
"Makasih Sa. Hati-hati di jalan," ucap Clara setelah turun dari mobil Mahesa lalu melihat mobil Mahesa yang berlalu dari pekarangan rumahnya sebelum masuk.
"Kamu dari mana aja Cla?" Tanya Kak Andrew saat melihat Clara hendak membuka pintu rumahnya.
"Bukan urusan kakak," jawab Clara yang masih sedikit kesal dengan Kak Andrew lalu berlalu memasuki rumahnya.
"Cla, aku tau aku salah. Aku minta maaf," ucap Kak Andrew yang membuat Clara menghentikan langkahnya dan tidak jadi menaiki tangga ke lantai 2. "Aku minta maaf, aku udah kelewatan. Ga seharusnya aku ngomong gitu ke Alvaro dan bukan urusan aku kalau kamu mau temenan sama siapa aja. Tugas aku cuma memastikan kamu aman tapi maaf aku udah bertindak terlalu jauh," lanjut Kak Andrew yang terlihat menyesal.
Clara pun membalikan badannya dan menatap Kak Andrew yang menundukan kepalanya. "Kak Andrew," panggil Clara yang membuat Kak Andrew mendongak. "Clara udah maafin kakak. Maafin Clara juga ya udah ninggalin Kak Andrew kayak tadi," ucap Clara sambil menatap Kak Andrew.
"Ga apa apa Cla. Aku yang salah," ucap Kak Andrew saat mendengar Clara meminta maaf.
"Aku juga salah udah ninggalin kakak gitu aja. Aku tau niat kakak baik tapi biarin aku urus diri aku sendiri ya. Kalau ada apa-apa aku pasti bilang ke Kak Andrew karena aku tau Kak Brian benar-benar mempercayai kakak untuk ngejaga aku. Soal pertemanan aku, kakak bisa memperingatkan aku jika kakak merasa orang itu tidak baik tapi jangan ngelabrak mereka kayak tadi ya. Aku ga suka lihat orang bertengkar," ucap Clara mencoba memberi pengertian pada Kak Andrew bahwa walaupun Kak Andrew bodyguardnya tetapi Clara mempunyai privasi yang tidak bisa dijangkau oleh Kak Andrew.
"Iya Cla. Sekali lagi aku minta maaf," ucap Kak Andrew yang kembali menunduk. Clara pun mengangguk dan melanjutkan langkahnya menaiki tangga. "Kamu dari mana Cla? Kamu ga kenapa-napa kan? Kok jam segini baru pulang?" Tanya Kak Andrew yang membuat Clara berbalik. Clara tersenyum karena walaupun ia sedang marah pada Kak Andrew tetapi Kak Andrew tetap saja memperhatikan keselamatannya.
"Maaf aku ga ngasih kabar ke kakak. Teman aku baru pulang dari Berlin jadi aku ketemuan sama dia di kafe sebelum pulang. Kami ngobrol sampai lupa waktu," jawab Clara yang meringis di akhir kalimatnya karena matanya tidak sengaja melirik jam yang menunjukan pukul 20.30 WIB.
"Oh. Yaudah selamat beristirahat Cla," ucap Kak Andrew lalu pamit undur diri sehingga Clara melanjutkan jalannya menuju ke kamarnya.
Sesampainya di kamarnya, Clara melihat Bianca yang sudah tertidur dan merasa bersalah karena ia tidak memiliki banyak waktu untuk Bianca. "Maaf ya Bi, kakak jarang main sama kamu. Tapi kakak janji setiap weekend, kakak bakal ngabisin waktu kakak buat main sama kamu. Besok kita jalan-jalan seharian ke mall ya Bi," lirih Clara sambil mengusap rambut Bianca yang sedang tertidur. Lalu Clara ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum ikut tertidur bersama Bianca.
_____________
Keesokan harinya
Clara bangun lebih awal lalu segera membersihkan dirinya dan bersiap-siap memakai dress berwarna pink selutut. Setelah dirasanya sudah siap, Clara segera membangunkan Bianca yang masih tertidur.
