My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Pemakaman


__ADS_3

Hanya dalam waktu satu jam, Mahesa sudah dapat menemukan dimana makam Tania berada dan memberitahukannya kepada Clara. Clara sangat berterimakasih pada Mahesa dan segera meminta bantuan kepada pihak rumah sakit untuk melakukan proses pemakaman sekarang juga.


Dan disinilah Clara berada sekarang. Disebuah pemakaman elite yang menjadi tempat peristirahatan mommy dan kakaknya. "Mommy, ini Clara. Clara datang untuk memakamkan Kak Angel dan menjenguk mommy. Kalian yang tenang ya disana, suatu saat nanti Clara pasti akan menyusul kalian ke sana," ucap Clara lirih sambil mengusap pusara mommy dan Kak Angel.


Setelah cukup puas berada disana dan mengobrol dengan kedua batu nisan tersebut, akhirnya Clara pergi meninggalkan pemakaman tersebut dan menelepon Mahesa untuk mengajaknya bertemu.


"Halo? Upacara pemakaman kakakmu sudah selesai?" Tanya Mahesa setelah mengangkat teleponnya.


"Sudah. Mahesa, berapa yang harus aku bayar untuk bantuanmu?" Tanya Clara karena dia belum membayar Mahesa atas jasanya mencari tahu dimana makam mommynya.


Mahesa terdiam sejenak sebelum menjawab "Tidak perlu Cla, aku ikhlas menolongmu. Kamu membutuhkan pertolongan dan aku hanya membantu sedikit jadi kamu tidak perlu membayarku," jawab Mahesa tulus dan ikhlas.


"Tapi Mahesa bagaimana mungkin aku tidak membayarmu? Aku sudah menyia-nyiakan waktumu untuk menolongku." Tanya Clara bingung karena Mahesa tidak ingin dibayar.


"Aku sedang memiliki waktu luang jadi ini tak masalah untukku lagipula aku hanya menggunakan waktuku selama satu jam untuk menolongmu. Jadi kumohon jangan membayarku, aku ikhlas menolongmu Clara," ucap Mahesa final.


"Baiklah jika itu maumu. Sekali lagi kuucapkan terimakasih.Bagaimana jika aku mentraktirmu makan malam bersama sebagai ucapan terimakasihku?" Tanya Clara karena dia ingin menunjukkan rasa terimakasihnya.


"Oke. Kamu kirimkan saja dimana alamatnya. Aku akan datang untuk makan malam bersamamu," ucap Mahesa lalu memutuskan sambungan teleponnya.


_________________


Saat makan malam

__ADS_1


"Clara, kau sudah sampai. Apa aku terlambat?" Tanya Mahesa saat memasuki restoran yang Clara pilih dan melihat Clara sudah duduk di salah satu meja.


"Tidak kok. Aku memang sengaja datang sedikit lebih awal. Duduklah," ucap Clara mempersilakan Mahesa untuk duduk.


"Bagaimana keadaanmu sekarang? Yang sabar ya Cla, aku yakin kamu perempuan yang kuat," ucap Mahesa membuka suara setelah ia duduk.


"Yah....aku harus kuat. Sekarang Kak Angel sudah tenang disana dan aku sudah berjanji akan mengurus anaknya dengan baik," ucap Clara mencoba tersenyum.


"Memangnya berapa umurmu? Maaf sebelumnya tapi kau tidak terlihat seperti dapat mengasuh seorang bayi seorang diri," ucap Mahesa sedikit bingung karena Clara terlihat tidak memusingkan soal dirinya yang akan merawat seorang bayi.


"Umurku 14 tahun. Ya aku memang tidak akan merawat Bianca, anak kakakku seorang diri. Aku akan membawanya pulang ke tempat tinggalku dan aku akan menyewa seorang babysitter untuk membantuku merawatnya," ucap Clara yang membuat Mahesa terkejut karena Clara tidak terlihat seperti seorang perempuan berumur 14 tahun. Mahesa terkagum karena sifat Clara yang menurutnya jauh lebih dewasa dari usianya. Ternyata benar kedewasaan seseorang tidak hanya dilihat dari usianya saja melainkan dari sikap dan caranya menghadapi masalah.


"Aku tak menyangka kau berumur 14 tahun. Aku kira kau sudah berusia ya....setidaknya 17 tahun," ucap Mahesa yang membuat Clara tertawa kecil karena Mahesa salah menebak umurnya.


"Bu...bukannya begitu. Hanya saja dari caramu menghadapi semua masalah ini, aku kira kau tidak semuda in....." ucap Mahesa yang dipotong oleh Clara.


"Iya aku tahu maksudmu. Aku hanya bercanda tadi," potong Clara lalu tidak dapat menahan tawanya. Mahesa yang melihat Clara tertawa pun tersenyum dan berpikir bahwa Clara pasti bisa menghadapi ini semua dengan baik.


"Clara, maaf jika aku lancang tapi aku penasaran. Memangnya kemana kedua orangtuamu? Mengapa kau sendirian di Indonesia? Apa kau tidak punya keluarga lain?" Tanya Mahesa saat pertanyaan itu mengganjal dihatinya.


