
"Haha Aletta kan memang gitu orangnya maklumin aja kak," ucap Clara pada Kak Andrew saat dirinya sudah berada di eskalator.
"Iya sih tapi kepo nya tuh kadang di luar nalar," ucap Kak Andrew sambil tertawa memikirkan Aletta.
"Gitu-gitu juga kakak sayang kan?" Tanya Clara menggoda Kak Andrew.
"Apaan sih Cla. Engga ah biasa aja," ucap Kak Andrew sambil memalingkan wajahnya yang memerah.
"Haha cie malu," ucap Clara tertawa sambil terus berjalan ke depan. Tiba-tiba tawanya terhenti saat Clara melihat seseorang yang mirip dengan Kak Alvaro seperti sedang bertengkar dengan seorang gadis. Clara pun berjalan menghampirinya lalu terkejut melihat bahwa ternyata laki-laki tersebut memang Kak Alvaro.
"Kak Alvaro," ucap Clara lirih yang membuat kedua orang tersebut mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah Clara. Clara lebih terkejut saat melihat bahwa perempuan yang sedang bersama Kak Alvaro merupakan Kak Sissy dan sepertinya mereka habis belanja bersama dilihat dari tangan Kak Alvaro yang membawa 4 paper bag bertuliskan merek baju wanita.
"Jadi Kak Alvaro shopping bareng Kak Sissy? Itu kan wajar karena mereka memang pacaran. Tapi kenapa hati aku rasanya sakit melihat mereka bersama. Apa karena aku sudah.....Ahh ga mungkin. Ga mungkin itu alasannya. Pasti hati aku sakit karena Kak Alvaro bilang bahwa dia putusin selingkuhannya dan mau berubah demi aku. Tapi ternyata dia malah jalan sama Kak Sissy. Itu berarti Kak Alvaro putusin selingkuhannya dan mau berubah demi Kak Sissy dong lagi pula yang pacarnya itu kan Kak Sissy bukan aku. Kenapa Kak Alvaro malah bilang kalau dia mau berubah demi aku? Apa karena dia ngakuin aku sebagai pacarnya makanya dia bilang kayak gitu supaya aku ga merasa dimanfaatkan? Iya pasti cuma karena itu. Bisa-bisanya aku percaya sama ucapan Kak Alvaro bahkan sampai terlintas di pikiran aku untuk membantunya berubah menjadi lebih baik. Pacarnya kan Kak Sissy jadi sudah jelas kalau itu tugas Kak Sissy bukan tugas aku. Clara alihin pikiran kamu oke? Kenapa kamu jadi kayak gini sih? Jangan bawa perasaan kalau sedang berurusan sama Kak Alvaro," batin Clara kacau mengingat semua perkataan Kak Alvaro yang ternyata hanyalah kebohongan belaka.
"Siapa ya?" Tanya Sissy dengan sinis saat melihat Clara dan Alvaro yang saling bertatapan.
"Dia...." ucap Alvaro tanpa mengalihkan perhatiannya pada Clara namun dipotong oleh Sissy.
"Aku ga nanya ke kamu baby," ucap Sissy lalu menatap Clara tajam.
Clara yang risih dengan tatapan Sissy pun akhirnya mengalihkan matanya dari Alvaro. "Aku adik kelas kalian kak. Kebetulan ketemu disini, rasanya ga sopan kalau ga nyapa," ucap Clara sambil tersenyum ke arah Sissy.
Sissy pun menatap Clara dari atas sampai bawah dan ternyata memang benar Clara satu sekolah dengannya dilihat dari seragam yang masih ia kenakan. "Oh. Yaudah kalau gitu gue jalan duluan," ucap Sissy sambil menarik tangan Alvaro menuju toko sepatu. Alvaro yang merasa tangannya ditarik pun hanya pasrah lalu meninggalkan Clara tanpa pamit.
"Cla, kamu ga apa apa?" Tanya Kak Andrew saat melihat Clara masih menatap kepergian Alvaro.
"Hah? Apa kak?" Tanya Clara yang tidak mendengar ucapan Kak Andrew.
__ADS_1
"Tadi Alvaro sama siapa?" Tanya Kak Andrew yang mengganti pertanyaannya.
"Oh. Sama pacarnya," ucap Clara dengan santai namun Kak Andrew dapat melihat kesedihan di mata Clara.
"Kita beli pensil warna dimana? Di toko buku yang kemarin?" Tanya Kak Andrew mengalihkan pembicaraan.
"Iya disana. Aku lihat ada pensil warna kok di sana," jawab Clara lalu berjalan ke lantai 3 untuk membeli pensil warna. Kak Andrew tidak bertanya apa-apa lagi dan hanya mengikuti Clara yang berjalan di depannya.
