
Saat bangun, Clara segera membuatkan susu untuk Bianca dan membawa Bianca ke halaman belakang rumahnya untuk menghirup udara sore. "Kamu imut banget sih Bi. Liat deh tangan kamu aja kecil gini," ucap Clara pada Bianca yang hanya tersenyum melihatnya.
"Non Clara, Tuan Brian sudah pulang," ucap salah seorang pelayan dirumahnya. Clara pun hanya tersenyum dan mengangguk ke arahnya lalu berjalan menuju ruang tamu karena tahu bahwa Kak Brian akan menunggu penjelasan darinya.
"Kak Brian udah pulang?" Tanya Clara basa-basi sambil berjalan ke arah sofa dengan Bianca digendongannya.
"Sudah. Kamu udah cukup istirahatnya atau masih jetlag?" Tanya Kak Brian.
"Aku udah ga apa apa kok kak. Kan aku jarang mabuk perjalanan," jawab Clara sambil tersenyum yang hanya diangguki oleh Kak Brian.
Tak lama, Kak Vino pun turun dari kamarnya karena Kak Vino memang sudah pulang satu jam yang lalu dan langsung membersihkan dirinya dikamar sekalian menunggu Kak Brian pulang. "Kak udah pulang?" Tanya Kak Vino pada Kak Brian yang hanya diangguki oleh Kak Brian.
"Sekarang kamu bisa ceritain apa yang sebenarnya terjadi dan siapa bayi itu," ucap Kak Brian saat melihat Kak Vino sudah bergabung duduk bersama mereka di sofa ruang tamu.
"Oke aku bakal cerita tapi tolong jangan potong cerita aku dulu ya kak," ucap Clara yang diangguki oleh kedua kakaknya tersebut. "Pemotretan berjalan dengan baik di Pulau Seribu maka pihak agensi memberikan kami waktu untuk menikmati waktu senggang di Jakarta selama 4 hari namun karena suatu hal maka kami hanya mendapat waktu 1 hari. Alasan aku ga pulang bersama mereka dan tetap di Indonesia sesuai rencana awal karena aku bertemu dengan Kak Angel," sambung Clara yang membuat Kak Brian terkejut berbeda dengan Kak Vino yang sudah tahu bahwa Clara bertemu dengan Angel.
"Lalu kenapa kamu bisa ada dirumah sakit?" Tanya Kak Brian yang tak sabar mendengar Clara melanjutkan ceritanya.
"Saat agensi kembali ke New York, aku pergi ke rumah lama kita di Indonesia dan tinggal bersama Kak Angel yang sedang hamil," ucap Clara membuat kedua kakaknya tersebut melotot kaget namun tetap diam agar Clara dapat melanjutkan ceritanya. "Kak Angel belum menikah dan dia sendirian disana. 2 hari sebelum aku akan pulang, Kak Angel akan melahirkan sehingga aku membawanya ke rumah sakit dan kartu atm dari Kak Brian aku pakai untuk membayar biaya administrasi Kak Angel. Bayi yang bersamaku adalah anaknya Kak Angel namanya Bianca Putri Angel.Kondisi Kak Angel sudah membaik namun di hari dimana aku akan pulang, Kak Angel meninggal," sambungnya yang tidak dapat menahan air matanya lagi. Kak Brian yang melihatnya pun memanggil salah satu pelayan untuk mengambil alih Bianca dari gendongan Clara karena sepertinya Clara tidak sanggup menggendongnya sekarang.
__ADS_1
Kak Vino yang melihat Clara menangis pun hanya dapat memeluknya sedangkan Kak Brian menatap kosong kedepan seperti sedang memikirkan sesuatu. "Makanya aku bawa Bianca pulang bersamaku kar...karena...." ucap Clara tak sanggup melanjutkan kata-katanya lagi.
"Bawa pergi bayi itu dari sini," ucap Kak Brian kemudian setelah melihat Clara cukup tenang.
"Apa? Kenapa kak? Bianca ga punya siapa-siapa lagi selain ki..." protes Clara terpotong.
"Kalau dia ga punya siapa-siapa maka panti asuhan dapat mengurusnya. Itu kan fungsi panti asuhan, untuk mengurus anak-anak yang sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi," potong Kak Brian yang membuat Clara menggeleng tak habis pikir dengan kakaknya tersebut.
"Tapi kak, Bianca itu anaknya Kak Angel dan Kak Angel itu adik kakak juga jadi otomatis Bianca juga keluarga kita. Keponakan kita," ucap Clara kemudian.
"Adik kakak cuma dua yaitu kamu dan Vino. Kakak ga punya adik bernama Angel karena sejak kita pindah ke New York, buat kita semua Angel udah mati," ucap Kak Brian tegas sementara Kak Vino diam karena tidak tahu harus membela siapa.
"Kamu sendiri sudah tahu bahwa perempuan itu mengkhianati daddy kita dan bahkan sampai menghasilkan Angel yang jelas-jelas bukan saudara kita," ucap Kak Brian dengan nada meninggi karena memikirkan tentang daddy nya kembali.
"Kak Angel tetap saudara kita. Kita semua satu ibu. Lagipula ini semua hanya salah paham," ucap Clara mulai menangis karena Kak Brian mulai bernada tinggi.
"Apa maksudnya itu Clara?" Tanya Kak Vino yang akhirnya membuka suara. Clara pun menceritakan kesalahpahaman yang terjadi 4 tahun yang lalu yang sempat Kak Angel ceritakan padanya saat di taman dan bagaimana keadaan mommy nya yang sekarang telah tiada.
