
Sedangkan di kantin
"Eh kalian tau ga sih kalau tadi pagi terjadi peristiwa yang menghebohkan," ucap Aletta saat dirinya, Clara, Anna, dan Chacha sudah berkumpul di kantin.
"Apaan sih Ta? Mau nyindir ya? Udah tau aku telat datang ke sekolah tadi pagi," ucap Chacha kesal karena merasa tersindir.
"Eh? Kamu telat Cha? Sorry ga tau. Tapi beneran deh tadi pagi heboh banget. Iya ga Cla?" Tanya Aletta sambil menyenggol Clara.
"Eh? Apaan?" Tanya balik Clara yang ternyata sedang tidak menyimak pembicaraan mereka.
"Tadi pagi heboh banget kan Cla?" Tanya Aletta lagi sambil menatap Clara.
"Heboh apa? Soal Kak Alvaro?" Tanya balik Clara yang diangguki oleh Aletta.
"Loh memang tadi pagi Kak Alvaro ngapain?" Tanya Chacha yang mulai penasaran dengan kejadian tadi pagi.
"Nih ya masa tadi pagi Kak Al putusin semua selingkuhannya yang ada di sekolah ini sih. Serentak lagi putusnya, udah gitu selingkuhannya banyak banget Cha sampai penuh setengah lapangan olahraga," jawab Aletta yang membuat Chacha melongo.
"What!? Kenapa diputusin? Terus setengah lapangan berarti hampir setengah siswi di sekolah kita dong yang jadi selingkuhannya," tanya Chacha yang membuat Aletta memutar bola matanya kesal.
"Pertanyaannya kok sama kayak Clara sih. Kenapa Kak Al putusin selingkuhannya? Harusnya fokusnya tuh ke seberapa banyak selingkuhan Kak Alvaro. Itu baru yang di sekolah loh belum lagi yang di luar sekolah," ucap Aletta yang membuat Chacha dan Clara meringis karena melihat Aletta kesal.
"Ya justru memang itu pertanyaan terpentingnya. Kenapa Kak Alvaro putusin selingkuhannya tiba-tiba gini," ucap Anna yang akhirnya membuka suara dan ikut membela Clara dan Chacha.
"Nah iya tuh benar. Justru itu pertanyaan pentingnya," ucap Chacha membuka suara kembali karena merasa dibela oleh Anna.
"Iya juga sih kalau dipikir-pikir. Kak Al kan memang playboy jadi selingkuhannya banyak tapi masalahnya apa alasan Kak Al tiba-tiba putusin selingkuhannya kayak gini. Apa karena seseorang?" Tanya Aletta sambil memikirkan ucapan para sahabatnya.
Mendengar hal tersebut, Clara pun kembali terdiam dengan pemikirannya sendiri. "Seseorang? Apa Kak Alvaro mau berubah demi seseorang? Tapi siapa?" Tanya batin Clara sambil memikirkan Kak Alvaro. "Kak Alvaro sebenarnya orang yang baik tapi..... terkadang dia terlalu tega dengan para mantannya. Buktinya dia putusin selingkuhannya secara serentak dan tidak mempedulikan rengekan mereka yang ga mau putus. Apa ini juga yang Kak Alvaro lakukan pada Kak Angel?" Batin Clara bingung dengan sikap asli Kak Alvaro yang sebenarnya. Baik atau buruk?
"Clara? Hello, kenapa sih bengong terus dari tadi?" Tanya Aletta yang membuyarkan lamunan Clara.
"Hah? Ada apa?" Tanya Clara langsung yang kaget karena Aletta memanggilnya.
"Kamu kenapa Cla? Ada masalah? Kok dari kemarin banyak melamun?" Tanya Anna yang cukup khawatir dengan Clara yang belakangan ini sering melamun.
"Ga apa apa kok An. Cuma lagi mikirin aja apa alasan Kak Alvaro putusin selingkuhannya kayak gini," jawab Clara sambil tersenyum ke arah Anna yang mengkhawatirkannya.
