My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
part 22


__ADS_3

" Belain aja terusss dia kan pujaan hati lo. Naila juga, udah tau kalau lo udah di jodohin masih aja ganjen " kata Mairah, sehingga membuat Geo melayangkan tangannya untuk menampar Mairah.


" Apaa ? lo mau nampar gue ? nihh tampar, tampar Ge, ayoo tampar, tonjok sekalian " kata Mairah sambil menepuk pipinya sendiri.


" Maa..maaf Mai gue terlalu kebawa emosi " kata Geo yang ingin menghapus air mata Mairah, namun langsung di tepis oleh Mairah.


" Kata maaf yang keluar dari mulut lo basi Ge " kata Mairah sambil menyeka air matanya sendiri.


" Gue bener-bener minta maaf, gue nggak bermaksud kasar sama lo Mai " kata Geo.


" Okeee gue bakalan maafin lo, tapi jauhin Naila " kata Mairah.


" Ini nggak semudah yang lo katakan Mai, ini masalah hati " kata Geo sambil menghembuskan nafasnya kasar.


" Masalah hati lo bilang ? terus bagaimana dengan hati gue hahhh, lo egois lo cuman mentingin diri lo sendiri tau nggak " kata Mairah.


" Kenapa lo mau nikah sama gue ? kenapa lo terimah perjodohan ini kalau ujung-ujungnya akan seperti ini, kenapa Geo ? " timpal Mairah sambil mendorong bahu Geo.


" Emang gue ada pilihan lain buat nggak nikahin lo ? nggak Mai, gue nggak di beri pilihan sama sekali " kata Geo.


" Lo jahat Geo, lo jahat hiks..hikss..hiks lo pernah bilang kalau lo akan berusaha cinta sama gue hikss..hiks lo juga pernah bilang hiks...hiks kalau lo udah nggak suka lagi sama Naila hiks...hiks tapi " kata Mairah terpotong oleh ucapan Geo.


" Gue udah usaha Mai, gue juga udah usaha semampu gue buat jauhin Naila saat gue tau kalau kita di jodohin, tapi nggak bisa hati gue selalu terarah ke Naila " kata Geo.


" Usaha lo bilang ? lo nggak usaha Ge, usaha lo cuman di mulut aja tanpa pergerakan " kata Mairah.

__ADS_1


" Bisa nggak sih lo buka hati lo sedikit aja buat gue Ge ? hiks...hiks gu hiks...hiks gue janji akan jadi yang terbaik buat lo hiks...hiks " kata Mairah sesegukan.


" Maafin gue Mai, tapi mendingan lo nggak usah berharap terlalu banyak sama gue, karena mau bagaimanapun hati gue cuman buat Naila " kata Geo.


" Dasar brengsek " kata Mairah sambil menampar Geo, kemudian berlari meninggalkan ruangan osis tersebut.


Saat Mairah ke luar dari ruangan tersebut, tanpa sengaja dirinya bertabrakan dengan Naila, sehingga membuat Mairah terjatuh.


" Mairah ? sorry sorry gue nggak sengaja, lo nggak papa kan ? " kata Naila sambil membantu Mairah berdiri.


" Mai lo nangis ? siapa yang bikin lo nangis Mai bilang sama gue " kata Naila sambil memegang bahu Mairah.


" Bukan apa-apa Nai, gue duluan " kata Mairah sambil melepas tangan Naila di pundaknya kemudian berlari pergi meninggalkan sekolah.


Sementara di tempat Geo, Geo sedang duduk di ruang osis sambil menjernihkan pikirannya.


" Apa gue salah kalau gue ngomong kayak gitu ke Mairah ? tapi gue bener-bener nggak bisa bohongin perasaan gue kali ini, apa salah kalau gue juga ingin bahagia sama wanita pilihan gue sendiri ? " kata Geo sambil mengacak rambutnya prustasi.


" Geo, Mairah mana ? " kata Kenan yang tiba-tiba datang dan di susul oleh yang lainnya.


" Gue nggak tau " kata Geo datar.


" Kok lo nggak tau sih ? tadi kan sama lo " kata Marsya.


" Lo pikir dia sama gue terus ? " kata Geo emosi.

__ADS_1


" Udah-udah mending lo berdua cek Mairah di kelas, siapa tau dia ada di sana " kata Kenan.


" Ini sebenarnya ada apa sih ? gue jadi bingung " kata Jihan, namun tetap menuruti perintah Kenan.


" Sebenarnyaa......" kata Kenan yang terpotong oleh ucapan Billy.


" Hahhh Mairah pergi ? " kata Billy, sehingga membuat Geo dan Kenan beralih menatap Billy.


" Ini gue barusan dapat pesan dari Jihan, katanya Mairah cabut dari sekolah " timpal Billy, sehingga membuat Geo menghembuskan nafasnya kasar.


" Geo emangnya lo ngomong apaan sih sama Mairah ? sampai dia cabut segala " kata Kenan.


" Hufffttt gue cuman bilang supaya dia nggak usah terlalu berharap banyak sama gue, karena hati gue bukan buat dia " kata Geo sambil menatap lurus ke depan, sehingga membuat Billy langsung menonjok muka Geo.


" Apa-apaan lo " kata Geo sambil memegang ujung bibirnya yang berdarah akibat pukulan Billy.


" Lo yang apa-apaan Ge, lo brengsek tau nggak " kata Billy emosi.


" Hehhh udah-udah daripada berantem nggak jelas di sini, mending kita cari Mairah sekarang " kata Kenan yang diangguki oleh Billy dan Geo.


" Kita ikut " kata Marsya dan Jihan yang tiba-tiba datang.


" Nggak ini masih jam sekolah, lo berdua juga nggak usah ikut biar gue aja " kata Geo bertepatan dengan bell pulang sekolah.


" Udah bell tuh, jadi lo nggak berhak ngelarang kita ikut " kata Billy sinis sambil berlari kearah parkiran yang diikuti oleh semuanya.

__ADS_1


__ADS_2