
" Jawab gue, lo mau kemana Mai ? " bentak Geo ketika melihat Mairah mulai memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.
" Gue mau pulang " kata Mairah sambil menarik kopernya ke luar dari kamar tersebut.
" Mai gue mohon jangan seperti ini Mai " kata Geo sambil mengejar Della.
" Keputusan gue sudah bulat Ge, gue udah capek kayak gini terus bahkan air mata gue juga udah malas keluar hanya untuk menangisi cowok bejat kayak lo " kata Mairah sambil menghentikan taxi yang kebetulan lewat.
" Mairah kita masih bisa ngomongin baik-baik ayolahh " kata Geo sambil mengetuk kaca mobil taxi tersebut.
" Jalan Pak " kata Mairah yang diangguki sopir taxi tersebut.
" Akkhhhhhh " kata Geo sambil berlari masuk kedalam rumah mengambil kunci mobil untuk menyusul Mairah.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, kini Mairah sudah sampai di depan rumahnya.
" Papa Mama, Mairah pulang......." teriak Mairah sambil mengetuk pintu rumahnya.
" Papa Mam...." kata Mairah terhenti karena pintu tiba-tiba terbuka dan menampilkan wajah lelaki yang selama ini dia rindukan.
" Papa.....Mairah kangen " kata Mairah sambil memeluk Papanya, sehingga membuat Ridwan membalas pelukan anak semata wayangnya.
" Papa juga kangen Nak " kata Ridwan.
" Ehhh Mai kamu bawa koper ? " kata Ridwan saat melihat koper yang ada di samping Mairah.
" Jelasinnya di dalam aja ayo masuk " kata Ridwan yang diangguki Mairah.
" Ehhhh anak cantik Mama datang, Geo mana Mai ? " kata Risa sambil menghampiri Mairah yang duduk di sofa bersama Ridwan.
__ADS_1
" Jelasin sama Papa kenapa kamu bawa koper segala, terus Geo kemana ? " kata Ridwan, sehingga membuat mata Mairah berkaca-kaca.
" Mai ada apa sayang ? " kata Risa langsung memeluk putrinya.
" Kamu berantem sama Geo ? " kata Risa yang diangguki oleh Mairah.
" Mairah jangan karena hal sepele kamu malah kabur-kaburan seperti ini sayang, kalau ada masalah rumah tangga usahakan jangan sampai Papa sama Mama tau " kata Ridwan sambil menghembuskan nafasnya kasar.
Baru saja Mairah ingin menimpali ucapan Papanya, namun terhenti karena kedatangan orang yang saat ini sangat dia benci.
" Assalamu'alaikum " kata Geo, sehingga membuat semuanya beralih pada Geo.
" Wa'alaikumsalam "
" Ehhhh Geo, duduk sini Nak " kata Risa yang diangguki oleh Geo.
" Sebenarnya kalian ada masalah apa Geo ? " kata Ridwan.
" Kalian ini kalau ada masalah selesaikan baik-baik jangan kabur-kaburan seperti ini, jangan sampai hanya masalah kecil pernikahan kalian akan hancur begitu saja " kata Ridwan menasehati anaknya.
" Ini bukan masalah kecil Pa, selama ini Mairah udah coba bertahan tapi kali ini Mairah udah benar-benar nggak bisa hiks...hiks selama ini Mairah udah cukup sabar untuk bertahan sama dia hiks...hiks tapi kalau dia udah selingkuh Mairah lebih baik mundur hiks..hiks " kata Mairah sesegukan, sehingga membuat Risa dan Ridwan kaget mendengar ucapan putrinya, sementara Geo sedari tadi hanya menunduk dalam diam.
" Maksud kamu apa Mai ? " kata Ridwan.
" Dia pacaran sama teman Mairah Pa " kata Mairah yang kini wajahnya sudah di banjiri air mata.
" Geo apa benar yang di katakan Mairah ? " kata Ridwan datar, sehingga membuat Geo mengangguk pelan.
" Kurang ajar " kata Ridwan yang langsung memukul wajah Geo, sehingga membuat sudut bibir Geo mengeluarkan darah.
__ADS_1
" Ma...maafin Geo Pa " kata Geo.
" Maaf kamu bilang ? " kata Ridwan marah, kemudian kembali menghajar Geo.
" Pa....cukup Pa kasian anak orang " kata Risa yang ikut menangis sambil memeluk putrinya.
" Nggak bisa Ma, dia harus menanggung semua akibatnya karena sudah menyelingkuhi anak kita " kata Ridwan emosi yang ingin memukul kembali wajah Geo, namun terhenti karena Mairah langsung berlari untuk mencegah tangan Papanya.
" Sudah cukup Pa, biarkan dia pergi dari sini yang Mairah inginkan sekarang hanya pisah dari dia hiks...hiks " kata Mairah.
" Pergi kamu dan jangan pernah perlihatkan wajah kamu lagi di rumah ini dan sampai jumpa di pengadilan agama " kata Ridwan marah sambil menyeret Geo keluar dari rumahnya.
" Pa maafin Geo Pa, Ge...." kata Geo terhenti karena ucapan Ridwan.
" Tidak ada maaf untuk kamu Geo dan satu lagi jangan pernah panggil saya Papa lagi ! PERGI KAMU !! " bentak Ridwan, sehingga membuat Geo mau tak mau pergi dari rumah tersebut.
" Hikss...hiks Mama maafin Mairah tapi Mairah benar-benar hiks..hiks nggak kuat untuk mempertahankan rumah tangga Mairah hiks..hiks " kata Mairah sambil memeluk Mamanya.
" Mama yang minta maaf Nak, maafin Mama karena udah paksa kamu menikah dengan lelaki brengsek seperti Geo, maafin Mama " kata Risa sambil memeluk erat putrinya.
" Mai maafin Papa Nak, mulai sekarang kamu nggak usah balik lagi ke rumah itu biar Papa yang urus surat perceraian kamu dengan lelaki kurang ajar itu " kata Ridwan sambil duduk di samping Mairah.
" Makasih Pa " kata Mairah sambil beralih memeluk Papanya.
" Iya sayang, Maa ajak Mairah ke kamar biar dia harus istrirahat. Papa keluar dulu soalnya ada urusan " kata Ridwan sambil mencium puncak kepala Mairah, kemudian berjalan keluar rumah.
" Papa mau kemana ? " kata Risa sedikit berteriak, namun tak mendapat tanggapan apapun dari suaminya, karena Ridwan langsung menjalankan mobilnya keluar.
______________
__ADS_1
Jangan lupa, like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.