
" Udah bell tuh, jadi lo nggak berhak ngelarang kita ikut " kata Billy sinis sambil berlari kearah parkiran yang diikuti oleh semuanya.
Kini Mairah berlari tanpa tujuan langkah kakinya kini sudah berubah menjadi pelan dan menatap kosong kearah depan.
" Kenapa lo jahat banget sama gue Ge ? kenapa lo tega ? gue punya salah apa sama lo ? sampai lo lakuin hal yang benar-benar buat gue sakit hati " gumam Mairah yang wajahnya kini benar-benar di banjiri air mata.
Hari sudah mulai gelap di tambah lagi dengan hujan deras yang turun tiba-tiba, tapi Mairah masih terus melangkahkan kakinya hingga berada di depan halte dengan tatapan kosong dan air mata yang terus mengalir tanpa henti.
" Kenapa lo nggak perjuangin cinta lo sama Naila ? kenapa lo memilih nikah sama gue ? dan kenapa di saat gue mulai sayang sama lo, lo malah nyakitin gue seenaknya, maksud lo apa Geo ? " kata Mairah sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Mairah menoleh saat merasakan ponselnya bergetar dan tertera nama suaminya di layar ponsel, sehingga membuat Mairah mengabaikan panggilan tersebut. Mairah hanya terus menangis tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya.
" Maaf nih yaa friend, ehhh gue panggil lu friend karena seragam sekolah kita sama yeee, tapi bisa nggak hpnya di silent dulu ? suaranya ganggu banget sumpah " kata seseorang tersebut yang juga mampir untuk berteduh dan duduk tepat di belakang Mairah, sehingga membuat Mairah langsung berbalik menatap seseorang tersebut.
" Loh Mairah ? " kata seseorang tersebut kaget.
" Billy " kata Mairah sambil menangis kembali saat melihat wajah Billy.
" Hehhh Mai lo nggak papa kan ? " kata Billy sambil pindah ke samping Mairah.
" Its oke Mairah, its oke gue ada di si....." kata Billy terhenti karena Mairah langsung memeluknya erat sambil menangis sesegukan.
Billy yang memang mengerti perasaan Mairah saat ini sedang kacau, dengan pelan Billy membalas pelukan Mairah dan mengelus punggung Mairah.
Saat hujan mulai redah, Billy melepas pelukannya kemudian beralih memegang bahu Mairah sambil menatapnya dalam.
" Mai gue antar lo pulang ya " kata Billy yang langsung di balas gelengan oleh Mairah.
" Gue nggak mau pulang Bill, gue nggak mau ketemu Geo " kata Mairah.
__ADS_1
" Heiii ini nggak akan menyelesaikan masalah kalau lo terus kabur-kaburan seperti ini " kata Billy.
" Akkhhhh " jerit Mairah saat merasakan sakit di lututnya.
" Kenapa ? " kata Billy khawatir.
" Sakitt Bill " kata Mairah sambil menunjuk lututnya yang berdarah.
" Astaga Mai, lo....." kata Billy terpotong oleh tangisan Mairah.
" Hikss..hiks sakit Billy tadi waktu gue lari nggak terasa sakit, sekarang baru terasa sakitnya Bill hiks..hiks " kata Mairah sambil me lap ingusnya menggunakan lengan baju Billy.
" Bener-bener yee lu Mai lo pikir baju gue tissu, yaudah ayoo kita ke apotik beli obat buat luka lo " kata Billy yang ingin membantu Mairah berdiri, namun terhenti karena gelengan Mairah.
" Nanti bisa infeksi Mai " kata Billy.
" Nggak usah Bill, sakitnya udah nggak sakit-sakit banget kok, masih sakitan hati gue " kata Mairah.
" Sekarang ? kalau sekarang lo jelek, mata bengkak plus hidung merah ada ingusnya lagi, nggak good looking banget " kata Billy, sehingga membuat Mairah langsung mencubit lengan Billy.
" Ihhhh dasar nyebelin " kata Mairah kesal.
" Gue bercanda lagian lo pakai nanya, semua orang juga tau kali kalau lo itu cantik " kata Billy.
" Bener ? " kata Mairah yang diangguki oleh Billy.
" Kalau gue jadi janda gimana ? apa masih cantik ? " kata Mairah.
" Hahhhh gimana Mai ? " kata Billy bingung.
__ADS_1
" Dengan perlakuan Geo ke gue, itu nggak menutup kemungkinan kalau suatu hari nanti gue bakal jadi janda muda " kata Mairah.
" Ngomong apaan sih lo Mai, udah-udah daripada lo makin ngawur mending gue antar lo pulang sekarang dan selesaiin masalah lo baik-baik sama Geo " kata Billy sambil memakaikan Mairah helm, kemudian Billy mengirimkan pesan kepada semua teman-temannya kalau Mairah udah ketemu.
Sementara di tempat Geo, dia sudah mencari Mairah kemana-mana tapi tidak juga ketemu, sehingga membuat Geo prustasi.
" Ahhhh Mai lo sebenarnya di mana sih ? " kata Geo sambil mengacak rambutnya prustasi.
" Ahhh apa jangan-jangan Mairah ada di rumah Mama Risa ? " kata Geo sambil menghubungi Mama mertuanya.
" Assalamu'alaikum Ma " kata Geo saat panggilannya sudah tersambung.
" Wa'alaikumsalam Nak, ada apa Ge ? " kata Risa dibalik telepon tersebut.
" Gini Ma, Geo mau nanya apa Mairah ada di rumah Mama ? " kata Geo.
" Mairah ? dia nggak kesini hari ini Nak, Mairah kenapa ? dia nggak papa kan ? " kata Risa khawatir.
" Ahhh nggak papa kok Ma, Mairah baik-baik ajaa tadi dia bilang mau keluar sebentar tapi belum balik juga, makanya Geo telepon Mama siapa tau Mairah pulang kesana " kata Geo.
" Maafin Geo Ma, Geo udah bohongin Mama " kata Geo dalam hati.
" Oalahhh gitu tohh, udah kamu nggak usah khawatir Ge, bentar lagi pasti juga pulang tuh anak. Mairah emang ngarett orangnya " kata Risa di balik telepon tersebut.
" Kalau gitu Geo tutup teleponnya ya Ma, assalamu'alaikum " kata Geo sambil memutuskan sambungan teleponnya.
" Sebenarnya lo dimana sih Mai ? " kata Geo sambil membenturkan kepalanya sendiri pada stir mobilnya.
Baru saja Geo ingin menjalankan mobilnya kembali, namun terhenti karena notif pesan dari Billy yang mengatakan kalau Mairah sudah bersama dengan dirinya dan akan mengantar Mairah balik.
__ADS_1
" Alhamdulillah " kata Geo sambil menjalankan mobilnya untuk pulang.