My Niece'Dad My Lover

My Niece'Dad My Lover
Telepon Pertama


__ADS_3

Clara sudah sampai di rumahnya dan segera ke kamar untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah selesai, Clara turun ke bawah dan mencari Bianca di taman belakang rumahnya. Clara melihat Bianca yang sedang bermain bersama Bi Mirna dan Siti. "Bianca," panggil Clara membuat Bianca menoleh padanya.


"Kak Ara udah pulang?" Bianca berlari ke arah Clara dan langsung memeluknya.


"Jangan lari-lari dong sayang."Peringat Clara sambil membalas pelukan Bianca.


"Hehe maaf kak."


Setelah itu Clara bermain bersama Bianca sampai Bianca tertidur. Melihat Bianca yang tertidur, akhirnya Clara memutuskan untuk mengerjakan prnya. Clara mengerjakan prnya dengan serius sampai dering telepon menghentikan aktivitasnya.


"Siapa ya?" Clara berjalan untuk mengambil handphonenya yang ia simpan di dekat ranjang karena saat ini ia sedang berada di meja belajar. "Kak Alvaro? Ada apa ya?" Gumamnya lalu Clara berjalan menuju balkon dan mengangkat panggilan tersebut.


"Halo Kak Alvaro. Tumben nelepon, ada apa kak?" Ucap Clara setelah panggilannya tersambung.


"Haha ya ga ada apa-apa sih. Cuma pengen nelepon aja. Memangnya ga boleh nyapa kontak baru?" Tanya Alvaro menggoda Clara diakhir kalimatnya.


"Iya deh yang baru dapat nomor telepon aku. Senang banget kayaknya sampai langsung ditelepon." Balas Clara lalu mereka berdua tertawa bersama.


"Oh iya Cla, kamu lagi ngapain nih?" Tanya Alvaro setelah hening sesaat diantara mereka.


"Lagi teleponan sama kakak." Jawab Clara seadanya. Alvaro menghela napas panjang membuat Clara tertawa.


"Yaudah deh sebelum aku telepon, kamu lagi ngapain?" Tanya Alvaro lagi yang membuat Clara semakin tertawa.


Clara menghentikan tawanya lalu menjawab, "Oke fine aku jawab. Lagi ngerjain pr sih kak."


"Aduh aku ganggu dong." Alvaro merasa tak enak telah menelepon di waktu yang salah.


"Engga kok. Lagian sebentar lagi juga beres prnya," Clara menyahut santai, "Kalau kakak lagi ngapain?" Tanya balik Clara.


"Lagi duduk." Jawab Alvaro sambil tersenyum diseberang sana.


"Ihh kak aku serius." Rengek Clara karena Kak Alvaro membalas ucapannya tadi.


"Orang bener kok aku lagi duduk di ranjang," Alvaro tertawa mendengar Clara mencebik, "Lagi pikirin kamu Cla makanya aku telepon." Jawab Alvaro akhirnya yang membuat Clara membulatkan matanya kaget.


"Apaan sih kak? Dasar gombal." Clara merasa pipinya memanas mendengar jawaban Kak Alvaro.


"Hehe. Cla, besok pulang sekolah ada waktu ga?" Alvaro mengubah topik pembicaraan.


"Waktu? Waktu apa kak?" Clara mengerutkan keningnya bingung.

__ADS_1


"Ya ada waktu luang ga?" Alvaro memperjelas maksud ucapannya.


"Ada sih kak? Kenapa?"


"Mau jalan bareng ga?" Tanya Alvaro spontan dengan cepat.


Clara tersenyum mendengarnya. "Boleh kak. Mau jalan kemana?"


"Kemana ya? Kamu maunya kemana?" Bingung Alvaro karena ia belum merencanakan apa-apa.


"Loh kok malah nanya ke aku sih? Kan kakak yang ngajak." Clara tertawa mendengar ucapan Alvaro.


"Ya belum tau sih mau kemana. Lihat besok ada deh." Jawab Alvaro sekenanya.


"Oke."


"Yaudah besok pulang sekolah aku tunggu di parkiran ya."


"Siap kak."


"Sekarang kamu beresin prnya terus tidur ya. Jangan tidur kemalaman apalagi sampai begadang."


"Oke kak."


"Oke."


Alvaro tertawa sebelum berkata, " Kamu mah kok jawabnya oke terus sih."


"Hehe ya abis mau jawab apa dong." Clara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena bingung mau menjawab apa.


"Yaudah deh sekarang aku matiin beneran ya. Good night Clara."


"Good night kak." Balas Clara lalu sambungan pun terputus.


"Kak Alvaro ngajak aku jalan besok. Ada apa ya ga biasanya," ucap Clara heran namun tidak bisa dipungkiri jika senyumnya terus saja merekah. "Yaudah deh sekarang aku beresin pr terus tidur supaya besok ga bangun kesiangan lagi." Clara kembali masuk ke kamarnya dan mengerjakan prnya hingga tuntas. Setelah semuanya selesai Clara segera naik ke ranjangnya berusaha untuk tidur. "Kok aku jadi nurutin semua perkataan Kak Alvaro ya. Haha biarin deh selama semua ucapannya benar." Lalu Clara memejamkan matanya dan tertidur.


Sedangkan di kamar Alvaro


Alvaro merebahkan dirinya di kasur setelah mematikan sambungan teleponnya dengan Clara. "Akhirnya gue bisa ajak Clara jalan. Semoga dengan begini gue bisa mastiin perkataan Richard waktu itu. Apa benar gue suka beneran sama Clara?" Gumam Alvaro sambil terus memikirkan Clara hingga pada akhirnya ia tertidur.


