My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
Part 76


__ADS_3

Keesokan harinya kini Mairah tengah berjalan ke meja makan untuk sarapan bersama keluarganya dan masih di sertai dengan mata sembabnya.


" Nggak sekolah lu ? " kata Afif yang masih melihat Mairah memakai piyama, sehingga membuat Mairah menggeleng pelan.


" Yaudah kalau gitu gue berangkat dulu, Afif berangkat yaa Bun " kata Afif sambil mencium tangan Bunda.


" Bunda ambilin yaa sayang " kata Bunda saat melihat Mairah duduk di kursi makan.


" Papa mana Bun ? " kata Mairah yang tidak melihat keberadaan Papanya.


" Papa udah berangkat sayang " kata Bunda yang diangguki oleh Mairah.


" Mai kamu nggak nyusul suamimu ke rumah sakit ? " tanya Bunda, sehingga membuat mood Mairah langsung hancur.


" Nak, Bunda hanya ingin kamu mengambil langkah yang terbaik. putuskan pilihan terbaik dengan kepala dingin " kata Bunda, sehingga membuat Mairah langsung dongkol setengah mati, nafsu makannya tiba-tiba hilang begitu saja.


" Udah jam setengah delapan, Mairah mandi dulu yaa Bun soalnya Mairah harus ke rumah Geo buat ambil seragam Mairah " kata Mairah tanpa menunggu jawaban dari Bunda.


******


Mairah memarkirkan mobilnya di halaman rumah Geo, ia keluar lalu berjalan masuk ke rumah itu.


" Ehhhh Non Mairah, Non dari mana aja pas Mbak datang rumahnya sepi "


" Ehhh Mbak kapan datangnya ? "


" Tadi malam Non "


" Ternyata semalam lo nggak pulang Ge " batin Mairah.


Namun baru saja Mairah ingin masuk tiba-tiba terhenti karena suara cempreng Marsyaa yang tiba-tiba datang.

__ADS_1


" Mairahhhhhhh " teriak Marsya.


" Ngapain ke sini ? " tanya Mairah to the point.


" Lo ada masalah apa sama Geo ? " kata Jihan.


Namun Mairah enggan menjawab dengan alasan ia malas membahas itu kembali. Dan ia juga sudah lelah jika akan menangis lagi, cukup kemarin dirinya menangis seharian, menangisi seseorang yang bahkan tidak mencarinya.


" Gaisss Maya kritis " kata Marsya tiba-tiba.


" Dapat info dari siapa ? " kata Mairah.


" Dari Nanan, Nanan ada disana " kata Marsya.


Kini Mairah sudah berada di rumah sakit. Ia bukan orang jahat yang tega tidak menjenguk orang sakit yang sedang sekarat, bahkan sekarang kedua orang tua Maya sudah ada disana.


Geo menatap Mairah lekat, ia mendekat ke arah Mairah dengan langkah lemas dan tiba-tiba memeluk Mairah dengan erat.


Mairah mencoba tidak membalas pelukan Geo, ia hanya diam seperti patung tak bernyawa, tatapannya kosong kearah depan, bahkan ia tak menanyakan apa yang membuat laki-laki didepannya menangis.


" Maya kritis Mai, gue gagal jagain dia " bisik Geo di tengah tangisnnya, sehingga membuat Mairah terkejut mendengarnya.


Namun rasa terkejutnya berubah menjadi rasa kecewa, pantaskah seorang suami menangis dipelukan istrinya karena wanita lain ? sehingga membuat Mairah ingin ikut menangis dengan alasan yang berbeda.


Pantaskah dia menangisi orang yang sedang menangisi orang lain ? Memang itu sangat tidak pantas, dirinya hanya ingin bersikap cuek dan tidak peduli.


" Terus gue harus apa sekarang ? menenangkan atau menertawakan ? " batin Mairah.


" Alhamdulillah kondisi pasien sudah kembali stabil " kata Dokter tersebut yang baru saja keluar dari ruang perawatan Maya.


" Maksud Dokter dia belum matt....." Kata Marsya terpotong, karena Keenan segerah menutup mulut Marysa yang super duper lemes itu, bisa-bisanya dia bertanya hal seperti itu sekarang.

__ADS_1


" Tanya yang bener anjimm! jangan malu-maluin " bisik Keenan, sehingga membuat Marsya memutar kedua bola matanya malas.


" Gue kan nanya Nanan !! emang salah ? " kata Marsya songong, sehingga membuat Keenan mendengus sebal.


Mairah kini melirik Geo yang tampak berbinar mendengar ucapan Dokter barusan " Apa seberharga itu Maya di matanya ? " batin Mairah sambil memegang tangan Jihan mengisyaratkan untuk pulang, Jihan yang mengerti pun langsung mengiyakan, ia lalu bangkit dan berpamitan kepada keluarga Maya yang ada disana.


Keenan dan Billy juga menyusul Mairah Cs termasuk Geo, ia ingin masalahnya dengan Mairah cepat selesai, dan semua akan baik-baik saja.


Saat Mairah baru saja masuk kedalam mobil Jihan, tiba-tiba tangannya di tarik sedikit kasar, sehingga membuat Mairah langsung menoleh menatap datar sang pelaku.


" Pulang sama gue " kata Geo, sehingga membuat Mairah menggeleng dan berusahah melepaskan pegangan tangan Geo, namun gagal.


" Lepasin !!! " bentak Mairah.


Teman-temannya pun tidak ada yang berani membantu, mereka pikir ini waktu yang tepat untuk mereka membicarakan masalahnya.


" Mai, kita omongin semuanya baik-baik, Lo jangan ngehindar gini " kata Geo sambil menatap Mairah dalam.


" Lo bilang gue ngehindar ? nggak salah ? siapa yang ninggalin gue sendiri di rumah ? siapa yang nggak pulang semaleman ? siapa gue tanya ? eloooo kan ? jadi lo tau siapa yang ngehindar sekarang. " kata Mairah, sehingga membuat Geo terdiam cukup lama.


" Lo tau alasan gue nggak pulang apa kan ? " tanya Geo.


Mairah berbalik dan menatap Marsya dan Keenan yang ternyata sedang menguping, sehingga membuat Mairah mendengus sebal.


" Kalian pulang duluan aja, nanti gue gampang pakai ojek online " kata Mairah sambil menutup pintu mobil Jihan.


Jihan mengangguk dari dalam lalu melajukan mobilnya menuju keluar dari area rumah sakit, meninggalkan Geo dan Mairah yang masih diarea parkir.


__________


Happy Readingā¤

__ADS_1


__ADS_2