
"Akhirnya sekarang udah ada Bi Mirna dan Siti yang bakal jaga Bianca saat aku ga ada di rumah. Sekarang aku harus fokus cari informasi tentang Alvaro, kalau benar dia merupakan mantan pacar Kak Angel yang udah buat Kak Angel menderita maka aku ga akan biarin dia hidup tenang setelah apa yang dia lakukan pada Kak Angel," ucap Clara lalu memejamkan matanya untuk tidur karena besok dia akan sekolah.
Pagi pun tiba dan setelah sarapan, seperti biasa Clara berangkat ke sekolah diantar oleh Kak Andrew bodyguard sekaligus supir pribadinya.
"Hari ini ga usah jemput Clara ya kak, soalnya Clara mau main dulu sama teman," ucap Clara saat hendak turun dari mobil.
"Tak perlu aku temani Cla? Pak Brian menyuruh saya untuk menjaga Clara kemana pun Clara pergi," tanya Kak Andrew.
"Tidak usah, aku cuma mau main sama teman. Lagipula Kak Brian cuma terlalu terlebihan aku kan udah besar ngapain juga aku harus dikawal kemana-mana sama bodyguard. Lagipula di Indonesia, tidak ada yang tahu aku siapa dan musuh Kak Brian dalam dunia bisnis juga tidak terlalu tahu tentang keluarga Kak Brian jadi aku bakal aman disini," ucap Clara yang cukup serius diakhir kalimatnya.
"Oke Clara. Kalau ada hal yang mencurigakan, kamu bisa telepon saya," ucap Kak Andrew lalu pamit undur diri. Clara pun langsung masuk ke kelasnya karena bel telah berbunyi.
_____________
Saat istirahat, di kantin
"Cla, kita jadikan jalan-jalan sepulang sekolah?" Tanya Aletta saat kita sudah duduk di meja kantin sambil memakan makanan yang sudah kami pesan sebelumnya.
"Jadi dong, kita mau kemana pulang sekolah?" Tanya balik Clara sambil tersenyum.
"Gimana kalau kita nongkrong di kafe aja? Dengar-dengar ada kafe yang baru buka didekat sekolah," usul Chacha bersemangat.
"Boleh tuh abis dari kafe baru kita ke mall," jawab Aletta yang diangguki oleh Clara dan Anna. "Eh, Kak Alvaro ke kantin tuh," sambungnya saat melihat seorang laki-laki menjadi pusat perhatian.
Clara yang mendengar nama Alvaro disebut pun akhirnya mengedarkan matanya untuk mencari sosok tersebut. Dilihatnya laki-laki yang sedang menjadi pusat perhatian tersebut sampai pada akhirnya laki-laki tersebut melihat kearahnya sehingga mereka saling bertatapan. "Kok kayaknya dia ga asing ya? Apa aku pernah ketemu sama dia sebelumnya? Tapi dimana?" Batin Clara bertanya-tanya. Sedangkan dilain sisi "Siapa dia? Rasanya gue ga pernah liat dia di sekolah ini. Apa dia murid baru ya? Cantik juga," batin Alvaro sambil menyeringai ke arah Clara yang membuat Clara memutuskan pandangan mata mereka.
"Jadi dia yang namanya Alvaro?" Tanya Clara pada teman-temannya.
__ADS_1
"Iya dia Kak Al, ganteng kan?" Tanya Aletta sambil menggoda Clara.
"Heh jangan bilang gitu Ta. Entar kalau Kak Sissy dengar abis kamu," ucap Anna memperingatkan.
Clara pun hanya tersenyum menjawab pertanyaan Aletta barusan. "Aku harus cari tahu tentang dia," batin Aletta sambil menatap Alvaro yang sudah duduk di salah satu meja disana.
Sedangkan di meja lain
"Al, lo tadi natap apaan? Kok sampai menyeringai?" Tanya Diego salah satu sahabat Alvaro.
"Liatin cewe lah biasa. Kayak ga tau Al aja deh lo," jawab Jack, sahabat Alvaro yang lainnya.
