My Marriage Life With Young CEO

My Marriage Life With Young CEO
Bab 13: Honeymoon Setitik


__ADS_3

"Aku ikut kamu ke Paris? Aku gak punya passport, Yang." ucap Rania.


"Udah aku urusin, kok. Kamu ikut ya, anggap aja kita honeymoon."


"Honeymoon?" Wajah Rania merona merah.


Logan meraih tangan Rania dan menggenggamnya, "Iya anggap aja honeymoon setitik. Seudah aku kerja nanti, aku sediain waktu beberapa hari sebelum kita balik ke Indonesia. Aku ngerasa bersalah sama kamu, Yang. Kamu nikah sama aku tapi gak pake resepsi, dalam suasana berkabung juga, boro-boro honeymoon. Makanya mumpung aku ada kesempatan, kita sekalian aja refreshing sebentar. Tapi nanti aku janji ngajakin kamu honeymoon yang benerannya setelah kita ngadain resepsi ya."


Rania tersenyum penuh haru, "Aku gak apa-apa, kok, Yang. Bagi aku yang penting kita udah resmi jadi suami istri, itu udah lebih dari cukup. Tiap hari juga berasa honeymoon kok buat aku."


Logan menghela nafas, "Nggak bisa gitu, dong. Aku pengen bikin resepsi yang besar banget buat kamu. Tapi gak sekarang-sekarang ya. Aku lagi punya deadline buat beresin pembangunan hotel di Maladewa. Semoga beberapa bulan lagi bisa beres. Setelah itu baru kita adain resepsi dan kita honeymoon yang benerannya. Kamu mau kemana nanti honeymoonnya?"


Rania terlihat menimang-nimang, "Kemana aja boleh kok."


"Yang," Logan menatap Rania, "Kamu itu istri seorang CEO perusahaan besar. Aku lebih dari mampu buat ngasih apapun yang kamu mau. Sekarang tinggal kamunya minta sesuatu sama aku. Kamu jangan segan sama aku, apa yang aku punya itu punya kamu juga. Aku tuh gak enak sama kamu, sekarang bahkan kita gak nge-hire ART karena kamu maksa mau bersihin apartemen sendiri."


"Emang kenapa kalo aku beres-beresin rumah tanpa ART, Yang? Aku udah biasa beres-beres rumah. Lagian aku mau ngapain di rumah kalo gak masak dan beresin rumah. Kamu sendiri tau aku sekarang full time housewife. Masa aku cuma diem. Bosen, Yang."


"Penthouse kita gede, Yang. Aku gak mau kamu kecapean. Terus masa istri CEO beres-beres rumah sendiri. Kamu mending cari kegiatan biar gak bosen di rumah."


"Aku juga gak beres-beres doang kali, Yang. Kadang aku ke rumah Eyang, ngobrol sama mama sama Eyang. Terus aku juga suka video call sama Bunda sama Papa. Kalo gak video call aku juga suka latihan dance, baca buku, berenang, atau kadang Berlin juga dateng kesini dan aku juga sering bawa dia jalan-jalan ke Mall. Beres-beres rumah itu gak lama kok, Yang. Aku juga gak cape kok."


Logan menghela nafas, "Kamu tuh keras kepala banget. Ya udah terserah kamu aja. Gimana kabar Mama, Yang? Udah beres belum persiapan pernikahannya?"


Sewaktu Logan dan Rania datang ke rumah Eyang Arum saat baru saja sampai di Bandung, seorang pria yang berprofesi sebagai polisi datang melamar Nindi, ibu Rania. Usianya baru 31 tahun, namun terlihat begitu mencintai Nindi yang kini berusia 39 tahun. Sekarang mereka sedang mempersiapkan pernikahan mereka.


"Lancar, Yang. Seneng banget aku liat Mama bahagia banget sekarang. Papa juga sama Bunda lagi keliling dunia, wujudin mimpi mereka waktu SMA yang belum kesampean. Dan aku juga punya kamu sekarang. Rasanya lengkap banget hidup aku." Rania menghamburkan dirinya ke pelukan sang suami.


Logan merangkul sang istri. "Aku juga sama," kemudian tangan Logan menelusup ke bawah kaos yang Rania kenakan.


"Kebiasaan." Tangan Rania menahan tangan Logan yang siap bergerilya di tubuhnya, "Orang lain pulang kerja itu mandi terus makan."


"Kan ini juga mau makan. Makan kamu." ucap Logan dengan senyuman nakal merekah di bibirnya. Logan membopong sang Istri menuju kamar mereka dan melakukan ritual yang pasti ia lakukan setelah pulang kerja, yaitu menyentuh sang istri, sebelum ia melakukan hal yang lain.

__ADS_1


***


Paris, Perancis.


Keesokan lusa, Rania dan Logan bertolak ke Paris. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, bertemu dengan rekan kerja mendiang ayah Logan, seorang pemilik Hotel disana yang menawarkannya berinvestasi di Hotel yang sedang dibangun disana, tiba saatnya Logan dan Rania menikmati hari liburan mereka.