Clara terdiam sesaat kemudian menarik napas lelah sebelum menjawab "Kedua orangtuaku sudah meninggal. Ayahku meninggal saat perjalanan bisnis dan ibuku seperti yang kau tahu, dia juga sudah meninggal dan aku baru menemukan makamnya hari ini berkat kau," ucap Clara yang tersenyum tulus di akhir kalimatnya.


"Maaf aku tak bermaksud membuatmu mengingat mereka," ucap Mahesa yang dapat melihat kesedihan dimata Clara walaupun bibirnya tersenyum tulus padanya.

__ADS_1


"Sudah lah. Kejadian itu sudah lama berlalu. Besok rencananya aku akan kembali ke New York dan membawa Bianca bersamaku karena dokter bilang Bianca sudah boleh keluar dari rumah sakit besok. Kakak ku pasti khawatir karena seharusnya aku pulang ke New York hari ini namun karena Kak Angel meninggal maka kepulanganku tertunda," ucap Clara yang membuat Mahesa lagi-lagi terkejut.


"Kau akan ke New York?! Sendirian, hanya bersama seorang bayi?! Apa kau pikir pramugari didalam pesawat akan membiarkan kau dan seorang bayi berada didalam pesawat tanpa pendamping?" Tanya Mahesa yang tak habis pikir dengan pikiran Clara yang sesimple itu. Ternyata benar Clara memang hanyalah seorang anak perempuan berumur 14 tahun. Bahkan mungkin Clara tidak mengetahui peraturan untuk menaiki pesawat.


"Apa maksudmu? Kenapa mereka tak akan membiarkanku naik pesawat? Aku punya passport tapi Bianca tak punya. Bagaimana ini?" Tanya Clara panik saat mengingat Bianca tak memiliki passport.


"Bianca bahkan masih bayi, kenapa harus repot-repot dibikinin passport," jawab Mahesa malas. "Untuk naik pesawat kau harus bersama seorang pendamping karena umurmu belum 17 tahun. Apalagi kau akan membawa seorang bayi bersamamu untuk naik pesawat," sambungnya.


Clara yang mendengarnya hanya mengangguk-anggukan kepalanya dengan santai lalu berkata "Baiklah jika begitu. Aku akan meminta tolong kepada Kak Vino untuk mengirimkan pesawat pribadi untukku dan Bianca," ucap Clara yang membuat Mahesa melongo dan berpikir dalam hati sebenarnya siapa Clara ini, kenapa dia bisa memiliki pesawat pribadi segala dan Clara juga memiliki kemampuan untuk meretas diumurnya yang baru menginjak 14 tahun. Clara yang melihat Mahesa terdiam pun lalu berinisiatif untuk membuka pembicaraan.


"Mahesa, aku lupa sesuatu," ucap Clara yang membuat Mahesa menatap kearahnya dengan pandangan mata bertanya ada apa. "Kita daritadi keasyikan mengobrol sampai lupa untuk memesan makanan," sambung Clara meringis saat melihat mata Mahesa melotot karena terkejut dan melihat ke sampingnya yang ternyata sudah berdiri seorang pelayan entah dari kapan. Akhirnya mereka pun memesan makan malam mereka dan setelah pelayan tersebut pergi, Mahesa pun berkata "Aku kira kamu sudah memesan makan malam untuk kita. Dari kapan pelayan itu berdiri disampingku?" Tanya Mahesa bingung.


"Saat aku datang, pelayan tersebut datang menghampiriku namun aku berkata bahwa aku akan memesan makanan setelah temanku datang karena aku tidak tahu kau suka makanan apa. Aku tidak tahu sejak kapan pelayan tersebut ada disana karena aku sendiri baru menyadari keberadaannya saat melihat kau terdiam tadi," jawab Clara yang membuat Mahesa merasa bersalah karena langsung mengajak Clara mengobrol saat sampai tadi dan tidak bertanya terlebih dahulu apakah Clara sudah memesan makan malam untuk mereka atau belum.


"Clara, kau mempunyai seorang kakak di New York?" Tanya Mahesa setelah menghela napas panjang.


"Tidak," ucap Clara singkat yang membuat Mahesa lagi-lagi melotot.


"Lalu untuk apa kau pergi ke New York?!" Tanya Mahesa tak habis pikir.


"Karena aku mempunyai dua orang kakak laki-laki disana. Kak Brian dan Kak Vino," jawab Clara polos yang membuat Mahesa menghela napas lelah. "Seharusnya aku tidak bertanya apakah dia mempunyai SEORANG KAKAK. Seharusnya aku bertanya apakah dia mempunyai KAKAK di New York. Ternyata kelamaan mengobrol dengan Clara dapat menguras tenaganya juga. Kelamaan mengobrol dengan Clara maka sikap kekanak-kanakannya akan keluar," batin Mahesa.


Akhirnya makanan mereka pun datang dan mereka memakannya dalam keheningan karena Mahesa berkata tidak baik mengobrol sambil makan karena akan ada kemungkinan mereka tersedak. Lebih tepatnya Mahesa yang tersedak jika mendapatkan jawaban yang kekanakan atau jawaban yang membuatnya kaget dari Clara.

__ADS_1


__ADS_2