My Marriage Life With Young CEO

My Marriage Life With Young CEO
Bab 38: Hal yang Disembunyikan


__ADS_3

Logan melajukan motornya, sekencang-kencangnya membelah angin malam. Pikirannya begitu kalut. Perasaannya gundah dan lelah. Lelah diremehkan, lelah melakukan pembuktian yang sia-sia. Mungkin ia memang pemimpin dan pemilik Logan Enterprise, tapi itu tidak menjadikan dirinya bisa berbuat seenaknya pada para pemegang saham. Perusahaan bukan seperti kerajaan yang dimana saat putra mahkota yang naik tahta akan mendapatkan rasa hormat dan kesetiaan dari para bangsawan dan rakyatnya, sama seperti pada raja sebelumnya.


Mereka mungkin takluk pada Faris, tapi belum tentu pada Logan. Logan dianggap terlalu muda, terlalu gegabah, dan terlalu mumpuni. Walaupun keuntungan mereka bertambah dengan pencapaian Logan, tapi mereka tidak bisa menerima seorang anak remaja tanggung memerintah mereka. Maka mereka berusaha keras untuk menjatuhkan Logan, agar mereka bisa menguasai Logan Enterprise menjadi milik mereka.


Itulah yang semua orang ketahui. Perseteruan antara para pemegang saham dan Logan terjadi karena alasan yang sesederhana itu. Mereka iri, mereka tidak suka diperintah oleh anak bau kencur yang suka bertindak gegabah.


Namun ternyata kenyataannya tidak sesederhana itu.


Itu bukanlah alasan utamanya. Itu hanyalah kedok untuk menyembunyikan sebuah kenyataan yang bahkan baru Logan ketahui beberapa waktu lalu, saat ia mulai membereskan pembangunan Hotel di Maladewa, Hotel Logan Ritz pertama di luar negeri yang sudah dibangun sejak kepemimpinan Faris.


Selama ini Logan mengetahui bahwa sang ayah adalah seorang pengusaha muda yang sukses mendirikan hotel bintang lima dengan puluhan cabang di seluruh Indonesia. Faris juga menyediakan berbagai kebutuhan hotelnya sendiri dengan mendirikan pabrik-pabrik penyedia perlengkapan hotel, mulai dari perlengkapan kamar mandi, sprei, handuk, furnitur, juga bahan pangannya sendiri. Berkat itu Faris menjadi salah satu pengusaha muda paling sukses menurut salah satu majalah bisnis terkenal di dunia.


Saat Logan mulai memegang tampuk kepemimpinan yang diestafetkan oleh sang ayah, Logan mulai melihat keanehan-keanehan mengenai perusahaan milik ayahnya ini. Ada kucuran dana yang begitu besar yang berasal dari beberapa rekening dari luar negeri di awal pendirian Logan Enterprise. Jumlahnya sangat fantastis. Awalnya Logan tidak curiga sama sekali karena Faris memang memiliki beberapa investor dari luar negeri yang bekerja sama dengannya untuk membangun hotel-hotel bintang lima nan mewah miliknya itu.


Tapi lama kelamaan keanehan itu muncul. Keuntungan yang didapatkan oleh Logan Enterprise selalu tidak sesuai dengan yang seharusnya didapatkan. Pada akhirnya Logan mengetahui bahwa secara rutin keuntungan yang didapat masuk ke sebuah rekening seorang pemegang saham di bank Swiss, atas nama Jackson Chou. Jumlah yang masuk ke rekening itu bahkan mencapai angka yang tidak masuk akal dari keuntungan bersih yang didapatkan oleh Logan Enterprise setiap bulannya.


Logan mencoba menghentikan itu. Ia memotong keuntungan yang seharusnya masuk ke rekening bank Swiss itu beberapa persen, ke angka yang sesuai dengan jumlah yang seharusnya didapatkan oleh Jackson Chou. Dan hal itu membuat keuntungan yang didapatkan oleh Logan Enterprise menjadi bertambah. Logan juga meningkatkan kualitas semua aspek di hotel-hotel itu sehingga Logan Ritz mendapatkan penghargaan menjadi salah satu hotel terbaik di Asia.

