
Saat istirahat di taman belakang sekolah
"Wah gila sih parah lo. Kenapa putusin selingkuhan secara serentak coba?" Tanya Jack saat dirinya, Diego, Richard, dan Alvaro sudah berkumpul disana.
"Iya gimana sih lo. Sehari satu kek putusinnya," ucap Diego yang langsung dipukul kepalanya oleh Jack.
"Apa-apaan sih? Ngapain juga harus sehari satu? Makan aja sehari tiga kali," ucap Jack yang membuat Alvaro dan Richard geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua anak itu.
"Udah bagus Al mau putusin selingkuhannya walau caranya sedikit aneh tapi ini tuh tindakan positif. Lebih bagus lagi kalau dari dulu si Al ga pernah punya selingkuhan," ucap Richard yang membuat Diego dan Jack menghentikan aksi pukul memukul mereka.
"Mending lah punya selingkuhan daripada punya pacar lebih dari satu," ucap Jack karena jiwa playboynya merasa tersentil.
"Bedanya apa ****. Selingkuhankan pacar yang kedua," ucap Diego menabok kepala Jack.
"Ya beda lah selingkuhan tuh ga dijadiin pacar makanya namanya selingkuhan. Lagian kalau selingkuhan Alvaro sebanyak itu mah namanya bukan pacar kedua lagi tapi pacar ke ratusan," ucap Jack sambil mengelus kepalanya yang terkena tabokan Diego.
"Udah. Al, kenapa lo tiba-tiba putusin mereka semua? Lo pasti punya alasan kan?" Tanya Richard pada Alvaro sehingga mereka semua sekarang menatap Alvaro menunggu jawaban.
"Gue cuma bosen aja sama mereka makanya gue putusin. Lagian lebih bagus gue ga punya selingkuhan kan?" Jawab Alvaro yang membuat Jack melongo.
"Sejak kapan seorang Alvaro mikir lebih bagus ga punya selingkuhan?" Tanya Jack sambil menatap Alvaro takjub.
"Lagian kalau bosen masa semuanya ngebosenin sih? Perasaan tuh cewe beda-beda bentukannya," tanya Diego dengan konyolnya.
"Kalian gimana sih? Teman mau tobat malah ditanya ini itu bukannya didukung," ucap Richard sambil menabok kepala Jack dan Diego sehingga mereka meringis kesakitan.
"Gue mau coba fokus ke satu cewe. Lagian mau sampai kapan juga gue harus jadi playboy? Rasanya udah cukup karena sekarang gue udah nemuin cewe yang cocok buat gue," ucap Alvaro yang membuat Richard tersenyum karena temannya sudah berubah menjadi lebih baik lagi seperti dulu.
"Cewe siapa? Lo mau fokus sama Sissy? Gila sih kalau sama dia mah lo pasti kena pelet," tanya Jack yang membuat Alvaro menatap tajam ke arahnya. "Oh bukan ya? Bagus deh kalau bukan dia," lanjut Jack sambil mengalihkan matanya dari tatapan tajam yang Alvaro berikan.
__ADS_1
"Lah terus sama siapa dong? Kalau Sissy tau si Alvaro suka sama cewe. Pasti abis deh tuh cewe dilabrak abis-abisan," ucap Diego yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Richard karena sudah membuat raut wajah Alvaro berubah murung.
"Iya juga ya kalau gue jadian sama Clara pasti Sissy ga bakal terima dan malah ngelabrak Clara. Gue ga mau Clara kenapa-napa. Apa sebaiknya gue jangan terburu-buru sama dia?" Batin Alvaro yang memikirkan ucapan Diego.
"Btw Sissy kemana sih Al? Kok ga keliatan dari tadi?" Tanya Richard mencoba mengalihkan pembicaraan agar Alvaro tidak kepikiran dengan ucapan Diego.
"Hm? Dia......" ucap Alvaro menggantung membuat para sahabatnya penasaran.
Flashback on
"My baby, ada apa kok tumben sih kamu pagi-pagi telp aku. Biasanya juga harus aku duluan yang telp kamu," ucap suara di seberang sana.
"Kamu gimana sih yank. Diperhatiin salah ga diperhatiin makin salah, mau kamu apa sih Sissy?" Ucap Alvaro pura-pura bete.
"Yah jangan ngambek dong. Ya ga biasa aja kamu telp aku pagi-pagi gini. Ada apa? Kamu mau jemput aku ya?" Tanya Sissy mengalihkan pembicaraan agar Alvaro tidak bete padanya.
"Ya memangnya ga boleh apa mau dengar suara pacar sendiri pagi-pagi. Si, hari ini ga usah sekolah ya," ucap Alvaro mulai membicarakan tujuannya menelepon Sissy pagi-pagi begini.
"Aku ga sakit oke? Aku cuma pengen ngajak kamu jalan-jalan hari ini soalnya kan kita udah lama ga jalan-jalan bareng," jawab Alvaro mantap karena sebelumnya dia sudah memikirkan alasan untuk mengajak Sissy bolos sekolah. "Kamu mau kan jalan sama aku?" Tanya Alvaro setelahnya.
"Kamu kenapa sih kok tiba-tiba jadi sweet gini. Iya aku mau kok jalan sama kamu. Aku pasti mau," jawab Sissy sedikit heran dengan Alvaro namun tetap senang karena Alvaro mengajaknya jalan. "Tapi kenapa harus bolos sekolah segala?" Tanya Sissy pada akhirnya yang cukup heran dengan Alvaro.
