My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Bingung Mau Ngapain


__ADS_3

Setelah ke toilet, Richard segera berjalan ke kantin untuk menemui teman-temannya. Sesampainya di kantin, dahi Richard mengernyit heran melihat kedua sahabatnya yang saling bertatapan. "Ehem," gumam Richard membuat Jack dan Diego menghentikan aksi tatap-menatapnya.


"Lo darimana aja sih Rich? Tiba-tiba pergi terus sekarang tiba-tiba ada di belakang gue sama Diego. Ngagetin aja lo." Jack menggerutu kesal membuat Diego tertawa.


"Masih ga nyadar? Richard pergi kan gara-gara lo. Lo sih rangkul-rangkul segala. Memangnya lo pikir dia cowo apaan." Diego tertawa terbahak-bahak sedangkan Jack menatap Richard serius.


"Serius lo kabur gara-gara itu?" Tanya Jack membuat Richard mendengus.


"Gue abis dari toilet," jawab Richard malas menanggapi kelakuan kedua sahabatnya itu.


"Tuh kan dia kabur gara-gara kebelet. Bukan gara-gara gue. Pikiran lo aja berlebihan." Jack menoyor kepala Diego keras membuat Diego mengaduh kesakitan.


"Sialan lo," ucap Diego tak terima dan hendak membalas perbuatan Jack tadi namun Richard segera menengahi mereka berdua.


"Udah beli minumnya?" Tanya Richard yang sekarang berada di antara Jack dan Diego.


"Oh iya lupa," Jack menepuk jidatnya sendiri pelan, "Bu, minumannya udah?" Tanya Jack kemudian kepada ibu kantin.


"Udah den." Ibu kantin tersebut segera menyerahkan minuman yang Jack dan Diego pesan tadi.


"Loh kok minuman saya malah jadi dua cup sih bu?" Tanya Diego saat ibu kantin tersebut menyerahkan dua cup minuman padanya.


"Abisnya ibu bingung den. Kan den maunya hot cokelat campur jus stroberi. Tapi rasanya aneh kalo dicampur gitu den. Jadi dibuat dua cup aja ya nanti den yang campur sendiri." Jawab ibu kantin tersebut membuat Diego melongo, Jack tertawa, sedangkan Richard menghela napas panjang berusaha maklum dengan permintaan Diego yang menurutnya tidak masuk di akal.


"Lo sih dibilangin ga percaya. Si ibu ga protes bukan berarti dia ga bingung sama permintaan lo." Ucap Jack sambil terus tertawa.


Diego cemberut mendengarnya lalu beralih menatap Richard. "Lo mau yang mana?" Tanya Diego sambil menyodorkan kedua minumannya pada Richard. Richard hanya mengedipkan matanya bingung.


"Udah gini aja. Ini buat Richard," ucap Jack sambil mengambil cup minuman berisi hot cokelat dan menyerahkannya pada Richard, "Ini buat lo." Tambahnya lagi sambil menunjuk jus stroberi yang Diego pegang.

__ADS_1


"Loh kok jadi lo yang nentuin." Ucap Diego protes.


"Biarin dong kan ada alasannya kenapa gue nentuin begini." Ucap Jack bangga.


"Apa memangnya?" Tanya Diego sewot namun penasaran dengan jawaban Jack.


"Jadi hot cokelat buat Richard supaya dia ga dingin mulu. Siapa tau sikap dinginnya bisa meleleh karena minum yang hot." Jawab Jack membuat Diego terpana.


"Terus jus stroberi apa?" Tanya Diego penasaran.


"Nah jus stroberi buat Diego karena dia yang paling feminim diantara kita. Dia paling kocak paling ***** paling lebay. Mirip cewe deh pokoknya." Ujar Jack tertawa yang membuat Diego melongo mendengarnya sedangkan Richard menutup kembali mulutnya yang sempat terbuka hendak memuji Jack dengan sikapnya yang puitis.


"Tau ah sebel. Nyesel gue nanya." Ucap Diego lalu berjalan meninggalkan Jack dan Richard.


"Yah gitu aja ngambek. Tuh kan beneran kayak cewe dia." Ucap Jack lalu berjalan menyusul Diego diikuti oleh Richard.


