My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Suka?


__ADS_3

"Apa iya gue beneran suka sama Clara? Tapi kalau ternyata ini hanya sekadar perasaan mengagumi gimana? Pokoknya gue harus bisa pastiin perasaan gue yang sebenarnya. Harus! Clara, sebenarnya apa yang gue rasain ke lo?" Batin Alvaro yang tidak bisa memejamkan matanya walaupun Richard sudah tertidur pulas di sampingnya.


"Kalau jantung lo berdetak lebih cepat saat lo bersama Clara dan lo merasa aman dan nyaman berada di dekatnya sehingga membuat lo ingin selalu berada di dekatnya dan melindunginya," Richard menghela napas lalu melanjutkan kalimatnya, "Itu tandanya lo beneran suka sama Clara."


Alvaro mengingat kembali ucapan Richard sebelum mereka memutuskan untuk tidur. "Thank bro, lo memang sahabat terbaik gue. Lo selalu bisa mengarahkan gue menuju jalan yang benar walau terkadang gue keras kepala," lirih Alvaro sambil menatap Richard yang sudah tertidur di sebelahnya. Alvaro tersenyum tulus walau Richard tidak bisa melihatnya. Setelahnya, Alvaro memutuskan untuk tidur karena besok ia akan kembali ke apartemennya dan mengerjakan prnya yang menumpuk.


___________


"Hah." Hela napas Alvaro saat merebahkan diri di kasur apartemennya. Tadi pagi ia sarapan di rumah Jack lalu langsung pamit undur diri karena prnya yang belum sempat ia kerjakan. Alvaro memang terkenal dengan sifatnya yang playboy tapi Alvaro juga memiliki kepintaran yang tak bisa diragukan kemampuannya. Urusan sekolah dan pelajaran, Alvaro tak pernah main-main walaupun sekolah itu milik ayahnya.


"Sekarang gue harus fokus sama ini semua. Besok semoga Clara udah ga marah sama gue." Ucap Alvaro lalu memfokuskan dirinya untuk mengerjakan tugas yang menumpuk. Karena kesal dengan ayahnya maka Alvaro tidak sempat balik ke rumah untuk berpamitan dengan adiknya. Namun mulai sekarang Alvaro berjanji akan meluangkan waktu untuk adiknya tersebut karena melihat adiknya yang bahagia saat dirinya mengajaknya bermain ke mall.


Sedangkan di sisi lain


Clara sedang membaca buku pelajaran karena besok ia ada ulangan. Clara menutup bukunya sejenak untuk menjernihkan pikirannya yang cukup pusing menerima semua pelajaran itu.


"Hah, sekolah disini ketat juga ya pelajarannya. Detail sampai ke akar-akarnya." Clara menghela napas panjang lalu mengembuskannya perlahan. Clara menutup matanya namun tiba-tiba bayangan tentang Alvaro yang babak belur menghampirinya. "Astaga! Kenapa malah muncul Kak Alvaro sih?" Tanya Clara kaget melihat bayangan tersebut. Clara menghela napas sejenak sebelum berkata, "Aku harus bersikap kayak gimana kalau ketemu sama Kak Alvaro besok di sekolah."


Clara pun memikirkan hal tersebut lalu melanjutkan belajarnya sampai selesai agar dirinya dapat istirahat dengan tenang menikmati hari weekendnya.


__________


Keesokan harinya


Clara hampir terlambat ke sekolah karena bangun kesiangan. Clara sarapan di mobil dan langsung berlari kekelasnya setelah sampai di sekolah. Setelah memasuki kelasnya, Clara segera duduk di kursinya membuat Aletta keheranan.


"Untung aja gurunya belum masuk," lirih Clara dengan napas yang sedikit ngos-ngosan.

__ADS_1


"Cla, kamu kenapa? Ga biasanya nyaris telat kayak gini," ucap Aletta yang melihat Clara menghela napas lega.


"Aku bangun kesiangan Ta. Kemarin nonton film sampai malam," jawab Clara yang membuat Aletta mengedipkan matanya beberapa kali.


"Nonton film? Sendirian? Film apaan?" Tanya Aletta lirih yang masih terdengar oleh Clara.


"Anak-anak ayo bereskan buku kalian. Kita ulangan sekarang," ucap seseorang menginterupsi obrolan mereka.


"Nanti lagi ya Ta. Gurunya udah datang," bisik Clara pada Aletta yang sedang melongo.


"Cla, ada ulangan apaan hari ini? Aku belum belajar." Histeris Aletta setelah memahami ucapan guru tersebut.


