My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Indonesia


__ADS_3

Akhirnya Clara dan Bianca pun sampai di Indonesia. Sang supir kantor, Pak Budi menjemput mereka dan mengantarkan mereka kerumah keluarga Barack yang lama. Saat Clara dan Bianca sampai di rumah, rumah tersebut sudah dipenuhi oleh para bodyguard yang dipercaya untuk menjaga mereka oleh Kak Brian. Kira-kira jumlah para bodyguard itu sekitar lima orang.Clara dan Bianca pun masuk kedalam rumah tersebut sementara Pak Budi permisi undur diri.


"Mari saya bawakan kopernya nona," ucap salah satu dari lima pelayan yang berada didalam rumah tersebut. Jangan tanya darimana pelayan tersebut dapat memasuki rumahnya karena saat mengantar Kak Angel ke rumah sakit, Clara yang mengunci rumah tersebut dan otomatis kuncinya ada padanya dan terbawa sampai New York. Kak Brian sempat meminta kunci tersebut untuk menduplikatnya lalu mengirimkan duplikat kunci tersebut kepada kepala bodyguard yang dia percayai.


"Terimakasih," ucap Clara sambil tersenyum kepada pelayan tersebut.


"Kak Ara, kita ada dirumah siapa sekarang?" Tanya Bianca pada Clara.


"Kita ada dirumah mom..." Clara memotong ucapannya sendiri. "Aduh hampir aja aku sebut mommy di depan Bianca," rutuknya dalam hati. "Kita ada di rumah kita lah Bi. Kamu gimana sih masa kita ke rumah orang lain," ucap Clara sambil tertawa sehingga membuat Bianca cemberut.


"Ya mana aku tau kak, kan ini pertama kali aku kesini," ucap Bianca merengek sambil menghentak-hentakan kakinya lucu.


"Iya-iya maaf deh. Ini rumah kita yang ada di Indonesia. Dulu waktu kakak kecil, kakak sempat tinggal di rumah ini," ucap Clara menjelaskan sedikit tentang rumah itu. Bianca pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Bianca sekarang sudah berumur 3 tahun namun Bianca belum masuk sekolah jadi Bianca tidak tahu tentang apa itu keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak jadi Bianca tidak pernah menanyakan dimana ayah atau ibunya berada sekarang. Clara, Kak Brian, dan Kak Vino benar-benar belum siap untuk menceritakan segalanya pada Bianca karena umur Bianca masih terlalu kecil untuk mengerti hal ini dan Bianca pastinya akan bersedih jika tahu dia sudah tidak memiliki ibu dan ayah yang entah ada dimana keberadaannya. Jadi yang Bianca tahu, ia hanya memiliki tiga orang kakak yang teramat sangat menyayanginya.


Akhirnya Clara dan Bianca sampai di kamarnya. Mereka akan tidur satu kamar yaitu di kamar Clara yang dahulu karena kamar Kak Brian dan Kak Vino terlalu maskulin sehingga tidak cocok untuk Bianca dan Clara yang feminim sedangkan dalam kamar Kak Angel masih terdapat foto Kak Angel sehingga Bianca pasti akan menanyakan siapa perempuan itu pada Clara sedangkan Clara benar-benar belum siap untuk menjawab pertanyaan tersebut pada Bianca. Dan tak mungkin juga membawa Bianca ke kamar Arga dan Tania karena terlalu banyak kenangan disana.


"Non, kopernya mau ditaruh disebelah mana?" Tanya pelayan yang tadi membawakan koper Clara.


"Didekat pintu saja. Terimakasih ya. Ngomong-ngomong siapa namamu? Kita belum berkenalan," ucap Clara sambil tersenyum.


"Sama-sama non. Nama saya Siti," ucap pelayan itu ramah.

__ADS_1


"Oh, tidak usah berbicara formal kepadaku. Kalau dilihat-lihat, umur kita tidak berbeda jauh. Berapa usiamu dan mengapa kau menjadi pelayan disini?" Tanya Clara sambil menatap Siti.


