My Marriage Life With Young CEO

My Marriage Life With Young CEO
Bab 39: Kacau


__ADS_3

"Senang bertemu dengan anda," ucap Logan dengan tenang, mencoba meredam rasa gugupnya.


Melihat Logan yang begitu tenang menghadapinya, Jackson merasa tersinggung. Seharusnya kehadirannya membuat Logan ketar-ketir bukan sebaliknya.


"Tidak perlu banyak basa-basi. Saya datang kesini untuk mengambil kembali uang saya!"


"Uang apa yang anda maksudkan?" Tanya Logan masih dengan nada yang tenang, tidak terintimidasi sedikitpun.


"Kamu jangan pura-pura bodoh! Berikan saya sisa uang yang harusnya saya dapatkan!" Jackson meninggikan nada bicaranya.


"Kenapa saya harus memberikan anda uang yang bukan hak anda?" Logan bertanya masih dengan nada yang tenang.


Jackson memberikan sebuah dokumen pada Logan, "Kamu belum melihat ini? Logan Enterprise akan memberikan keuntungan lebih untuk saya. Ini ditanda tangani oleh ayah kamu sendiri!"


Logan melirik ke arah dokumen itu dengan pandangan tidak tertarik, "Ayah saya yang menandatangani itu 'kan? Bukan saya. Jadi saya tidak memiliki kewajiban untuk melanjutkan isi perjanjian itu. Lagipula yang saya tau, kamu memberikan pinjaman pada ayah saya dengan bunga 20%. Anda bukan pemilik saham. Anda hanya meminjamkan uang pada saat ayah saya baru memulai bisnisnya. Dan ayah saya sudah melunasi semuanya, bahkan sejak beberapa tahun lalu. Jadi seharusnya anda tidak mendapatkan keuntungan itu lagi sekarang. Anda tidak berhak untuk mendapatkannya."


Sontak Jackson berdiri dengan tiba-tiba hingga kursi yang didudukinya terguling. "Berani sekali kamu! Dulu ayah kamu sangat tunduk padaku! Ayah kamu tidak akan bisa membangun hotel sebesar ini jika bukan dari uangku!"

__ADS_1


Logan beranjak dari duduknya dengan tenang. Menghadapi mafia serakah seperti Jackson tidak bisa dengan emosi juga. "Saya ucapkan terimakasih kalau begitu. Tapi sekali lagi bisnis tetaplah bisnis. Saya sudah katakan, ayah saya sudah mengembalikan uang yang anda pinjamkan dulu bahkan beserta bunganya. Saya menjalankan bisnis, bukan badan amal."


Jackson naik pitam. Ia terlihat begitu murka dengan kata-kata Logan. Iapun menghampiri Logan dan menarik kerah jas yang Logan kenakan, "Kamu kira saya pengemis yang membutuhkan santunan dari badan amal!?" teriaknya.


Davin segera menghubungi para bodyguard dan juga pihak keamanan untuk datang ke ruang meeting itu. Sedangkan Logan seketika membanting tubuh Jackson yang jauh lebih besar dari Logan dengan sekali gerakan.


Jackson mengerang kesakitan dengan posisi tubuh terlentang di lantai. Para anak buah Jackson Chou segera membantu bos mereka. Mereka mengutuk dan mengumpat pada Logan.


"Anda salah memilih lawan, Tuan Chou. Saya bukan ayah saya yang akan menuruti kemauan anda. Saya akan menjalankan bisnis saya dengan cara saya sendiri. Sekarang silahkan anda pulang ke negera anda, saya akan membayarkan biaya perjalanan anda dan anak buah anda pulang menggunakan tiket first class. Tapi setelah ini saya tidak ingin melihat kalian lagi disini."


***


Hingga Logan mendapat kabar dari tim pengacara di Maladewa yang sedang mencoba menyelesaikan kasus sengketa tanah itu tepat sehari sebelum Rania masuk kuliah untuk pertama kalinya. Tim pengacara mengatakan pihak penggugat memenangkan gugatan mereka. Hal itu membuat Logan harus menghentikan pembangunan hotel disana. Kekhawatirannya dan juga para pemegang saham selama ini akhirnya terjadi. Rupanya, Jackson Chou ada di balik itu semua. Dibantu dengan bos besarnya, Jackson Chou bisa membuat Logan kehilangan hotel itu.


Para pemegang saham sangat marah pada Logan. Milyaran rupiah terbuang sia-sia. Para investor juga terus mendesak Logan untuk mengembalikan semua modal mereka. Di saat keadaan sesulit itu, serumit itu. Logan masih harus menghadapi hal lain yang membuat keadaan mentalnya semakin frustasi, ia melihat Rania, istrinya sendiri, berpelukan dengan pria lain.


Seakan belum cukup sampai disitu kekacauan yang terjadi dalam hidup Logan, kini iapun mengetahui hal yang sangat tidak diinginkannya. Rania kini tengah hamil. Lengkap sudah masalah yang Logan hadapi. Ia semakin stress, kepalanya seakan mau pecah, hatinya seakan diremas kuat.

__ADS_1


Maka disinilah ia, di jalanan malam kota Bandung, membelah angin malam di atas motor ninja merahnya, yang sudah lama tidak ia gunakan. Semakin motornya melaju kencang, rasanya semakin mereda stress dan sakit yang dirasakannya.


***


Rania tidak bisa tidur. Bahkan memejamkan mata barang sebentar saja tidak bisa, sedangkan keadaan tubuhnya masih lemah. Ia terus mencoba menghubungi Logan. Namun tidak bisa. Logan tidak mengangkatnya. Begitu juga dengan Davin. Hanya Hazel yang mengabarinya sesekali. Ia dan Rifan sedang mencoba mencari keberadaan Logan.


Kring..kring..


Satu orang lagi yang mencoba mencari Rania, namun belum mengetahui bahwa sekarang Rania sudah kembali ke apartemennya, orang itu adalah Vino. Rania terus mengabaikan telepon dari Vino. Rania tidak mau berhubungan lagi dengan Vino setelah kejadian yang menimpanya. Ia sangat trauma dan merasa bersalah pada Logan. Maka ia memilih untuk mengabaikannya.


Hingga menjelang pagi terdengar bel pintu apartemen berbunyi. Rania segera menghampiri pintu dan membukanya. Disana ada Hazel dan Rifan yang memapah tubuh Logan. Logan berada ditengah dengan kedua tangannya menyangga pada leher Hazel dan Rifan.


"Ya Tuhan! Mas!" Seketika Rania panik melihat sepertinya Logan pingsan. Tercium bau alkohol yang menyengat dan sayup-sayup juga bau rokok dari tubuh Logan.


"Dia mabuk parah, Miss." ucap Hazel.


{Maaf untuk hari ini upnya 1 bab ya. Author lagi ada kesibukan soalnya. makasih banyak ya udah baca karyaku :) }

__ADS_1


__ADS_2