
" Pasti pakai susuk tuh cewek "
" Hellooo ini udah zaman modern kali, emang pakai susuk masih jaman ? " kata Jihan sambil menatap sinis siswi tersebut.
" Hehhh kan lo yang bilang nggak usah di dengerin, kok malah lo yang kayak cacing kepanasan sih Han ? " kata Mairah.
" Gue lagi bela el.." kata Jihan terhenti karena tindakan Marsya yang sedang membacakan ayat kursi sambil memegang kepala siswi tersebut.
" Keluarlah kau setan, keluarlah dari otak jahat manusia ini " kata Marsya yang tampak serius, sehingga membuat Jihan dan Mairah tertawa.
" Lain kali kalau ngomong nggak bener lagi, berarti setannya udah bersarang di kepala lo " kata Marsya sambil menarik tangan Mairah dan Jihan untuk ke kelas.
" Hahahaha lo lucu banget sih Syaaa, belajar ruqiah dari mana ? " kata Mairah terkekeh.
" Hahahah lain kali ruqiah Naila juga supaya sadar diri " timpal Jihan.
" Hahaha siapa dulu dong Marsya gitulohh, gue tuh sebenarnya belajar dari sinetron azab dan masalah Naila tenang aja nanti sekalian gue sembur tuhh anak " kata Marsya.
* Skip pulang sekolah *
" Mai duluan yaaa, biasa mau nyalon duluuu " kata Marsya yang diangguki oleh Mairah.
" Iyaaa kalian berdua duluan aja, Adik cantik gue pulang bareng gue kok " kata Afif yang tiba-tiba datang sambil merangkul Mairah.
" Cieeee cieee yaudah duluan yaaa, Fiffff titip dedek cantikk yaaa " goda Jihan.
" Siap kalian tenang ajaa " kata Afif sambil mengacungkan jempolnya.
" Ihhhhh lo apaansih Kak " kata Mairah.
" Kenapa sayang ? ayooo ikut gue di tunggu sama Bunda " kata Afif sambil menaik turunkan alisnya.
" Mairah bareng gue " kata Geo datar sambil menarik tangan Mairah.
" Ehhhh santai brooo, mending lo tanya sama Rana dia maunya pulang bareng siapa " kata Afif, sehingga membuat Geo menatap kearah Mairah.
__ADS_1
" Mau ikut dia atau gue ? " kata Geo datar.
" Mmmm gue ikut lo, Kak lain kali aja yaa ketemu Bunda " kata Mairah, sehingga membuat Geo tersenyum penuh kemenangan.
" Okeee nggak masalah kok dede cantik " kata Afif sambil berjalan kearah motornya, sehingga membuat Geo menatap tajam kearah Afif.
" Mai gue nggak suka lo deket-deket sama dia " kata Geo datar sambil menjalankan mobilnya.
" Teruss ? " kata Mairah cuek.
" Jauhin dia " kata Geo datar.
" Dihhhh hak lu apa ngelarang gue dekat sama Kak Afif ? " Kata Mairah acuh.
" Gue SUAMI lo kalau lo lupa dan tentu saja gue punya hak atas lo " kata Geo sambil menekankan kata suami.
" Suami yang nggak pernah menghargai istri lebih tepatnya " sindir Mairah.
" Tapi lo nggak usah khawatir gue nggak kayak lo kok, gue masih tau batasan dan yang paling penting gue masih menghargai lo sebagai suami gue walaupun udah di sakitin berkali-kali " kata Mairah, sehingga membuat Geo langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan.
" Titip a......" kata Mairah terhenti karena Geo langsung memeluknya dengan erat.
" Maafin gue Mai maafin gue " kata Geo dengan suara yang bergetar sambil memeluk Mairah erat.
" Ge lo nangis ? " kata Mairah saat merasakan pundaknya basah.
" Maafin gu...gue Mai maaf " kata Geo dengan suara yang masih bergetar.
" Iyaaa gue maafin lo, udah yaaa " kata Mairah yang ingin melepas pelukan Geo, namun di tahan oleh Geo.
" Tetap seperti ini dulu " kata Geo, sehingga membuat Mairah mengangguk sambil mengelus punggung Geo.
" Geo beneran nangis ? baru kali ini gue dengar dia nangis " kata Mairah dalam hati.
" Uuuuu tayang udahhh yaaa nangisnya cup cup cup, masa ketosnya Mairah nangis sih " kata Mairah sambil terus mengelus punggung Geo, sehingga membuat Geo melepas pelukannya, kemudian menatap Mairah dalam.
__ADS_1
" Kamu ngapain ? " kata Geo.
" Aku ? " kata Mairah sambil menunjuk dirinya sendiri, sehingga membuat Geo mengangguk.
" Aku lagi menghibur suamiku " kata Mairah sambil menghapus sisa air mata Geo, sehingga membuat Geo tersenyum tipis mendengar penuturan Geo.
" Bodoh , yaa gue memang bodoh karena hampir menyia-nyiakan dia " batin Geo saat melihat ketulusan di mata Mairah saat menghiburnya.
" Tolong sekali lagi " kata Geo, sehingga membuat Mairah menarik Geo kepelukannya.
" Cup cup cup jangan nangis lagi yaaa ketosnya Mai " kata Mairah sambil mengelus punggung Geo.
" Bentar yaaa aku turun dulu, kamu tunggu di sini jangan kemana-mana " kata Mairah, sehingga membuat Geo bingung.
" Mau kemana ? " tanya Geo.
" Ke sana bentar " kata Mairah sambil berjalan kearah mini market depan.
" Aduhhhh lupa bawa duit " kata Mairah sambil berjalan kembali kearah Geo, sambil mengetuk kaca mobil di samping Geo.
" Hehehhe bagi duit dong " kata Mairah cengengesan, sehingga membuat Geo langsung menyerahkan dompetnya ke Mairah.
" Tungguin yaaa awas aja di tinggalin lagi, gue bukan Mairah yang dulu kalau di tinggalin cuman bisa nangis, Mairah yang sekarang kalau di tinggal bakalan ninggalin balik " kata Mairah
" Iyaaa sayang nggak dan Geo yang sekarang juga bukan Geo yang dulu " kata Geo sambil tersenyum.
" Awas aja luuu " kata Mairah sambil berjalan kearah mini market.
" Aduhhhh jantung gue bisa copot kalau lihat senyuman dia tadi " gumam Mairah sambil membeli beberapa cemilan dan juga beberapa minuman dan langsung berjalan ke meja kasir untuk membayarnya.
" Nihhh minum dulu gue tau lo haus abis nangis, dasar ketos cengeng " cibir Mairah sambil memberikan air mineral pada Geo.
" Cengengnya kan cuman di depan istri " kata Geo sambil meminum air yang di berikan Mairah.
_________
__ADS_1
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.