My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Harus Kuat


__ADS_3

Clara langsung masuk ke kamar sang kakak dan melihat para tim medis yang mengucapkan belasungkawa kepadanya.


"Kak, Kak Angel bangun," ucap Clara sambil menggoyangkan tubuh kakaknya. "Kak Angel!!" Teriaknya saat menyadari bahwa Kak Angel sudah tidak bergerak sama sekali.


"Kak Angel jangan tinggalin aku. Kak, baru aja kita ketemu lagi tapi kenapa sekarang kakak tinggalin aku. Padahal aku pikir setelah ini kita bakal selalu bersama kak, aku mau ngajak kakak ke New York, kita mulai hidup baru disana kak. Kak sekarang ada Bianca kak, kakak harus bangun buat dia. Kak Angel," ucap Clara lirih lalu tiba-tiba semuanya menjadi gelap.


_______________


Beberapa jam kemudian


Clara tersadar dan melihat sekelilingnya, dia bingung kenapa dia bisa berada di kamar rumah sakit. Clara pun mencoba untuk mengingat kembali kejadian yang ia lalui sebelumnya. Seketika Clara menangis saat mengingat bahwa Kak Angel telah tiada. "Kak, kenapa kakak ninggalin aku lagi," ucap Clara lirih lalu mencoba bangun dari ranjangnya. Saat Clara akan berjalan ke luar kamar, tiba-tiba seorang suster menghampirinya. "Kakak udah sadar? Apa kepalanya masih pusing?" Tanya sang suster sambil membantu Clara berjalan.


"Saya sudah tidak apa apa sus. Bagaimana keadaan kakak saya?" Tanya Clara yang membuat suster tersebut menatapnya prihatin.


"Kakak anda sudah tenang disana. Sekarang pihak rumah sakit akan membantu anda mengurus surat kematian dan lain sebagainya yang diperlukan untuk proses pemakaman," ucap sang suster sambil mengusap lembut punggung Clara mencoba menguatkannya.


"Terimakasih sus. Biar nanti saya saja yang mengurus pemakamannya karena saya ingin kakak saya dikuburkan disebelah makam ibu saya," ucap Clara mencoba tabah yang membuat suster disampingnya lega karena Clara tidak histeris seperti tadi dan sudah mulai menerima kenyataan. "Dimana anak kakak saya sus? Saya ingin melihatnya," sambung Clara.


"Saya akan mengantarkan anda ke ruangan bayi," ucap sang suster sambil menuntun Clara berjalan karena takut jika keadaan Clara masih lemah dan belum kembali normal.

__ADS_1


Saat sampai di ruangan bayi, sang suster pun menuntun Clara ke arah ranjang Bianca lalu menunggu mereka diluar ruangan bayi karena tahu bahwa Clara butuh waktu untuk sendiri saat ini. "Bianca sekarang mommy kamu udah ga ada. Tapi kamu tenang aja ya sweetheart, sekarang ada Kak Clara disini. Kak Clara janji kakak akan merawat kamu dengan baik sama seperti Kak Angel yang udah merawat dan menemani kakak dari kecil. Bianca jangan sedih ya, Bianca harus jadi anak yang kuat dan tumbuh dengan baik supaya Kak Angel tenang disana," ucap Clara lirih menahan air matanya yang hendak keluar karena Clara tidak ingin menangis saat Bianca berada digendongannya. Clara tahu dia harus kuat demi Bianca dan Clara sekarang baru sadar kenapa tingkah laku Kak Angel sedikit berbeda saat Kak Angel sudah sadar dari efek obat biusnya. Mungkin Kak Angel dapat merasakan bahwa hidupnya tidak akan lama lagi sehingga Kak Angel memintanya untuk berjanji bahwa ia akan merawat Bianca dengan baik dan tidak akan meninggalkan Bianca apapun yang terjadi.


Setelah Clara meletakan Bianca pada ranjangnya, ia segera berjalan keluar ruangan bayi dan meminta suster untuk mengantarnya mengambil barangnya dan barang Kak Angel yang sempat dijaga sementara oleh pihak rumah sakit saat Clara pingsan. Setelah Clara mengambil barang tersebut, suster tadi pamit undur diri. Clara langsung mengambil handphonenya dan mencari tahu beberapa hal tentang detektif dan memilih salah satu detektif terbaik di Indonesia. Setelah menemukan detektif yang menurutnya cukup handal karena terbukti sudah berhasil memecahkan banyak kasus, Clara segera menghubunginya dan mengajaknya untuk bertemu di taman rumah sakit.


