My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
Part 83


__ADS_3

" Gue pergi yaa " kata Geo sambil mengacak rambut Mairah lalu keluar dari kamar.


Mairah hanya diam, ia benar-benar tidak bergerak sedikitpun ia kaget dengan semua ini yang serba tiba-tiba.


Setelah berdiam diri cukup lama, kini Mairah memutuskan mandi kemudian memutuskan untuk pergi ke rumah Afif.


Namun sesampainya di sana Mairah hanya berdiam diri di kamar, entah mengapa Mairah tiba-tiba ingin Geo untuk mengelus perutnya yang sakit. Bahkan Bunda sudah beberapa kali mengetuk pintu kamarnya untuk mengajak makan tapi Mairah menolak dengan alasan kenyang.


" Oke Mairah gak boleh galau oke ? kita mulai semuanya dari awal. Mairah yang dulu back " kata Mairah sambil menyemangati dirinya sendiri di depan cermin.


Namun saat ingin berjalan keluar Mairah merasakan sakit lagi di bagian perutnya.


" Ini efek gue nggak makan siang atau gimana sih ? biasanya sakit perut cuman karena mens doang, masa iya gara-gara nggak makan siang bisa sesakit ini ? " gumam Mairah heran sambil menekan bagian perutnya, kemudian melanjutkan jalannya untuk turun kebawah.


" Akhirnya turun juga lo Mai, ngangkreng dikamar udah kayak ayam aja lo " cerocos Afif ketika melihat Mairah duduk disampingnya sambil memakan cake yang berada didepan Afif.


" Gak usah banyak omong Kak, perut gue mual tau denger lu ngomong " kata Mairah sambil mengambil toples snack dan tangan satunya mengambil cake coklat lalu memakannya dengan damai, sehingga membuat Afif menatap adiknya tak percaya.


" Gila ! gak waras emang nih orang ! dimana-mana orang yang abis ditinggal suaminya tuh galau, nggak mau makan, nggak mau ngomong " kata Afif sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Iyaaa belakangan ini sepertinya nafsu makan kamu meningkat Mai " kata Papa yang tiba-tiba datang dari belakang bersama Bunda.


" Efek galau ya Mai ? " ejek Afif, sehingga membuat Mairah memutar kedua bola matanya malas.


" Dahhlahhh cowok kayak dia nggak perlu di galauin " timpal Afif.


" Gue udah nentuin kalau gue akan kuliah di LA " kata Afif tiba-tiba.


" Lo jadi kuliah ke LA ? " tanya Mairah yang diangguki oleh Afif.

__ADS_1


" Hmmm karena itu its my dream " kata Afif sambil terkekeh.


" Kayaknya syndrom nya Marsya udah mulai menyebar di tubuh lo dehh " kata Mairah.


" Kapan ? " lanjut Mairah


" Apanya ? " kata Afif sambil mengangkat salah satu alisnya.


" Ke LA " kata Mairah.


" Malam ini "


" Secepat itu ? " kata Mairah yang mulai berkaca-kaca.


" Kok semua orang kayak ninggalin gue, dan sekarang lo juga mau pergi Kak terus gue sama siapa ? " kata Mairah yang sudah mulai menangis. Entah kenapa akhir-akhir ini perasaannya lebih sensitif.


" Lagian masih ada Papa sama Bunda di sini " timpal Afif.


" Gue janji bakal pulang cepet " kata Afif yang diangguki oleh Mairah.


" Yaudah yukk siap-siap takut Kakak kamu ketinggalan pesawat " kata Papa yang diangguki semuanya.


Setelah sampai bandara pun Mairah kembali menangis , sehingga membuat semuanya bingung.


" Kamu kok nangis lagi Nak ? " kata Bunda heran, bahkan Afif yang berada dusamping Mairah sampai bingung harus melakukan apa agar Mairah berhenti menangis. Walaupun tangisnya tidak lebay namun air matanya tak henti-hentinya keluar.


" Udah yaa jangan nangis, Afif perginya cuman sebentar kok Nak " kata Bunda sambil menepuk punggung Mairah mencoba untuk memberi ketenangan.


" Udah dong ! masa gini doang nangis sih cengeng banget " kata Afif sambil membawa Mairah kepelukannya.

__ADS_1


Mairah hanya diam dipelukan Afif, entah mengapa ia tidak bisa berhenti menangis sekarang.


" Walaupun lo kadang nyebelinnya tingkat akut, tapi gue sayang banget sama lo, gue ninggalin lo bukan karena gue nggak sayang sama lo Dek, sekarang lo udah dewasa, belajar yang bener supaya bisa nyusulin gue ke LA dan jangan gampang terpengaruh sama hal-hal yang nggak penting. Jangan nangis lagi yaaa " kata Afif sambil melepas pelukannya kemudian menghapus air mata Mairah.


" Ntar kalau gue disakitin orang lagi siapa yang belain gue ? " kata Mairah sambil menatap Afif senduh.


" Kalau ada yang berani nyakitin lo lagi, gue bakal pulang dan penggal kepala orang yang berani nyakitin Adek gue " kata Afif, sehingga membuat Papa dan Bunda tersenyum melihat interaksi keduannya.


" Janji ? " kata Mairah sambil mengulurkan jari kelingkingnya.


" Janji " kata Afif sambil menautkan jari kelingkingnya dengan Mairah.


" Atau lo mau ikut gue aja ? kan lagi libur semester sekalian refreshing " kata Afif.


" Ehhhh nggak jadi dehhh kan lu nggak ada tiket yak " timpal Afif sambil terkekeh, sehingga membuat Mairah memukul pelan lengan Afif.


" Ngeselin ihhh " kata Mairah sambil mengelap ingusnya menggunakan lengan baju Afif.


" Ck ! jorok luu " kata Afif berlagak jijik.


" Biarin wleeeee " kata Mairah sambil menjulurkan lidahnya kearah Afif.


" Yaudah kalau gitu gue berangkat yaa " kata Afif sambil berpamitan kepada kedua orang tuanya dan terakhir kepada Mairah.


" Gue jalan yaa, jangan nangis lu jelek kalau nangis " kata Afif sambil mengacak rambut Mairah kemudian berjalan meninggalkan Mairah dan kedua orang tuanya.


_________


Happy Readingā¤

__ADS_1


__ADS_2