
Rania selesai menyiapkan makan siang. Ia menengok ke kamar dan suaminya itu masih tertidur pulas usai pagi tadi mereka melakukan penyatuan di lantai studio dance. Rania membiarkannya tertidur beberapa saat lagi. Logan pasti masih kelelahan setelah semalaman ia begadang mengerjakan sesuatu mengenai pembangunan hotel di Maladewa.
Raniapun berjalan menuju studio dance dan mengambil laptopnya kemudian membawanya ke meja makan. Rania membuka email dari Yayasan Satya Bimantara yang isinya adalah rekomendasi dirinya untuk melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Satya Bimantara. Raniapun membalas email tersebut dan mengatakan akan menerima tawaran tersebut. Kemudian email balasan segera Rania terima. Email tersebut menjelaskan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi seperti transkrip nilai, ijazah S1nya, dan lain sebagainya.
Rania bersemangat untuk melanjutkan pendidikan S2nya. Ia akan mencoba untuk mencari kesibukan agar tidak terus menerus berpikir mengenai keinginannya dan keinginan Logan yang bertentangan mengenai anak. Juga Rania ingin hari-harinya kembali disibukkan dengan berbagai kegiatan seperti dulu, bukan diam saja di rumah dan tidak melakukan apa-apa.
"Okay, nanti gue siapin dulu semuanya deh." ucap Rania sambil menutup laman email dari Satya Bimantara.
Menyadari sang suami masih belum terbangun, Rania iseng membuka instagramnya yang sudah sangat lama tidak ia buka. Rania memang tidak pernah membukanya apalagi memposting sesuatu di akunnya. Ia membuat akun itu karena Keyla yang memintanya. Terdapat banyak notifikasi pengikut baru dari setahun yang lalu, dan Rania tersenyum melihat ada salah satu akun yang menarik perhatiannya, akun itu milik suaminya dengan username: LoganLiVictor. Logan memfollow Rania sejak ia baru pertama kali mengenal Rania.
Rania membuka akun instagram milik Logan tersebut. Logan memiliki followers jauh lebih banyak dari Rania dan itu memperlihatkan betapa populernya Logan. Hanya ada dua foto di profilnya. Foto pertama adalah foto dirinya sedang berenang di sebuah kolam renang dan foto tersebut diambil dari dalam air. Foto kedua, foto favorit Logan yaitu foto Rania yang sedang menggunakan baju SMA dan menyelipkan sebuah bunga Daisy ke telinga. Logan mempostingnya saat Logan melamar Rania di penthouse ini beberapa bulan lalu, sebelum berangkat ke Jakarta waktu itu. Rania tersenyum melihatnya.
"Dasar bucin." komentar Rania sambil tersenyum gemas.
Foto itu mendapat ribuan like dan ratusan komentar. Kemudian Rania melihat sebuah komentar yang menarik perhatiannya dari sebuah akun bernama 'Stellaxander' di foto itu. Ya, akun itu milik Stella. Stella memberikan emoji patah hati. Raniapun tertarik membuka akun milik Stella.
Akun Stella begitu ramai. Ratusan foto telah ia unggah ke akunnya. Followersnya juga hingga jutaan. Rania menscroll melihat-lihat foto yang Stella unggah. Sontak Rania merasa kesal saat melihat foto Logan masih ada disana. Logan menggunakan seragam SMA Centauri, sekolah Logan waktu masih di Jakarta. Ia terduduk di kap mobil porche putihnya, dan Stella menulis caption 'mine' pada foto tersebut.
Seketika Rania merasa cemburu. "Apaan sih, kok foto Logan masih ada di akun dia?"
Kemudian Rania melihat salah satu foto yang Stella unggah adalah foto dirinya memakai bikini dengan latar sebuah pantai.
"Ini anak urat malunya udah putus kali ya. Masa foto pake bikini diposting di instagram?! Ditambah foto itu diupload waktu dia masih jadi siswa lagi." gumam Rania dengan marah.
