
" Kak Geo nungguin Maya yahh ? " kata Maya dengan percaya dirinya.
" Yaudah kalau gitu, ayooo kita pulang " kata Maya sambil berdiri di depan Geo.
" Kak Geooo ayoooo " timpal Maya manja, sehingga membuat Keenan dan Billy menatap jijik kearah Maya.
" Aduhhhh Billy tahan gue supaya kata-kata mutiara ini tidak keluar dari mulur suci ini " kata Keenan.
" Gue juga sedang berusaha menahan diri Nan " timpal Billy.
" Paan sihh nggak jelas " kata Maya sambil melirik Billy dan Keenan.
" Dihhh eluu yang apaan, Gee kita balik duluan yaaa " kata Billy sambil menarik Keenan.
" Lohh Istri Kakak mana ? " kata Maya saat tidak melihat Mairah di sana.
" Ada urusan " kata Geo, sehingga membuat Maya cepat-cepat pindah di kursi depan samping Geo.
" Kak mumpung lagi berdua mampir jajan yukk " kata Maya.
" Gue sibuk " kata Geo sambil menjalankan mobilnya.
" Yaaaaa Kak Geo nggak asik " kata Maya kecewa, namun tak mendapat tanggapan apapun dari Geo.
Sementara di tempat Mairah dan Afif, mereka masih dalam perjalanan menuju rumah Afif.
" Kak mampir beli baju dulu yaa " kata Mairah.
" Kenapa ? " kata Afif sambil memelankan laju motornya.
" Mampir beli baju bentar " kata Mairah.
" Lahhh buat apa ? " kata Afif.
" Yaaa masa gue ke rumah lu masih pakai seragam, malah bau keringat lagi, kan nggak enak sama Bunda lu Kak " kata Mairah.
" Santai aja kali, Bunda baik kok " kata Afif.
" Yaaa kan nggak enak Kak " kata Mairah.
" Yaudah iyyaa, di depan ada toko baju mampir situ aja yaaa " kata Afif.
" Okeee " kata Mairah, sehingga membuat Afif menghentikan motornya tepat di depan toko baju tersebut.
__ADS_1
" Sekalian bayarin yaaa " kata Mairah sambil menyerahkan helmnya ke Afif, kemudian berlari masuk kedalam toko tersebut yang di susul oleh Afif.
" Buruan Rana, keburu sore nihh " kata Afif, ketika melihat Mairah masih memilih baju yang cocok untuknya, namun tak mendapat tanggapan apapun dari Mairah.
" Woiii buruan napa Ran " timpal Afif.
" Ngomong sama gue ? " kata Mairah sambil berbalik menatap Afif.
" Sama tembok, ya sama elu lahhh " kata Afif.
" Hehehe sorry abisnya gue nggak terbiasa di panggil Rana " kata Mairah.
" Nama lu kan Rana Aqeela Humairah, jadi apa salahnya ? " kata Afif santai.
" Terserah " kata Mairah sambil masuk kedalam ruang ganti.
" Gimana Kak, udah okee belum ? " kata Mairah saat menghampiri Afif yang sedari tadi menunggunya.
" Ini ternyata alasan semua cewek dandannya lama ? satu baju harus banget matching sama celana, tas, sepatu, warna kulit, paru-paru, ginjal, usus " cibir Afif saat melihat penampilan Mairah.
" Hahahaha yaaa enggak sama organ dalam juga dong Kak, lagian kalau gandengan lu cantik cowok-cowok suka juga kan ? jadinya nggak malu-maluin! mau ceweknya cantik tapi giliran di mintain duit di katain matre " Kata Mairah yang juga ikut mencibir, sehingga membuat Afif memutar kedua bola matanya malas, kemudian berjalan kearah kasir untuk membayar baju yang di kenakan oleh Mairah.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit dari toko baju tersebut, kini Mairah dan Afif sudah sampai di halaman rumah Afif.
" Auhhhh apasih Ran ? " kata Afif sambil mengusap lengannya.
Baru saja Mairah ingin menimpali ucapan Afif, namun terhenti karena Afif langsung menarik tangan Mairah untuk masuk kedalam rumah.
" Bundaaaaaaaaaa " teriak Afif saat berjalan kearah dapur sambil menarik tangan Mairah.
" Masuk rumah itu salam, nggak langsung nyelonong " sindir Bunda Afif.
" Tadi Afif salam kok, Bunda aja yang nggak denger " bantah Afif yang merasah tidak terima dengan sindiran sang Bunda.
" Ohhh yaaa ? " kata Bunda sedikit ragu.
" Assalamu'alaikum, tuhhh udah Bun nggak usah di debatin lagi " kata Afif.
" Walaikumsalam " kata Bunda sambil terkekeh.
" Ehhhh hampir lupa, Bunda nih Afif bawain Dedek gemeshhh " kata Afif sambil melirik Mairah.
" Assalamualaikum Tante " kata Mairah agak kikuk sambil menyalami tangan Bunda Afif.
__ADS_1
" Walaikumsalam, panggil Bunda aja yaa Nak " kata Bunda.
" Iya Bunda " kata Mairah.
" Masya Allah cantik sekalii, ini Rana yang kemarin kan yang waktu Afif ngaku-ngaku jadi pacarnya kamu kan ? " kata Bunda Afif.
" Ehhhh iya Bunda " kata Mairah.
" Duhhhh jangan bahas itulah Bun " kata Afif.
" Rana apa kabar, sehat kan sayang ? " kata Bunda Afif sambil mengelus kepala Mairah.
" Alhamdulillah sehat Bunda " kata Mairah.
" Dihhh gue di cuekin dong, dahhh lahhh kalau gitu Afif ke kamar dulu yaaa mau ganti baju " kata Afif, namun tetap tidak mendapat tanggapan dari Bundanya.
" Rana duduk situ yuk Nak, ngobrol sama Bunda ehhh jangan dehh pasti kamu belum makan kan Nak ? yaudah kalau gitu makan dulu yaaa " kata Bunda Afif sambil menarik tangan Mairah ke meja makan.
" Lahhh benar-benar di kacangin dong gue, Bundaa ini anakmu loh Bund " kata Afif.
" Yang bilang kamu anak tetangga siapa ? " kata Bunda Afif, sehingga membuat Afif kesal dan hal itu membuat Mairah tertawa.
" Ahhhh Bunda mahh pilih kasih " kata Afif sambil berjalan kearah kamar sambil menghentakkan kakinya dan hal itu semakin membuat Mairah tertawa.
" Gue akan berusahah mempertahankan tawa itu cantik " kata Afif dalam hati saat mendengar suara tawa Mairah.
Setelah selesai berganti pakaian, Afif segera berjalan menghampiri Bunda dan Mairah yang sedang mengobrol di ruang makan.
" Hayoooo pada ngomongin gue kan ? " kata Afif dengan percaya dirinya.
" Dihhhh percaya diri sekali kamu, dahhh buruan makan kasian Rana dari tadi nungguin kamu " omel Bunda.
" Lahhhh kan bisa makan duluan Bund, kok Afif lagi yang kena omel " kata Afif cemberut.
" Rana nya mau nungguin kamu, takut ngambek katanya " kata Bunda, sehingga membuat Afif menatap Mairah.
" Kenapa ? " kata Mairah.
Baru saja Afif ingin menimpali ucapan Mairah, namun terhenti karena kedatangan seseorang yang tiba-tiba masuk, sehingga membuat Mairah syok dengan kedatangan seseorang tersebut.
" Assalamu'alai...." kata seseorang tersebut terhenti ketika melihat Mairah di sana.
__________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak yaa guys....