
" Terus gimana ? nanti kalau Ayah sama Ibu tanya-tanya gue harus ngomong apaan ? " Tanya Mairah.
" Gak usah dipikirin, masalah itu biar jadi urusan gue. Sekarang diem, gue mau tidur " jawab Geo, sehingga membuat Mairah mengangguk paham dan kembali melanjutkan tontonannya, sedangkan Geo terlelap dipangkuan Mairah.
Setelah beberapa menit kini Mairah ikut tertidur, sehingga mereka berdua tidak.menyadari kedatangan Tika dan Mahesa.
" Yahh lihat dehh mereka, lucu yaaa " kata Ibu sambil tersenyum melihat Geo dan Mairah.
Geo yang mendengar suara bisik-bisik pun langsung membuka matanya.
" Ehhh Yah, Bu, udah balik ternyata " kata Geo bangkit dan menyalimi tangan kedua orang tuanya.
" Bawa Mairah ke kamar gih Nak, kasian kalau harus dibangunin lagi " kata Ibu yang diangguki oleh Geo.
" Oiyyyaa Yah, Bu. Ada yang mau Geo bicarain, boleh ? " kata Geo, sehingga membuat Ayah dan Ibu saling pandang.
" Boleh, tapi bawa istri kamu ke kamar dulu " kata Ayah, sehingga membuat Geo langsung mengangkat tubuh Mairah dan membawanya kekamar.
" Good night Mai " bisik Geo sambil mengecup dahi Mairah, kemudian turun kembali untuk menemui kedua orang tuanya.
" Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarain Nak ? sepertinya penting sekali " kata Ayah sambil melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 12 malam.
" Huffff sebelumnya Geo mau minta maaf ke Ayah sama Ibu " kata Geo, sehingga membuat kedua orang tuanya bingung.
" Geo gagal jadi suami yang baik buat Mairah " timpal Geo.
__ADS_1
" Maksud kamu apa Ge ? " tanya Ayah.
" Geo bodoh banget Yah, sampai-sampai Mairah nggak tahan lagi sama sikap Geo dan minta cerai " kata Geo, sehingga membuat kedua orang tuanya kaget.
" Kamu jangan berbelit-belit Geo, apa yang kamu lakukan sampai Mairah minta cerai ? !!! " kata Ayah datar.
" Sebenarnya pas awal pernikahan Geo sama Mairah, Geo pernah menjalin hubungan dengan seseorang secara terang-terangan didepan Mairah, tapi waktu itu Mairah masih memberi Geo kesempatan buat perbaiki semuanya dan hubungan kami membaik sejak itu. Tapi pas kemarin waktu Ibu telepon bahwa Maya kecelakaan Geo panik dan langsung kerumah sakit bahkan Geo nggak pulang gara-gara Geo ingin memastikan kalau Maya baik-baik ajaa, ta....." kata Geo terhenti, karena Ayah langsung melayangkan pukulan pada pipi Geo.
" Bughh "
" Brengsek kamu Geo !!!! Ibu kamu menelepon kamu hanya untuk memberi tahu kamu kalau Maya kecelakaan !!! bukan menyuruh kamu untuk merawatnya apalagi menelantarkan istri sendiri di rumah !!! suami macam apa kamu ? " bentak Ayah, sehingga membuat Ibu menangis.
" Ibu kecewa Nak, Ibu nggak bisa bayangin gimana perasaan Mairah saat itu, apalagi Ibu ini juga perempuan " kata Ibu sambil menangis dan berjalan menuju kamarnya, sehingga membuat Geo semakin merasah bersalah.
" Maafin Ge.... " kata Geo terhenti karena ucapan Ayahnya.
Keesokan paginya kini Mairah terbangun, dan melihat Geo tengah mengemasi barang-barangnya.
" Lo mau pergi kemana Ge ? " tanya Mairah lirih.
" Mulai sekarang, kita harus terbiasa hidup sendiri-sendiri " Kata Geo sambil menutup kopernya.
" Maksudnya lo bakal pergi dari rumah ini ? tapi kan ini rumah lo Ge " kata Mairah berkaca-kaca.
" Gue cuman nggak mau hidup terbiasa sama lo, kan lo sendiri yang bilang kalau suratnya bakal datang secepatnya. Dan gue harus belajar hidup sendiri lagi, gue nggak mau terus-terusan ngandelin lo buat lakuin semuanya. Gue mau belajar mandiri lagi " kata Geo.
__ADS_1
" Masalah Ayah sama Ibu lo nggak perlu khawatir, mereka udah tau " kata Geo
" Jaga diri lo baik-baik setelah kita cerai nanti, jangan manja dan ilangin sifat kekanak-kanakan lo sekarang, jangan malas belajar. Makasih buat semuanya, makasih udah mau ngisi hari-hari gue belakangan ini, makasih juga buat lo yang udah mau ngurusin gue selama ini, maaf karena gue belum bisa jadi suami yang baik dan pengertian. Makasih dan maaf buat perlakuan ke lo selama ini, inget gue masih sayang sama lo. Lo boleh dateng ke gue kapanpun lo mau, dan semoga lo bahagia setelah ini " kata Geo sambil melepas sejenak pegangan kopernya dan beralih berjongkok didepan Mairah yang sedang duduk dikasur dengan mata dan pipi yang sudah dibasahi air mata.
" Jangan nangis " kata Geo sambil menghapus air mata Mairah, dan mencium dahi Mairah sedikit lama.
Geo bangkit lalu menggandeng kopernya untuk keluar, namun terhenti karena Ayah dan Ibu yang tiba-tiba masuk.
" Maafin Ibu yaa Nak, Ibu sayang banget sama Mairah dan apapun keputusan Mairah Ibu dukung. Kamu baik-baik disini ya Nak " kata Ibu sambil memeluk Mairah.
" Apa yang kamu tangisi Nak ? cowok seperti Geo nggak pantas buat kamu tangisi " timpal Ayah.
" Ayah sama Ibu juga pergi ? " kata Mairah yang diangguki oleh Ayah dan Ibu.
" Kenapa ? ini rumah kalian yang seharusnya pergi Mairah " kata Mairah.
" Ini rumah kamu sayang " kata Ibu.
" Ayah sama Ibu keluar yaa, Geo ayo " kata Ayah sambil berjalan keluar yang diikuti oleh Ibu.
" Gue pergi yaa " kata Geo sambil mengacak rambut Mairah lalu keluar dari kamar.
Mairah hanya diam, ia benar-benar tidak bergerak sedikitpun ia kaget dengan semua ini yang serba tiba-tiba.
________
__ADS_1
Happy Readingā¤