
Di kantin, Sekolah
"Cla, kamu kenapa sih kok diam aja daritadi?" Tanya Chacha saat mereka semua sedang duduk di kantin.
"Iya nih. Clara daritadi di kelas juga diam terus kayak ga fokus gitu. Kamu kenapa Cla?" Tanya Aletta sambil memerhatikan Clara.
"Ga apa apa kok," jawab Clara sambil tersenyum ke arah teman-temannya.
"Ga apa apa berarti ada apa apa. Ada apa Cla cerita aja sama kita," ucap Anna sambil menatap Clara khawatir.
"Mungkin aku cuma kecapean aja. Kalau gitu aku ke uks dulu ya mau istirahat sebentar," ucap Clara sambil berdiri dari kursinya.
"Aku temenin ya Cla," ucap Aletta ikut bangkit dari tempat duduknya.
"Ga usah Ta. Kamu kan lagi makan, jadi makan aja dulu sampai habis. Nanti aku bakal balik ke kelas kok kalau bel masuk udah bunyi," ucap Clara tersenyum ke arah Aletta.
"Tapi...." ucap Aletta terpotong.
"Yaudah kamu istirahat ya Cla. Kalau ada apa apa kamu tau kan kita selalu ada buat kamu," ucap Anna sambil tersenyum ke arah Clara yang dibalas anggukan oleh Clara. "Mungkin dia butuh waktu untuk sendiri. Dia mau nenangin pikirannya dulu, kalau dia udah tenang kita bakal tanya lagi sama dia. Dia pasti mau cerita sama kita," lanjut Anna menjelaskan pada Aletta dan Chacha yang bingung mengapa Anna membiarkan Clara sendiri. Mereka menatap kepergian Clara dalam keheningan karena mereka khawatir pada Clara. Tiba-tiba suara berisik menginterupsi keheningan mereka.
"Heh lo kan yang godain cowo gue!? Ngaku aja deh lo!" Teriak seorang wanita yang membuat dia menjadi pusat perhatian di kantin.
"Eng...engga Si. Gue cuma papasan doang sama Alva.....Arg," ucap seorang wanita berganti teriakan karena rambutnya dijambak oleh wanita yang tadi berteriak.
"Ga usah ngeles deh lo. Lo pasti gangguin Alvaro kan!? Lo lupa kalau dia itu cowo gue hah!? Lo berani godain cowo gue!?" Teriak Sissy wanita yang berteriak tadi sambil terus menjambak rambut perempuan tersebut.
__ADS_1
"Engga Sissy, gue ga godain dia," ucap perempuan tersebut sambil terus meringis kesakitan.
"Udah berapa lama lo jadian sama Alvaro? Jangan lo pikir gue ga tau ya lo udah jadian sama Alvaro. Kemarin gue lihat di hp nya Alvaro kalau dia itu nge chat cewe. Pasti itu elo kan?" Tanya Sissy sambil melepaskan jambakannya agar perempuan tersebut bisa menjawab pertanyaannya.
"Gue ga tau Si. Tadi gue cuma papasan sama Alvaro terus dia bantuin gue bawa buku pr ke ruang guru. Kalau ga percaya lo bisa cek hp gue," jawab perempuan tersebut sambil memberikan hp nya pada Sissy. Sissy pun membuka chat di hp tersebut namun tidak menemukan apa-apa disana.
"Pasti udah lo hapus. Iya kan!?" Tanya Sissy lagi.
"Engga Si. Percaya sama gue," jawab perempuan tersebut meyakinkan. Sissy pun melihat foto profile perempuan tersebut dan ternyata foto tersebut berbeda dengan foto profile orang yang di chat oleh Alvaro. Akhirnya Sissy mengembalikan hp tersebut dan langsung berlalu dari hadapan perempuan tersebut dengan Siska yang mengikutinya dibelakang.
Suasana kantin pun kembali seperti biasa dan kerumunan siswa yang melihat kejadian tersebut sudah berlalu lalang meninggalkan area kantin. "Sumpah ya kirain ada apaan ternyata si nenek lampir lagi cemburu," ucap Aletta sambil meminum jus nya kesal.