__________


Alvaro dan Clara sudah sampai di mall dekat sekolah dan langsung memasuki mall tersebut setelah memarkirkan mobil Alvaro.


"Sekarang kita mau kemana dulu kak?" Tanya Clara setelah memasuki mall tersebut.


Alvaro melihat sekitar lalu menatap Clara. "Kamu mau kemana?"


"Ke mana ya. Toko buku?" Jawab Clara ragu sambil menatap Kak Alvaro.


Saat Alvaro hendak menjawab tiba-tiba seorang pegawai menghampiri mereka. "Selamat siang menjelang sore kakak. Hari ini kami lagi ngadain promo beli 5 koin gratis 5. Lumayan kan buat pasangan kayak kakak berdua ini." Ucap seorang perempuan menawarkan promo.


"Koin buat apa ya?" Tanya Clara tidak mengerti sepenuhnya apa yang sedang ditawarkan.

__ADS_1


"Koin buat Ride Animals kak," jawab perempuan itu sambil menunjuk sebuah stand, "Lumayan loh kak buat kakak bareng pacarnya ini keliling mall. Jadi ga usah cape-cape jalan apalagi kakak ini kelihatannya lagi suntuk."


Clara mengedipkan matanya beberapa kali mendengar jawaban perempuan itu sedangkan Alvaro menahan tawanya melihat ekspresi Clara.


"Dia bukan pa...." ucap Clara setelah kesadarannya kembali.


"Kamu mau beli koinnya sayang? Seru kan keliling mall naik mobil-mobilan berbentuk binatang." Ucap Alvaro sambil merangkul Clara mesra. Clara yang kaget dan bingung dengan apa yang terjadi hanya bisa terdiam pasrah. "Saya beli yang tadi deh mba. Yang beli 5 gratis 5." Lanjut Alvaro karena tidak mendapat respon dari Clara.


"Baik kak ditunggu ya." Jawab perempuan tersebut sambil berjalan ke arah standnya.


"Kakak ngapain beli koin kayak gitu segala. Memangnya aku anak kecil apa." Ucap Clara sambil menatap Alvaro yang masih merangkulnya.


"Ya ga apa-apa. Daripada kita ga tau mau ngapain sekarang mending beli koin aja. Lumayan kan ga perlu jalan keliling mallnya." Ucap Alvaro sambil menaik-turunkan alisnya menggoda Clara.


"Tapi...."


"Ini kak koinnya," ucap perempuan tadi sambil memberikan Alvaro sebuah kantung berisi koin, "Kami juga ada promo yang lebih menarik loh kak yaitu beli 10 gratis 12. Lumayan kan kak bonusnya lebih banyak."


Alvaro melihat sekilas Clara yang menggelengkan kepalanya pelan lalu menatap perempuan itu lagi. "Yaudah deh mba boleh juga promonya. Saya beli yang itu aja." Jawab Alvaro membuat Clara melotot.


"Baik kak," perempuan itu memberikan Alvaro kantung yang lebih besar, "Totalnya jadi 20 ribu kak."


Alvaro mengeluarkan uang 20 ribuan dari saku bajunya. "Makasih kak uangnya pas ya. Semoga langgeng sama pacarnya." Ucap perempuan tersebut sebelum berbalik meninggalkan Alvaro dan Clara.


"Loh dia bukan..." ucap Clara yang lagi-lagi terpotong.


"Udah biarin aja." Ucap Alvaro memotong perkataan Clara yang hendak memberi klarifikasi pada perempuan tadi.


Clara menatap Kak Alvaro tajam lalu melepaskan tangan Alvaro yang sedang merangkulnya. "Kakak kenapa beli koin banyak banget? Memangnya bakalan abis lagian siapa juga yang mau keliling mall naik mainan anak kecil kayak gini?"

__ADS_1


"Kan lagi promo Cla jadi sayang kalau dilewatin. Kita dong yang bakalan pake koin ini dan kita coba aja buat abisin koinnya." Jawab Alvaro santai membuat Clara mengedipkan matanya berkali-kali mencoba mencerna ucapan Kak Alvaro barusan.


"Kakak juga bakalan keliling mall naik mainan anak kecil itu?" Tanya Clara tak habis pikir jika laki-laki tampan dan playboy seperti Alvaro akan melakukan hal kekanakan seperti itu.


__ADS_2