"Ehem," guru tadi menatap Aletta yang histeris. "Oh belum belajar. Jadi mau ikut ulangan atau keluar aja?"


"Be....belajar kok bu. Cuma lupa kalau ulangannya di jam pertama," ucap Aletta memberi alasan sambil nyengir yang membuat anak-anak di kelas menertawakannya.


Bel istirahat pun berbunyi dan seperti biasa Clara dan teman-temannya berkumpul di kantin. Namun saat sedang asik makan di kantin, seseorang membuat keributan yang mau tak mau membuat Clara dan teman-temannya menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Aduh apa-apaan sih nih nenek lampir? Berantem kok sampai ke kantin segala?" Komentar Aletta yang kesal melihat kelakuan Sissy yang selalu saja mencari keributan.


"Mungkin Kak Sissy udah tau soal Kak Alvaro yang mutusin para selingkuhannya," ucap Chacha yang membuat Aletta membulatkan matanya.


"Iya juga. Wah bakal ada drama nih," sahut Aletta yang kembali fokus melihat keributan tersebut.


"Si, kamu bisa tenang dulu ga?" Tanya Alvaro yang terlihat mencoba menenangkan Sissy.


"Gimana aku bisa tenang Al!? Kalau pacar aku selingkuh sama cewe lain apalagi cewe itu satu sekolahan sama aku!? Siapa cewe itu hah!? Bilang sama aku." Histeris Sissy yang lagi-lagi menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


"Gimana aku bisa jelasin kalau kamu kayak gini Si? Dari tadi kamu jalan ngehindarin aku bahkan aku sampai harus ngejar kamu dari mading sampai kantin. Kamu sadar ga sekarang kita udah sampai di kantin?" Tanya Alvaro kesal dengan tingkah laku Sissy yang menurutnya kekanakan. Jarak dari mading sampai kantin lumayan jauh dan dia harus mengejar Sissy yang terus berjalan menghindarinya sambil berteriak.


Sissy melihat sekelilingnya dan ternyata dia sudah berjalan cukup jauh. "Ya ngapain juga kamu ngikutin aku sampai sini kalau kamu ga bisa ngasih aku jawaban."


"Gimana bisa aku jelasin kalau kamu ga mau mendengar ucapan aku?" Tanya balik Alvaro yang membuat Sissy terdiam.


"Ya...yaudah kamu ga usah jelasin apa-apa." Kesal Sissy sambil memalingkan mukanya dari Alvaro.


"Oke." Alvaro berjalan meninggalkan Sissy namun belum sampai lima langkah ia berjalan, sebuah suara sudah menghentikannya.


"Kamu kenapa sih ga peka banget Al?" Kesal Sissy yang menahan tangan Alvaro agar Alvaro tidak kemana-mana.


"Apa lagi sih Sissy!?" Kesal Alvaro sambil menghempaskan tangan Sissy yang memegangnya sehingga pegangan Sissy terlepas karena tidak suka pertengkarannya dengan Sissy menjadi pusat perhatian.


"Kenapa kamu tega selingkuhin aku!? Kenapa kamu bohongin aku!? Siapa perempuan itu!? Jawab Al!" Teriak Sissy yang tidak bisa menyembunyikan kemarahannya lagi.


"Bisa ga sih jangan teriak-teriak? Kamu lihat ga sekarang kita jadi pusat perhatian?" Tanya Alvaro lirih mencoba meredamkan emosinya.


"Ga bisa! Bodo amat jadi pusat perhatian! Memangnya aku peduli!? Sekarang kamu jawab pertanyaan aku Al!" Tegas Sissy yang membuat Alvaro memutar bola matanya malas.


Saat Alvaro mengalihkan pandangan matanya, Alvaro melihat Clara yang sedang menatap ke arahnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Namun saat Alvaro menatapnya, Clara malah memalingkan mukanya membuat Alvaro heran.


"Tuh kan kamu ga bisa jawab." Kesal Sissy yang membuat kesadaran Alvaro kembali.


"Ikut," ucap Alvaro lalu menarik tangan Sissy mengikutinya.


"Apaan sih? Lepasin." Berontak Sissy namun tetap berjalan mengikuti Alvaro.

__ADS_1


"Loh udahan? Mau dibawa kemana?" Tanya Aletta melihat Alvaro membawa Sissy pergi.


"Biarin mereka beresin urusan mereka sendiri. Jangan ikut campur." Tegur Anna yang membuat Aletta menganggukan kepalanya setuju walau sebenarnya ia sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


__ADS_2