Rania yakin Logan pernah melihat foto itu dan Rania merasa tidak rela. Walaupun dia yang kini sudah berstatus sebagai istri Logan pastinya selalu menampilkan tubuh polos nan s*ksinya di hadapan sang suami, namun Logan belum pernah melihatnya menggunakan bikini. Rania ingat ia pernah melihat satu stel bikini di walk in closetnya, sudah lama ia ingin tanyakan pada Logan kenapa ada bikini diantara baju-baju yang Logan belikan untuknya, namun selalu lupa untuk menanyakannya.
"Okay, udah makan siang. Aku bakal kasih hadiah buat kamu, Suamiku Sayang." gumam Rania tersenyum geli.
"Yang, lagi apa?" tiba-tiba saja Logan sudah ada di hadapannya memandang Rania yang sedang sibuk dengan laptopnya sampai tidak menyadari kedatangan Logan.
Rania segera menutup laptopnya, "Aku lagi bales emailnya Satya. Aku lagi liatin persyaratan apa aja yang harus aku siapin buat daftar S2." ucap Rania, kemudian segera menyiapkan makan siang untuk suaminya.
__ADS_1
"Gercep banget langsung daftar sekarang." ucap Logan sambil meneguk segelas air putih.
"Iya dong, Yang. Aku semangat banget pokoknya pengen lanjut S2. Biar aku ada kegiatan, terus nanti kita bisa berangkat bareng ke kampus. Seru kayaknya deh, Yang." ucap Rania dengan riang sambil menata meja makan.
"Kamu kayak yang seneng banget bisa berangkat ke kampus bareng?" tanya Logan.
"Yang, selama ini aku tuh suka iri sama temen-temen aku, tau. Waktu SMA atau kuliah kalo aku berangkat tuh gak pernah dianterin cowok, satu-satunya cowok yang pernah anter aku itu cuma Papa. Tapi temen-temen aku kalo berangkat ke sekolah tuh dijemput cowoknya, pulang juga dianterin lagi sama cowoknya. Pulang kuliah nongkrong dimana dulu gitu. Seru kan." Rania memang sering memimpikan hal-hal sederhana seperti itu sejak dulu, yang belum pernah ia rasakan karena sikap sang ayah yang sangat protektif terhadapnya.
"Masa sih kamu gak punya cowok dari waktu SMA?" tanya Logan tidak percaya.
"Beneran, Yang. Kamu kayak gak tau Papa aja. Papa tuh protektif banget sama aku. Mama sama Papa tuh bener-bener ngeprotek aku, apalagi soal deket sama cowok. Sampe-sampe cowok pertama yang deket sama aku tuh kamu, dan posisinya pas aku udah kerja. Pernah sih pas kuliah aku udah mulai dilonggarin, tapi gak ada yang aku suka."
Mereka mulai melahap makan siang mereka.
"Syukur deh kalo gitu. Mama sama Papa mertua udah jagain kamu, jadi aku sekarang bener-bener yang pertama buat kamu." Ucap Logan penuh syukur.
"Iya kamu yang pertama banget. Tapi aku bukan yang pertama buat kamu." Rania sedikit lesu mengingat Logan pernah menjalin hubungan dengan Stella.
"Yang, cewek pertama yang aku suka tuh kamu. Emang pacar pertama aku bukan kamu. Tapi kan yang penting sekarang kita udah bareng-bareng, udah nikah lagi. Kamu yang pertama dan terakhir pokoknya." ucap Logan sambil melahap makanannya.
"Kok kamu bisa sih jadian sama Stella? Beneran kamu gak pernah suka sama dia?" tanya Rania sedikit mengintimidasi.
Logan menatap tajam pada Rania, "Beneran mau bahas ini?" tanya Logan meyakinkan. Baginya pembicaraan ini sangat tidak penting, dan ia tidak ingin membahasnya.
"Iya, aku pengen tau. Soalnya Stella sampe pernah bilang ke aku kalo kamu calon suami dia waktu dia masih student exchange di Satya waktu itu." gerutu Rania dengan nada tidak suka.
"Kamu tuh, Stella didengerin." Logan terus melahap makanannya, masih tidak tertarik dengan pembahasan ini.
"Tapi kamu gak nyangkal kan, kalo dulu pernah jadian sama dia. Terus dia juga tau kamu udah jadi CEO waktu itu bahkan saat aku belum tau. Dia juga bilang kalau orang tuanya pengen jodohin Stella sama kamu. Berarti kamu emang udah seserius itu sama dia, 'kan?"