"Kayak ga tau dia aja deh. Kalau cemburu bisa abis lawannya itu. Makanya jangan mau kalau Kak Alvaro ngedeketin kalau masih sayang sama nyawa sendiri," ucap Chacha sambil memakan makanannya kembali dengan santai.
"Udah tau Kak Sissy kayak gitu. Kok pada mau sih jadi selingkuhannya Kak Alvaro. Kak Sissy juga kenapa ga putus aja sekalian daripada ngelabrak selingkuhan Kak Alvaro yang jumlahnya ga bisa dihitung lagi pake jari," ucap Anna sambil menatap perempuan yang tadi dilabrak oleh Kak Sissy.
Sedangkan di sisi lain Clara melanjutkan kembali perjalanannya ke uks setelah selesai melihat drama di kantin yang dibuat oleh Kak Sissy. "Padahal selingkuhannya Kak Alvaro itu Kak Siska sahabatnya sendiri tapi kenapa malah perempuan lain yang dilabrak. Memang sih Kak Siska sama Kak Alvaro udah putus tapikan tetap aja mereka pernah mengkhianati Kak Sissy dibelakangnya. Sikap Kak Alvaro yang baik ke semua cewe justru secara ga langsung malah bikin cewe yang dia baikin jadi kena masalah tapi Kak Alvaro ga baik ke semua cewe juga sih, kadang-kadang dia justru kasar sama cewe kayak yang dia lakuin waktu putusin Kak Siska tadi pagi. Memang sih Kak Alvaro playboy dan mungkin selingkuhannya banyak tapi kenapa waktu di taman rasanya aku bersama dengan Kak Alvaro yang berbeda. Apa Kak Alvaro mempunyai kepribadian ganda ya? Sebenarnya yang mana sifat Kak Alvaro yang asli?" Batin Clara bertanya-tanya sehingga tidak fokus pada jalannya dan tidak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf aku ga seng....." ucap Clara terpotong saat menatap ke arah orang yang tidak sengaja ia tabrak yang ternyata adalah Kak Alvaro.
"Ga apa apa," ucap Kak Alvaro sambil berlalu hendak pergi meninggalkan Clara.
"Tunggu," ucap Clara sambil menahan tangan Kak Alvaro agar tidak pergi. "Kakak kenapa? Kok kayaknya kakak ngehindarin aku?" Tanya Clara saat merasakan bahwa Kak Alvaro hanya diam saat Clara menggenggam tangannya dan tidak berniat untuk menghempaskannya seperti yang Kak Alvaro lakukan pada Kak Siska.
"Masa sih? Perasaan lo doang kali," ucap Kak Alvaro sambil membalikan badannya menghadap ke arah Clara.
__ADS_1
"Mungkin," ucap Clara sambil menunduk. "Soal tadi pagi aku..." sambung Clara yang terpotong.
"Lo dengar obrolan gue sama Siska?" Tanya Kak Alvaro memotong ucapan Clara. Clara hanya mengangguk sebagai jawaban. " Berarti sekarang lo udah tau kan kalau gue ini benar-benar seorang playboy. Gue sering mainin perasaan perempuan bahkan gue selingkuh sama sahabat dari pacar gue sendiri," sambung Kak Alvaro saat melihat Clara hanya terdiam.
Mendengar hal tersebut, Clara pun menaikan kepalanya dan menatap mata Kak Alvaro langsung. "Aku memang anak baru disini tapi dari awal aku udah tau kalau Kak Alvaro itu playboy. Kak Alvaro kan terkenal di sekolah karena playboy," ucap Clara sambil tertawa di kalimat akhirnya. Melihat respon Kak Alvaro yang hanya terdiam membuat Clara kembali melanjutkan ucapannya. "Aku tau Kak Alvaro playboy dan kasar. Kakak pernah nabrak aku waktu pulang sekolah tapi malah bilang kalau aku yang jalannya ga pake mata. Tadi pagi juga aku ga sengaja mendengar obrolan kakak dan Kak Siska dan ternyata memang benar kalau Kak Alvaro itu playboy bahkan sahabat dari pacarnya sendiri dijadiin selingkuhan. Tapi waktu di taman, aku melihat Kak Alvaro menjadi orang berbeda. Kakak sama sekali ga keliatan sebagai playboy dan cowo yang kasar," sambung Clara sambil menatap tepat pada mata Kak Alvaro yang membuat Kak Alvaro terdiam.
