
" Awass ajaaa kalau berani nyakitin adek gue, nggak ada ampun buat lo " kata Afif datar.
" Apasih bisik-bisik ? " kata Mairah penasaran dengan pembicaran Geo dan Afif.
" Biasalahh masalah cowok, cewek mana ngerti " kata Afif.
Baru saja Mairah ingin menimpali ucapan Afif, namun terhenti karena kedatangan Naila yang sengaja menjatuhkan gelasnya tepat di samping kaki Mairah, sehingga membuat kaki Mairah terluka.
" Auhhhh " eluh Mairah.
" Upsss sorry nggak sengaja " kata Naila dengan ekspresi yang di buat-buat, sehingga membuat Geo segera berdiri.
" Ck ! dasar gila, kalau lo nggak suka sama dia nggak gini caranya. Basi tau nggak !!!! " kata Geo datar saat melewati Naila, kemudian berjongkok di hadapan Mairah untuk melihat kaki Mairah.
" Sakit banget yaa ? " kata Geo sambil menatap wajah Mairah.
" Ge gue bener-bener nggak sengaja, tangan gue licin tadi " kata Naila yang berusaha meyakinkan Geo.
Sementara Afif tidak bertindak apapun, dirinya hanya ingin melihat reaksi dan tindakan Geo.
" Masa sihhh, tapi kok kayak sengaja sihh " sindir Jihan.
" Ho'oohh drama bnget " timpal Keenan.
" Drama ? judulnya apa ? " kata Marsya polos.
" Apasih orang gue nggak sengaja kok, Geo lo percaya sama gue kan ? tangan gue beneran licin Ge " kata Naila sambil menyentuh bahu Geo, sehingga membuat Geo segera menepis tangan Naila sambil berdiri.
" Kalau tangan lo nggak guna, mending potong aja !! gue nggak peduli lo sengaja atau nggak, tapi yang gue tau lo udah nyakitin cewek gue dan gue nggak akan tinggal diam " kata Geo sambil mengambil gelas yang ada di depan Mairah, sehingga membuat Naila kaget sekaligus takut dengan reaksi Geo.
" Wahhhh singa jantan udah bangun dan siap membasmi buaya betina " kata Keenan yang sangat antusias.
" G-ee lo mau ngap " kata Naila terhenti
" Prangggggg "
" Akkhhhhh " teriak Naila ketakutan saat Geo melempar gelas tersebut tepat di samping kakinya, bahkan sampai melukai kaki Naila.
Sementara Geo langsung menggendong Mairah pergi dari kantin dan membawanya ke UKS tanpa memperdulikan keadaan Naila.
__ADS_1
Afif yang melihat hal tersebut langsung bertepuk tangan dan berjalan menghampiri Naila yang masih terlihat syok.
" Akting lo nggak mempan sayy " bisik Afif dengan nada yang mengejek, kemudian berjalan meninggalkan kantin yang sangat gaduh akibat ulah Geo.
" Yahhhh jadi nggak selera makan gue, cabut yukk " kata Billy yang diangguki oleh Keenan, Jihan, dan Marsya.
Sementara di tempat Mairah, Mairah juga masih syok dengan sikap Geo yang membelanya sampai seperti itu.
" Masih sakit ? " kata Geo setelah mengobati kaki Mairah, sehingga membuat Mairah mengangguk.
" Nggak papa. Nggak papa. Ntar pasti sembuh " kata Geo sambil mengusap kepala Mairah.
" Lain kali jangan kek gitu lagi deh Ge " kata Mairah.
" kayak gitu gimana ? " tanya Geo bingung.
" Nggak usah belain gue segitunya di depan Naila " kata Mairah.
" Kenapa ? lo kan istri gue " kata Geo heran.
" Iyaa tapi kalau lo kayak gitu, gue kayak perempuan lemah Ge. gue kan gini-gini juga mau melawan orang yang menindas gue, tapi kalau lo ngebela gue kayak tadi, lo kayak nggak ngasih gue kesempatan buat ngejambak rambutnya Naila " kata Mairah, sehingga membuat Geo terkekeh.
" Kenapa ? " tanya Mairah bingung.
" Nggak elit, berantem kok jambak-jambakan. tendang aja sekalian " kata Geo .
" Atau sekalian cakar mukanya, percuma lo jadi Istri seorang Geofandy pemilik sabuk hitam taekwondo kalau kurang beringas " kekeh Geo.
" Dihhhh pamer " kata Mairah.
" Kenyataan Ra " kata Geo sambil menarik kepala Mairah agar bersandar di bahunya.
" Makasih " kata Mairah tiba-tiba.
" Untuk ? "
" Karena lo udah belain gue tadi "
" Kewajiban Ra " kata Geo sambil mengecup kepala Mairah yang bersandar di bahunya, sehingga membuat Mairah langsung mengangkat kepalanya.
__ADS_1
" Modus " kata Mairah.
Baru saja Geo ingin menimpali ucapan Mairah, namun terhenti karena kedangan ke 4 sahabatnya.
" Ck!! ganggu " kata Geo kesal.
" Eleeehhh dasar bucin, lo dipanggil noh sama kepala sekolah " kata Keenan.
" Karena ? "
" Yeee si Jamal pakai nanya lagi, yaaa apalagi kalau bukan masalah yang lo buat di kantin " kata Keenan.
" Ohhh "
" Aahhh ohhh ahh ohhh, buruan sanaa " kata Keenan kesal yang hanya dibalas deheman oleh Geo.
" Ra gue pergi dulu yaa " kata Geo yang diangguki oleh Mairah.
" Ayooo " kata Geo sambil mengajak Billy dan Keenan.
" Dihhh kan yang buat masalah situ, kok kita diajak sih " kata Keenan.
" Betul ituuu " timpal Billy.
" Ck ! lo berdua tunggu di luar ajaa sekaligus jagain kalau ada yang mau masuk celakain Mairah. dan lo berdua jagain di sini " kata Geo sambil beralih menatap Marsya dan Jihan, kemudian berjalan keluar sambil menarik tangan Billy dan Keenan.
" Dasar posesif " kata Mairah setelah Geo keluar.
" Tapi lo suka kan ? " goda Jihan.
" Apasihh " kata Mairah.
" Ehhh tapi tadi Geo keliatan gentle dong, maco banget pas gendong lo Mai, semua fans laki lo pada jejerit semua dahh, belum lagi tatapannya si lampir, beuuhhhh setajam alisnya " kata Jihan, sehingga membuat Mairah tertawa mendengar ucapan terakhir Jihan.
Melihat Mairah yang tertawa Marsya juga tidak mau ketinggalan, walaupun dia tidak sepenuhnya mengerti, tapi gadis itu tetap mengangguk membenarkan ucapan Jihan.
" Iyaaa bener banget kayak celurit " kata Marsya yang membuat keduanya tambah ngakak.
_______
__ADS_1
Happy Readingā¤