"Sayang, udah siap belom?" tanya Logan di presidential room sebuah Hotel milik rekan kerjanya itu.


Iapun duduk di sofa ruang tamu, memandang ke arah laptop sambil mengecek beberapa email yang masuk, menunggu Rania bersiap.


"Iya ini udah kok." ucap Rania sambil berjalan menuju ruang tengah seraya merapikan kaos yang dipakainya sebelum jalan-jalan di kota Paris.


"Udah siap? Ya udah yuk." ucap Logan beranjak dari duduknya, dan menutup laptopnya.


"Eh bentar, itu apa?" Tatapan Rania tertuju pada laptop Logan yang menampilkan foto seorang perempuan berambut pendek.


"Tadi Bunda sama Papa ngirim ini ke grup chat." ucap Logan. Raniapun duduk disamping Logan dan mengambil alih laptop Logan.


Rania melihat foto-foto Rendra dan Carla. Mereka memutuskan pergi merealisasikan mimpi mereka saat masih SMA dulu yaitu keliling dunia. Mereka sedang berada di Peru dan berfoto dengan latar bangunan Machu Pichu. Mereka terlihat bahagia dengan pakaian santai ala backpacker.


"Iya, aku juga kaget. Tapi aku seneng liat Bunda, jauh lebih bahagia. Liat aja senyumnya." ucap Logan yang memandang layar Laptop di sebelah Rania.


"Iya, Yang. Papa juga bahagia banget. Serasi banget sih Bunda sama Papa." ucap Rania memandang gemas foto-foto sang ayah dan ibu sambung sekaligus ibu mertuanya itu.


"Kayak kita ya?" ucap Logan. Rania menoleh ke arah Logan yang tersenyum manis ke arah sang suami.


"Iya dong. Kita pasangan paling serasi di dunia!" ucap Rania seraya mengecup bibir Logan.


Kemudian Rania membuka grup chat dan terdapat komentar-komentar dari semua keluarganya. Rania, dengan akun Loganpun memberikan komentar pada foto-foto itu. Di tengah-tengah chat itu, Rendra menanyakan bagaimana persiapan pernikahan Nindi dan Nabil. Nindi menjawab bahwa pernikahan mereka akan dilangsungkan sekitar dua bulan lagi. Banyak yang harus disiapkan oleh Nindi sebelum menjadi ibu bhayangkari, bahkan sebelumnya Nindi mengikuti kejar paket C dan akhirnya sekarang Nindi sudah mendapatkan ijazah setara SMA. Mungkin Nanti akan melanjutkan kuliah S1 setelah menikah.


Kemudian perhatian Rania tertuju pada email Logan yang menampilkan tulisan Yayasan Satya Bimantara.


"Ini apa, Yang?" tanya Rania sambil mengklik inbox email Logan.

__ADS_1


"Surat dari Satya yang waktu itu aku ceritain. Waktu itu kita cuekin email-emailnya, sekarang dateng lagi email dari langsung dari Pak Bima. Di email kamu juga ada kayaknya." ucap Logan.


Rania mengklik email itu dan sebuah pdf muncul. Ia membaca surat itu dan terkejut.


"Yang, ini tawaran aku buat kuliah S2 di Universitas Satya." ucap Rania terperangah.


"Masa sih, coba aku liat." Logan memandang lebih seksama email itu. Tadi ia hanya membukanya namun belum sempat membacanya.


"Oh iya bener. Jadi gara-gara kamu gak respon waktu itu, mereka jadi nyogok kamu pake beasiswa biar kamu balik lagi ngajar disana."


"Gimana dong, Yang?" tanya Rania.


"Kamu pikir-pikir dulu aja nanti. Sekarang ayo kita berangkat, mobil udah di depan lobi, Yang." ucap Logan yang ingin segera berjalan-jalan ke sekitar menara eiffel bersama sang istri.


"Ya udah yuk," Rania beranjak dari sofa. Namun tiba-tiba saja Rania merasa sangat mual. Ia segera kembali ke kamarnya dan berlari menuju kamar mandi. Rania mengeluarkan semua makanan yang sudah dimakannya ketika sarapan sebelum bersiap tadi.


"Yang." Logan datang dengan membawa tisu.


"Jangan kesini.." ucap Rania tidak ingin Logan melihatnya muntah, sambil berkumur menghilangkan sisa muntahan di mulutnya.


Logan memegangi rambut Rania agar tidak terkena air dan memberikan tisu yang dibawanya. "Kamu kenapa?"


"Gatau, Yang. Tiba-tiba aja aku mual." ucap Rania mengelap mulutnya dengan tisu.


Tatapan Logan agak sedikit terkejut.


"Yang?" Rania melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Logan, setelah Logan cukup lama terdiam.


Logan menatap tajam ke arah Rania, "Kamu... hamil?" tanya Logan kemudian.


Rania tertegun mendengar pertanyaan Logan. Rania menggelengkan kepalanya, sama sekali tidak yakin.


Rania memandang ke arah cermin di hadapannya, dan memegang perutnya.

__ADS_1


'Apa bener gue hamil?' tanyanya dalam hati.


__ADS_2