai " kata Afif sambil memapah Mairah ke mobil.
" Bajingan !!! gue nggak nyangka lo sebodoh itu Geo " batin Afif yang wajahnya terlihat menahan amarah.
Setelah menempuh perjalan beberapa menit, kini Afif dan Mairah sudah sampai, Bunda yang melihat Mairah menangis sesegukan langsung khawatir.
" Afif adik kamu kenapa ?? " tanya Bunda sambil memeluk Mairah.
" Bunda titip Mairah jangan sampai dia kemana-mana, Afif bakal nyusul Geo ke rumah sakit " Ujar Afif sambil keluar dari rumah.
Sementara di rumah sakit Geo tengah menunggu dokter yang memeriksa Maya, namun tiba-tiba ada yang membalikkan tubuhnya paksa dan memberi sebuah pukulan di pipi Geo.
Bugh!!
Geo yang tidak siap pun langsung tersungkur, ia memegang sudut bibirnya yang kini mengeluarkan sedikit darah, sehingga membuat Geo mendongak melihat siapa yang berani memukulnya.
Afif tersenyum miring " Kenapa ? pukulan itu pun nggak sebanding dengan apa yang udah lo lakuin ke Adek gue anjing !! " Baru saja Afif ingin memukul Geo kembali, namun sebuah tangan menghalanginya.
Afif menolehkan wajahnya ke samping dan terlihatlah seorang laki-laki paruh baya.
" Papa " gumam Afif, sehingga membuat Geo bangkit ketika melihat Papa mertuanya juga ada disana.
" Papa bener-bener kecewa sama kamu Geo !! dan Papa dukung keputusan Mairah buat cerai sama laki-laki nggak berguna kayak kamu !! " kata Ridwan sambil menatap tajam Geo.
" Fif kita pulang sekarang, nggak ada gunanya kita di sini ! " kata Ridwan sambil berjalan mendahului Afif.
" Kak gue harus gimana ? " kata Geo frustasi sambil menatap Afif, sehingga membuat Afif tersenyum miring.
" Nasi udah jadi bubur, Mairah udah terlanjur benci sama lo ! sikap lo tadi itu ngeyakinin dia kalau lo cuman main-main, gak serius !! makanya kalau punya otak tu di pakai bukan buat pajangan doang " kata Afif sinis sambil meninggalkan Geo disana.
________
Happy Readingā¤
__ADS_1