"Kenapa kamu ngomong kayak gini ke aku? Apa itu artinya kamu masih mau berteman sama aku?" Tanya Kak Alvaro yang membuat Clara tersenyum karena Kak Alvaro sudah memakai aku-kamu kembali.
"Kakak pasti lagi ada pikiran kan makanya pergi ke taman tersebut. Jangan tanya aku tau darimana karena sebelum kakak melihat aku di taman, aku udah melihat kakak terlebih dahulu yang sedang melamun di taman. Setiap orang pasti memiliki masalahnya masing-masing jadi aku sama sekali tidak mempermasalahan tanggapan orang-orang tentang kakak. Walaupun kakak terkenal playboy tapi aku percaya sebenarnya kakak adalah laki-laki yang baik. Kakak pasti punya alasan kenapa kakak memilih untuk menjadi seorang playboy. Jadi kenapa aku ga mau temenan sama kakak cuma karena tau kalau kakak playboy yang kasar?" Ucap Clara yang membuat Kak Alvaro tersenyum mendengarnya.
"Benar Clara memang beda. Dia beda. Orang lain pasti langsung menghakimi tapi dia malah mencoba untuk mengerti. Gue salah sempat mau main-main sama dia karena nyatanya gue nyaman sama dia," batin Alvaro sambil tersenyum ke arah Clara.
"Jadi kita temenan mulai sekarang?" Tanya Kak Alvaro sambil menjulurkan jari kelingkingnya pada Clara.
"Iya. Mulai sekarang aku temenan sama kakak. Jadi kakak ga usah ngehindar cuma gara-gara aku lihat kejadian tadi pagi," ucap Clara sambil menjulurkan jari kelingkingnya pada Kak Alvaro.
"Aku ga ngehindar gara-gara itu doang," ucap Kak Alvaro membela diri karena Clara berpikir dia menghindar karena malu Clara mengetahui jika dia playboy.
"Terus kenapa kak?" Tanya Clara bingung sambil menatap Kak Alvaro heran.
Kak Alvaro melirik jam tangannya sekilas sebelum menjawab, "Kalau kamu mau tau alasannya, kamu harus ke taman nanti sore. Aku bakal tunggu kamu di taman jam 5, tepatnya di bangku taman yang waktu itu kita bertemu disana," ucap Kak Alvaro sambil berjalan pergi meninggalkan Clara yang masih berdiam diri di tempatnya karena heran dengan tingkah Kak Alvaro.
"Kamu ga mau masuk kelas? Ini udah mau bel loh satu menit lagi," ucap Kak Alvaro lagi sebelum benar-benar menghilang dibelokan koridor.
Clara masih memerhatikan Kak Alvaro sampai Kak Alvaro menghilang dari pandangannya. "Hah? Satu menit lagi bel?" Tanya Clara sambil melihat jam tangannya. "Astaga gawat beneran lagi satu menit lagi bel. Aku harus cepat ke kelas soalnya abis ini kan ada ulangan matematika. Kalau telat bisa-bisa ga dikasih soal ulangan lagi," sambung Clara sambil berlari ke arah kelasnya.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain Alvaro sedang tertawa berbahak-bahak melihat Clara yang panik dan berlari ke kelasnya. "Haha keasikan ngobrol sama gue sambil lupa waktu ya Cla. Kemarin lo yang ninggalin gue ke kelas duluan dengan alasan udah mau bel dan sekarang giliran gue yang ninggalin lo balik ke kelas duluan," ucap Alvaro sambil berjalan ke arah kelasnya.