My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Akhirnya Pulang


__ADS_3

Setelah makan malam, Mahesa mengantar Clara pulang kerumahnya karena Clara akan membereskan barang-barangnya sekarang agar besok dia tinggal menjemput Bianca dirumah sakit. Setelah selesai membereskan barangnya, Clara segera menghubungi Kak Vino.


"Halo sweetheart, akhirnya kamu telepon kakak juga. Kamu dimana? Kok belum sampai di bandara?" Tanya Kak Vino terdengar khawatir setelah mengangkat teleponnya.


"Maaf kak, aku ga ikut agensi pulang ke New York. Ak..." ucap Clara terpotong.


"Hah? Kenapa ga ikut pulang? Kamu ditinggalin atau ketinggalan atau gimana?!" Potong Kak Vino kaget setelah mendengar ucapan Clara.


"Kak Vino please, biarin aku jelasin dulu ok? Jangan dipotong dulu," ucap Clara dan melanjutkan ucapannya setelah mendengar Kak Vino bergumam mengiyakan. "Aku ga ikut mereka karena aku bilang aku bakal pulang ke New York bareng kakak aku. Aku ga bohong kak bilang begitu, soalnya aku.....aku ketemu Kak Angel disini."


Kak Vino yang mendengarnya pun cukup terkejut namun membiarkan Clara melanjutkan ceritanya. "Tapi Kak Angel ga bisa ikut aku ke New York dan karena aku belum 17 tahun jadi aku ga bisa naik pesawat tanpa seorang pendamping. Jadi aku mau minta tolong sama Kak Vino. Tolong suruh pesawat pribadi keluarga kita untuk jemput aku di Indonesia besok," ucap Clara melanjutkan ceritanya.


Kak Vino yang masih terkejut mengenai Angel pun hanya bisa mengiyakan ucapan Clara. "Oke sweetheart, kakak bakal datangin pesawat keluarga kita untuk jemput kamu besok. Kamu ada dimana sekarang? Besok biar kakak suruh supir kantor di cabang kantor kita yang ada di Indonesia buat jemput kamu dan nemenin kamu di bandara sampai pesawat kita sampai."


"Aku ada di rumah lama kita kak. Tapi kakak bisa suruh supir untuk jemput aku di rumah sakit."


"Kenapa di rumah sakit?" Tanya Kak Vino heran.


"Ada sesuatu yang harus aku urus kak. Pokoknya nanti setelah aku sampai di New York aku bakal ceritain semuanya sama kakak."


"Oke kalau gitu. Kamu hutang penjelasan sama kakak. Sekarang kamu istirahat, besok tunggu supir kita di rumah sakit."

__ADS_1


Lalu sambungan telepon pun terputus. Clara pun segera tidur agar besok pagi dia tidak kesiangan saat berangkat ke rumah sakit.


_______________________


Keesokan harinya


Pagi pun tiba dan Clara memesan taksi online untuk berangkat ke rumah sakit. Clara sudah membawa kopernya dan segera mengurus kepulangan Bianca. Setelah semuanya selesai, Clara menunggu sang supir di taman rumah sakit karena Kak Vino memintanya untuk menunggu di taman.


"Non Clara?" Tanya seorang pria yang sudah cukup berumur.


"Iya saya Clara. Bapak Pak Budi ya?" Tanya Clara kemudian sambil membalikan badannya.


"Ini anak salah satu kakak saya pak. Keponakan Kak Brian, Kak Vino, dan saya," ucap Clara sambil tersenyum.


Pak Budi pun sedikit canggung karena Clara menyadari keterkejutannya dan menjelaskan kebingungannya padanya padahal itu sama sekali bukan urusannya jadi Clara tak perlu menjelaskannya. "Maaf non saya tidak tahu. Mari saya bawakan kopernya ke mobil," ucap Pak Budi kemudian yang hanya disenyumi dan diangguki oleh Clara.