"Al, lo tadi ngeliatin tuh anak baru ya? Kenapa? Dia cantik kan? Lo naksir?" Tanya Richard, sahabat Alvaro juga. Mereka berempat merupakan most wanted boy di sekolahan mereka dan tentunya mereka memiliki kuasanya masing-masing. Alvaro, ketua genk mereka yang merupakan anak pemilik sekolah dan terkenal playboy walaupun sudah memiliki pacar. Diego, dia merupakan anggota yang paling unik diantara mereka berempat karena terkadang dia suka ga nyambung kalau ngomong, tingkahnya juga konyol dan kocak. Jack, si playboy yang terkenal tidak suka berkomitmen namun selalu memberi harapan palsu pada perempuan di sekolahnya. Dan terakhir Richard, dia merupakan yang paling bijak diantara mereka semua sehingga dia selalu dianggap kakak oleh sahabatnya, terkadang sikapnya yang ramah dan terkadang dingin dapat membuat kesalahpahaman pada gadis-gadis di sekolahnya namun dia tidak terlalu mempedulikannya karena dia bukan playboy dan hanya mencoba untuk berbuat baik pada mereka.
"Jadi dia anak baru disini?" Tanya Al pada para sahabatnya.
"Wah bahaya nih. Bisa-bisa dia kena bully sama Si Sissy Sissy itu. Dia kan paling ga suka ada cewe yang lebih cantik dan populer dari dia," ucap Diego menimpali.
"Siapa namanya?" Tanya Alvaro dengan pandangan yang masih menatap lurus pada Clara yang sedang tertawa bersama teman-temannya.
"Siapa ya? Cla....Clara deh kalau ga salah," jawab Jack sedikit ragu.
"Clara? Rasanya ga asing. Apa kita pernah ketemu sebelumnya?" Tanya Alvaro dalam hati.
"My Baby Alvaro," teriak seseorang sambil memeluk leher Alvaro dari belakang yang membuat Alvaro mendengus tidak suka. "Kamu kemana aja sih? Aku cariin juga dari tadi. Di tempat biasa juga ga ada eh malah ada di kantin," lanjut Sissy, seseorang yang memeluk leher Alvaro.
"Yah ketemu juga akhirnya," ucap Diego tanpa sadar yang membuat para sahabatnya memelototinya.
__ADS_1
"Kamu sengaja menghindar dari aku? Iya!?" Tanya Sissy tak terima pada Alvaro.
"Ga gitu. Aku cuma pengen makan di kantin bareng sahabat-sahabat aku. Memangnya salah? Memangnya ga boleh?" Jawab Alvaro pasrah.
"Ya engga salah sih. Tapi yaudah deh karena kamu udah temenin mereka makan jadi pulang sekolah kamu harus gantian nemenin aku makan di kafe yang baru buka di dekat sekolah. Titik," ucap Sissy merengek yang membuat Alvaro jengah.
"Iya-iya aku temenin," jawabnya pasrah sambil memegang tangan Sissy yang ada di lehernya.
"Yes, thank you baby," ucap Sissy senang sambil mencium pipi Alvaro gemas yang membuat para sahabat Alvaro menahan tawanya karena melihat wajah Alvaro yang pasrah.
"Tapi ini lepasin dulu. Aku ga bisa napas," ucap Alvaro sambil melepas tangan Sissy yang ada di lehernya.
"Oke deh. Kalau gitu aku pergi dulu deh. Males di kantin. Bye baby," ucap Sissy lalu berjalan keluar dari kantin.
Setelah kepergian Sissy, tawa para sahabat Alvaro pun meledak yang membuat Alvaro semakin jengkel.
"Lo kenapa sih mau-maunya aja jadian sama tuh cewe satu?" Tanya Jack setelah tawanya mereda.
"Ya mau gimana lagi," jawab Alvaro malas meladeni sahabatnya.
"Nih ya cewe yang mau sama lo banyak. Kenapa juga lo ga putusin si Sissy terus jadian sama cewe lain? Daripada kesiksa sendiri, males sama tingkahlakunya yang semakin hari semakin menjadi," ucap Jack yang naluri playboynya datang entah kapan.
"Benar tuh. Ngapain lo pertahanin dia? Ga mungkin kan lo udah suka sama si Sissy Sissy itu?" Tanya Diego yang membuat mereka semua kembali tertawa kecuali Alvaro.
"Tapi ada benernya juga Al. Mending putus daripada kesiksa sendiri," ucap Richard yang akhirnya membuka suara setelah tawanya reda.
Alvaro pun menghela nafas lelah sebelum menjawab, "Ya gue juga punya alasan sendiri kenapa gue masih mau-maunya pacaran sama dia walaupun sekarang gue sendiri ga tau apa harus gue masih pertahanin hubungan ini sementara alasan gue bertahan aja hilang entah kemana bagai ditelan bumi."
__ADS_1
Para sahabatnya yang mendengar pun hanya dapat terdiam karena tahu apa yang saat ini sedang Alvaro rasakan.