__ADS_1
"Kalau ada apa-apa kamu bisa cerita sama kita Cla. Jangan sungkan ya," ucap Chacha memberi perhatian pada Clara yang sepertinya sedang banyak pikiran.
"Iya aku pasti cerita kok kalau ada masalah," ucap Clara sambil tersenyum. "Tapi ga soal Kak Angel dan aku yang mau mencari tahu tentang apa yang terjadi di antara Kak Angel dan Kak Alvaro," lanjut batin Clara yang merasa bersalah pada teman-temannya karena tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
"Yaudah sekarang habisin yuk makanannya. Sebentar lagi udah mau bel," ucap Aletta yang membuat mereka menghabiskan makanannya dalam keheningan.
______________
Bel pulang sekolah pun berbunyi dan saat Clara dan teman-temannya berjalan menuju gerbang, ternyata sudah banyak siswi dari sekolah lain yang berada di sana bahkan ada beberapa yang sepertinya anak kuliahan.
"Ada apaan lagi tuh? Kok rame banget di gerbang?" Tanya Chacha saat melihat para satpam masih menutup gerbang agar siswi dari sekolah lain tidak berhamburan memasuki kawasan sekolah.
"Apa jangan-jangan mereka itu perempuan yang Kak Al putusin dari sekolah lain?" Duga Aletta sambil melihat siswi di gerbang yang sepertinya memaksa ingin masuk.
"Gila sih kalau benar mereka juga selingkuhannya Kak Alvaro," ucap Chacha sambil geleng-geleng kepala.
Tak berapa lama terdengarlah sebuah suara yang tak asing di telinga mereka. "Biarin aja mereka masuk pak," teriak seseorang sambil berjalan menuju gerbang sekolah di ikuti oleh para sahabatnya. Ya orang tersebut merupakan Alvaro yang berjalan menuju gerbang sekolah dikawal oleh Richard di sisi kanannya Jack di sisi kirinya dan Diego di belakangnya.
Akhirnya satpam pun membuka gerbangnya dan para wanita tersebut langsung berlari ke arah Alvaro namun dengan sigap dihadang oleh Jack dan Richard.
"Al kenapa tiba-tiba putus?"
"Al playboy kamu! Mereka selingkuhan kamu hah! Jawab!?"
"Al aku ga mau putus ya!"
teriak para siswi dari sekolah lain yang sudah mengepung Alvaro dan para sahabatnya. "Girls, calm down oke? Gue bakal jelasin semuanya sekarang," ucap Alvaro yang membuat suasana menjadi hening.
"Pasti kata-kata yang tadi pagi bakal dipake lagi deh sama Kak Alvaro," batin Clara kesal lalu berjalan hendak keluar gerbang mengabaikan keadaan yang sedang berdesak-desakan.
"Eh Cla? Mau kemana?" Tanya Aletta saat melihat Clara berjalan hendak pergi.
"Aku mau pulang Ta. Ngapain liatin mereka? Lagian kejadian tadi pagi pasti keulang lagi disini," ucap Clara sambil menengok ke belakang menatap Aletta. Namun tiba-tiba ada seorang siswi yang menabraknya sehingga membuat keseimbangan Clara oleng. Clara sudah menutup matanya untuk menahan rasa sakit dan malu karena akan terjatuh ditengah-tengah kerumunan seperti ini tetapi Clara merasa bahwa tubuhnya malah melayang di udara.
"Loh kenapa nih? Kok aku ga jatuh?" Batin Clara lalu secara perlahan Clara pun membuka matanya untuk melihat apa yang terjadi. Clara segera membulatkan matanya saat melihat wajah Alvaro berada tepat di depannya. "Kak Alvaro," ucap Clara lirih.
"Lain kali hati-hati kalau jalan. Jangan masuk ke kerumunan kayak gitu jadinya kamu malah kedorong kan," ucap Kak Alvaro sambil tersenyum. Clara yang melihat senyum Kak Alvaro pun langsung mengalihkan pandangannya ke bawah dan mendapati dirinya yang ternyata sedang di gendong oleh Kak Alvaro ala bridal style. Clara pun bergerak -gerak dalam gendongan Kak Alvaro minta diturunkan sehingga Kak Alvaro menurunkannya secara perlahan.
