My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Belum Siap


__ADS_3

"Cla, lihat deh mataharinya udah mulai terbenam." Ucap Alvaro setelah sekian lama keheningan menyelimuti mereka.


Clara langsung menolehkan kepalanya ke atas. "Wah, bagus banget kak pemandangannya." Komentar Clara takjub.


"Seneng deh lihat pemandangan ini bareng kamu. Kayak orang pacaran beneran." Goda Alvaro yang membuat pipi Clara memanas.


"Ihh apaan sih kak, ajak aja sana Kak Sissy kalau mau pacaran." Jawab Clara yang membuat Alvaro tertawa. "Kalau Kak Alvaro ga suka sama Kak Sissy, ga mungkin kan kalian sampai pacaran." Lanjut Clara lirih.


Alvaro yang merasakan mood Clara telah berubah akhirnya melepaskan pelukannya pada Clara. "Cla, lihat kakak." Ucap Alvaro sambil membalikkan tubuh Clara agar menghadap ke arahnya. "Dulu mungkin memang Sissy adalah satu-satunya perempuan yang kakak suka tapi semuanya berubah dan ceritanya panjang banget jadi kakak belum bisa ceritain sekarang." Ucap Alvaro serius namun diakhiri dengan senyuman saat Clara menatapnya intens.


"Apa maksud Kak Alvaro perasaannya pada Kak Sissy berubah semenjak kenal Kak Angel? Tapi bukannya Kak Alvaro ninggalin Kak Angel demi Kak Sissy?" Batin Clara bingung akan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu Alvaro.


Melihat Clara yang diam saja, akhirnya Alvaro kembali bersuara. "Ayo Cla kita pulang. Matahari udah terbenam." Ajak Alvaro lalu mendayuh perahunya ke pinggir danau saat mendapatkan anggukan dari Clara.


Sepanjang perjalanan pulang, suasana di mobil tampak hening karena Clara yang kembali memikirkan masa lalu Kak Angel dan Kak Alvaro sementara Alvaro menyesal karena sudah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya ia katakan jika memang ia belum siap untuk menceritakan masa lalunya pada Clara. "Cla, rumah kamu dimana?" Tanya Alvaro saat mereka sudah dekat dengan taman kompleks. "Lurus aja kak nanti di perempatan belok kiri. Cari yang nomor 100" Jawab Clara tanpa sadar memberitahu alamat rumahnya.


Alvaro hanya mengangguk lalu berhenti saat sudah sampai. Clara yang menyadari mobil berhenti pun akhirnya bertanya, "Kok berhenti kak? Perasaan bukan lampu merah."


Alvaro tertawa mendengarnya membuat Clara heran. "Ini udah sampai rumah kamu Cla. Coba lihat sekitar." Jawab Alvaro setelah berhasil meredakan tawanya.


Clara segera menatap sekitar dan membulatkan matanya berkejut. "Kok kakak tahu dimana rumah aku?" Tanya Clara menatap Alvaro panik.


Alvaro yang melihatnya hanya dapat mengerutkan keningnya heran. "Kan tadi kamu yang kasih tahu alamatnya Cla. Memangnya aku ga boleh tahu kamu tinggal dimana ya?" Tanya Alvaro sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Eh?" Clara bingung dan langsung memejamkan matanya. "Clara bodoh banget sih bisa-bisanya ngelamun sampai ga sadar udah ngasih tau alamat rumah. Tapi Kak Alvaro kayaknya biasa aja berarti dia ga tau kan kalau aku ini adiknya Kak Angel?" Batin Clara panik.


"Masih betah sama aku Cla? Kalau ga mau turun kita jalan-jalan lagi nih." Goda Alvaro yang melihat Clara hanya duduk diam di sampingnya tanpa berniat turun.

__ADS_1


"Eh iya kak. Maaf lupa." Jawab Clara kaget yang membuat Alvaro tertawa.


"Ternyata rumah kamu memang dekat sama taman itu ya Cla. Kebetulan apartemen aku juga didekat sini. Jadi aku bisa sering main ke rumah kamu dong." Ucap Alvaro sambil melihat sekitar.


"Jangan kak. Jangan main ke rumah aku." Jawab Clara panik yang membuat Alvaro langsung menatapnya heran.


