My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
Part 77


__ADS_3

" Lo tau alasan gue nggak pulang apa kan ? " tanya Geo sekali lagi.


" Alasan lo nggak pulang karena Maya kan ? lo khawatir sama dia ? terus sekarang ngapain lo di sini ? harusnya lo tuh disana Ge, nguatin dia, support dia supaya cepat sembuh dan bisa sama-sama lo lagi " kata Mairah lirih, sehingga membuat Geo mengacak rambutnya frustasi.


" Mai, gue mohon. Dengerin gue kali ini, kita bicarain baik-baik " kata Geo sambil menatap Mairah senduh.


" Apa ? apalagi yang harus dibicaraian Ge ? gak ada ! semuanya udah jelas ! lo emang nggak pernah serius sama gue !! " kata Mairah dengan air mata yang sudah membasahi pipinya, sebenarnya dia sudah lelah menangis, namun laki-laki didepannya selalu memancingnya.


" Gak gitu Mai ! makanya dengerin gue dulu, dengerin gue kali ini dan gue akan menjelaskan semua kesalah pahaman lo " kata Geo sambil menggiring Mairah masuk kedalam mobilnya.


Selama perjalanan Mairah hanya diam, ia hanya bersandar dan menatap ke arah luar jendela, namun keningnya berkerut saat Geo membelokkan mobilnya disalah satuh penginapan dekat rumah sakit.


" Ngapain lo bawa gue kesini ? " kata Mairah.


" Turun " kata Geo sambil membukakan pintu mobil untuk Mairah, sehingga membuat Mairah turun dengan terpaksa.


" Lo belum jawab pertanyaan gue Geo!! mgapain lo bawa gue ke sini ? " kata Mairah, namun tak mendapat tanggapan apapun oleh Geo. Laki-laki itu membawa Mairah masuk dan membuka pintu salah satu pintu kamar dan menyuruh Mairah untuk masuk.


Kening Mairah mengerut saat melihat ada beberapa baju Geo yang bertengger di kursi.


" Selama nggak pulang gue nginep disini " kata Geo.


" Gue nggak nginep di rumah sakit, gue masih tau diri kalau gue punya istri. Gak mungkin gue nginep di tempat cewek lain " lanjut Geo.

__ADS_1


Mairah berusaha acuh, ia memilih berjalan menuju balkon dan menikmati pemandangan sore hari, namun ia tergelak saat sebuah tangan melingkar di perutnya.


" Apaansih lo !!! lepas nggak !! " kata Mairah memberontak, namun tetap membuat Geo tak berkutik dan malah menyandarkan kepalanya di bahu Mairah.


" Gue bener-bener minta maaf soal pagi itu " kata Geo, sehingga membuat Mairah berhenti memberontak, namun saat mengingat bagaimana sakit hatinya Mairah saat itu membuatnya kembali diam.


" Maaf " lirih Geo.


Mairah melepaskan tangan Geo dari perutnya lalu menghadap ke Geo, dan menatap laki-laki yang masih berstatus sebagai suaminya itu dengan tajam.


" Gampang banget lo minta maaf " kata Mairah.


Baru saja Geo ingin mengambil tangan Mairah, namun langsung di tepis oleh Mairah. " Mai "


" Gue terluka waktu itu dan lo ninggalin gue gitu aja, lo inget ? dan sekarang lo minta maaf kaya seakan lo nggak pernah ngelakuin apa-apa !!! " teriak Mairah yang mulai berkaca-kaca, sehingga membuat Geo langsung membawa Mairah kedalam pelukannya.


Mairah menangis sesegukan di pelukan Geo dan tangannya tak henti-hentinya memukul punggung Geo " Dulu lo juga ngomong gitu, lo ngomong mau buka lembaran baru sama gue, tapi nyatanya apa ? lo ngulang lagi Ge ! "


" Gue udah sadar, sekarang lo itu istri gue. Maafin gue Mai, Maaf. Lo boleh ngelakuin apapun semau lo, tapi gue mohon jangan minta cerai " kata Geo lirih.


.


Air mata Mairah masih mengalir, apa yang harus ia lakukan sekarang ? ingin sekali Mairah langsung memaafkan Geo dan mengulang kembali seperti apa yang Geo ucapakan, namun Mairah masih ragu dengan semua janji yang Geo ucapkan tadi.

__ADS_1


" Lo udah buat gue sakit hati berkali-kali " kata Mairah.


" Maaf " timpal Geo.


" Lo ngelakuin apapun seenaknya ke gue " kata Mairah.


" Iyaaa gue tau, makanya gue minta maaf " kata Geo.


" Okee, gue maafin " kata Mairah, sehingga membuat Geo segerah melepas pelukannya setelah mendengar ucapan Mairah barusan, Geo menatap dalam Mairah sambil tersenyum tipis.


" Makasih, gue janji nggak akan buat lo kecewa la...." kata Geo terpotong dengan ucapan Mairah.


" Tapi masalah cerai gue nggak bisa batalin " kata Mairah, sehingga membuat senyuman Geo luntur seketika.


" Mai "


Mairah hanya diam, ia membuang arah pandangnya kesamping dan menghindari tatapan Geo yang sedang mengarah kepadanya.


" Gue harus apa suapaya lo maafin gue " kata Geo senduh, sehingga membuat Mairah menghembuskan nafasnya kasar lalu membalas tatapan Geo.


" Tadi kan gue bilang, kalau gue udah maafin lo " jawab Mairah.


" Terus kenapa masih minta cerai ? " kata Geo sambil mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


___________


Happy Readingā¤


__ADS_2