__ADS_1


Namun hal yang dilakukan Logan membuat para pemegang saham bertindak. Mereka mencoba mengembalikan keuntungan yang masuk ke bank Swiss itu sama seperti sebelumnya. Mereka terus mendesak Logan. Tapi Logan bersikukuh bahwa keuntungan yang didapat seharusnya dibagi berdasarkan persen saham sesuai dengan saham yang dimiliki oleh setiap pemegang saham.


Hal itu membuat hubungan Logan dan para pemegang saham semakin memanas. Pemegang saham bahkan mengancam Logan dengan kasus sengketa tanah itu. Jika Logan masih belum mengembalikan keuntungan yang diberikan pada pemegang saham di bank Swiss itu seperti semula, para pemegang saham akan terus mendesaknya, bahkan jika perlu hingga membuat Logan lengser dari posisinya.


Hingga setelah resepsi Logan dan Rania dilangsungkan beberapa orang datang menemui Logan. Saat itu Logan sedang di ruang meeting bersama dengan beberapa pemegang saham. Pertemuan itu berlangsung secara terutup.


"Anda harus mengembalikan persenan yang masuk ke rekening Jackson Chou seperti semula, Pak. Maka kami akan menghentikan sengketa tanah itu." ucap seorang pria paruh baya yang merupakan salah satu pemegang saham Logan Enterprise. Kata-kata itu diiyakan dan didukung oleh pemegang saham yang lain.


Ruang meeting gaduh, pemegang saham mencoba meyakinkan Logan. Namun Logan tetap bergeming.


"Pak Davin, anda yang paling tau masalah ini. Harusnya anda meyakinkan Pak Logan untuk tidak memotong pemasukan pada Jackson Chou. Ini akan membahayakan Logan Enterprise, Pak." Kini Davinpun menjadi sasaran protes dari para pemegang saham.


Para pemegang saham semakin riuh meluapkan kekecewaan dan amarahnya. "Jangan salahkan kami jika suatu hari Jackson Chou datang kemari, Pak Logan! Kami sudah memperingatkan anda!"


Kemudian mereka membubarkan diri tanpa diperintah karena merasa percuma membujuk Logan yang keras kepala dan tetap pada keputusannya.


Logan masih bergeming pada posisinya, Davinpun tidak beranjak dari sisi Logan, masih mendampingi Logan yang terdiam entah apa yang dipikirkannya.

__ADS_1


Terdengar pintu ruang meeting diketuk dan kemudian dibuka, Fany datang mengabarkan sesuatu. "Mohon maaf Pak, ada tamu."


"Siapa?" tanya Logan. Ia merasa tidak ada janji dengan siapapun hari itu.


Belum Fany menjawab, beberapa pria bertubuh tinggi dan besar, berpakaian serba hitam, dengan wajah khas Asia Timur masuk menerobos ruang meeting itu.


Seorang Pria dengan tato yang memenuhi lehernya berjalan paling depan menuju tempat Logan duduk. Pria itu melihat ke seluruh ruangan dan kemudian duduk tidak jauh dari Logan. Logan masih bergeming seraya menatap pria itu dengan tajam.


Pria bertato memenuhi leher itu menyapa Logan dengan berbahasa Inggris, "Bagus sekali gedung baru ini. Investasi yang bagus." ucap Pria itu seraya mengangkat kakinya dan mengistirahatkannya di meja itu.


Logan terdiam mengamati pria yang nampak tidak sopan itu.


"Siapa anda?" Tanya Logan juga berbahasa Inggris.


"Ah, benar juga. Seharusnya saya memperkenalkan diri dulu." Pria itu mengamati Logan, "Ternyata kamu Logan Victor, anak dari Faris Victor, orang yang mengutil uang saya selama ini."


Tubuh Logan menegang, merasa mulai tidak nyaman dengan sikap pria itu.

__ADS_1


Pria itu menatap Logan lekat, "Perkenalkan, Saya Jackson Chou."


__ADS_2