
" Yaa terus ?? " kata Keenan.
" Yaa Nanan yang jadi badutnya dong " kata Marsya tanpa beban, sehingga membuat semuanya tertawa mendengar penuturan Marsya.
" ASTAGFIRULLAH, YA ALLAH !!! DOSA APA HAMBAMU INI ? " kata Keenan frustasi.
" Banyak Nan, Nanan banyak dosa " timpal Marsya.
" Nyahut aja lo " kata Keenan kesal.
" Oiyyyaa Mai, Marsya mau nanya dong ? " kata Marsya tanpa memperdulikan kekesalan Keenan karena ulahnya.
" Tanya apa ? " kata Mairah penasaran.
" Rasanya nikah sama Geo gimana sih ? Marsya cuman kepo gimana rasanya di belain Geo saat ada yang julid sama Mairah ? " kata Marsya kepo, sehingga membuat Mairah memijit pelipisnya mendengar kekepoan sahabat lemotnya itu.
" Marsya cuman mau tau aja kok Mai, Marsya nggak mau rebut Geo, seriuss dahh. kalau Mairah bilang rasanya enak, berarti besok Nanan nikahin Marsya yaa " kata Marsya tanpa beban sama sekali, sehingga membuat Keenan syok mendengar ucapan Marsya.
" Hehhh astagfirullah, luuu enteng bener yaa ngomongnya " kata Keenan frustasi.
Baru saja Jihan ingin menimpali ucapan Marsya, namun terhenti karena suara bell masuk.
" Yaahhhhh " kata Marsya mengeluh.
" Sekarang pelajarannya siapa sih ? " tanya Jihan.
" Pak Ridwan " kata Billy.
" Yaaaa Marsya nggak mau masuk dehh kalau pelajarannya Pak Ridwan " kata Marsya.
__ADS_1
" Samaa bolos aja yuk " kata Mairah yang langsung mendapat tatapan tajam dari Geo.
" Ihhhh santai aja kali Ge, lo kayak nggak tau aja gimana tuh guru. tiap selesai ngejelasin. selalu aja nunjuk salah satu muridnya buat maju ke depan, di suruh ngerjain soal di papan tulis " kata Mairah kesal. mengingat bagaimana menyebalkannya Pak Ridwan saat mengajar di kelas.
" Nahhh kali ini gue setuju banget sama lo Mai, iyaa kalau soal yang di jelasin sama yang di suruh ngerjain itu sama. ini beda banget njirr. perbandingannya itu jauh banget. ibaratanya nihh yaa, contoh soalnya itu A. terus yang di suruh buat kita kerjain itu Z. lahhh kan kagak ada mirip-miripnya. gimana gue bisa paham " kata Keenan.
" Pinter enggak, makin goblok karena puyeng iyaaa " sambung Keenan kesal.
" Iya juga yaaa, udah gitu yang kena tunjuk itu yang bego bego kayak kita. giliran yang otaknya encer kayak Geo sama Jihan malah kagak pernah di tunjuk " timpal Billy."
" Udah nggak papa silahkan maju sini, cobain dulu pasti bisa. ntar kalau nggak bisa di bantu sama teman-temannya yang lain, yang penting maju dulu " kata Marsya sambil menirukan kalimat andalan Pak Ridwan saat menyuruh muridnya maju kedepan untuk mengerjakan soal di papan tulis.
" Nahhh nahhh kalimatnya itulohhh udah melekat banget di otak gua, Pak Ridwan udah gila apa, muka ganteng kayak gini selalu di permalukan di depan kelas. hancur banget reputasi gue sebagai cogan berkharisma " celoteh Keenan yang membuat Geo geleng-geleng kepala.
Baru saja Geo ingin menimpali ucapan Keenan, namun terhenti karena sebuah notifikasi pesan pada ponselnnya.
" Hahh dari Pak Ridwan katanya nggak masuk, Ibunya meninggal " kata Geo.
" Duhhhh kalau kayak gini gue jadi bingung, harus senang atau berduka. di satu sisi gue seneng banget Pak Ridwan kagak masuk, tapi di sisi lain gue turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya dehh buat Pak Ridwan dan keluarga " Kata Keenan.
" Doain aja semoga beliau Khusnul Khatimah yaa " timpal Mairah.
" Aamiin " kata Geo, Billy, Keenan, dan Jihan bersamaan.
" Semoga Pak Ridwannya cepat nyusul " kata Marsya, sehingga membuat semuanya refleks mengatakan Aamiin.
" Ehhhh lo doain Pak Ridwan cepat mati ? " kata Geo ketika tersadar dengan ucapan Marysa barusan.
" Ehhhhh astagfirullah Marsyaaaaa, lo doain Pak Ridwan cepat meninggal ? " kata Mairah.
__ADS_1
" Astagfirullah sadarr Syaaa " timpal Jihan.
" Wahhhh kamu ini berdosa banget Marsyaaaaa " timpal Billy.
" Wahhhh bener-bener yeee ni anak, dzolimi sekali kamu Syaaaa " kata Keenan sambil terkekeh di ujung kalimatnya.
" Oooo jadi Marsyaaa salah yaaa ? " kata Marsya cengengesan.
" Pakai nanya lagi, yaiyalahhh lu salah " kata Keenan sewot.
" Ihhh tapi kan cewek nggak pernah salah Nanan " kata Marsya.
" Iyaaaa iyaaa semerdeka lu aja dehh Syaaa, capek banget gue " kata Keenan sambil menyuapkan kuah bakso ke mulutnya.
" Ihhhh Marsya udah merdeka tauu, kan Marsya tinggalnya di Indonesia, sedangkan Indonesia udah merdeka sejak tahun 1945, jadiii otomatis warganya juga ikut merdeka Nanan " kata Marsya.
" Astagfirullah ya Allah. La haula wala quwata illah billah " kata Keenan frustasi menghadapi sikap polos gadis yang di sampingnya, sehingga membuat yang lainnya terkekeh melihat Keenan frustasi menghadapi Marsya.
" Ihhhh kok Nanan baca ituu, kan di sini nggak ada yang kesurupan Nanan " timpal Marsya.
" Ya Allah yaaa Robbii ampunilah dosa hambah ya Allah, udahlah Ge sembeli gue aja sekarang " kata Keenan yang benar-benar terlihat frustasi.
" Ihhhh jangan, emang Nanan kambing pakai di sembelih segala. lagian kalau Nanan mati Marsya jadi janda dong, Marsya nggak mau jadi janda Nanan " kata Marsya polos, sehingga membuat semuanya tertawa mendengar penuturan Marsya, bahkan Geo yang terkenal dingin dan datar pun ikut tertawa.
" Astagfirullah ini hubungannya sama janda apeee lagi Maemunahhh ? " kata Keenan sambil mengusap wajahnya kasar.
___________
Jangan lupa tinggalin jejak ya guys.
__ADS_1