"Ngga! Ga mungkin! Kamu pasti bercandakan Clara? Jangan main-main, lagipula dari siapa kamu tahu itu semua hah?" Tanya Kak Brian tak percaya.
__ADS_1
"Kak Angel yang menceritakan semuanya kak. Sekarang setelah tau bahwa mommy terjebak oleh situasi dan terpaksa menuruti permintaan rekan kerja daddy supaya dia tidak membocorkan semuanya ke daddy demi menjaga perasaan daddy. Apa Kak Brian masih membenci mommy dan Kak Angel? Mereka bahkan sudah tiada sekarang," ucap Clara sambil meledakan tangisnya diakhir.
Kak Brian benar-benar tidak menyangka bahwa apa yang sempat dia lihat itu merupakan kesalahpahaman belaka. Jika dia tau kalau waktu itu mommy nya terpaksa jalan-jalan dengan rekan kerja daddy nya, pasti Kak Brian akan membela mommy nya dan melaporkan rekan kerja daddy nya ke polisi atas tindakan pelecehan dan pemaksaan. Sedangkan Kak Vino hanya dapat terkejut karena dia memang tidak pernah melihat mommy nya mengkhianati daddy nya dan hanya daddy dan Kak Brian lah yang pernah melihatnya. Kedua lelaki tersebut hanya dapat mengepalkan tangannya setelah mengetahui bahwa keluarganya hancur hanya karena sebuah kesalahpahaman dan bahkan sekarang sudah teramat sangat terlambat untuk memperbaiki semuanya.
Clara yang melihat kedua kakaknya terdiam pun melanjutkan ucapannya. "Kalau Kak Brian tetap ingin Bianca pergi dari sini maka aku juga akan pergi dari sini karena aku sudah berjanji pada Kak Angel untuk merawat Bianca dengan baik apapun yang terjadi," ucap Clara yang seketika membuat kedua kakaknya menoleh ke arahnya.
"Kamu ga boleh pergi dari sini sweetheart. Kamu adik perempuan kakak satu-satunya," ucap Kak Vino yang langsung memeluk Clara. "Kak, kalau selama ini ternyata hanya kesalahpahaman, tidak semestinya kita membenci bayi itu. Walau bagaimana pun Angel tetap saudara kita dan kita sudah melakukan kesalahan dengan membencinya. Walaupun seandainya benar mommy mengkhianati daddy pun, Angel tetap tidak melakukan kesalahan dia hanyalah korban keegoisan kita. Angel pasti selama ini menderita karena dia tiba-tiba dipisahkan dari kita saudaranya. Sekarang Angel sudah tiada dan untuk menebus kesalahan kita di masa lalu, apa salahnya jika kita merawat bayinya dengan baik. Lagipula bayi itu tidak salah apa-apa," sambungnya membela Clara untuk mempertahankan Bianca dirumah ini.
Namun tak diduga ternyata Kak Brian malah menangis sambil memukul vas bunga diatas meja hingga hancur berkeping-keping. "Seharusnya kakak sebagai anak tertua bisa berpikir dewasa dan bijak dalam mengambil keputusan. Tapi kakak malah terlalu gegabah dan menuduh mommy selingkuh saat melihat mommy jalan bersama pria lain dan kakak semakin marah saat daddy memergoki sendiri saat mommy selingkuh. Seharusnya kakak mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu bukannya langsung menuruti keinginan daddy untuk meninggalkan mommy. Ini semua salah kakak," lirih Kak Brian sambil menjambak rambutnya tak memperdulikan tangannya yang sudah berdarah terkena pecahan vas bunga.
Clara yang melihatnya pun menghampiri Kak Brian dan memeluknya. "Ini semua bukan salah kakak. Ini semua karena suatu kesalahpahaman yang mempermainkan keluarga kita. Jelas kakak marah karena tidak terima daddy dikhianati. Kebenaran memang terkadang menyakitkan tapi biarkan ini semua menjadi pembelajaran untuk kita kedepannya agar mencari tahu kebenaran terlebih dahulu dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan," ucap Clara menenangkan kakaknya. Kak Brian yang mendengarnya pun balas memeluk Clara dan Kak Vino yang melihatnya tersenyum karena Clara berhasil menenangkan Kak Brian dan tersentuh oleh kata-kata Clara yang bijak.
"Oke sekarang kita harus mengurus bayi itu dengan baik sebagai permintaan maaf kita pada Angel. Anggap saja dia sebagai pengganti Angel dihidup kita," ucap Kak Brian sambil mengambil alih Bianca dari gendongan salah satu pelayan yang tadi disuruhnya untuk menggendong Bianca.
"Iya dia akan jadi pengganti Angel dalam hidup kita," ucap Kak Vino sambil tersenyum. "Siapa tadi namanya?" Tanya Kak Vino sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena bisa-bisanya dia melupakan nama bayi tersebut yang belum ada satu jam yang lalu Clara sebutkan.
"Bianca Putri Angel," ucap Clara setelah berhasil meredakan tawanya melihat tingkah laku Kak Vino yang berhasil merusak momen mengharukan tersebut.
"Bianca Putri Angel. Adik kecil kita. Kakak janji akan merawat anak kamu dengan baik Angel, semoga kamu tenang disana," ucap Kak Brian mengulangi nama bayi tersebut dan mengucapkan janjinya.
__ADS_1