Setelah sampai di bandara, Pak Budi menemani Clara sampai pesawatnya datang. Karena pesawat belum juga sampai, maka Clara meminta tolong pada Pak Budi untuk membelikan susu bubuk untuk bayi karena Clara sadar didalam pesawat nanti pasti tidak ada susu bayi untuk Bianca. Pesawat pun sampai bertepatan dengan Pak Budi yang sudah selesai membeli susu bayi untuk Bianca. Saat didalam pesawat, Clara dapat menyadari tatapan terkejut dan bingung dari para awak pesawatnya namun Clara menghiraukannya dan tidak mencoba untuk menjelaskan bayi siapa yang dia bawa bersamanya. Clara istirahat dalam pesawat karena perjalanan membutuhkan waktu yang cukup lama. Perkiraan besok pagi baru dia bisa sampai di New York. Clara pun menenangkan pikirannya agar besok dapat menjelaskan semuanya dengan baik pada Kak Brian dan juga Kak Vino.


______________


New York City

__ADS_1


Clara pun sampai kerumahnya pukul 07.00 setelah supir pribadinya di New York menjemputnya di bandara. Saat pulang Clara cukup terkejut karena didalam ruang tamu sudah terdapat Kak Brian dan Kak Vino yang menunggunya padahal seharusnya Kak Brian masih berada di Jerman dan Kak Vino seharusnya masih kuliah. Kak Brian dan Kak Vino pun sama terkejutnya dengan Clara saat melihat Clara tidak pulang sendirian. Clara yang merasa suasana menjadi canggung pun mencoba membuka pembicaraan.


"Kak Brian udah pulang? Bukannya seharusnya masih ada di Jerman?" Tanya Clara sambil tersenyum ke arah kakaknya yang terkenal dingin itu. Kak Brian tidak menjawab dan tatapannya hanya fokus kepada sosok bayi yang berada didalam gendongan Clara.


"Kak Brian sengaja pulang lebih cepat karena dia khawatir saat mengetahui kamu melakukan sebuah pembayaran di rumah sakit," jawab Kak Vino yang menyadari bahwa kakaknya itu tidak berniat menjawab pertanyaan Clara.


"Kak Vino juga kenapa ada dirumah? Bukannya ini masih jam kuliah?" Tanya Clara pada Kak Vino karena tidak ingin suasana menjadi canggung kembali.


"Kakak juga khawatir sama kamu Cla. Tadinya kakak mau jemput kamu dibandara tapi kata Kak Brian biar supir aja yang jemput soalnya kamu pasti cape abis melakukan perjalanan jauh dan kalau kakak yang jemput pasti kamu ga bisa istirahat dimobil," ucap Kak Vino sedikit malu diakhir karena Kak Brian tahu jika Kak Vino yang menjemput Clara maka Clara pasti akan langsung diinterogasi olehnya.


"Clara sekarang kamu istirahat di kamar kamu. Kamu pasti cape sekarang. Nanti sore setelah kakak pulang dari kantor ada yang harus kamu jelasin ke kakak," ucap Kak Brian yang pada akhirnya membuka suara.


"Makasih kak. Sekarang Clara ke kamar dulu ya," ucap Clara sambil tersenyum dan hendak membawa kopernya ke kamar.


"Biar kakak aja yang bawain," ucap Kak Vino sambil mengangkat koper Clara dan membawanya ke dalam kamar Clara yang berada di lantai 2. "Sweetheart, bayi siapa yang kamu bawa?" Tanya Kak Vino setelah sampai didalam kamar Clara.


"Nanti aku jelasin kak saat Kak Brian pulang kantor sekalian aku jelasin juga ke Kak Brian. Aku males ngulang cerita soalnya ceritanya akan cukup panjang. Sabar ya," ucap Clara sambil tersenyum.


Kak Vino pun hanya dapat menghela napasnya. "Yaudah sekarang kamu istirahat ya. Kakak juga mau ke kampus sebentar," ucap Kak Vino sambil keluar dari kamar Clara membiarkan Clara istirahat.


Setelah Kak Vino dan Kak Brian keluar rumah untuk mengurus urusannya masing-masing, Clara segera membersihkan dirinya dan membuat susu untuk Bianca. Setelah Bianca tertidur, Clara pun istirahat sampai sore hari datang karena perjalanan didalam pesawat sungguh melelahkan apalagi banyak yang harus dia urus saat di Indonesia sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2