
Saat bel pulang sekolah Keenan terlihat bersemangat bukan karena ingin pulang cepat, tapi Keenan pusing menghadapi Marsya yang tidak ada henti-hentinya mengganggu Keenan. sampai membuat Keenan terlihat sangat tertekan dengan kelakuan Marsya.
" Alhamdulillah, gue duluan yaaa bisa gila gua lama-lama di sini " kata Keenan yang langsung berlari menuju parkiran sambil menarik tangan Billy.
" Ihhhh Nanan tungguuuuu, katanya mau jadi badut tetangga Marsya......" kata Marsya sambil meneriaki Keenan.
" Hmmmm Nanan ingkar janji " kata Marsya kesal.
" Yaaa lagian luu bikin dia trauma Syaa " kata Mairah terkekeh di ujung kalimatnya.
" Trauma ? karena apa ? " kata Marsya bingung.
" Dahlahhh males gue berurusan sama lo Sya, pertanyaan lo suka bercabang-cabang nggak ada habisnya " kata Mairah, sehingg membuat Marsya kesal.
Baru saja Marsya ingin menimpali ucapan Mairah, namun terhenti karena ucapa Geo yang baru datang dari ruangan osis.
" Mai ayoo pulang " kata Geo sambil berdiri di depan pintu kelas, sehingga membuat Mairah berjalan kearah Geo.
" Duluan yaaa guyss " kata Mairah sambil melambaikan tangannya kearah Marsya dan Jihan.
" Geo " panggil Mairah sambil menoleh kearah Geo yang sedang fokus menyetir.
" Kenapa ? " kata Geo sambil melirik Mairah.
" Marsya sama Keenan cocok yaa, pasti seru tuhh kalau di satuin " kata Mairah teringat setiap momen perdebatan antara Marsya dan Keenan.
" Masa sih ? tapi setau gue Keenan itu sukanya sama Jihan " Kata Geo sehingga membuat Mairah kaget.
" Hahhh seriusss ? " Kata Mairah yang diangguki oleh Geo.
" Hmmm bahkan dulu Keenan pernah nembak Jihan tapi di tolak " timpal Geo.
" Hahhh demi apaaa ? tapi kan Jihan sukanya sama Billy " kata Mairah seolah tak percaya.
" Billy suka sama Jihan nggak Ge ? " tanya Mairah penasaran.
" Nggak tau " kata Geo.
" Emang Billy nggak pernah cerita ? " tanya Mairah yang hanya di balas gelengan oleh Geo.
" Huhhh dasar teman nggak peka " cibir Mairah.
" Udahh ahhh ngapain sih mikirin mereka, nggak penting banget " kata Geo.
" Okeee " timpal Mairah cuek.
" Mau makan dulu atau langsung pulang ? " tanya Geo.
" Mmmm mau itu ajaa " kata Mairah sambil menunjuk gerobak tukang somay di pinggir jalan.
" Okeee " kata Geo sambil menghentikan mobilnya tepat di samping gerobak somay yang di tunjuk Mairah.
__ADS_1
" Bentar yaaa " kata Geo sambil turun dari mobil.
Setelah membeli somay untuk Mairah, Geo kembali kedalam mobil sambil memberikan plastik berisi somay pada Mairah.
" Makasih " kata Mairah.
" Geo mau nggak ? " kata Mairah.
" Boleh " kata Geo, sehingga membuat Mairah menyodorkan kantong plastik yang berisi somay pada Geo.
" Suapin dong, kan lagi nyetir " kata Geo.
" Bodo ! gue laper ! " kata Mairah sambil menikmati kembali makanannya.
" Omongannya ! " peringat Geo, namun tak di tanggapi apapun oleh Mairah, sehingga membuat Geo segera meminggirkan mobilnya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Mairah membuat Mairah kaget dan memundurkan wajahnya.
" M-maaauu n-gapa......" kata Mairah terhenti ketika sebuah benda lembut berada diatas bibirnya.
Cup
" Omongannya di jaga kalau nggak mau di hukum sayang " kata Geo sambil mengusap pipi Mairah yang bersemu.