"Halo? Dengan siapa saya berbicara? Dan darimana anda mendapatkan nomor handphone saya?" Tanya seorang pria melalui telepon.


"Halo, saya Clara. Dan jika anda ingin mengetahui darimana saya mendapatkan nomor anda maka anda harus datang ke taman sebuah rumah sakit yang akan saya kirimkan alamatnya melalui pesan kepada anda," jawab Clara.


"Saya tidak ingin bermain-main. Jika anda ingin bermain maka tolong carilah orang la..." ucap pria tersebut terpotong.


"Saya tidak ingin bermain-main dengan anda detektif Mahesa. Saya hanya ingin meminta bantuan anda dan tentunya dengan harga yang akan saya bayar," potong Clara cepat.


"Sudah saya katakan di awal jika anda ingin mengetahui darimana saya mengenal anda maka datanglah," ucap Clara santai.


"Baiklah kirimkan alamatnya sekarang," ucap Mahesa lalu memutuskan panggilannya sepihak.


_______________


Taman rumah sakit

__ADS_1


"Apa kau yang bernama Clara?" Tanya seorang pria yang menghampiri Clara setelah seseorang yang meneleponnya tadi menyuruhnya untuk datang ke sebuah taman rumah sakit dan mencari seorang perempuan yang memakai baju berwarna merah muda.


"Apakah kau Mahesa yang tadi kuhubungi? Seorang detektif?" Tanya Clara yang menyerupai bisikan di kalimat terakhirnya.


"Iya aku Mahesa dan darimana kau tahu mengenai diriku?" Tanya Mahesa penasaran karena tiba-tiba saja Clara meneleponnya dan mengajaknya untuk bertemu.


"Sebelumnya aku meminta maaf jika aku mengganggu waktumu namun aku benar-benar membutuhkan bantuanmu. Aku Clara Barack, kau bisa memanggilku Cla atau apapun yang kau inginkan. Aku mengetahui tentang dirimu karena aku meretas data-data mengenai seorang detektif di organisasi tempat dirimu bekerja. Aku tahu ini merupakan tindakan kriminal tapi please aku benar-benar membutuhkan bantuan sekarang," ucap Clara merasa bersalah dan memohon bantuan pada Mahesa.


Mahesa yang melihatnya pun hanya dapat terdiam dan mengamati penampilan Clara yang memang terlihat sedikit berantakan. Rambutnya yang terlihat kusut dan matanya yang bengkak seperti habis seharian menangis. Melihat kondisi Clara yang seperti itu membuat Mahesa menjadi iba padanya. Mahesa menyadari Clara mengakui kesalahannya yang sudah bertindak kriminal dengan meretas data organisasinya namun Clara melakukannya dengan sebuah alasan tertentu. "Apa yang bisa ku bantu?" Jawab Mahesa akhirnya.


"Terimakasih sudah mau membantuku. Aku memiliki beberapa permintaan tapi pertama-tama bisakah kau membantuku untuk mencari dimana letak kuburan atas nama Tania Fransiska?" Ucap Clara memohon.


"Hey apakah detektif sepertiku hanya akan mencari dimana letak kuburan seseorang yang sudah meninggal?" Tanya Mahesa tak habis pikir.


"Aku percaya kau dapat dengan mudah melacaknya. Aku mohon bantulah aku karena aku tidak tahu harus meminta bantuan ke siapa lagi. Aku sendirian di Indonesia, kakakku baru saja meninggal dan sekarang aku harus merawat bayi yang baru saja dia lahirkan. Aku ingin kakakku dimakamkan disebelah kuburan ibuku namun karena suatu masalah yang terjadi didalam keluarga kami maka aku tidak mengetahui dimana kuburan ibu kandungku sendiri berada," ucap Clara frustasi karena dia berpikir bahwa Mahesa tidak akan mau membantunya.


Mahesa yang mendengarnya pun merasa iba. "Baik aku akan membantumu kali ini. Tapi lain kali tolong jangan menghubungiku lagi jika menyangkut hal yang berurusan dengan pemakaman karena sungguh ini bukan salah satu dari pekerjaanku," ucap Mahesa yang langsung disenyumi oleh Clara.


"Terimakasih Mahesa. Ini sangat bermanfaat bagiku. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu padaku," ucap Clara senang sambil tersenyum yang membuat Mahesa terpana melihatnya dan ikut tersenyum.

__ADS_1


"Padahal pekerjaanku adalah menyelidiki kasus kematian yang tidak wajar tapi sekarang aku malah mengurusi tentang dimana makam seseorang berada. Tapi tak apalah selagi aku dapat membuat orang lain senang maka aku juga ikut bahagia," batin Mahesa.


__ADS_2