My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
Part 87


__ADS_3

Geo duduk di sofa ruang tamu sambil memandang amplop yang dia pegang.


" Gue yang mulai dan gue juga yang harus terima konsekuensinya. Tenang Geo, bahagianya Mairah bukan sama lo dan lo juga harus bahagia kalau Mairah bahagia " Kata Geo pada dirinya sendiri.


Geo beranjak dari sofa menuju kamarnya, ia duduk dimeja belajarnya lalu mengambil pulpen yang tergeletak disana.


" Dia bilang ini yang terbaik, dan gue doakan semoga ini memang benar-benar yang terbaik " kata Geo berkaca-kaca.


" Makasih udah jadi malaikat yang selalu ada disamping gue " gumam Geo sambil menandatangani surat itu berbarengan dengan air matanya yang menetes dikertas itu.


******


" Suratnya udah kamu kasih ke Geo " tanya Bunda yang diangguki oleh Mairah.


" Terus apa yang kamu tangisin sekarang ? " kata Bunda, sehingga membuat Mairah terdiam.


" Siapa yang milih jalan ini, Bunda tanya ? kamu kan ? " tanya Bunda sambil mengelus rambut Mairah. Awal Mairah pulang dari apartemen Geo tadi, Mairah terus menangis.


" Kamu masih sayangkan sama Geo ? " tanya Bunda sambil menghapus air mata Mairah.


" Nggak Bunda " kata Mairah, sehingga membuat Bunda tersenyum.


" Bunda tau isi hati kamu. Kamu ini cuman dendam, kamu cuman pengen bales perbuatan Geo selama ini kekamu. Makanya kamu pilih cerai, iya kan ? " tanya Bunda lagi.


" Dengerin Bunda Nak, semua yang kamu pilih emang nggak salah. Kamu bebas menentukan pilihan dan kamu sendiri yang udah milih jalan ini kan ? terus apa yang kamu sesali ? " tanya Bunda sambil memperbaiki rambut Mairah.


" Udah nggk papa, semua pasti baik-baik saja " kata Bunda sambil membawa Mairah kepelukannya.


" Kamu istirahat yaa, Bunda keluar dulu " kata Bunda yang diangguki oleh Mairah, namun baru saja Mairah ingin memejamkan matanya namun pintu kamarnya kembali terbuka.


" Kenapa Bun...." kata Mairah terpotong oleh ucapan Jihan yang tiba-tiba datang bersama Marsya.


" Mai, lo beneran udah kasih suratnya ke Geo ? " tanya Jihan.


" Tadi Geo bilang ke Keenan minta ditemenin ke pengadilan, kayaknya mau nyerahin surat itu " timpal Marsya.


" Syukurlah " kata Mairah.


" Lo nggak nyesel ? " tanya Jihan yang diajawab gelengan oleh Mairah.


" Serius ? " tanya Jihan lagi.


" Apaansih, jadi kalian kesini cuman mau nanyain itu ? " kata Mairah kesal.


" Gue sama Marsya mau mastiin sesuatu ke lo sebelum semuanya terlambat " kata Jihan, sehingga membuat Mairah mual dan berlari kekamar mandi.


" Heekkk "

__ADS_1


" Mai, lo nggak papa ? " tanya Marsya saat Mairah membuka pintu kamar mandi.


" Nggak papa " kata Mairah.


" Kayaknya gue mencium bau sesuatu nih " kata Jihan sambil membawa Mairah duduk dikasur.


" Lo berdua kenapa sih ? " kata Mairah bingung melihat Jihan dan Marsya yang sedang menatapnya dengan tatapan mengintropeksi.


" Mai, lo ngerasa ada yang aneh nggak sama tubuh lo akhir-akhir ini ? " tanya Jihan.


" Ngerasain hal aneh ? nggak tuh " jawab Mairah.


" Yakin lo ? " timpal Jihan.


" Yaiyalahh, gue cuman mual-mual biasa aja. Itupun karena gue sakit " kata Mairah.


" Bulan ini lo udah haid belum ? " tanya Jihan lagi.


" Belum " kata Mairah.


" Udah real jadi ini mahhh " kata Marsya heboh.


" Hahh ? jadia apaan ? " tanya Mairah bingung.


" Lo nggak tau ciri-ciri orang hamil ? " kata Jihan, sehingga membuat Mairah terdiam cukup lama.


" Ini belum pasti Mai, mending sekarang lo cek " kata Jihan menenagkan.


" Cek kemana ? ke dokter ? ogahhh gue nggak mau " kata Mairah yang sudah menangis, sehingga membuat Marsya mengeluarkan plastik dari dalam tasnya.


