
" Wahhhh awesome, Geo itu susah banget buat di kibulin loh Mai dan lo berhasil. wahhhh bagi triknya dong " kata Jihan sambil tepuk tangan.
" Ajarin gue juga " kata Marsya menimpali.
" Ajarin apa ? " kata Seseorang yang tiba-tiba masuk.
" Afif " gumam Mairah, sehingga membuat Afif menyentil dahi Mairah pelan.
" Afif....Afif panggil Kak Afif woyyy gue lebih tua dari lu " kata Afif, sehingga membuat Mairah memutar kedua bola matanya malas.
" Iyaaa KAK Afif " kata Mairah sambil menekankan kata Kak.
" Adek pintar " kata Afif sambil mengelus kepala Mairah.
" Kalian saling kenal ? terus yang ini siapa ? " kata Jihan yang sedari tadi hanya memperhatikan interaksi keduanya.
" Ohhh ini Kak Afif Kakak kelas kita, baru pindah sihh " kata Mairah.
" Ganteng banget " celetuk Marsya.
" Wahhhh penglihatan lo berarti masih berfungsi dengan baik " kata Afif menimpali.
" Oiyaaa Fif in...." kata Mairah terpotong oleh ucapan Afif.
" Panggilnya pakai Kak dong sayang " kata Afif, sehingga membuat Mairah menatap tajam kearah Afif.
" Kenalin gue Afif Kakak kelas lu pada " kata Afif.
" Gue Marsya " kata Marsya menimpali.
__ADS_1
" Gue Jihan " timpal Jihan.
" Salam kenal guys " kata Afif ramah.
" Oiyyaa lo nggak papa kan ? " timpal Afif sambil beralih menatap Mairah.
" Nggak papa lahh, orang dia cuman pura-pura pingsan " kata Jihan yang diangguki oleh Marsya.
" Dasar ember lo pada " kata Mairah kesal.
" Oooo jadi cuman pura-pura tohhh yaudah dehhh kalau gitu gue keluar, lanjutin aja acara gosipnya yang sempat tertunda karena kedatangan gue. kalau yang ini buat lo " kata Afif sambil melemparkan air mineral pada Mairah yang langsung di tangkap oleh Mairah.
" Gilaaa Kak Afif ganteng juga yaaa, sebelas duabelas lahh sama Geo " kata Marsya setelah kepergian Afif.
" Hmmmm mana perhatian banget lagi, cocok banget sama lo Mai " kata Jihan menimpali.
" Dahhh ahhh apaansih kalian, kantik yukk dah bell tuh " kata Mairah yang diangguki oleh keduanya.
" Hehhh lo tuh benar-benar jalang yaaa, lo pasti sengaja pingsan di depan Geo karena lo mau narik perhatian Geo kan ? dasar ***** " bentak Naila sambil mendorong bahu Mairah.
" Jaga omongan lo yaa Nai, harus berapa kali sih gue bilang kalau gue nggak tau apa-apa tentang hubungan lo sama Geo " kata Mairah tak terima.
" Halahhh nggak usah sok nggak tau apa-apa dehh lo, ooo atau lo emang doyan sama bekas gue ? Geo dan Afif contohnya, mereka kan sama-sama bekas gue " kata Naila sambil menatap jijik kearah Mairah.
" Gue nggak serendah apa yang lo pikirkan " kata Mairah penuh penekanan.
" Naila lo benar-benar udah kelewatan kali ini " kata Jihan menimpali.
" Lo berubah Nai " timpa Marsya.
__ADS_1
" Wahhhh wahhhh bahkan teman-teman gue udah lo pengaruhi agar berpihak sama lo, salut gue sama lo benar-benar licik " kata Naila sambil tepuk tangan.
Baru saja Mairah ingin menimpali ucapan Naila, namun terhenti karena kedatangan Geo yang langsung mengguyur tubuh Naila, sehingga membuat semuanya kaget terlebih lagi Mairah.
" Ge...geo ? " kata Naila tak percaya Geo melakukan ini padanya.
" Stop nyalahin Mairah kayak tadi, karena memulai hubungan dengan lo adalah sebuah kesalahan terbesar yang pernah gue lakukan " kata Geo datar.
" Dan guyuran air tadi hanya untuk menyadarkan lo bahwa kata-kata yang lo tujukan ke Mairah nggak ada benarnya sama sekali " kata Geo datar sambil menarik tangan Mairah pergi dari sana.
" Lo pantas dapat itu dari Geo " kata Jihan sambil menarik tangan Marsya meninggalkan Naila.
" Awasss lo Mai, gue nggak akan tinggal diam mulai sekarang " kata Naila geram.
" Isshhhh Geo kita sebenarnya mau kemana sih ? " kata Mairah ketika Geo membawa Mairah masuk kedalam mobilnya.
" Lo nggak papa ? nggak ada yang luka kan ? apa perlu kita ke rumah sakit ? " kata Geo terlihat khawatir, sehingga membuat Mairah benar-benar bingung dengan perubahan sikap Geo.
" Ada yang sakit Mai ? " timpal Geo sekali lagi, karena tak mendapat tanggapan apapun oleh Mairah.
" Nggak, gue nggak papa gue cuman bingung aja dengan perubahan si....." kata Mairah terhenti karena Geo langsung menarik Mairah kedalam dekapannya.
" Syukurlahh gue takut lo di apa-apain sama Naila " kata Geo.
" Geo sebenarnya lo kerasukan setan mana sih, kok tiba-tiba berubah 180 derajat gini ? " celetuk Mairah, sehingga membuat Geo melepas pelukannya sambil menatap Mairah dalam.
" Sekarang gue sadar kalau perasaan gue ke Naila itu bukan cinta melainkan hanya perasaan sayang kepada seorang sahabat, yaaa perasaan itu muncul karena wajah Naila sangat mirip dengan wajah sahabat lama gue yang sudah meninggal. " kata Geo.
" Kalau perasaan lo ke gue ? " kata Mairah sambil menaikkan salah satu alisnya.
__ADS_1
__________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.