__________

__ADS_1


Saat istirahat di kantin sekolah


"Cla, sekarang kamu cerita kenapa kemarin Kak Al mau ngobrol berdua sama kamu?" Aletta akhirnya menanyakan hal tersebut pada Clara saat mereka semua sudah berkumpul di kantin. Aletta sudah menahan rasa penasarannya sejak kemarin namun ia tahan karena kemarin Kak Alvaro menemani Clara sampai masuk ke mobil. Dan saat di kelas pun Aletta menahannya karena tidak ada Chacha dan Anna di kelasnya sehingga Aletta memutuskan untuk menanyakannya pada saat istirahat dimana mereka semua berkumpul bersama.


Mendengar pertanyaan tersebut, Clara yang hendak menyendokan makanan ke mulutnya pun terhenti. Clara menatap Chacha dan Anna yang juga tengah menatapnya meminta jawaban atas pertanyaan Aletta barusan.


"Cla, kita ini sahabat kamu kan?" Tanya Chacha yang membuat Clara menatapnya.


"Iyalah kalian sahabat aku. Kenapa kamu nanya kayak gitu?" Clara menatap para sahabatnya satu per satu.


"Kita ngerasa kalau kamu ini terlalu banyak menyembunyikan sesuatu dari kita." Ucap Chacha yang diangguki oleh Aletta dan Anna.


"Kita ini sahabat Cla jadi kamu bisa ceritain apa aja sama kita. Ga ada yang perlu ditutup-tutupin. Jangan takut juga karena kita tak mungkin membocorkan rahasia kamu seandainya kamu mau menceritakan semua hal yang kamu sembunyikan." Jelas Anna panjang lebar sambil menatap mata Clara dalam.


Clara menghela napas panjang sebelum menjawab, "Bukannya aku ga percaya sama kalian. Tapi memang ga ada yang aku tutup-tutupin kok."


"Jangan bohong Cla, udah hampir 3 bulan kita kenal jadi kamu bisa percaya sama kami." Aletta mengatakan hal tersebut lalu menatap Chacha dan Anna yang menganggukan kepala tanda setuju dengannya.


"Maksud mereka apa? Apa mereka udah tau kalau aku ini adiknya Kak Angel? Tapi hubungannya apa?" Batin Clara bingung memikirkan ucapan teman-temannya.


"Maksud kalian apa?" Tanya Clara sambil menatap teman-temannya serius.


"Kamu ada hubungan apa sama Kak Alvaro? Kamu bisa ceritain semuanya sama kita kok Cla. Ga usah tutup-tutupin hubungan kalian kayak gini." Jawab Chacha yang membuat Clara membulatkan matanya kaget.


"Hah?" Hanya itu respon yang keluar dari mulut Clara sangking kagetnya dengan perkataan Chacha barusan.


"Belakangan ini Kak Al tuh kelihatannya sering deketin kamu Cla. Mulai dari ngakuin kamu sebagai pacar terus kemarin mau bicara berdua sama kamu. Ngaku deh kamu pasti ada sesuatu kan sama Kak Al?" Aletta langsung menjelaskan semua dugaannya membuat Clara mengedipkan matanya beberapa kali.


"Kirain ada apaan, ternyata soal Kak Alvaro. Tapi memangnya Kak Alvaro lagi berusaha ngedeketin aku ya?" Batin Clara memikirkan ucapan Aletta.


"Cla, jawab dong. Kamu pacaran ya sama Kak Alvaro?" Tanya Chacha yang membuat Clara tersadar kembali.


"Kalian tuh apaan sih, kirain ada apaan ternyata soal Kak Alvaro," ucap Clara sambil tertawa namun teman-temannya masih menatapnya meminta jawaban. Clara menghela napas panjang sebelum menjawab, "Aku sama Kak Alvaro itu cuma temenan. Waktu pertama aku melihat dia, rasanya dia ga asing. Dan ternyata aku pernah ketemu sama Kak Alvaro di Pulau Seribu. Jadi kita temenan deh sekarang."


"Oh jadi kalian udah kenal sebelumnya. Kirain kamu pacaran sama Kak Al." Aletta menghela napas lega mendengar jawaban Clara.


"Pantas aja waktu itu kamu penasaran tentang Kak Alvaro. Ternyata kamu kenal sama dia." Chacha sekarang mengerti mengapa Clara dan Alvaro terlihat cukup akrab.


"Tapi kamu beneran ga ada apa-apa kan sama Kak Alvaro? Ingat Cla, Kak Alvaro itu pacarnya Kak Sissy." Ucap Anna membuat Clara menatap ke arahnya dengan pandangan yang sulit diartikan.


Melihat suasana berubah menjadi canggung, Aletta pun mencoba mengubah topik pembicaraan. "An apaan sih kan Clara cuma temenan sama Kak Al. Iya ga Cla?"

__ADS_1


Clara hanya tersenyum menanggapinya lalu menganggukan kepalanya.


"Yaudah sekarang kamu jangan penasaran lagi soal apa yang Clara dan Kak Alvaro bicarain Ta. Kan mereka temenan jadi wajar lah mereka ngobrol berdua." Ucap Chacha lalu mereka melanjutkan makannya sambil sesekali bercanda ria melupakan pembicaraan tegang yang tadi mereka bahas.


__ADS_2