Sementara di sisi lain
Alvaro sudah sampai di toko sepatu dan memilih duduk di salah satu sofa sambil menunggu Sissy memilih sepatu. "Kenapa gue ketemu sama Clara tadi? Kenapa juga gue diam aja di tarik sama Sissy? Arg...harusnya gue ga pasrah di tarik sama Sissy gitu aja. Clara pasti salah paham sekarang," batin Alvaro yang sudah tidak fokus karena memikirkan Clara.
"Babe. Baby! Kamu kenapa sih diam aja aku tanya dari tadi?" Panggil Sissy saat Alvaro tidak menjawabnya dari tadi.
"Hm? Apa?" Tanya Alvaro heran saat melihat raut wajah Sissy yang terlihat kesal padanya.
"Engga. Aku ke toilet dulu ya," jawab Alvaro sambil berdiri dari duduknya.
"Oh yaudah," ucap Sissy lalu melanjutkan kegiatannya memilih sepatu.
"Gue harus nemuin Clara. Gue harus jelasin semuanya ke dia," batin Alvaro sambil berjalan ke tempat dimana tadi dia bertemu dengan Clara. "Dia dimana sih? Kok ga ada?" Tanya Alvaro saat melihat Clara tidak berada di sana. "Apa dia ke toko buku ya?" Pikirnya lalu berjalan menuju toko buku yang terletak di lantai 3. Setelah sampai di sana, Alvaro melihat Clara yang sedang mengantri di kasir. "Cla," panggil Alvaro saat dia sudah menghampiri Clara.
"Loh kok kakak ada di sini? Kak Sissy kemana?" Tanya Clara saat melihat Kak Alvaro menghampirinya sendirian.
"Lagi di toko sepatu," jawab Alvaro saat sudah berdiri tepat di sebelah Clara. "Kamu beli apa disini?" Tanya Alvaro kemudian.
"Beli pensil warna," jawab Clara sambil maju selangkah saat antriannya maju.
__ADS_1
"Kamu sendiri? Andrew ke mana?" Tanya Alvaro lagi yang merasa Clara sedikit menghindarinya.
"Lagi ke toilet," jawab Clara singkat tanpa berniat bertanya balik.
"Cla, kamu marah?" Tanya Alvaro yang membuat Clara mengerutkan keningnya bingung.
"Marah kenapa?" Tanya balik Clara sambil menatap Alvaro.
"Soal aku jalan sama Sissy," jawab Alvaro sambil menatap Clara tepat di matanya.
"Kenapa harus marah? Kan Kak Sissy pacar kakak jadi wajar dong kalian jalan bareng," ucap Clara sambil menatap mata Kak Alvaro lalu mengalihkan pandangannya ke depan.
"Aku ngajak Sissy jalan supaya Sissy ga datang ke sekolah sehingga Sissy ga tau kalau hari ini aku putusin para selingkuhan aku. Tapi benar Cla, aku putusin mereka karena kamu bukan karena Sissy," ucap Alvaro yang membuat Clara menatapnya lagi.
"Kenapa kakak jelasin ini ke aku?" Tanya Clara yang merasa tidak bertanya alasan Kak Alvaro jalan dengan Kak Sissy.
"Karena kakak ga mau kamu salah paham," jawab Alvaro yang membuat Clara tertawa. "Kok kamu ketawa?" Tanya Alvaro yang melihat Clara malah tertawa mendengar jawabannya.
"Gimana ga ketawa? Abis kakak lucu sih," ucap Clara sambil terus tertawa. " Aku sama kakak cuma teman jadi kenapa juga aku harus salah paham cuma karena kakak jalan sama pacar kakak?" Tanya Clara kemudian yang membuat Alvaro terdiam.
"Sial. Gue lupa Clara bukan pacar gue. Tapi kenapa dia ga cemburu lihat gue sama cewe lain? Apa dia ga ada perasaan buat gue?" Batin Alvaro yang merasa hatinya sedikit sakit menerima kenyataan.
"Kak Alvaro, mau sampai kapan berdiri di sana?" Tanya Clara saat melihat Kak Alvaro malah tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Eh? Udah bayarnya?" Tanya balik Alvaro yang baru tersadar jika dia memenuhi antrian sedangkan Clara sudah keluar dari antrian.
"Udah," jawab Clara sambil berjalan keluar toko. "Kakak ngelamunin apa sih?" Tanya Clara heran karena melihat Kak Alvaro diam.
__ADS_1
"Bukan apa-apa," jawab Alvaro sambil berjalan ke samping Clara lalu menahan tangan Clara membuat Clara terdiam dan menatap Alvaro. "Cla, kalau aku suka sama kamu gimana?" Tanya Alvaro yang membuat Clara terkejut.