"Bi, hey wake up please," ucap Clara sambil mengusap lembut pipi Bianca.
"Kak Ara 5 menit lagi," ucap Bianca sambil menarik selimutnya sampai kepala.
"Bianca bangun dong. Kakak kan mau ngajak kamu jalan-jalan ke mall," ucap Clara yang langsung membuat Bianca terduduk di ranjangnya.
"Beneran kak? Kapan?" Tanya Bianca dengan semangat empat lima yang membuat Clara tertawa.
"Ya semakin cepat kamu bangun maka semakin cepat pula kita berangkat," ucap Clara santai yang membuat Bianca segera meloncat turun dari ranjangnya. "Astaga Bianca! Hati-hati dong kalau kamu jatuh gimana!" Ucap Clara panik yang membuat Bianca meringis.
__ADS_1
"Maaf kak, sekarang Bianca udah bangun. Ayo kita berangkat," ucap Bianca sambil menarik tangan Clara.
"Loh? Mau berangkat sekarang? Mandi dulu dong Bi terus dandan yang rapi," ucap Clara sambil tertawa.
"Oh iya kak, Bianca lupa. Yaudah Bianca mandi dulu," ucap Bianca lalu berlari ke arah kamar mandi.
"Jangan lari dong Bi nanti jatuh. Kakak panggil Kak Siti ya buat bantuin kamu mandi," ucap Clara lalu berjalan keluar kamar setelah mendengar Bianca mengiyakannya.
Clara menuruni tangga ke lantai 1 dan langsung disambut oleh para pelayanannya. "Non Clara sudah bangun? Mau sarapan apa non?" Tanya salah satu pelayan yang berada di rumahnya.
"Nanti sarapan di luar aja bi. Siti dimana ya?" Tanya Clara karena tidak melihat Siti.
"Kayaknya lagi nyapu di taman belakang deh non," jawab salah satu dari mereka yang membuat Clara mengangguk dan berlalu setelah mengucapkan terimakasih.
Clara berjalan ke taman belakang rumahnya dan menemukan Siti. "Siti, temenin Bianca mandi dong," ucap Clara setelah melihat Siti yang sudah selesai menyapu dan hendak menyiram tanaman.
"Oh iya Cla," ucap Siti lalu membasuh tangannya sebelum berjalan menghampiri Clara.
"Siti, selama aku ga di rumah Bianca main sama siapa aja?" Tanya Clara untuk membuka pembicaraan.
"Bianca main sama saya dan Bi Mirna, Cla. Terkadang kami gantian menjaga Bianca soalnya Bianca tuh aktif banget anaknya.Tapi belakangan ini Bianca lebih suka belajar dari pada main," jawab Siti yang terlihat tersenyum memikirkan Bianca.
"Ga apa apa Cla. Kamu tenang aja kan ada aku sama Bi Mirna yang ngejaga Bianca selama kamu sekolah. Kamu fokus aja sama sekolah kamu ga usah banyak pikiran," ucap Siti yang mencoba menyemangati Clara.
"Makasih Ti," ucap Clara lalu membereskan ranjangnya saat ia dan Siti sudah memasuki kamarnya.
"Biar saja aja Cla," ucap Siti hendak membantu Clara.
"Eh? Ga usah. Kamu bantuin Bianca yang lagi mandi," ucap Clara sambil tersenyum lalu melanjutkan kegiatannya. Sedangkan Siti berjalan ke kamar mandi.
"Kak Siti, tolong keramasin Bianca dong," ucap Bianca dari kamar mandi yang dapat didenger oleh Clara.
Setelah selesai membereskan ranjang, Clara pun memainkan ponselnya dan memesan tiket bioskop. Tak lama kemudian, Bianca keluar dari kamar mandi menggunakan handuk diikuti oleh Siti di belakangnya.
"Wah princess udah selesai mandinya," ucap Clara tersenyum melihat Bianca. "Mau pake baju apa Bi?" Tanya Clara sambil berjalan ke lemari tempat pakaian Bianca berada.
