My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
part 40


__ADS_3

" Pasti pakai susuk tuh cewek "


" Hellooo ini udah zaman modern kali, emang pakai susuk masih jaman ? " kata Jihan sambil menatap sinis siswi tersebut.


" Hehhh kan lo yang bilang nggak usah di dengerin, kok malah lo yang kayak cacing kepanasan sih Han ? " kata Mairah.


" Gue lagi bela el.." kata Jihan terhenti karena tindakan Marsya yang sedang membacakan ayat kursi sambil memegang kepala siswi tersebut.


" Keluarlah kau setan, keluarlah dari otak jahat manusia ini " kata Marsya yang tampak serius, sehingga membuat Jihan dan Mairah tertawa.


" Lain kali kalau ngomong nggak bener lagi, berarti setannya udah bersarang di kepala lo " kata Marsya sambil menarik tangan Mairah dan Jihan untuk ke kelas.


" Hahahaha lo lucu banget sih Syaaa, belajar ruqiah dari mana ? " kata Mairah terkekeh.


" Hahahah lain kali ruqiah Naila juga supaya sadar diri " timpal Jihan.


" Hahaha siapa dulu dong Marsya gitulohh, gue tuh sebenarnya belajar dari sinetron azab dan masalah Naila tenang aja nanti sekalian gue sembur tuhh anak " kata Marsya.


* Skip pulang sekolah *


" Mai duluan yaaa, biasa mau nyalon duluuu " kata Marsya yang diangguki oleh Mairah.


" Iyaaa kalian berdua duluan aja, Adik cantik gue pulang bareng gue kok " kata Afif yang tiba-tiba datang sambil merangkul Mairah.


" Cieeee cieee yaudah duluan yaaa, Fiffff titip dedek cantikk yaaa " goda Jihan.


" Siap kalian tenang ajaa " kata Afif sambil mengacungkan jempolnya.


" Ihhhhh lo apaansih Kak " kata Mairah.


" Kenapa sayang ? ayooo ikut gue di tunggu sama Bunda " kata Afif sambil menaik turunkan alisnya.


" Mairah bareng gue " kata Geo datar sambil menarik tangan Mairah.


" Ehhhh santai brooo, mending lo tanya sama Rana dia maunya pulang bareng siapa " kata Afif, sehingga membuat Geo menatap kearah Mairah.

__ADS_1


" Mau ikut dia atau gue ? " kata Geo datar.


" Mmmm gue ikut lo, Kak lain kali aja yaa ketemu Bunda " kata Mairah, sehingga membuat Geo tersenyum penuh kemenangan.


" Okeee nggak masalah kok dede cantik " kata Afif sambil berjalan kearah motornya, sehingga membuat Geo menatap tajam kearah Afif.


" Mai gue nggak suka lo deket-deket sama dia " kata Geo datar sambil menjalankan mobilnya.


" Teruss ? " kata Mairah cuek.


" Jauhin dia " kata Geo datar.


" Dihhhh hak lu apa ngelarang gue dekat sama Kak Afif ? " Kata Mairah acuh.


" Gue SUAMI lo kalau lo lupa dan tentu saja gue punya hak atas lo " kata Geo sambil menekankan kata suami.


" Suami yang nggak pernah menghargai istri lebih tepatnya " sindir Mairah.


" Tapi lo nggak usah khawatir gue nggak kayak lo kok, gue masih tau batasan dan yang paling penting gue masih menghargai lo sebagai suami gue walaupun udah di sakitin berkali-kali " kata Mairah, sehingga membuat Geo langsung menepikan mobilnya di pinggir jalan.


" Titip a......" kata Mairah terhenti karena Geo langsung memeluknya dengan erat.


" Maafin gue Mai maafin gue " kata Geo dengan suara yang bergetar sambil memeluk Mairah erat.


" Ge lo nangis ? " kata Mairah saat merasakan pundaknya basah.


" Maafin gu...gue Mai maaf " kata Geo dengan suara yang masih bergetar.


" Iyaaa gue maafin lo, udah yaaa " kata Mairah yang ingin melepas pelukan Geo, namun di tahan oleh Geo.


" Tetap seperti ini dulu " kata Geo, sehingga membuat Mairah mengangguk sambil mengelus punggung Geo.


" Geo beneran nangis ? baru kali ini gue dengar dia nangis " kata Mairah dalam hati.


" Uuuuu tayang udahhh yaaa nangisnya cup cup cup, masa ketosnya Mairah nangis sih " kata Mairah sambil terus mengelus punggung Geo, sehingga membuat Geo melepas pelukannya, kemudian menatap Mairah dalam.

__ADS_1


" Kamu ngapain ? " kata Geo.


" Aku ? " kata Mairah sambil menunjuk dirinya sendiri, sehingga membuat Geo mengangguk.


" Aku lagi menghibur suamiku " kata Mairah sambil menghapus sisa air mata Geo, sehingga membuat Geo tersenyum tipis mendengar penuturan Geo.


" Bodoh , yaa gue memang bodoh karena hampir menyia-nyiakan dia " batin Geo saat melihat ketulusan di mata Mairah saat menghiburnya.


" Tolong sekali lagi " kata Geo, sehingga membuat Mairah menarik Geo kepelukannya.


" Cup cup cup jangan nangis lagi yaaa ketosnya Mai " kata Mairah sambil mengelus punggung Geo.


" Bentar yaaa aku turun dulu, kamu tunggu di sini jangan kemana-mana " kata Mairah, sehingga membuat Geo bingung.


" Mau kemana ? " tanya Geo.


" Ke sana bentar " kata Mairah sambil berjalan kearah mini market depan.


" Aduhhhh lupa bawa duit " kata Mairah sambil berjalan kembali kearah Geo, sambil mengetuk kaca mobil di samping Geo.


" Hehehhe bagi duit dong " kata Mairah cengengesan, sehingga membuat Geo langsung menyerahkan dompetnya ke Mairah.


" Tungguin yaaa awas aja di tinggalin lagi, gue bukan Mairah yang dulu kalau di tinggalin cuman bisa nangis, Mairah yang sekarang kalau di tinggal bakalan ninggalin balik " kata Mairah


" Iyaaa sayang nggak dan Geo yang sekarang juga bukan Geo yang dulu " kata Geo sambil tersenyum.


" Awas aja luuu " kata Mairah sambil berjalan kearah mini market.


" Aduhhhh jantung gue bisa copot kalau lihat senyuman dia tadi " gumam Mairah sambil membeli beberapa cemilan dan juga beberapa minuman dan langsung berjalan ke meja kasir untuk membayarnya.


" Nihhh minum dulu gue tau lo haus abis nangis, dasar ketos cengeng " cibir Mairah sambil memberikan air mineral pada Geo.


" Cengengnya kan cuman di depan istri " kata Geo sambil meminum air yang di berikan Mairah.


_________

__ADS_1


Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.


__ADS_2