
" Naila ? " tanya Mairah.
" Gue udah putusin dia " kata Geo, sehingga membuat Mairah sedikit kaget mendengarnya.
" Setelah apa yang lo lakuin ke gue, gue mana bisa langsung percaya sama lo. kalau gue langsung percaya itu sama aja kalau gue bodoh Ge " kata Mairah penuh penekanan.
" Okeee lo nggak harus percaya sama gue sekarang, tapi gue mohon jangan ceraiin gue Mai kasih gue kesempatan sekali lagi, gue akan buktiin ke elo kalau gue akan berubah " kata Geo, sehingga membuat Mairah terlihat berpikir.
" Buktiin aja dulu " kata Mairah sambil berjalan masuk kedalam kamar, kemudian beralih mengambil bantal yang ingin di letakkan di sofa kamar Geo, namun langsung di tahan oleh Geo.
" Jangan di sofa " kata Geo sambil menahan tangan Mairah, sehingga membuat Mairah mengangkat salah satu alisnya.
" Kalau lo nggak mau tidur sama gue, biar gue yang tidur di sofa jangan elo Mai " kata Geo.
" Yaudah " kata Mairah cuek sambil berjalan kearah kasur.
Baru saja Mairah ingin merebahkan tubuhnya, namun terhenti karena bunyi ponselnya, sehingga membuat Mairah langsung mengecek ponselnya.
" Mama ? " gumam Mairah sambil menolak panggilan tersebut, namun nampaknya Risa tidak menyerah untuk terus menghubungi putrinya, sehingga membuat Mairah langsung melempar ponselnya.
" Akkkhhhhhh " teriak Mairah yang lagi-lagi teringat dengan orang tuanya, sehingga membuat Geo langsung berjalan menghampiri Mairah.
" Hiks....hiks kalian jahat hiks...hiks " kata Mairah sesegukan, sehingga membuat Geo langsung membawa tubuh Mairah kedalam pelukannya.
" Menangislah " kata Geo sambil mengusap punggung Mairah, sehingga membuat tangis Mairah pecah.
Setelah beberapa menit kini tangisan Mairah sudah terdengar di telinga Geo, sehingga membuat Geo heran.
" Mai are you oke ? " kata Geo, namun tetap tidak mendapat tanggapan apapun dari Mairah.
" Mai ? " kata Geo sambil melihat wajah Mairah.
__ADS_1
" Ternyata sudah tidur " gumam Geo sambil membaringkan tubuh Mairah sambil menyelimuti tubuh Mairah.
" Good night dear, have a nice dream " kata Geo sambil mencium kening Mairah sekilas, kemudian berjalan untuk tidur di sofa, namun terhenti karena Mairah tiba-tiba menarik tangan Geo, sehingga membuat Geo berbalik kearah Mairah.
" Kenapa ? " kata Geo sambil mengangkat salah satu alisnya.
" Tidur di sini aja " kata Mairah sambil bergeser, sehingga membuat Geo tersenyum tipis.
" Jangan geer dulu yaa, gue cuman nggak enak aja soalnya ini kamar lo " kata Mairah sambil tidur membelakangi Geo.
Keesokan harinya saat Mairah terbangun dari tidurnya Geo sudah tidak ada di sampingnya.
" Mungkin udah berangkat " gumam Mairah sambil berjalan ke kamar mandi, namun terhenti karena melihat ponselnya yang tergeletak di lantai.
" Rusak nggak yaa ? " kata Mairah yang berusaha menghidupkan ponselnya, namun hasilnya nihil.
" Yaaaa rusak " gumam Mairah.
" Nanti gue ganti " kata Geo yang tiba-tiba membuka pintu kamar yang sudah lengkap dengan seragam sekolahnya.
" Gue masih suami lo Mai dan otomatis lo jadi tanggung jawab gue " kata Geo sambil berjalan kearah Mairah.
" Gue udah tau semuanya dari Ayah, jadi hari ini lo di rumah aja. tenangin pikirin lo biar gue yang minta izinin lo di sekolah " kata Geo yang langsung di jawab gelengan oleh Mairah.
" Gue tetap mau sekolah Geo gue nggak papa kok, gue juga nggak mau berlarut-larut dalam kesedihan " kata Mairah.
" Yakin ? " kata Geo yang langsung diangguki oleh Mairah.
" Yakin 100% " kata Mairah.
" Yaudah kalau gitu gue tunggu di bawa yaaa, jangan lama-lama kan nggak lucu kalau ketua osis telat " kata Geo.
__ADS_1
" Gue bisa berangkat sendiri " kata Mairah sambil masuk kedalam kamar mandi.
" Nggak boleh, lo harus sama gue " kata Geo sedikit berteriak.
Setelah menunggu beberapa menit, kini Mairah menghampiri Geo yang masih menunggu di meja makan.
" Maii kamu yakin mau sekolah sayang ? " kata Tika.
" Yakin dong Bu, Mai nggak papa kok " kata Mairah.
" Nihhh makannya di mobil aja yaa, takut telat soalnya " kata Geo sambil menyerahkan bekal kepada Mairah.
" Ayah, Ibu, pamit yaaa " kata Geo sambil menyalimi kedua orang tuanya yang di ikuti oleh Mairah.
" Oiyyyaa nih Hp buat lo " kata Geo sambil memberikan ponsel baru yang tadi dia pesan melalui orang suruhannya.
" Thanks " kata Mairah cuek, kemudian berjalan kearah mobil.
" Turunin tempat biasa ya Ge " kata Mairah sambil mengotak-atik ponsel yang di berikan oleh Geo.
" Makan dulu, lo belum sarapan " kata Geo, sehingga membuat Mairah membuka kotak bekal yang di berikan Geo tadi.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit, kini mobil Geo sudah terparkir di parkiran sekolah.
" Yukkk turun " kata Geo, sehingga membuat Mairah melihat sekelilingnya.
" Hahhh Ge lo gila yaa, masa lo turunin gue di sekolah sih ? " kata Mairah sedikit kaget.
" Tinggal turun aja kok ribet banget " kata Geo sambil tersenyum kearah Mairah.
" Isshhhh lo ngeselin banget tau nggak, udahhh ahhh lo turun duluan aja nanti gue turun kalau parkiran udah mulai sepi " kata Mairah kesal.
__ADS_1
__________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat lagi untuk update part-part selanjutnya.