"Baju mirip Kak Ara aja. Dress warna pink yang gambar Princess Aurora," ucap Bianca yang sekarang sedang dipakaikan bedak bayi oleh Siti.
__ADS_1
Clara pun tertawa mendengarnya. "Oke Bi."
Setelah Bianca selesai berpakaian, mereka pun turun ke bawah dan disambut oleh Bi Mirna yang baru pulang dari pasar.
"Cla, aku lanjut nyiram tanaman ya," ucap Siti meminta ijin pada Clara.
"Oh iya Siti, makasih ya," ucap Clara sambil tersenyum lalu Siti berlalu ke taman belakang.
"Non Clara sama non Bianca mau kemana? Kok udah rapi aja non?" Tanya Bi Mirna saat melihat Clara dan Bianca turun dari tangga.
"Kak Ara mau ngajak Bianca ke mall bi," ucap Bianca bersemangat.
"Iya bi kita mau ke mall. Bi Mirna siap-siap ya bibi ikut sama kita," ucap Clara sambil tersenyum ke arah Bi Mirna.
"Loh kok bibi ikut non?" Tanya Bi Mirna heran karena langsung diajak pergi padahal dirinya baru pulang dari pasar.
"Sekalian bantuin aku ngejaga Bianca bi. Bibi tau kan Bianca aktifnya kayak apa," ucap Clara sambil tertawa yang membuat Bi Mirna ikut tertawa sedangkan Bianca cemberut.
"Ihh Kak Ara!" Bianca kesal sambil menghentak-hentakan kakinya.
"Haha iya-iya. Yaudah bi, kami tunggu di depan ya," ucap Clara sambil menggandeng Bianca ke depan.
Setelah sampai di depan pintu, Bianca dan Clara disambut oleh Kak Andrew yang sedang mencuci mobil. "Clara mau kemana pagi-pagi gini?" Tanya Kak Andrew saat melihat Clara berpakaian rapi.
"Mau ajak Bianca jalan-jalan ke mall kak," jawab Clara yang diangguki antusias oleh Bianca. "Kakak tolong anterin aku ke mall dekat sini ya abis itu kakak boleh pergi sama Aletta," lanjut Clara saat melihat Kak Andrew terdiam.
"Loh? Kok kamu tau Cla?" Tanya Kak Andrew terkejut.
"Tau dong kak kan Aletta minta ijin ke aku kemarin malam. Katanya dia ijin mau nyulik Kak Andrew seharian," ucap Clara sambil tertawa yang membuat wajah Kak Andrew memerah.
"Jadi boleh Cla?" Tanya Kak Andrew sambil menghampiri Clara karena dia sudah selesai mencuci mobilnya.
"Boleh dong kak. Nanti abis anterin aku ke mall, kakak boleh nge date sama Aletta. Bawa aja mobilnya sekalian ga apa apa kok," ucap Clara yang membuat Kak Andrew tersenyum.
"Makasih Cla. Tapi mobilnya kamu aja yang pake ga apa apa kok," ucap Kak Andrew enggan membawa mobil Clara.
"Hahaha, kak aku tuh belum bisa bawa mobil. Jadi kakak aja yang pake ya dari pada mobilnya di tinggal di parkiran mall," ucap Clara tertawa sedangkan Kak Andrew semakin malu karena melupakan hal tersebut. "Iya deh tau yang gugup gara-gara mau nge date sampai lupa segalanya," sambung Clara lalu berjalan ke arah bangku yang berada didepan rumahnya sambil menggandeng Bianca yang diam karena tidak memahami apa yang Clara dan Andrew bicarakan.
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu aku ganti baju dulu Cla," ucap Kak Andrew lalu berjalan memasuki tempat dimana para bodyguard tinggal.
"Iya siap-siap dulu aja sekalian jadi nanti ga usah bolak-balik. Abis nganterin aku, kakak bisa langsung jemput Aletta buat nge date," ucap Clara menggoda Kak Andrew yang tidak ditanggapi oleh Kak Andrew karena ia sudah terlalu malu.