"Kenapa?"


"Ya abis bodyguard aku galak kak hehe." Jawab Clara seadanya.


"Andrew maksudnya? Kan udah baikan kemarin." Jawab Alvaro sambil tersenyum bangga.


"Oh" Clara bingung hendak menjawab apa.


"Papa kamu galak ya? Atau kamu belum boleh pacaran?" Tanya Alvaro lagi berniat menggoda Clara.


Alvaro yang mendengarnya cukup terkejut. "Maaf."


"It's okay. Udah lumayan lama juga lagian." Jawab Clara sambil menatap Alvaro. "Aku duluan ya kak. Thank bonekanya." Lanjut Clara sambil membuka pintu mobil.


"Salam ya buat adik kamu. Bilang ada salam dari cowo ganteng yang lagi deketin kakaknya dan meminta restu adiknya." Ucap Alvaro sambil terkekeh geli dan disenyumi oleh Clara. "Aku pulang ya Cla. See u." Lanjut Alvaro lalu menjalankan mobilnya saat Clara mengangguk.


"Bye Kak Alvaro." Ucap Clara saat mobil Alvaro menghilang dari pandangannya. Clara segera masuk ke rumahnya dan disambut oleh Bianca.


"Kak Ara udah pulang." Ucap Bianca sambil berjalan mendekati Clara.


"Udah dong Bi. Nih kakak ada sesuatu buat kamu." Ucap Clara sambil menyerahkan plastik berisi boneka pada Bianca.

__ADS_1


Bianca segera membukanya dan terkejut melihat isinya. "Wah bagus banget kak bonekanya." Ucap Bianca dengan mata yang berbinar.


"Bagus deh kalau kamu suka." Ucap Clara tersenyum melihatnya lalu Clara teringat dengan pesan Alvaro untuk Bianca. "Oh iya Bi kamu dapat salam dari seseorang yang ngasih kamu boneka ini loh." Lanjut Clara membuat Bianca menatapnya.


"Siapa kak? Bukan kakak yang beliin Bi boneka?" Tanya Bianca bingung.


-Bilang ada salam dari cowo ganteng yang lagi deketin kakaknya dan meminta restu adiknya- Clara tersenyum mengingat ucapan Alvaro barusan.


"Bi, sini deh duduk dulu di sofa masa kita ngobrol di depan pintu sih." Ajak Clara lalu menggandeng tangan Bianca berjalan ke arah sofa. Setelah duduk akhirnya Bianca bertanya lagi, "Jadi dari siapa kak?"


"Dari teman kakak yang ngakunya cowo ganteng." Ucap Clara sambil tertawa membuat Bianca hanya ber oh ria karena tidak begitu paham.


"Cla, sudah pulang." Ucap Siti sambil berjalan ke arah Clara dan Bianca sambil membawakan segelas teh hangat untuk Clara.


"Iya Si barusan. Thank teh nya." Senyum Clara yang membuat Siti mengangguk.


"Wah, Bianca dapat boneka baru ya." Siti mengajak ngobrol Bianca dan bermain bersamanya. Clara yang melihat itu pun tersenyum lalu segera berdiri dari sofa.


"Siti, aku ke kamar dulu ya mau ganti baju sekalian mandi. Nanti sebentar lagi kita makan malam." Ucap Clara sambil menenteng tasnya.


"Oke Cla." Jawab Siti sambil menjawab ucapan Bianca yang semakin lama semakin sering mengoceh.


Clara pun segera berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya setelah melihat Bianca yang masih asik memainkan bonekanya.


Sementara di tempat lain


Alvaro baru saja sampai ke apartemennya dan segera menidurkan tubuhnya di kasur. "Kayaknya gua beneran suka sama Clara dan kali ini akan gua pastikan gua akan berusaha menjaga Clara apapun caranya. Gua ga mau Clara diganggu oleh Sissy dan gua lebih ga mau Clara menghilang meninggalkan gua seperti Angel. Walau gua sudah berhasil move on tapi kali ini gua bener-bener sadar kalau gua ga akan sanggup merasakan kehilangan lagi." Batin Alvaro merenungkan kembali masa lalunya dan kehadiran Clara yang berhasil mengubah dunianya.

__ADS_1


__ADS_2