Setelahnya Geo memundurkan kepalanya dari hadapan Mairah, Geo tersenyum geli melihat ekspresi Mairah yang masih kaku.
" Kenapa ? mau lagi ? " kata Geo sambil tersenyum menatap Mairah, sehingga membuat Mairah mengangguk pelan, kemudian kembali menggelengkan kepalanya.
" Ntarr yaaa kalau udah nyampai rumah " kata Geo sambil menjalankan kembali mobilnya.
" Mai " panggil Geo yang hanya di balas deheman oleh Mairah.
" Mairah " panggil Geo lagi.
" Apa sih Geo ? " kata Mairah kesal.
" Nggak papa seneng aja kalau kamu manggil nama aku " kata Geo namun tetap fokus mengemudi.
" Nggak jelas " Kata Mairah bertepatan saat Geo memarkirkan mobilnya di halaman rumah.
Setelah membuka seatbelt nya Geo beralih membukakan pintu untuk Mairah.
Baru saja Mairah ingin keluar, namun segera mengurungkan niatnya ketika melihat Maya yang memasuki pintu gerbang rumah Geo.
" Nggak mau keluar ? " tanya Geo heran.
" Bukain " kata Mairah, sehingga membuat Geo tersenyum dam membuka seatbelt Mairah.
" Capek banget " kata Mairah sambil menatap Geo.
" Terus ? " kata Geo.
" Mau di gendong " rengek Mairah manja sambil sesekali melirik Maya yang sedang berdiri tak jauh dari mobil Geo.
__ADS_1
" Yaudah sini " kata Geo sambil mengangkat tubuh Mairah.
Setelah melihat Maya pergi dari sana Mairah segara memukul bahu Geo untuk segerah di turunkan.
" Geee udahh, turunin gue " kata Mairah, sehingga membuat Geo bingung.
" Kenapa ? " kata Geo sambil menurunkan Mairah dari gendongannya.
" Nggak papa " kata Mairah sambil berjalan mendahului Geo.
" Anehh " kata Geo sambil mengikuti Mairah dari belakang.
" Ge Ibu kemana ? " kata Mairah sambil berbalik menatap Geo.
" Nemenin Ayah ke luar negeri " kata Geo.
" Kok nggak bilang ? " kata Mairah.
" Perginya dadakan Mai, ada hal yang mendesak katanya aku aja baru tau tadi sing " kata Geo yang diangguki oleh Mairah.
Setelah berganti seragam Mairah keluar dari kamar mandi dan menghampiri Geo yang sedang duduk sofa sambil bermain game di ponselnya.
Namun saat Mairah duduk di samping Geo, ponsel Geo tiba-tiba berbunyi pertanda ada panggilan masuk, sehingga membuat Mairah melirik layar ponsel Geo yang bertuliskan nama Naila di sana.
" Mau aku angkat atau nggak ? " kata Geo sambil beralih menatap Mairah.
" Terserah " kata Mairah cuek.
" Pilihannya nggak ada terserah Mai, jawab iya atau tidak " kata Geo.
" Kalau aku bilang nggak ka....." kata Mairah terhenti, karena Geo langsung menggeser icon merah pada layar ponselnya, sehingga membuat Mairah menatap Geo.
" Gue sayang sama lo, dan gue nggak akan menyia-nyiakan kesempatan yang lo kasih Mai " kata Geo sambil mengangkat tubuh Mairah ke pangkuannya dengan posisi menyamping.
" Sekarang bilang lo nggak suka ketika gue lagi apa ? "kata Geo.
" Kalau dekat sama Naila " kata Mairah.
" Okee mulai sekarang gue nggak akan dekat sama dia " kata Geo sambil melingkarkan tangannya di perut Mairah.
" Gue nggak suka sama Naila " timpal Mairah.
" Hmm, ada lagi ? "
" Gue mau nyeburin dia ke got Geo ihhhh " rengek Mairah.
" Hmmm "
" Gue mau lempar dia ke kandang buaya " kata Mairah yang lagi-lagi di balas deheman oleh Geo.
" Geo denger nggak sih ? " kata Mairah kesal, sehingga membuat Geo tertawa kecil.
__ADS_1
" Dengar sayang "