"Umur saya 17 tahun non, saya bekerja disini untuk membantu nona mengurus nona kecil. Saya bukan pelayan disini mungkin lebih tepat disebut babysitter," jawab Siti ramah.


"Oh, kamu babysitter yang Kak Brian bilang. Maaf aku kira kamu pelayan disini. Usia kita sama jadi santai saja berbicara padaku. Panggil saja aku Clara dan ini Bianca," ucap Clara sambil menunjuk Bianca sehingga membuat Bianca melambaikan tanganya ke arah Siti.


"Hai kak, aku Bianca," ucap Bianca memperkenalkan diri. Siti hanya tersenyum menanggapinya.


"Tapi non tidak sopan jika saya memanggil dengan nama," ucap Siti tetap memanggil Clara dengan sebutan nona.


"Sudahlah tak apa. Umur kita sama dan aku ingin kita berteman. Kau mau kan menjadi temanku?" Tanya Clara dengan mata berkaca-kaca yang membuat Siti tak bisa menolaknya.


"Ayolah just call me Cla ok? Jangan panggil nona aku kan jadi berasa lebih tua," ucap Clara cemberut yang membuat Siti panik takut jika ia sudah membuat nonanya marah.


"Ba...baik non eh Clara. Ok mulai sekarang aku akan memanggilmu Clara," ucap Siti terbata-bata yang membuat Clara tersenyum karena Siti tidak memanggilnya nona lagi.


"Nah gitu dong. Sekarang kamu boleh lanjutin kerjaan kamu. Aku dan Bianca akan istirahat terlebih dahulu," ucap Clara yang membuat Siti pamit undur diri. Lalu Clara pun mulai memasukan pakaiannya ke dalam lemari didalam kamarnya.


"Kak Ara, aku tidur dulu ya," ucap Bianca sambil menguap yang membuat Clara tertawa.


"Ok putri tidur. Kamu istirahat dulu aja ya biar ga cape. Nanti kalau kamu udah bangun, kakak mandiin kamu terus kita makan," ucap Clara yang hanya dijawab anggukan oleh Bianca karena Bianca benar-benar sudah mengantuk. Clara yang melihat Bianca tertidur pun melanjutkan kegiatannya sampai selesai lalu berjalan keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Siti dimana ya?" Tanya Clara dalam hati sambil berjalan ke arah dapur.


"Ada yang bisa saya bantu non?" Tanya seorang pelayan yang usianya terlihat lebih tua dari Siti.


"Bi, Siti dimana ya? Aku lagi nyari dia buat nemenin Bianca," ucap Clara ramah.


"Oh, Siti lagi ada di taman belakang non. Mungkin lagi bantu-bantu menyirami tanaman," jawab pelayan tersebut.


"Oke, terimakasih bi," ucap Clara lalu berjalan ke arah taman di belakang rumahnya."Siti, aku titip Bianca ya sebentar. Bianca lagi tidur jadi kamu cuma pergi jagain dia doang biar ga jatuh dari ranjang. Aku mau keluar sebentar," sambung Clara berbicara kepada Siti setelah menemukan keberadaan Siti.


"Baik Clara," ucap Siti karena dia ingat Clara tidak ingin dipanggil nona. Clara pun hanya tersenyum lalu berjalan keluar rumah.


"Non Clara mau kemana?" Tanya salah satu bodyguard yang berada di depan rumah.


"Saya mau keluar sebentar bertemu dengan teman saya," ucap Clara sambil tersenyum dan berusaha sopan karena para bodyguard yang berjaga didepan rumahnya sudah pasti lebih dewasa usianya.


"Apa perlu kami temani?" Tanya bodyguard itu lagi.


"Tidak perlu pak. Saya hanya akan bertemu dengan teman saya sebentar. Lebih baik kalian istirahat saja karena hari sudah mulai sore dan kalian pasti sudah berdiri berjaga-jaga didepan rumah dari pagi," ucap Clara lagi.


"Terimakasih non. Hati-hati dijalan," sahut bodyguard itu yang hanya diangguki oleh Clara. Setelah taksi onlinenya sampai, Clara pun langsung menghampirinya dan masuk.

__ADS_1


__ADS_2