
" Uhuuyyyy dapat lampu hijau dari penghuni kelas nih, broo pajak jadian boleh kali yaaaa " kata Kenan yang di setujui semua penghuni kelas.
" Penghuni kelas memang setuju, tapi penghuni kelas lain gue nggak yakin, apalagi para Kakak dan Adek Kelas mereka kan bucinnya Geo, jadi buat Mairah siapin mental aja yaaa soalnya berita kalian pacaran udah tersebar seantero sekolah.
" Tunggu " kata Marsya, sehingga membuat seisi kelas menatap kearah Marsya.
" Memangnya penghuni kelas punya lampu hijau ? " kata Marsya polos.
" Awsss sakit Mairah " ringis Marsya sambil mengusap jidatnya karena sentilan Mairah, sedangkan Mairah hanya mengangkat bahunya acuh sambil berjalan keluar kelas yang di ikuti oleh Jihan dan Marsya.
" Mau kemana ? " teriak Geo.
" Toilet " kata Mairah tanpa menoleh kearah Geo.
" Katanya mau ke toilet, tapi kok malah ke kantin ? " kata Marsya.
" Laper " kata Mairah.
Sementara Jihan hanya menatap Mairah dari atas sampai bawah, sehingga membuat Mairah beralih menatap Jihan.
" Apa ? " kata Mairah sambil beralih menatap Jihan.
" Gue bahkan belum percaya. amal apa yang udah lo perbuat bisa punya pacar keren kayak Geo " kata Jihan, sehingga membuat Mairah memutar kedua bola matanya malas.
" Pinter ? iyaa, berperestasi ? iyaa, kaya raya ? iyaa, ganteng ? bukan main. apalagi kalau udah senyum tipis seakan ngajak gue ke pelaminan tau nggak sih. " kata Jihan sambil senyum-senyum sendiri, sehingga membuat Mairah menatap tajam kearah Jihan yang sedang menyusun kehaluan tentang suaminya.
" Ehhhh kok lo bisa sih jadian sama Geo ? " kata Ana yang tiba-tiba datang di hadapan Mairah Cs.
" Ada masalah ? " kata Mairah tanpa menatap kearah Ana.
__ADS_1
" Lo nggak punya sopan santun banget yaa sama gue, gue tuh anak pemilik sekolah ini kalau lo lupa " kata Ana penuh penekanan.
" Terus ? " kata Mairah acuh.
" Putusin Geo kalau lo nggak mau gue depak dari sekolah ini " kata Ana sambil memandang remeh kearah Mairah.
Baru saja Mairah ingin menimpali ucapan Ana, namun terhenti karena kedatangan Afif yang langsung duduk di samping Mairah.
" Anak pemilik sekolah aja belagu lo, yang punya sekolah ini Bokap lo bukan elo kunyuk " kata Afif santai.
" Lo pikir lo siapa ? berani banget sama gu..." kata Ana terhenti ketika melihat Afif.
" Whatt ganteng banget, ini mahh lebih ganteng dari Geo " kata Ana dalam hati.
" Gue tau gue ganteng, tapi nggak usah segitunya juga kali mandanginnya " sindir Afif, sehingga membuat Ana gelagapan.
" Afif " kata Afif cuek tanpa membalas uluran tangan Ana, sehingga membuat Ana langsung menarik uluran tangannya.
" Siswa baru yaa ? kelas mana ? " kata Ana sok akrab dengan Afif.
" Dihhh caper " gumam Mairah.
" Apaansih yang caper tuhh lo bertiga tau nggak, cari sensasi aja " kata Ana.
" Sadar diri itu penting yaaa " kata Afif yang berniat untuk menyindir Ana.
" Bener tuh kata Afif, sadar diri itu penting " kata Ana yang mengira sindiran Afif untuk Mairah Cs.
" Gini nih ciri-ciri orang pas lahir nggak di adzanin, tapi malah di dangdutin " ceplos Mairah, sehingga membuat makhluk polos di sampingnya mengerutkan dahinya.
__ADS_1
" Terus ? " kata Marsya bingung, sehingga membuat Jihan menoleh kearah Marsya dengan senyum mengembang. biasanya dia akan sangat kesal dengan kepolosan sahabatnya namun tidak dengan sekarang.
" Yaaa akhlaknya ketinggalan di rahim Ibunya kali, jadi pas keluarnya kayak gini. nggak ada akhlak hahahahhaah " kata Jihan tertawa yang di ikuti Marsya yang ikut tertawa walaupun masih belum paham maksud dari sahabatnya. sementara para siswa yang juga berada di kantin berusaha menahan tawanya melihat wajah Ana menahan malu.
" Awas yaaa kalian " kata Ana geram sambil berjalan meninggalkan kantin.
" Jihan... " panggil Marsya, namun tak mendapat tanggapan apapun dari Jihan yang masih tertawa.
" Han " kata Marsya sambil menepuk bahu Jihan.
" Hmmm kenapa ? " kata Jihan yang masih cekikikan.
" Emang akhlak bisa ketinggalan di rahim yaa ? " kata Marsya di sertai dengan wajah polosnya, sehingga membuat Jihan langsung menghentikan tawanya. tak habis pikir dengan pemikiran sahabatnya yang satu ini.
" Pikir sendiri dehhh Sya, malas gue ladenin lo " kata Jihan kesal.
" Ehhhh Kak Afif keren banget dehhh tadi bisa bikin Ana langsung kicep hahahah " timpal Jihan.
" Oooo jelas dong, Kakaknya dedek cantik gitu lohh " kata Afif sambil merangkul Mairah sambil menaik turunkan alisnya.
" Dihhh apaansih, tapi Mairah akui kalau Kak Afif itu memiliki daya tarik tersendiri " kata Mairah sambil melepaskan rangkulan Afif.
Sedangkan Marsya yang mendengar penuturan Mairah langsung berdiri dan menatap Afif penuh selidik, sehingga membuat Afif bergidik ngeri di tatap seperti itu oleh Marsya.
" Ada apa ? " kata Afif.
" Kata Mairah, Kak Afif punya daya tarik sendiri makanya aku lagi cari apa ada magnet di badan Kakak ? tapi nggak ketemu kok " kata Marsya polos. sehingga membuat Afif melotot kaget.
" Ya Allah Marsya...." kata Mairah sambil mengusap dadanya. sementara Jihan sudah ngakak di tempat.
__ADS_1