__ADS_1
"Makasih kak," ucap Clara lalu hendak berlalu namun pergelangan tangannya ditahan oleh Alvaro.
"Siapa tuh cewe kok Alvaro perhatian sih sama dia?"
"Pacar barunya kali ya?"
"Al jadi ngejelasin ga?"
ucap beberapa siswi yang sedang menunggu penjelasan dari Alvaro.
Alvaro pun tersenyum lalu menjawab "Iya dia pacar baru gue. Namanya Clara. Maaf karena selama ini gue udah jadiin kalian semua selingkuhan gue tapi kali ini gue mau berubah menjadi laki-laki yang lebih baik demi dia," ucap Alvaro sambil mencium punggung tangan Clara yang membuat Clara membulatkan matanya kaget.
Para perempuan yang berada disana pun menjerit histeris melihat perlakuan Alvaro yang manis.
"Ahh Alvaro so sweet banget sih."
"Jadi selama ini kita semua itu cuma selingkuhan kamu!?"
"Bukannya pacar kamu itu Sissy ya? Cewe yang ganas itu."
respon berbeda-beda ditunjukan oleh para perempuan tersebut karena sebagian dari mereka tahu bahwa mereka hanyalah selingkuhan sedangkan sebagian lagi tidak mengetahui hal tersebut.
"Iya kalian semua selama ini cuma selingkuhan gue. Maka dari itu gue minta maaf dan gue ingin mengakhiri semuanya hari ini. Dan memang Sissy adalah pacar gue yang selama ini gue selingkuhin tapi gue cape sama dia karena dia terlalu ganas dan selalu melabrak cewe yang dekat sama gue. Gue ga mau kalian dilabrak sama dia maka dari itu jangan sampai hal ini diketahui oleh dunia luar agar Sissy tidak mengetahuinya dan kalian aman. Clara, dia merupakan perempuan yang membuat gue sadar kalau selama ini gue salah udah mempermainkan perasaan kalian jadi gue milih Clara buat jadi pacar gue karena gue percaya dia bisa membuat gue berubah menjadi laki-laki yang lebih baik," ucap Alvaro panjang lebar menjelaskan semuanya.
"Aku terima kamu putusin karena aku ga mau dilabrak sama Sissy."
"Jaga Clara baik-baik kalau memang dia pilihan kamu."
"Sial gara-gara takut sama Sissy gue jadi harus terima putus sama Alvaro."
respon mereka yang kesal dengan Sissy yang selama ini mengekang Alvaro dan menerima Alvaro memilih Clara walaupun mereka sakit hati. Karena mereka percaya Clara dapat membuat Alvaro menjadi lebih baik dan mereka ingin Alvaro menjadi lebih baik.
"Gue bakal kasih uang kompensasi buat kalian jadi tolong kalian kasih nomor rekening kalian pada sahabat gue," ucap Alvaro sambil menunjuk Richard. "Terima kasih atas pengertiannya. Gue harap kita masih bisa berteman," lanjut Alvaro berjalan meninggalkan kerumunan sambil menggandeng Clara yang hanya diam mengikutinya karena masih shock dengan apa yang baru saja terjadi.
Sementara di kerumunan
"Aku kira aku bakal jadi orang yang bisa membuat kamu berubah menjadi lebih baik tapi ternyata aku salah. Kamu sudah menemukan sendiri orang itu dan semoga benar kamu bisa berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya Al," ucap seorang wanita sambil menatap kepergian Alvaro dan Clara.
__ADS_1
"Fiona?" Panggil Jack membuat wanita tersebut melihat ke arahnya. "Lo Fiona kan?" Tanya Jack sambil berusaha berjalan menghampirinya. Fiona yang melihat hal tersebut langsung pergi berlalu meninggalkan kerumunan yang masih mengantri untuk memberitahukan nomor rekeningnya.
"Loh tadi Fiona kan? Kok ga ada? Apa gue salah lihat?" Tanya Jack saat sudah sampai di tempat Fiona berdiri tadi namun tidak melihat keberadaan Fiona dimana pun.