" Sebenarnya kita udah ngira ini dari lama, tapi kita belum yakin karena tanda-tandanya masih sedikit. Terus tadi gue kerumah Marsya ada Keenan dan Billy juga disana, dan tiba-tiba Geo dateng minta dianterin kepengadilan. Kita semua kaget karena lo memilih buat cerai, disitu Geo cerita tentang lo yang nginep diapartemennya dan sifat lo yang agak aneh akhir-akhir ini, dan disitu gue sama Marsya baru berani ngomong setelah mereka pergi nganterin Geo " kata Marsya.


" Gue nggak mungkin hamil Han " bantah Mairah.


" Makanya dicek dulu " kata Marsya sambil memberikan kantong plastik ke Mairah.


Akhirnya dengan pasrah Mairah menerima plastik itu dan mengintip isinya " Lo beli lima testpack buat apaan ? " kata Mairah, sehingga membuat Marsya terkekeh.


" Buat mastiin aja, lo coba semua yaa " kata Marsya.


Mereka menunggu selama 10 menit, namun Mairah belum keluar juga.


" Mai, lo ngapain sih lama banget ? " teriak Marsya.


Cklekk


" Gimana hasilnya ? " tanya Jihan yang langsung menghampiri Mairah, sehingga membuat Mairah menyerahkan lima testpack itu kepada Jihan.

__ADS_1


" Gue hamil " kata Mairah lirih sambil menjatuhkan dirinya didepan pintu kamar mandi.


" Mai " panggil Marsya, sehingga membuat Mairah menoleh.


" Gue harus gimana ? gue nggak mau hamil ! satu langkah lagi gue cerai sama Geo, kenapa mesti jadi ? " kata Mairah frustasi dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


" Mai lo harus tenang, mungkin ini cara Tuhan buat ngeyakinin kalau jodoh lo tuh Geo, lo harus terima kenyataan. Gimanapun ini anak lo sendiri " kata Jihan.


" Mending sekarang kita telepon Geo. Sya coba lo telepon Keenan, gue yakin mereka masih di ja..."


" Jangan " cegah Mairah.


" Why "


" Jangan kasih tau Geo " kata Mairah lirih.


" Terus lo bakalan diem gitu ? mau ngebesarin anak sendiri ? nggak ngotak lo hahh ?! ini anak lo sama Geo, dia berhak tau " sentak Jihan.


" Gue takut Geo bakal marah ! gue takut Geo nggak mau sama anak ini Han ! mending jangan kasih tau Geo dulu, lagian ini belum tentu akurat " kata Mairah.


" Lima testpack gitu lo bilang nggak akurat ? Lo pikir alasan gue beli testpack banyak buat apaan kalau bukan mau pastiin hasilnya sama, gue sama Jihan bakal ragu kalau salah satu dari testpack itu hasilnya negatif, tapi lo liat ! itu positif semua Mairah. Bagian mana lagi yang buat lo ragu ? " kata Marsya yang dari tadi gemas dengan Mairah.


" Tolong tinggalin gue sendiri " kata Mairah datar, sehingga membuat Jihan menatap Mairah tak percaya.


" Mai, lo..."


" Han udah, kasi waktu buat Mairah mikir " kata Marsya sambil menarik tangan Jihan keluar.


Kini Mairah berjalan menuju meja riasnya sambil memandangi dirinya yang tampak pucat disertai dengan matanya yang sembab.


" Kenapa harus sekarang ? kenapa lo ada diperut gue disaat waktu yang nggak tepat ? " kata Mairah sambil memandangi perutnya yang mulai membuncit.


" Apa perlu gue gugurin aja ? " kata Mairah yang sudah mulai ngelantur.


" Nak, maapin Mama " kata Mairah yang mulai mengelus perutnya.


" Ini yakin perut gue ada bayinya ? woii Nak coba kamu nendang perut Mama, Mama mau ngerasain " kata Mairah sambil berdiri didepan cermin.


" Hahhh taulah, mungkin kakinya masih kekecilan makanya nggak kerasa " kata Mairah yang beralih duduk diatas kasur.


" Ingat ya Nak kamu harus nurut sama Mama, jangan ngelawan. Mama nggak bakalan kasih tau Papa adanya kamu, nanti kita nyusul Om Afif ke LA " kata Mairah.


" Tadinya Mama ada niat musnahin kamu tapi gak jadi. Tapi kamu nurut yaa, kalau nggak nurut Mama kasih kamu ke Papa mau ?! "


________


Happy Readingā¤

__ADS_1


__ADS_2