Logan menghela nafasnya, mendengar ucapan Rania yang seakan tidak mempercayainya.
__ADS_1
Logan meneguk air putih dan dengan sabar menjelaskan, "Aku jadian sama Stella karena Stella duluan yang suka. Dia bilang ke mamanya, terus mamanya bilang ke Bunda. Stella nembak aku, terus Bunda maksa buat aku terima. Soalnya Bunda gak enak sama mamanya Stella. Ya udah aku terima. Aku jadian waktu awal semester genap kelas 11, pas pindah ke Bandung aku gantungin dia. Kirain dia bakal ngerti, eh ternyata dia sampe susulin aku. Dan pas itu aku udah ketemu sama kamu."
Rania mendengus kesal, mendengar suaminya itu. "Kamu harusnya selesain masalah kamu sama dia baik-baik dari sebelumnya, malah gantungin perasaan anak orang. Tapi masa sih kamu gak pernah suka sama dia? Sama sekali?"
"Beneran." Logan masih mencoba meyakinkan Rania, "Aku gak suka soalnya dia tuh ngerepotin. Manja banget."
Rania ingat bagaimana hebohnya para siswa saat melihat Stella ada di SMA Satya saat itu untuk program pertukaran pelajar, hubungan Logan dan Stella yang pernah terjalin memang sudah menyebar hingga ke SMA Satya. Padahal saat mereka berpacaran Logan masih bersekolah di SMA Centauri Jakarta bersama dengan Stella. Namun Logan yang berteman dekat dengan Hazel memang sudah dikenal di kalangan siswa-siswa sekolah-sekolah elit seperti SMA Centauri dan SMA Satya.
"Bukannya kalo cewek manja itu gemesin ya? Biasanya kan cowok suka sama yang manja-manja." ucap Rania masih dengan nada yang ketus.
"Ya yang manjanya siapa dulu. Kalo kamu yang manja aku suka." ucap Logan sambil menyuapkan suapan terakhirnya sambil menunggu reaksi Rania setelah ia mengatakan kata-kata yang cukup gombal itu.
Wajah Rania seketika memerah. Logan tersenyum puas melihat Rania yang ketus berubah salah tingkah.
"Udah jadi istri aku aja kamu masih jealous gitu, Yang. Gak percaya banget sih sama aku?" Logan beranjak dari kursinya sambil mengambil piring bekasnya dan bekas Rania makan ke bak cuci piring.
Rania beranjak dari kursi dan menghampiri Logan yang sedang mencuci piring. Kemudian ia peluk suaminya itu dari belakang.
"Wajar dong. Kamu gak tau sih, guru-guru juga sampe tau kamu pernah jadian sama Stella." Rania masih merajuk.
"Aku itu udah jadi milik kamu seutuhnya. Aku sampe nikahin kamu berarti karena aku udah gak butuh cewek lain. Aku cuma pengen kamu satu-satunya cewek dalam hidup aku." jelas Logan.
"Iya deh aku percaya. Ya udah, udah ini kamu tunggu aku di kolam ya. Aku punya hadiah buat kamu." ucap Rania sambil berbisik.
"Hadiah apa?" tanya Logan penasaran.
"Ada deh, tunggu aja disana." ucap Rania, kemudian berlalu meninggalkan Logan yang kebingungan.
Rania masuk ke dalam walk in closetnya dan mengganti pakaiannya. Ia mengambil satu stel bikini berwarna putih dengan motif bunga daisy. Kali ini ia akan mencoba untuk membuat sang suami semakin jatuh cinta padanya. Ia menggunakan bikini tersebut. lalu ia tutupi dengan jubah mandi kemudian berjalan menuju ke kolam renang di area luar penthouse mereka.
Rania melihat Logan merebahkan dirinya di kursi malas di samping kolam renangnya dengan mata yang terpejam. Rania membuka jubah mandi yang dikenakannya dan duduk di sisi kolam renang dan memasukkan kedua kakinya ke dalam kolam, posisinya ada di seberang Logan.
__ADS_1
"Yang." panggil Rania.
Seketika Logan membuka matanya perlahan. Sedetik kemudian ia terbelalak melihat sang istri duduk di sisi kolam renang dengan pakaian s*ksi itu.