"Ya karena aku tau kamu kalau make up pasti lama apalagi sekarang kamu mau jalan sama aku jadi pasti kamu make up nya lebih lama dong. Aku mau kamu tampil cantik hari ini, beda dari biasanya deh pokoknya. Makanya kamu ga usah sekolah hari ini mending kamu ke salon dulu atau ngapain dulu gitu biar aku terpesona lihat kamu," jawab Alvaro yang sedikit eneg dan tak rela saat mengatakan kalimat terakhirnya.
"Ahh kamu pengertian banget sih. Yaudah deh aku ga sekolah hari ini. Kita mau jalan ke mana memangnya?" Tanya Sissy penasaran.
"Ada deh. Pokoknya kamu make up yang cantik terus kabarin aku kalau udah selesai. Aku kasih kamu waktu buat siap-siap sampai jam pulang sekolah jadi selama itu kamu jangan hubungin aku dulu," ucap Alvaro yang ingin segera mengakhiri teleponnya dengan Sissy namun berusaha tetap sabar.
"Loh kenapa sampai jam pulang sekolah ga boleh hubungin kamu? Itu kan lama," tanya Sissy yang sepertinya mulai curiga.
__ADS_1
"Ya....ya ga apa apa. Supaya pas ketemu kamu kangen sama aku," jawab Alvaro sedikit gugup namun akhirnya terpikirkan alasan yang tepat.
"Kamu so sweet banget sih. Yaudah deh iya aku ga bakal hubungin kamu sampai jam pulang sekolah," ucap Sissy setuju dengan Alvaro dan tidak curiga.
"Yaudah kalau gitu kamu sarapan gih. Aku matiin teleponnya," ucap Alvaro yang ingin segera berangkat ke sekolah.
"Oke deh. Bye baby," ucap Sissy yang langsung diputus sambungannya oleh Alvaro.
Flashback off
"Hahaha hebat juga lo Al sampai kepikiran kayak gitu," ucap Jack tanpa menghentikan tawanya yang meledak. Jack, Diego, dan Richard memang tertawa saat Alvaro menceritakan percakapannya dengan Sissy di telepon tadi pagi yang membuat Sissy tidak kelihatan dari tadi di sekolah.
"Kocak....kocak. Greget abis lo Al pasti ga sabaran deh ngeladenin Sissy yang banyak tanya ini itu," ucap Diego yang kembali tertawa.
"Jadi hari ini lo beneran bakal ajak Sissy jalan-jalan?" Tanya Richard yang membuat tawa mereka terhenti dan menatap ke arah Alvaro meminta jawaban.
"Mau ga mau," jawab Alvaro lirih yang membuat sahabatnya kembali tertawa.
"Lagian lo ngapain sih pake acara putusin para selingkuhan lo di sekolah? Kan bisa lewat chat atau dimana gitu kalau emang ga mau ketahuan sama Sissy," tanya Diego yang diangguki oleh Jack.
"Lagian kenapa juga Sissy ga lo biarin tau kalau lo mau putusin para selingkuhan lo?" Tanya Jack sambil melihat Alvaro.
"Ya gue ga mau lah Sissy sampai tau siapa aja selingkuhan gue. Bisa abis mereka kalau Sissy tau mereka sempat main sama gue di belakang Sissy," jawab Alvaro yang cukup serius dengan ucapannya.
"Tapi lama kelamaan Sissy juga pasti bakalan tau secara sekolah kita kan banyak calon wartawannya yang bisanya cuma bikin gosip dan hot news. Pasti ga lama lagi bakal tertulis di mading bahwa Alvaro seorang playboy dan most wanted boy di sekolah ternyata memiliki banyak selingkuhan dan telah memutuskannya secara serentak," ucap Diego dengan tingkahnya yang konyol meniru gaya para wartawan gosip.
"Ya setidaknya masih ada waktu buat mereka siapin diri sebelum dilabrak sama Sissy. Lagian selingkuhan gue banyak jadi Sissy pasti cape sendiri kalau harus ngelabrak mereka satu persatu. Bahkan gue udah putusin mereka jadi ngapain Sissy repot-repot ngelabrak mereka. Sahabatnya aja si Siska itu juga mantan gue jadi masa dia mau ngelaporin ke Sissy kalau gue putusin banyak selingkuhan secara itu sama aja dengan dia ngelaporin diri sendiri," ucap Alvaro membela diri bahwa keputusannya kali ini adalah pilihan yang terbaik dan Sissy tidak akan tahu siapa saja selingkuhannya.
"Sejak kapan lo peduli lagi sama orang lain? Bukannya biasanya juga lo ga peduli kalau mereka dilabrak atau dibully sama Sissy?" Tanya Richard yang memandang penuh tanda tanya ke arah Alvaro.
__ADS_1
Alvaro terdiam sebentar sebelum menjawab "Ada satu cewe yang bisa merubah gue jadi kayak gini. Gue juga ga tau sejak kapan gue mulai peduli lagi sama orang lain. Tapi yang gue tau dia bisa membuat gue berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya," ucap Alvaro sambil tersenyum. Senyum yang sudah lama tidak dilihat oleh para sahabatnya sehingga para sahabatnya ikut tersenyum melihatnya.