
" Tapi Pak...." kata Mairah terpotong oleh ucapan Pak Adi.
" SEKARANG " Bentak Pak Adi, sehingga membuat Mairah langsung ngacir keluar dari kelas tersebut.
" Ini semua tuh gara-gara sih Afif nihh coba aja gue nggak nolongin dia, gue nggak akan kayak gini akhirnya, gila tau gini mending gue ke kantin aja daripada panas-panasan di sini. ambyar banget hidup gue " Gumam Mairah sambil hormat didepan tiang bendera.
Sementara Geo yang memang ada urusan dengan wali kelasnya, baru saja ingin kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran, namun langkahnya terhenti karena melihat Mairah yang sedang berdiri di tengah lapangan.
" Telat masuk lagi pasti " gumam Geo sambil memperhatikan Mairah dari jauh.
" Aduhhhh capek banget nih gue, malah Pak Adi keluarnya masih lama. " kata Mairah sambil melirik jam yang melingkar di tangannya.
" Ahhaaaa pura-pura pingsan solusi terbaik bukan sih ? mending pura-pura ajalah siapa tau nanti di tolingin sama cowok ganteng kayak di film-film gituuu " gumam Mairah terkekeh di ujung kalimatnya.
*Brukkk!!!
" Aduhhh sakit banget pinggang gue, gue jatuhnya totalitas banget kali ya* ? " kata Mairah dalam hati.
" Duhhhh kok belum ada yang nolongin gue sih ? kan nggak lucu kalau gue pingsan nggak ada yang nolongin " kata Mairah dalam hati.
" Astaga " kata seseorang sambil berlari menghampiri Mairah ke lapangan.
" Lohhh Rana " kata Afif sambil mengangkat tubuh ramping Mairah.
" Rana ? ini pasti Afif nihh kan cuman dia yang manggil gue Rana " kata Mairah dalam hati.
" Stopp!! dia biar sama gue aja " kata seseorang tersebut sambil mengambil alih tubuh Mairah dari gendongan Afif, sementara Mairah berusaha menahan senyum karena menjadi rebutan.
" Resiko jadi cewek cantik ya Mai " kata Mairah dalam hati sambil berusaha menahan senyumnya.
" Ehhhh lo apa-apaan sih ? " kata Afif tak terima.
" Makasih udah mau nolongin dia, tapi biar gue aja yang bawa dia ke UKS " kata seseorang tersebut.
__ADS_1
" Emang lo siapa ? " kata Afif.
" Gue ? gue yang bertanggung jawab atas dia di sini " kata seseorang tersebut sambil membopong tubuh Mairah ke UKS.
" Ehhhh bentar-bentar, kok jadi mirip suaranya si Ketos sih ? " kata Mairah dalam hati.
Sementara para siswi yang melihat hal tersebut sontak heboh, melihat Geo menggendong seseorang
" Beruntung banget tuh cewek "
" Wahhhh gue cemburu liat calon pacar gue gendong cewek lain "
" Ahhhhh calon lakik gue, sakit hati Dedek Bang "
Dan masih banyak bisikan para siswi yang terdengar samar di telinga Mairah.
" Ahhhh penasaran banget, ini beneran Ketos atau bukan sih ? " kata Mairah dalam hati sambil membuka matanya perlahan, sehingga membuat tatapan keduanya bertemu. kemudian membuat Mairah buru-buru menutup matanya kembali.
" Mampusshh beneran si Ketos " kata Mairah sambil merutuki kebodohannya.
" Bangun sekarang atau gue cium " ancam Geo, sehingga membuat Mairah langsung bangun.
" Paansih lo " kata Mairah kesal.
" Pinter bohong juga yaa sekarang ? " kata Geo sambil menyentil dahi Mairah pelan.
" Dihhh sok dekat amat lo sama gue, yaaa mending gue lahh bohong demi kebaikan gue sendiri, daripada elo terang-terangan selingkuh bikin sakit hati orang aja " kata Mairah, sehingga membuat Geo tak bisa berkata-kata lagi.
" Kita nggak jadi cerai bukan berarti gue maafin lo yaa, tapi gue hanya " kata Mairah terpotong oleh tindakan Geo.
" Maafin gue Mai " kata Geo sambil menarik Mairah ke dekapannya.
" Issshhh apaansih ? lebay tau nggak " kata Mairah sambil mendorong tubuh Geo menjauh.
__ADS_1
" Minggir, gue mau keluar " kata Mairah, namun terhenti karena Geo menarik tangan Mairah kembali.
" Apa lagi Geo ? " kata Mairah sambil memutar kedua bola matanya malas.
" Lo di sini ajaa, kalau lo keluar sekarang semua orang akan tau kalau lo cuman pura-pura pingsan " kata Geo, sehingga membuat Mairah terlihat berpikir.
" Yaaa juga yaa " gumam Mairah.
" Lo di sini aja sampai jam istirahat, kalau memang lo nggak suka gue di sini biar gue yang keluar keluar, sekalian suruh Marsya dan Jihan nemenin lo di sini " kata Geo sambil berjalan keluar meninggalkan Mairah.
" Apaa dia benar-benar udah berubah ? " gumam Mairah saat melihat kepergian Geo.
" Aduhhhh Mairah plisss dehhh, lo nggak boleh langsung percaya gitu aja sama Geo. mulai sekarang lo harus berubah Mai jangan tergoda sama perhatian sama pesona dia lagi, kalaupun memang dia berubah setidaknya dia harus perjuangin gue untuk dapat perhatian gue lagi " gumam Mairah sambil berjalan kembali kearah tempat tidur yang ada di ruang UKS tersebut, namun langkahnya terhenti karena teriakan Marsya dan Jihan.
" Omgggg Maiiiii lo nggak papa kan ? " kata Marsya sambil memeriksa tubuh Mairah.
" Lo beneran pingsan Mai ? " kata Jihan sambil menatap Mairah tak percaya.
" Yaaa benar lahhh Han, masa si Geo bohong sama kita sih " kata Marsya menimpali.
" Tapi kok kayak sehat-sehat aja, jangan bilang kalau lo ngibulin si Ketos ? " kata Jihan.
" Menurut lo ? " kata Mairah sambil duduk diatas tempat tidur yang ada di sana yang di ikuti oleh Marsya dan jihan.
" Jadi lo beneran kibulin Geo ? " kata Jihan tak percaya.
" Gimana keren nggak gue ? " kata Mairah sambil menaik turnkan alisnya.
" Wahhhh awesome, Geo itu susah banget buat di kibulin loh Mai dan lo berhasil. wahhhh bagi triknya dong " kata Jihan sambil tepuk tangan.
" Ajarin gue juga " kata Marsya menimpali.
" Ajarin apa ? " kata Seseorang yang tiba-tiba masuk.
__ADS_1
___________
Jangan lupa like, comment, and vote ya guys. supaya Author lebih semangat untuk update part-part selanjutnya.